
Empat bulan sudah berlalu,tepat di hari ini Risa dan Rey akan mengadakan acara syukuran tujuh bulanan atau mitoni untuk calon anak mereka.Risa tampak sedang duduk sambil makan cemilan,sementara orang-orang sedang memasak di dapur.
Viana juga ikut bergabung dengan besan dan kerabat lainnya di dapur,Alena dan vebrina sedang membuat adonan kue.
Sementara yang laki-laki hanya bagian ngopi saja,tidak ada kegiatan lain karena semuanya sudah disiapkan Rey dan beberapa orang suruhannya.
Keenan, Rey, Raka, Agim, Bagas, Anton dan pak Tejo sedang asyik bercanda tawa.Semuanya berkumpul di rumah besar Raka karena acaranya di laksanakan di rumah utama.
"Bolehkah aku ikut membuat kue dengan kalian?" tanya Risa pada vebrina dan Alena
"Tidak"jawab keduanya serentak,bukan apa-apa tapi mereka tidak mau Risa kelelahan.
"Kenapa? aku bosan hanya duduk dan makan" kata Risa cemberut
"Nanti Kakak capek,lagian ini udah mau selesai" kata Vebrina
"Tapi.."
"Tidak ada kata tapi kak" Alena menjawab
"Baiklah,aku ke kamar saja.Rasanya pinggangku sakit sekali"kat Risa
"Ya,tidurlah" kata vebrina
Risa naik keatas,masuk ke dalam kamar lalu merebahkan tubuhnya.Ia sudah mulai kelelahan sekarang,padahal tidak melakukan apapun
"Risa dimana?" tanya Viana yang melihat Risa tidak ada di tempat
"Istirahat mom,katanya pinggangnya sakit" jawab Alena
"Itulah nikmatnya jadi ibu hamil,setiap proses sangat bermakna" kata Viana membuat Alena tersenyum tipis.
"Iya kau benar Viana, walaupun prosesnya cukup lama dan melelahkan tapi jika pasangan suami-istri tidak ada keturunan juga akan hambar" kata kerabat lainnya.Alena hanya diam,rasanya kata-kata itu mampu menusuk hatinya.
Bagaimanapun ia juga sedang menanti kehadiran buah hati,tapi sepertinya tuhan belum mempercayakan mereka untuk menjadi orang tua.
"Sudah,tidak apa-apa" Vebrina paham akan perasaan sahabatnya.
"Aku tidak apa-apa" Alena tersenyum manis, padahal hatinya sakit.
Vebrina menyadari perubahan ekspresi Alena,kini ia sudah tidak berbicara sepatah katapun.
"Oh ya, bagaimana hubunganmu dengan kak Bimo?" tanya Alena untuk mengalihkan pembicaraan
"Apanya? kami hanya berteman" jawab Alena
"Tidak mungkin hanya teman biasa,aku lihat postingan kak Bimo waktu makan siang sama kamu.Captionnya bikin salah fokus" kata Alena
__ADS_1
"Jangan percaya dengan itu,kami memang hanya berteman" kata vebrina
"Apakah kamu menyukainya?" tanya Alena
"Aku tidak terlalu berharap dalam hubungan ini,kau tahu sendiri bukan bagaimana kak Bimo" kata Vebrina yang memang sudah tahu bahwa Bimo suka berganti-ganti pacar atau tepatnya playboy cap kadal.
"Siapa tahu denganmu serius,semua orang juga akan berubah bukan?" kata Alena
"Ya kamu benar,tapi aku juga tidak terlalu berharap banyak.Takut patah hati sendiri hahaha" kata Vebrina tertawa
"Semoga dia memang jodohmu" kata Alena pelan
Alena melanjutkan membuat kue, Vebrina yang bagian memanggang dan memakan kue yang gosong.
"Nanti pulang dari sini mungkin kamu tidak usah makan" kata Alena
"Kenapa?" tanya vebrina
"Sudah berapa banyak kue yang kamu makan? apa tidak sadar" kata Alena tersenyum menggoda
"Ahahaha ya kamu benar,asyik mengobrol sampai lupa sudah makan kue berapa banyak" Vebrina ikut terbahak
Kini tiba acaranya di mulai,Risa dan Rey memulai dengan sungkeman kepada kedua orang tua mereka.Dilanjutkan dengan siraman,pecah telur,memutus Lawe,Brojolan,pecah kelapa,ganti busana dan jualan cendol atau rujak.
Risa memang mengambil acara tersebut sesuai adat Jawa,mengenang nenek buyutnya yang memang asli orang Jawa.
"Alena umur kamu berapa?" tanya Mirna yang merupakan kerabat keluarga Raka.
"21 bibi" jawab Alena
"Masih muda ya" kata Mirna membuat Alena hanya tersenyum
"Belum isi ya? kok kalah sih sama Risa"kata Mirna yang niatnya bercanda namun berhasil membuat Alena sakit hati lagi.
"Mirna,jaga ucapan kamu" Bagas yang melihat Alena diam,ia langsung paham perasaan cucu menantunya itu.
"Aku hanya tanya mas"Mirna membela diri
"Mungkin belum waktunya bi"jawab Keenan sambil menggenggam tangan istrinya,ia tahu bagaimana perasaan Alena saat ini.
Risa yang melihat itu jadi tidak enak dengan adik iparnya.Dengan blak-blakan bibinya itu membandingkan dirinya dengan Alena.
Setelah Mirna dan yang lainnya pulang,dan hanya tinggal keluarga saja,Alena pamit untuk ke kamar terlebih dahulu.
"Maaf semuanya, Alena permisi dulu" Alena pergi meninggalkan ruang tamu.Ia masuk kedalam kamarnya,membuka balkon dan duduk disana.
Perlahan air matanya meluncur, nyatanya candaan yang tidak lucu itu mampu membuat hati Alena sakit.
__ADS_1
Keenan menyusul istrinya,menemani istrinya duduk di lantai.Keenan merangkul istrinya, memberikan semangat.
"Jangan di ambil hati omongan bibi tadi,abaikan saja"kata Keenan
"Aku tidak apa-apa" bohong Alena
"Aku tahu perasaanmu,jangan pedulikan orang lain.Mereka hanya bisa berkomentar,tidak tahu apa yang kita rasakan"Keenan memeluk Alena.
Alena diam,ia masih terisak di dalam dekapan suaminya.
Rasanya hari ini berat sekali,harus menghadapi orang-orang yang tidak punya filter saat berbicara.
Setelah menangis,Alena tertidur di dekapan suaminya.
Keenan yang merasakan hembusan nafas secara teratur langsung menggendong Alena dan membaringkannya di tempat tidur.
"Sabar ya sayang" Keenan mengelus rambut Alena lalu menciumnya.
Sementara kini Risa sedang bersama mommynya di kamar Risa.
"Apa Alena baik-baik saja mom?" tanya Risa
"Maksudmu?" tanya balik Alena
"Ucapan bibi tadi terlalu menyakitkan,Risa jadi tidak enak dengan Alena" kata Risa
"Nanti biar mommy yang bicara, sekarang kamu istirahat." perintah Viana
Setelah Risa tertidur,ia keluar dari kamar Risa dan mencari keberadaan Alena dan Keenan.
Viana mengetuk pintu kamar Keenan,tapi tampaknya gadis itu sudah terlelap.
"Mommy"panggil Keenan saat membuka pintu.
"Apa Alena sudah tidur?" tanya Viana
"Ya,baru saja" jawab Keenan
"Ya sudah,kamu temani istrimu dan jangan kemana-mana" kata Viana
"Iya mom"
Setelah Viana pergi,Keenan ikut merebahkan tubuhnya di samping Alena.
Hai-hai gays,,happy reading yaw
Love you pull ❤️❤️ ❤️❤️
__ADS_1