
Raka dan semuanya sudah sampai di rumah,Risa di bawa ke kamar oleh Susi.Raka duduk di sofa bersama Agim, pikirannya kacau memikirkan istrinya.
"Aku sudah menyuruh anak buah kita untuk mencari istrimu" ucap Agim
"Apa dia sudah makan? dia pasti ketakutan sekarang" lirih Raka
"Kau tenanglah,, semoga mereka baik-baik saja" Agim mendoakan Viana dan janinnya
Sementara kini Viana sudah sadar dari pingsannya.Ia berteriak meminta agar di lepaskan.Jujur saja ia sangat takut pada dua laki-laki kekar yang ada di hadapannya.
"Tolong lepaskan aku" Viana berteriak sambil menangis
"Diam" bentak salah satu laki-laki itu
"Tolong lepaskan aku,,aku mohon" Viana semakin menangis
Ceklekk..
Terdengar pintu terbuka, menampilkan sosok laki-laki bertubuh tinggi besar, rambutnya panjang, memakai kaca mata hitam.
Nicholas Jackson, Merupakan mantan dari Jane Fernandes.Dulunya Jane sangat mencintai kekasihnya itu, tetapi saat Jane mengenal Raka,Jane pergi meninggalkannya. Nicholas sakit hati saat Jane pergi meninggalkannya dan memilih mengejar Raka.Ia dendam dengan Raka karena sudah membuat Jane meninggalkannya.
Viana terdiam saat Nicholas menghampirinya.Nicholas berjongkok di depan Viana dan mencengkeram dagunya.
"Kau sangat cantik"kata Nicholas
"Siapa kau?Aku mohon lepaskan aku" Air matanya masih saja mengalir
"Hahahaha aku tak akan melepaskanmu sebelum Suamimu sendiri yang datang kemari"Nicholas itu tertawa terbahak-bahak
"Jangan sakiti keluargaku"pinta Viana
"Tidak,,aku hanya ingin memberi pelajaran kepada suamimu karena membuat kekasihku meninggalkan aku,,dan kau tau siapa wanita itu?"
"Siapa? biar aku membujuknya agar kembali padamu kata Viana
"Tidak,,dengan cara aku menculikmu suamimu akan merasakan apa yang aku rasakan"
"Siapa wanita itu?" tanya Viana
"Kau tak perlu tahu"
"Aku mohon lepaskan aku,,aku merindukan keluargaku"Viana melemah, tenaganya seakan habis karena terus saja menangis.
"Jangan mimpi sayang" Nicholas itu berdiri
"Apa kau ingin berbicara dengan suamimu?"tanya Nicholas
"Ya,,aku merindukan mereka" Viana memelas
"Aku akan meneleponnya"
Tut.. Tut..Tut..
"Halo" kata Raka
"Halo brother,, bagaimana? apa kau merindukan istri kesayanganmu?" tanya Nicholas
"Kau jangan macam-macam dengannya,, berikan ponselnya aku ingin berbicara dengan istriku" kata Raka
"Mas..." teriak Viana
"Sayang,,apa kau baik-baik saja?" tanya Raka
"Mas Viana takut"
__ADS_1
"Sudah ya,, selamat menikmati malam tanpa istrimu.hahahah" kata Nicholas terbahak-bahak.Lalu meninggalkan Viana yang masih menangis merindukan suami dan anaknya.
"Sialan" umpat Raka
"Bagaimana? apa yang di katakan pria itu?" tanya agim
"Viana menangis ketakutan" Raka mengusap wajahnya kasar
"Apa kau akan memberi tahu mertuamu?" tanya Agim
"Aku belum menelepon mereka,, mereka berhak tahu keadaan putrinya"
"Ya sudah kau jelaskan baik-baik pada mereka"
"Halo mah" sapa Raka
"Halo nak,,ada apa?" tanya Mega penasaran karena tak biasanya Raka meneleponnya
"Ma maafkan Raka" Raka meminta maaf terlebih dahulu
"Ada apa nak? kenapa kau meminta maaf?" tanya Mega
"Ma Viana di culik,,tadi siang saat di mall" kata Raka
"Apa? bagaimana bisa?"
"Ini semua salah Raka,, Raka minta maaf karena tak bisa melindungi Viana"
"Iya nak tidak papa,,lalu bagaimana keadaan Viana sekarang?" tanya Mega sambil menangis
"Raka juga belum tahu ma,,kami berusaha mencarinya"
"Ya sudah nanti kami kesana ya" Mega mulai tenang
"Baik ma"
"Menurutmu siapa yang menculik istrimu?" tanya Agim
"Aku tidak tahu,,apa mungkin Vano?" tanya Raka
"Tidak-tidak,,dia masih di penjara.Aku jamin itu" kata Raka lagi
"Lalu siapa?"
"Apa mungkin wanita gila itu?" tanya Raka
"Maksudmu Jane?" tanya Agim
"Ya,,dia sangat membenci Viana" kata Raka
"Sebentar,,anak buah kita mengirim pesan" Agim membuka pesan itu
"Akhirnya mereka menemukan lokasinya" Seru Agim
"Dimana?" tanya Raka
"Ini di daerah terpencil" Kata Agim
"Kumpulkan semua anak buah kita,,kita pergi sekarang juga" Kata Raka berdiri
"Baik" Agim mengirim pesan pada anak buahnya untuk bersiap
"Ayo" Raka dan Agim pergi meninggalkan rumah.Mereka akan mencari dimana Viana berada.
Setelah melakukan perjalanan selama 2 jam,kini rombongan Raka sudah sampai di lokasi yang di tuju.Terlihat rumah sedang dengan cat abu-abu..Ada beberapa bodyguard berbaju hitam sedang menjaga rumah tersebut.
__ADS_1
"Kita sampai,,aku semakin yakin kalau Viana ada di dalam.Karena banyak sekali bodyguard yang berjaga" kata Agim
"Ya kau benar"
"Kita langsung turun saja,,lagian anak buah kita lebih banyak dari mereka" Kata Raka lagi
"Ayo" Agim tersenyum
"Hei siapa kalian" tegur salah satu bodyguard Nicholas
"Kami ingin bertemu dengan bosmu" kata Raka
"Tidak ada yang boleh masuk,,bos kami sedang sibuk" kata bodyguard itu
Raka memaksa menerobos ingin masuk,tapi bodyguard itu memegang jasnya sehingga membuatnya berhenti.
"Kau" Raka melayangkan bogem mentah pada wajah bodyguard itu
"Sialan" dan terjadilah keroyokan antar para bodyguard.
"Raka kau pergi masuk,,biar kami yang mengurus mereka" kata Agim
"Baik" Raka berlari memasuki rumah tersebut.
Nicholas yang mendengar keributan langsung menuju ke ruang cctv.Menampilkan sosok Raka yang berhasil memasuki rumahnya.
"Sialan,, ternyata mereka dengan mudah menemukan aku" kata Nicholas.Ia buru-buru berlari menuju ke ruangan dimana Viana di sekap
"Kau ayo ikut aku" Nicholas menyeret Viana pergi.Tapi saat sampai di ruang tengah,Raka menghentikan langkah Nicholas.
"Sayang" teriak Raka
"Mas" Viana menangis
"Jangan mendekat...Atau aku akan membunuhnya" Nicholas mengarahkan pistol ke kepala Viana.
"Brengs*k" umpat Raka
"Jika kau tetap mendekat,, bersiaplah untuk kehilangan istrimu"
"Kau bisa menyakitiku,,tapi jangan istriku" teriak Raka sangat emosi
"Hahaha Apa cinta membutakan matamu? Bagaimana rasanya? bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat kau cintai?" tanya Nicholas
"Apa maksudmu?" tanya Raka
"Kau tahu,, gara-gara kau kekasihku meninggalkan aku.Aku sangat sakit hati dengan itu.Dan aku ingin membalas itu semua padamu"
"Sudahlah kau jangan banyak bicara,, pergi dari sini" usir Nicholas
"Aku akan menyelamatkan istriku" Raka maju selangkah
"Kau benar-benar ingin istrimu mati ya" kata Nicholas
"Mass Viana takut"suara Viana sudah mulai melemah
"Sayang jangan takut,,mas ada disini"
Raka maju selangkah demi selangkah
"Kau mundur..." teriak Nicholas dan
Dorrr. ...Prangggg..
Suara tembakan begitu menggema di seluruh ruangan tersebut.Membuat mereka semua menoleh ke arah seseorang yang menembak sebuah guci di belakang Nicholas.
__ADS_1
Holla gayss saya kembali ya hehe
Semoga suka💜🌹