Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Baby Gea


__ADS_3

Hari ini Risa sudah di perbolehkan untuk pulang karena kondisi ibu dan bayinya sudah sehat.Nanti sore akan ada acara kecil-kecilan untuk menyambut baby girl yang baru Lahir.


Pagi ini Alena dan Keenan sudah bersiap untuk pergi ke rumah Risa untuk menyambut baby girl.


"Sudah?" tanya Keenan menghampiri istrinya di meja rias


"Ya" Alena hanya menjawab singkat,berat rasanya untuk pergi.Bukan karena Alena tak suka,tapi perasaannya saja yang sedang tidak baik-baik saja.


Mereka berangkat,hari ini Keenan tidak kekantor karena setelah ini ia ada kelas.Cukup 10 menit, mereka sampai karena memang jarak rumah mereka juga tidak jauh.


Ternyata di rumah itu sudah ramai,semua keluarga sudah datang.Mega dan Anton juga tak kalah senang melihat cicit pertama mereka.


"Kalian baru datang,cepat kemari" kata Mega yang sangat menyayangi cucu menantunya.


"Iya Oma" alena berjalan mendekati Omanya.


"Katanya tadi sakit? kok kesini?"tanya Oma Mega


"Alena udah baik-baik aja Oma,cuma pusing biasa" jelas Alena,tadi memang Keenan sempat chatingan dengan Oma Mega.Mungkin saja Keenan yang memberi tau.


Sementara Viana dan Risa sedang merawat baby girl.


Hari ini mereka akan mengumumkan nama baby girl yang cantik itu.


"Berhubung semuanya sudah kumpul,Risa sama Abang Rey mau kasih tau nama bayi kita" kata Risa terlihat bahagia


"Namanya Geandra Nahda Atayansa" ucap Risa tersenyum


"Wah namanya cantik sekali" ucap Viana


"Baby Gea" kata Alena


"Ya, panggilannya Gea atau nahda juga bisa" kata Risa


Setelah mengumumkan nama baby Gea,mereka semua sarapan bersama.Saat sedang asyik makan, tiba-tiba Alena merasakan perutnya tidak nyaman dan rasanya sangat mual.


"Kak,kamar mandinya dimana?" Tanya Alena sambil menutup mulutnya.


"Itu di dekat dapur juga ada" kata Risa,dengn cepat Alena berlari dan memuntahkan sarapan yang baru saja ia makan.


"Keenan susul Alena sebentar" Keenan berdiri dan menyusul istrinya.


"Kenapa Alena?" tanya Viana


Keenan mengetuk pintu, memastikan istrinya baik-baik saja didalam


"Sayang,kamu kenapa?" tanya Keenan

__ADS_1


"Sayang, buka pintunya"


"Bentar" jawab Alena dari dalam.


Ceklek..


Wajah Alena sudah tampak pucat,rambutnya juga sedikit acak-acakan.


"Sayang,kamu pucet banget" ujar Keenan


"Alena ngga papa kak,cuma masuk angin biasa" kata Alena


"Kita ke dokter ya?kakak khawatir" kata Keenan


"Udah nggak usah kak,Alena udah baikan"


"Yaudah kita pulang sekarang,kamu istirahat" ajak Keenan dan hanya di angguki kepala oleh Alena.


Setelah berpamitan terlebih dahulu kepada semua orang, mereka akhirnya pulang.


Sampai di rumah,Alena langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.Rasanya benar-benar lemas,di tambah kepalanya yang terasa pusing.


"Sayang ayo kita ke dokter" kata Keenan yang duduk di sisi ranjang


"No,Alena baik-baik aja kak" kata Alena memejamkan matanya.Saat terdiam ia ingat sesuatu,lalu ia bangun dan meminta tolong pada suaminya


"Sayang,apapun hasilnya kakak akan terima dengan lapang dada.Kakak beli tespect dulu ya" pamit keenan


"Iya hati-hati" kata Keenan.


Keenan bergegas keluar mencari apotek.Sampai disana ia membeli beberapa tespect untuk istrinya.


Dengan senyum yang manis,Keenan pulang.Ia berharap besar dengan ini istrinya benar-benar hamil.


"Sayang ini" Keenan membuka bungkusan tespect tersebut.


"Tunggu sebentar" dengan langkah lemas,keenan menuntun istrinya menuju kamar mandi.


Alena masuk, tangannya bergetar memegang tespect yang di beli suaminya.Jantungnya juga berdegup kencang, bagaimana nanti kalau hasilnya negatif? Keenan pasti akan kecewa.


Setelah beberapa menit,Alena mengambil tespect tersebut dengan mata tertutup dan langsung menyembunyikannya di balik tubuhnya.Ia akan melihatnya bersama Keenan di luar.


Alena membuka pintu kamar mandi,membuat Keenan langsung menghampiri istrinya dan menuntun istrinya ke ranjang.


"Apakah kakak sudah siap?" tanya Alena


"Ya sayang"Keenan tersenyum

__ADS_1


Dalam hitungan ketiga,Keenan dan Alena melihat tespect tersebut.Sesaat keduanya terdiam,entah apa yang mereka pikirkan.


Perlahan tespect itu jatuh ke lantai,bahkan tangan Alena juga bergetar.Air matanya bahkan meluncur deras membasahi pipi dan bibir yang pucat itu.


"Maaf" satu kata yang katakan di sela tangisannya


Keenan dengan cepat langsung memeluk istrinya,ia tahu istrinya sangat sedih.Ternyata benar apa yang di khawatirkan Alena, tespect tersebut hasilnya negatif.


"Udah nggak papa,mungkin belum waktunya.Jangan patah semangat sayang,kita bisa coba lain kali" Keenan menenangkan istrinya.


"Maafin Alena" kata Alena masih menangis


"Sssttt..Udah nggak papa sayang.Belum rezeki kita" keenan mengecupi kepala Alena


Setelah berhenti menangis,Alena tertidur.Kondisinya juga belum pulih, tubuhnya bahkan sedikit terasa panas.


Keenan membuatkan bubur untuk istrinya,ia tadi sudah mengatur jadwal kuliahnya.Melihat istrinya yang begitu kecewa tadi membuat Keenan sedikit resah.


Ia takut Alena kenapa-kenapa,kondisinya juga tidak baik-baik saja.Saat keenan masuk ke kamar,ternyata Alena sudah bangun dan bersandar di ranjang dengan tatapan kosong.


"Sudah bangun?kakak kira masih tidur" kata Keenan mencairkan suasana


"Ayo makan dulu buburnya,biar kamu cepet sehat lagi" kata Keenan duduk di depan istrinya


"Alena nggak laper" kata Alena menatap Keenan


"Tapi harus tetep makan,biar nggak lemes" kata keenan justru malah membuat Alena memeluk Keenan dengan erat.Melihat istrinya yang memeluknya,Keenan meletakkan nampan yang ia bawa.


"Kenapa? masih pusing ya?" tanya Keenan hanya di angguki kepala oleh Alena.


"Biarkan Alena seperti ini" yang di maksud adalah membiarkan Alena memeluk Keenan.


"Jangan di pikirkan sayang,mungkin belum waktunya kita untuk punya anak.Yang terpenting selalu bersabar dan berusaha" Keenan mengecup kening istrinya.


"Kakak kecewa ya?" tanya Alena mendongakkan kepalanya


"Tidak,kan kakak sudah bilang apapun hasilnya akan kakak terima dengan ikhlas" Keenan tersenyum


"Terimakasih" Alena kembali memeluk suaminya.Rasaya ia begitu merasa bersalah kepada Keenan karena memberi harapan palsu.


Akhirnya setelah berpelukan,Alena mau makan dengan segala bujuk rayu Keenan.


Maaf ya Alena,Keenan,dan para readers.Othor kasih harapan palsu buat kalian huhu...


Doakan saja cepat hadir Ken junior biar bisa main bareng sama baby Gea..


Love you pull ❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2