
Sore ini Viana dan Raka akan melakukan USG untuk melihat kondisi anak di dalam kandungan Viana.Terlihat Bumil itu sedang bersiap sambil menunggu sang suami pulang.Sedikit polesan make up di wajah Viana membuatnya semakin cantik.Dress navi yang melekat pada tubuh dengan perut buncit itu terlihat sempurna.Rambutnya di ikat, menampilkan anak rambut yang menambah kesan cantik pada bumil itu.
Jam sudah menunjukkan pukul 15.00,tapi sang suami belum juga nampak di rumah padahal katanya akan pulang lebih awal untuk menemani istrinya.Karena sudah lama menunggu akhirnya Viana menelepon Raka.
Tut..Tut..Tut..
Beberapa kali panggilannya tak terjawab.Ia semakin kesal dengan Raka
"Halo" Raka akhirnya mengangkat teleponnya
"Mas dimana?" tanya Viana
"Mas sedang meeting dengan klien dari luar kota" jawab Raka santai karena lupa bahwa hari ini ada jadwal USG
"Katanya pulang cepat,,mas lupa kalau kita mau ke rumah sakit?" tanya Viana sudah mulai berkaca-kaca.Memang perasaan ibu hamil itu semakin sensitif.
"Astaga mas lupa sayang,,tapi mas sedang meeting.Proyek ini sangat penting" Raka tak enak hati,ia bingung antara memilih menemani istrinya atau proyek ini.Raka berfikir jika membujuk Viana saat pulang nanti itu hal yang mudah.
"Ya sudah lanjutkan meeting mu itu,,jangan urusin aku" Viana mematikan sambungan teleponnya.Ia menangis saat suaminya lupa dengan jadwal melihat anaknya.Tak biasanya Raka lupa dengan kegiatan yang menyangkut anaknya,tapi entah kenapa hari ini ia lupa begitu saja.Di usapnya air mata dengan kasar,ia beranjak keluar dari kamar.
Viana memasuki kamar sang putri,ia berencana mengajak Risa saja untuk menemaninya ke rumah sakit.
"Kakak" panggil Viana dan Risa menoleh
"Mommy" Risa turun dari ranjangnya
"Ikut mommy yukk kerumah sakit,,kita lihat dedek bareng-bareng" Viana tersenyum manis di depan putrinya
"Asikkkkk,,sama Daddy juga mommy?" tanya gadis itu membuat Viana diam
"Emm kita pergi berdua aja, Daddy sibuk" Viana tersenyum getir,ah pasti akan sangat menyenangkan bila sang suami juga ikut,pikirnya.
"Ya sudah ayo mommy" dengan gembira Risa menuntun mommynya menuruni tangga.Gadis kecil itu seakan tahu bahwa sang mommy harus hati-hati.
Sementara kini Raka sedang meeting di sebuah cafe bersama kliennya.Ia menemui kliennya itu sendirian karena Agim sedang ijin keluar dengan tari untuk mengurus sesuatu.Hati Raka tak enak memikirkan kata-kata istrinya tadi.Sepertinya wanita itu tengah merajuk pada dirinya.
"Baiklah Tuan Raka silahkan di jelaskan mengenai proyek kali ini" Ucap wanita yang merupakan klien Raka.Namanya Linda
"Baiklah" Raka kemudian menjelaskan apa saja keuntungan yang akan di peroleh kedua perusahaan dalam proyek ini dan blablabla....
Viana sudah berbaring,,sang dokter nampak mengoleskan gel bening dan menempelkan sebuah ada di perut Viana.Dokter mulai menggerakkan alat tersebut sehingga tepat pada bayi mungil yang meringkuk dalam perut sang mommy.
Risa terlihat begitu fokus pada layar di depannya,matanya berbinar melihat adiknya yang dalam perut viana.
"Wahhhh...lucu sekali" Ucap Risa kegirangan
"Iya ya,,lucu sekali" Viana juga tersenyum manis
Viana dan Raka memang sepakat tak ingin mengetahui jenis kelamin anak mereka,katanya biar jadi kejutan.Tapi itu juga membuat bumil bingung karena harus membeli semua perlengkapan bayi warna apa.
"Mommy Lisa seneng banget bisa lihat dedek bayi" mereka berbicara sambil menyusuri lorong rumah sakit.
"Kakak Risa sudah nggak sabar ya?" tanya viana
"Iya mommy,,kakak pengen gendong dedek bayi"
"Iya nanti kalau Risa sudah besar bisa gendong dedek bayi"jawab Viana tersenyum
__ADS_1
Lalu mereka pulang dengan mobil berwarna putih itu..
"Kakak kita makan dulu yukk,,mommy laper" ajak Viana
"Iya mommy"
"Pak tolong nanti berhenti di cafe depan itu ya" titah Viana pada supirnya.
"Baik nyonya"
Mereka berhenti di sebuah cafe yang terlihat mewah itu.Risa dan Viana berjalan masuk lalu mencari tempat duduk.Ia belum sadar bahwa disana juga ada seseorang yang sedang berbincang.
Viana memesan makanan yang ia lihat di daftar menu, begitu juga untuk putrinya.Sembari menunggu pesanan datang,Viana menyempatkan diri untuk berfoto dengan putrinya.Senyum merekah saat keduanya sedang berpose di depan kamera.Setelah mengambil beberapa jepretan,Viana melihat-lihat fotonya tadi.
Matanya memicing saat melihat gambar laki-laki yang di cintainya berada di meja yang berlawanan arah dengan dirinya.
Viana membesar foto itu,,ya matanya tak salah lagi bahwa itu adalah suaminya.viana menoleh ke belakang dan ternyata benar bahwa Raka sedang disana bersama... seorang wanita.
Matanya berkaca-kaca saat Raka terlihat senyum-senyum dengan wanita di depannya.Jadi ini alasan Raka untuk memilih meetingnya dari pada menemaninya ke rumah sakit.
Viana menghapus air matanya sebelum Risa melihatnya,tapi sayang gadis itu sudah melihat mommynya menangis
"Mommy kenapa menangis? apa mommy terlalu lapal?" tanya Risa dengan polos
"Ah iya mommy lapar sekali sampai menangis haha" tawa yang di paksakan jadinya garing.
"Sudah mommy jangan menangis nanti dedek bayi ikut sedih"
"Iya sayang" Viana mengelus rambut Risa
"Kakak sini mommy suapin,,kita harus cepat pulang" kata Viana
"Iya mommy"
Dengan telaten Viana menyuapi Risa sampai habis.Ia memanggil pelayan untuk membayar pesanannya karena jika ia berdiri maka nanti Raka akan melihatnya.
Setelah selesai membayar,Viana mengajak Risa untuk pulang.Selama perjalanan,Viana hanya diam sambil menatap ke luar kaca mobilnya.
Hatinya masih bertanya-tanya tentang siapa wanita itu tadi? apa mungkin...Ahh pikirannya sudah negatif.
Saat sampai di rumah Viana menyuruh Susi untuk memandikan Risa karena dirinya akan beristirahat di kamar.Viana duduk di sofa sambil memejamkan matanya.Kepalanya masih saja teringat dengan Raka tadi dan itu membuatnya tak nyaman.
Saat Viana akan merebahkan tubuhnya di ranjang,, pintunya terbuka
Ceklekk..
Pintu terbuka menampilkan sosok Raka yang baru pulang dari kantor,,ah ralat lebih tepatnya dari cafe.Viana tak menoleh,,hati bumil itu sedang memburuk.Raka yang melihat istrinya diam saja,Raka menghampiri istrinya di tepi ranjang.Karena tak biasanya istrinya diam saat ia pulang kerja.Pasti sudah akan memeluk,menyalami dan melepas jasnya.
"Sayang" Panggil Raka di samping sang istri
Viana tak bergeming..
"Sayang tadi pergi sama siapa?" tanya Raka sambil melepas sepatunya.Namun bumil itu tetap saja diam
"Kamu kenapa?" tanya Raka memutar bahu Viana namun di tepis oleh bumil itu.
"Mas minta maaf nggak bisa temenin kamu tadi" Raka merasa bersalah
__ADS_1
"Iya karena terlalu asik bercanda tawa dengan wanita lain" jawab Viana sambil tersenyum getir
"Wanita? maksud kamu apa sayang?" Raka seolah lupa dengan kegiatan meetingnya dengan Linda
"Apa benar-benar lupa? apa perlu viana ingatkan?" tanya Viana dengan mata yang sudah mengembun
"Sayang ada apa?" Raka menangkup wajah Viana yang sudah basah
"Kamu jahat" Tak kuat menahan emosinya,bumil itu memukul pundak suaminya
"Ssstttt sayang coba jelaskan dulu,,kamu kenapa?"
"Siapa wanita itu mas?" tanya Viana
"Wanita apa sih?"
Viana mengeluarkan ponselnya,ia mencari fotonya saat di cafe lalu ia membesarkan foto tersebut agar Suaminya melihat siapa yang di belakangnya.
"Sayang kamu tadi juga disana?" tanya Raka
"Iya,,Viana makan disana sama Risa.Tapi kamu terlalu asik dengan wanita itu jadi nggak lihat kita disana" nada sindiran lolos dari mulut Viana
"Sayang kamu salah paham,,itu klien mas dari luar kota.mas di undang ke cafe itu untuk melakukan negosiasi dengan perusahaan dia" jelas Raka
"Kenapa nggak Agim saja yang ketemu?"
"Agim sedang ijin keluar bersama Tari sayang,,dengan berat hati mas menemui Linda.dan mas minta maaf nggak bisa nemenin kamu ke rumah sakit" Raka memelas pada Viana
"Bahkan mas sempat berkenalan dengan wanita itu?"
"Ya memang kami berkenalan sayang,,mas juga nggak enak sama dia,,masa di tanya nama diam aja" jawab Raka sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Kenapa nggak enak? mas suka sama dia?" karena terbakar cemburu,,akal sehat pun tak berguna.
"Sayang mas kan sudah jelaskan,dia cuma klien mas,mas minta maaf" Raka memegang tangan Viana
"Nggak,,Viana nggak mau maafin mas.Malam ini Viana akan tidur di kamar Kakak"
"Lalu bagaimana dengan mas?" tanya Raka
"Tidur sana sama pak Tejo" Viana berlalu dari kamar dan menutup pintu dengan keras
Bruakk. ..
"Astaga,,bumilku galak sekali" Raka mengelus dadanya.
Lalu Raka mandi dan membersihkan tubuhnya,ia akan membujuk Viana setelah mandi nanti, pikirnya.
Ia memang harus extra sabar menghadapi sikap bumil yang baperan itu.
Happy reading π€
semoga selalu suka dengan karya saya π
Yuk like and komen sebanyak-banyaknya
Salam manis dari Risaπ
__ADS_1