
Setelah beberapa hari,Reynald menghubungi Raka untuk menyetujui apa yang Raka tawarkan pada hari itu.Keenan yang antusias mendengarkan percakapan Raka dan Reynald di telepon.
"Baik,jika anda sudah menyetujui apa yang saya tawarkan.Nanti sekertaris saya akan mengatur berkas-berkasnya" ujar Raka dengan tegas
"Baiklah tuan Raka,saya sangat berterima kasih kepada anda" jawab Reynald
"Tak perlu sungkan,saya harap anda bisa menangani proyek tersebut dengan baik"
"Saya pastikan itu tuan"
Lalu Raka mengakhiri percakapannya,ia tahu bagaimana watak Reynald Hatmoko.Raka tersenyum puas, akhirnya ia bisa membantu putranya untuk dekat dengan wanita pujaannya.
"Terimakasih banyak dad" Keenan memeluk daddynya
"Sudah tidak usah berterimakasih,itu memang tugas Daddy"Raka membalas pelukan Keenan
Viana dan Risa yang melihat itu juga ikut terharu, akhirnya masalah ini terselesaikan tinggal berbicara dengan orang tua Alena.
"Lalu bagaimana dengan tuan Raymond?" tanya Viana
"Nanti malam kita akan kesana,iya kan Ken?" tanya Raka melirik putranya
"Dengan senang hati" Keenan tersenyum malu
"Bisa malu juga kamu ya dek" Risa menggoda adiknya
"Apa sih kak" Keenan mengelak
Keenan yang sedang duduk di depan meja riasnya sambil tersenyum geli.Ia membayangkan melamar Alena, bagaimana reaksi gadis cantik itu.
Namun pikirannya beralih memikirkan Raymond, Bagaimana jika Raymond tidak setuju dengan semua ini? Apakah ia akan patah hati?
"Aku telpon saja Sekarang" Keenan berdiri dan mengambil ponselnya
Tut..Tut..
"Halo" suara merdu yang sangat ia rindukan
"Hai" sapa Keenan
"Tumben kakak telepon" kata Alena karena memang beberapa hari ini Keenan jarang menelepon atau memberi pesan pada gadis itu.
"Hehe kamu kangen ya?" tanya Keenan dengan percaya dirinya
"Eh.." Alena nampak seperti terkejut
"Btw kamu lagi ngapain?" tanya Keenan
"Lagi nyantai aja sih,kakak lagi ngapain?" tanya Alena balik
"Lagi mikirin kamu" ucap Keenan membuat Alena diam
"(Ayolah Alena jangan baper,kamu sudah di jodohkan)" batin Alena nampak murung
"Kenapa diam?"
"Ah nggak papa kok kak"
"Oh iya,, nanti malam jangan lupa dandan yang cantik ya" pesan Keenan
"Memangnya mau kemana?" tanya Alena bingung
"Sudah dulu ya,bay" Keenan malah menggoda Alena,
Alena tersenyum malu-malu,ia rasa dirinya kini mulai jatuh hati pada pria dingin ini.Tapi,ia sadar bahwa sudah dijodohkan.
"Semoga mendapat jodoh yang baik kak" harap Alena tulus dalam hati
Malam ini terasa sangat indah,nampak bintang-bintang menghiasi langit dengan sinarnya.Seperti hati Keenan yang dihiasi cinta untuk gadis cantik Alena.
Keenan menyisir rambutnya sambil bersiul-siul di depan cermin.Memakai Hoodie berwarna hitam dan celana jeans membuatnya semakin tampan.
__ADS_1
"Tenyata aku tampan juga" kata Keenan sambil memegang dagunya
Keenan keluar dari kamarnya dan turun menemui daddynya di ruang tamu.Viana yang melihat putranya turun jadi tersenyum geli,ternyata Keenan sangat narsis.
"Apakah aku sudah tampan?" tanyanya kepada semua orang
"Kau narsis juga ya" Risa tertawa
"Kita berangkat sekarang dad"Ajak Keenan
"Ya sudah berangkat sekarang saja,kasihan anak itu sudah tidak sabar" bisik Viana pada Raka
"Ayo" Raka berdiri dan berjalan keluar,di ikuti Keenan di belakangnya
Keenan menyetir mobil dengan santainya.Raka yang di sebelahnya hanya duduk sambil bermain ponselnya.
"Apa tadi kamu menelepon Alena?" tanya Raka yang masih fokus pada ponselnya
"Iya tadi siang" jawab Keenan
"Kamu memberitahunya?"
"Tidak" jawab Keenan santai
"Baguslah"
20 menit perjalanan mereka sampai di depan rumah berpagar hitam.Raka turun terlebih dahulu, sedangkan Keenan menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya kasar.
Menata rambut dan membenarkan jam tangan yang dipakainya.
"Dasar anak muda" kata Raka membuat Keenan meringis
"Ayo cepat" kata Raka saat Keenan tak kunjung bergerak
Mereka mengetuk pintu,tak lama seseorang dari dalam rumah tersebut membukanya.Terlihat wanita paruh baya yang masih cantik.
Natasya bingung,siapa dua lelaki yang datang malam-malam di rumahnya ini.
"Apakah benar ini rumah tuan Raymond?" tanya Raka sopan
"Iya betul,itu suami saya"jawab Natasya
"Oh iya silahkan masuk" Natasya mempersilahkan mereka masuk kedalam
"Siapa ma?" tanya Raymond saat Natasya masuk kedalam
"Ada yang cari papa,mungkin rekan bisnis papa" jawab Natasya
Dengan penasaran, Raymond keluar.Ternyata memang benar, Raka adalah rekan bisnis Raymond.
"Tuan Raka" seru Raymond
"Selamat malam tuan Raymond" Raka menjabat tangan Raymond
"Iya silahkan duduk" Senang bukan main,siapa yang tak mau di kunjungi pebisnis sukses seperti Raka ini.
"Maaf mengganggu waktunya,kedatangan saya kesini untuk maksud tertentu" Raka memulai pembicaraan
"Apa yang bisa saya bantu Tuan?" tawar Raymond
"Tidak ada,saya kesini ingin membahas tentang Hatmoko grup" kata Raka
"Maaf sebelumnya,saya dengar anda punya hutang dengan mereka dan sebagai gantinya putri anda akan menikah dengan putra tertua mereka,apa itu benar?" tanya Raka
"Ah saya jadi malu,memang benar tuan.Saya terpaksa menuruti permintaan Reynald untuk menikahkan Alena dengan putra mereka" Raymond tampak sedih,Natasya yang baru saja membuat minuman juga ikut duduk di samping suaminya.
"Saya belum bisa membayar uang itu,anda tahu sendiri bukan bagaimana perusahaan saya Sekarang ini" Raymond melanjutkan kata-katanya
"Tapi tadi siang Reynald menelepon katanya perjodohan itu dibatalkan,itulah yang membuat saya bingung untuk mencari uang kemana lagi" kata Reymond
"Saya sangat tahu,maka dari itu saya kemari ingin memberi tahu bahwa uang itu sudah saya kembalikan kepada Hatmoko grup" kata Raka membuat Raymond bingung
"Maksud tuan?" tanya Raymond
__ADS_1
"Saya sudah melunasi uang tersebut,jadi anda tidak usah khawatir" ucap Raka
"Jadi tuan yang sudah membayar uang tersebut?" tanya Raymond dan Raka hanya tersenyum
"Ya Tuhan terimakasih, terimakasih tuan" Raymond menjabat tangan raka
"Biarkan putri anda bebas mencari pasangan yang ia cintai" kata Raka,ia memang tidak ingin memberitahu Raymond kalau Keenan menyukai Alena.Biarkan keenan berjuang sendiri mendapatkan restu dari orang tua Alena.Raka rasa ia hanya bisa bantu sampai disini, untuk tahap yang selanjutnya Raka meyerahkan semuanya pada Keenan.
"Pasti tuan,saya sebenarnya juga tidak tega melihat Alena menikah dengan orang yang tidak tepat" kata Raymond
"Em Tante om,,Alenanya ada?" Keenan yang hanya diam sedari tadi kini berani bertanya
"Ada, sebentar Tante panggilkan"
Setelah Natasya masuk,tak lama kemudian Alena keluar. Tersenyum manis pada keenan,lalu mencium tangan raka.
"Kak" sapa Alena
"Kalian saling kenal?" tanya Natasya
"Iya ma,kak Keenan kakak kelas Alena"
"Alena, berterima kasihlah pada nak keenan dan tuan Raka.Berkat mereka,hutang papa sudah lunas dan kamu tidak perlu menikah dengan Candra" kata Raymond membuat Alena senang
"Terimakasih banyak om,kak sudah membantu papa Alena"
"Sama-sama"Raka tersenyum manis
"Om boleh saya ajak Alena bicara diluar?"tanya Keenan
"Silahkan nak Keenan"
Keenan keluar bersama Alena, sama-sama tersenyum malu.Duduk di teras rumah sambil meminum jus jeruk yang di buatkan oleh art rumah tangganya.
"Terimakasih ya kak,kakak sudah membantu Alena keluar dari masalah ini" Alena menatap Keenan
"Tidak masalah"
mereka melanjutkan berbincang-bincang dengan sesekali bercanda tawa dengan keras membuat para orang tua jadi penasaran dengan apa yang mereka bahas.
Sudah cukup lama Raka dan Keenan bertamu,kini waktunya mereka pulang.Saat di dalam mobil, Keenan tak berhenti tersenyum hingga membuat raka heran.
"Kenapa senyum-senyum?" tanya Raka
"Nggak papa dad,seneng aja" jawab Keenan
"Daddy sengaja tidak memberi tahu tuan Raymond kalau kamu suka sama Alena,Daddy tidak mau tuan Raymond mengira bahwa Daddy membayar hutang tersebut karena ingin menjodohkanmu dengan Alena"
"Jika kamu serius maka perjuangkan cintamu itu,Daddy hanya bisa bantu sampai disini" kata Raka serius
"Iya dad,Keenan paham.Terimakasih sudah membantu Keenan" Keenan tersenyum manis
"Tapi ada imbalannya" kata Raka menggoda Keenan
"Imbalan?"
"Ya, imbalannya sangat gampang"
"Apa itu dad?" tanya Keenan penasaran
"Berikan Daddy banyak cucu hahahaha" Raka terbahak di dalam mobil
"Ah Daddy" Wajah Keenan bersemu merah membuat raka semakin terbahak
Tidak seperti ayah dan anak, justru Raka dan Keenan lebih mirip sebagai teman curhatan.Tak ada rasa sungkan diantara mereka saat curhat isi hati masing-masing.
Hay Hay,,author muncul lagi nih
Yang dukung Alena sama Keenan mana suaranya,,yukk komen🥰😁
Mau request gimana lagi nih,,yg request buat bayarin hutangnya udah di kabulin yaa hehe😘
__ADS_1