
Malam ini Agim memutuskan untuk tidur di apartemennya.Ia malas pulang kerumah dengan kondisi galau seperti ini.Kini jam sudah menunjukkan pukul 7 malam,tapi Agim masih setia dengan baju kerjanya.Duduk di sofa dengan menghisap rokok dan di temani secangkir kopi hitam favoritnya.
"Huh" Agim membuang asap yang dihisapnya
"Apa aku harus bilang sekarang?" Agim berfikir tentang perasaannya
"Nggak,,aku nggak boleh gegabah.Nanti kalau aku nyatakan sekarang gimana kalau tari malah menghindar dari aku" Agim terus berbicara pada dirinya sendiri
"Tapi siapa laki-laki tadi ya?"
"Apa aku tanya ke tari aja?"
"Hah,, udahlah" Agim mematikan rokoknya dan berjalan ke ranjang.Merebahkan diri untuk menenangkan segala hal yang membuat kepalanya pusing.
Saat tengah tertidur,ponsel Agim berbunyi.Menampilkan nama tari disana.
Agim meraba-raba nakas, mencari dimana ponselnya berada.
"Halo" suara berat Agim karena sangat mengantuk
"Halo mas,ini tari" jawab tari panik
"Tari? kamu kenapa?" agim langsung terduduk mendengar suara tari yang panik
"Mas tolongin tari,,adik tari sakitnya kambuh" kata tari sedikit menangis bingung ingin meminta tolong pada siapa lagi.
"Apa? yaudah aku kesana sekarang ya" jawab agim meloncat dari atas ranjang
"Iya mas" tari mematikan teleponnya
Agim memakai jasnya, menyambar kunci mobil dan berlari ke bawah untuk menuju rumah Tari.
30 menit perjalanan kini Agim sudah sampai di rumah Tari.Di ketuknya pintu dengan keras,karena Agim juga ikut panik.
"Mas" Panggil Tari
"Gimana,kita bawa adik kamu ke rumah sakit"
"Iya mas" Tari dan Agim masuk ke kamar sang adik.Terlihat Marni yang sedang menangis sambil mengelus tangan anaknya.Vera memang mempunyai penyakit jantung.
"Kita bawa ke rumah sakit ya Bu" Agim menggendong Vera dan membawanya ke rumah sakit.
"Iya nak agim" Marni berlari mengikuti langkah Agim.
Kini mereka sudah sampai di rumah sakit,Marni masih saja menangis.Tari yang duduk di samping ibunya, mengelus punggung sang ibu.
Agim yang melihatnya merasa terharu, Tari terlihat sangat menyayangi ibunya.
"Pasti nanti tari juga akan sangat menyayangi mertuanya" batin Agim tersenyum
Setelah 30 menit, akhirnya dokter keluar dari ruangan perawatan Vera.Marni dan tari langsung berdiri menghampiri dokter.
"Dok bagaimana keadaan anak saya?" tanya Marni
"Alhamdulillah kondisinya sekarang sudah membaik" jelas dokter
"Alhamdulillah,saya boleh masuk dok?" tanya Marni
"Silahkan,,tapi tolong jangan ganggu istirahat pasien ya" jelas dokter lagi
"Baik dok terimakasih" jawab Tari
"Baik,saya permisi" dokter berlalu
__ADS_1
"Ibu masuk dulu aja" suruh Tari pada Marni
"Iya sayang" Marni masuk ke dalam.
"Mas agim,makasih ya udah mau bantu Tari bawa Vera kerumah sakit" kata Tari saat duduk di dekat Agim
"Iya sama-sama" jawab Agim tersenyum
"Emm..kalau mas Agim mau pulang nggak papa kok" Tari tak enak hati
"Udah nggak papa,,Aku disini aja" Kata Agim tersenyum kikuk
Lalu mereka diam,rasa canggung membuat mereka berdua hening.Saat diam,Agim teringat dengan kejadian tadi siang.Saat tari sedang berpelukan dengan Reza.Agim berniat menanyakan langsung pada Tari.
"Emm..aku boleh nanya sesuatu nggak?" tanya Agim
"Tanya apa mas?"
"Anu,,em kemarin..."
Ceklekk..
Marni keluar dari ruangan perawatan Vera
"Ibu,,gimana keadaan Vera?" tanya berdiri menghampiri ibunya
"Vera sedang tidur,,kamu masuk gih" kata Marni
"Iya Bu,tari masuk"
"Nak Agim terimakasih ya,sudah mau bantu ibu" Marni berterima kasih kepada Agim tulus
"Iya Bu,,Agim juga seneng kalau bisa bantu ibu" balas Agim tersenyum tulus
Tari keluar dari ruangan Vera..
"Ibu istirahat di dalam saja ya,disini dingin" kata Tari
"Iya nak,,nak Agim ibu masuk dulu ya" pamit Marni kepada Agim
"Iya Bu" jawab Agim tersenyum
"Kamu nggak ikut ibu istirahat?" tanya Agim
"Nggak mas,,tari pengen disini dulu" jawab tari tersenyum
"Oh iya mas..tadi kamu mau nanya apa?" tanya Tari penasaran
"Ah haha nggak papa kok,,nggak jadi" Agim menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Oh,iya mas" tari mengangguk
"Ya sudah,,kamu istirahat di dalam ya Aku pulang dulu" pamit Agim
"Iya mas,,mas Agim hati-hati ya" Tari tersenyum manis
"Iya,,kalau ada apa-apa langsung hubungin aku aja" kata Agim di angguki kepala oleh Tari.
Lalu tari masuk ke dalam ruangan menyusul sang ibu untuk istirahat.
"Kamu pacaran ya sama nak Agim?" tanya Marni saat tari duduk di sofa
"Ibu apaan sih?"
__ADS_1
"Jawab aja,,iya kan" tebak Marni tersenyum
"Nggak..lagian masa mas Agim suka sama pelayan cafe kayak tari" tari berkecil hati
"Sayang...yang namanya cinta itu nggak memandang status" kata ibu bijak
"Sebenernya sih tari suka sama mas Agim,,tapi tari takut mas Agim nggak suka sama Tari"
"Tapi kalau ibu lihat,,nak Agim sepertinya juga suka sama kamu" jawab Marni tersenyum
"Ih udah ah,, ibu jangan goda tari terus" Wajah tari memerah seperti kepiting rebus
"Cie-cie ada yang merona" Marni senang sekali menggoda sang putri
"Ibuuuuu...." Tari merengek setengah berteriak
"Ssstttt..." Marni menempelkan jari telunjuknya ke bibir
"Maaf..Vera ngga bangun kan?" tanya tari
"Nggak kok sayang" jawab Marni
"ibu sih,,goda tari terus"
"Kok ibu sih" jawab Marni
"Ya emang ibu" Lalu mereka merebahkan tubuhnya.Tari tidur di sofa sedangkan Marni ikut Vera di ranjang.
Kini Agim sudah kembali ke apartemennya, merebahkan lagi tubuh lelahnya di ranjang.Memejamkan kembali mata merah menahan kantuk.
Sementara Viana kini sedang merawat putri kecilnya yang juga sakit demam.Sejak sepulang dari pesta,risa bilang pada Omanya jika kepalanya pusing.Lalu Mega memberi obat pada Risa.Tapi keesokkan paginya badan Risa sangat panas,,Mega mencoba merawat cucunya.Namun justru Risa semakin panas.Lalu sorenya Anton dan Mega membawa Risa kerumah sakit.Mereka belum memberitahu Viana dan Raka karena takut mereka panik.Saat Viana dan Raka sampai rumah,Mega baru menelepon Viana untuk memberi tahu jika Risa demam dan sedang di di rawat.Viana menangis,Raka membawanya ke rumah sakit tempat putrinya di rawat.
"Sayang maafin mommy ya,,nggak bisa jaga kamu" Viana mengelus rambut Risa
"Nggak papa mommy" suara kecil itu terdengar lemah
"Ya sudah,,kamu mau makan apa? biar mommy belikan" tanya Viana pada Risa
"Mulut Lisa pahit mommy,,Lisa cuma mau mommy temani Lisa disini" kata Risa membuat Viana menangis
"Iya sayang,, mommy disini aja nungguin Risa ya" Viana mengecup kening gadis kecilnya.
"Ya sudah sekarang Risa bobo ya,,udah malem" kata Viana
"Iya mommy" Risa menurut dan memejamkan matanya.
"Sayang" Panggil Raka pada Viana
Viana hanya diam,tak menjawab panggilan sang suami.
"Kamu masih marah ya sama mas" tanya Raka.Viana memang sedang marah pada Raka karena tak mengajaknya pulang siang tadi
"Nggak" Viana merasa tak bisa menjaga putrinya.
"Mas minta maaf ya,,mas juga nggak tahu kalau Risa sakit" ucap Raka memelas
"Iya..Viana juga minta maaf sama mas" Viana tak mau egois.bagaimana pun dirinya juga salah.
"Iya sayang" Raka memeluk Viana
Sorry baru bisa up..
semoga suka ya
__ADS_1
happy reading 🤗