
Ternyata Agim yang menembak Guci tersebut.Saat akan masuk ke dalam rumah,Agim melihat Nicholas menodongkan pistol ke arah viana.Ia memutuskan untuk masuk lewat pintu samping,Agim menembakkan pelurunya di Guci agar Nicholas berbalik.
Saat Nicholas tengah berbalik menghadap Agim,Raka memberikan bogem mentahnya sehingga membuat Nicholas tersungkur.Di ambilnya pistol yang terpental oleh Raka,lalu mengarahkan balik ke arah Nicholas.Lalu Raka dan Agim menghajar Nicholas habis-habisan.Saat akan menonjok wajah Nicholas lagi, tiba-tiba Viana memanggilnya
"Mass perutku sakit" Viana meringis kesakitan
"Sayang" Raka menghampiri Viana yang tengah terduduk lemas di lantai
"Kau bawa istrimu ke rumah sakit,biar aku yang akan menghajar baj*ngan ini" kata Agim
Raka membantu istrinya berdiri,Raka terkejut melihat darah di kaki istrinya.
"Sayang kau berdarah" ujar Raka langsung menggendong Viana ke mobil
"Sayang kau tahan ya kita ke rumah sakit sekarang" Raka berlaju dengan kecepatan tinggi
"Mass sakit" Viana sudah tak kuat lagi
Desa itu memang di daerah terpencil,jauh dari rumah sakit.Untung saja ada klinik kesehatan yang buka disana.
"Tolong...tolong istri saya" Raka berteriak.Sementara Viana sudah pingsan
"Mari pak ikut saya" ucap seorang bidan bernama Lestari
"Bu bidan tolong selamatkan istri dan anak saya" Raka memohon pada Lestari
"Baik,,bapak tunggu di luar" Bidan Lestari memeriksa keadaan Viana.
Setelah 45 menit akhirnya bidan Lestari keluar dari ruang rawat Viana.
"Bu bidan bagaimana keadaan istri saya"
"Mari ikut saya"
"Ibu Viana kondisinya masih lemah,ia mengalami pendarahan.Untung saja anda cepat membawanya kemari sehingga janinnya masih bisa di selamatkan"Jelas bidan Lestari
"Alhamdulillah" Raka berkaca-kaca
"Saya juga sudah membersihkan pendarahannya.Tapi sebaiknya setelah ibu Viana sadar,anda harus membawanya ke rumah sakit yang lengkap.Agar mendapatkan perawatan yang bagus" ujar bidan Lestari
"Baik Bu bidan terimakasih" Raka menjabat tangan lestari
"Apa saya sudah boleh menemui istri saya?" tanya Raka
"Silahkan"
Raka keluar dari ruangan bidan Lestari dan menghampiri Viana yang masih belum sadarkan diri.Wajah ibu hamil itu sembab,dan pucat.
Raka mengelus rambut Viana,, matanya berkaca-kaca melihat kondisi istrinya yang seperti ini.Raka membuka ponselnya dan mengirim pesan pada Agim bahwa dirinya sedang berada di klinik.
Setelah 30 menit kemudian,Agim datang ke klinik dimana Raka berada.Sementara Nicholas sudah di bawa oleh anak buah Raka.
"Raka" panggil Agim saat dirinya sampai di klinik
"Kau sudah disini,, bagaimana? pria itu sudah kau bawa ke kantor polisi?" tanya Raka
__ADS_1
"Sudah di bawa anak buah kita.Kau tahu siapa pria itu?"
"Siapa?" tanya Raka penasaran
"Mantan kekasih Jane" ungkap Agim
"Sudah ku duga pasti kejadian ini ada sangkut pautnya dengan wanita gila itu"
"Menurut informasi yang aku dapat,pria itu adalah teman masa kecil sekaligus cinta pertama Jane" ungkap Agim
"Pantas saja dia begitu terluka saat Jane meninggalkannya" jawab Raka
Saat mereka sedang berbicara mengenai Nicholas, tiba-tiba ponsel Raka berdering menampilkan nama Mama mertuanya disana.
"Halo ma" sapa Raka
"Halo,,nak Raka kau dimana kami sekarang sedang di rumahmu"
"Raka sedang di klinik ma,,Viana mengalami pendarahan"
"Apa?? bagaimana bisa?" tanya Mega
"Ceritanya panjang ma,,tapi sekarang kondisi Viana sudah membaik"
"Syukurlah,,kalian dimana mama sama papa akan menyusul kalian"
"Tidak usah ma,,mama di rumah saja.Tolong titip Risa ya ma" kata Raka
"Baiklah kalau begitu,,kalian hati-hati ya"
"Oh iya,,apa kata dokter tadi?" tanya Agim mengenai kondisi Viana
"Viana mengalami pendarahan, untung saja aku membawanya tepat waktu" jelas Viana
"Lalu kapan kau akan membawa Viana pergi dari sini"
"Setelah Viana siuman aku langsung membawanya ke rumah sakit kota"
"Baiklah"
"Ya sudah aku akan melihat Viana dulu"
"Ya"
Raka memasuki ruangan dimana istrinya di rawat.Nampak Viana masih memejamkan matanya.Raka membelai lembut wajah Viana.
"Sayang"panggil Raka
"Ayo bangun,,kita pulang"
Raka menundukkan kepalanya di samping ranjang Viana.Tak terasa pria itu sudah terlelap di samping istrinya.Lelah badan dan pikiran membuat Raka gampang tertidur.Saat Raka tertidur,ada tangan yang mengelus kepalanya.Viana sudah bangun,,kini tengah menatap suaminya yang tengah tertidur sambil menunduk.
Merasa ada sesuatu yang mengelus rambutnya,Raka terbangun.
"Maaf mas,,Viana ganggu tidur mas ya" tanya Viana masih dengan suara lemah
__ADS_1
"Sayang kau sudah bangun"Raka memeluk dan menciumi istrinya
"Iya mas" Viana membalas pelukan sang suami
"Mass,maafin Viana ya sudah menyusahkan mas" kata Viana berkaca-kaca
"Ssstttt...itu udah jadi kewajiban mas buat melindungi kamu"
"Oh ya,,perut kamu udah nggak sakit?" tanya Raka
"Udah nggak kok mas,,mas janin kita nggak papa kan?" tanya Viana menggenggam tangan Raka
"Alhamdulillah nggak papa sayang,, untung mas bawa kamu kesini tepat waktu" jelas Raka
"Mass maafin Viana" Viana memeluk suaminya dengan erat
"Sudah jangan terlalu di pikirkan,,besok pagi kita harus ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan yang lebih efektif"
"Iya mas,,emm mas Viana laper" Viana memang tidak makan sejak siang
"Astaga mas lupa,,ayo sini mas suapin" Raka menyuapi Viana dengan makanan dari klinik
"Oh iya mas,,siapa pria yang menculik Viana?"
"Dia mantan kekasih Jane,,dia dendam padaku karena Jane meninggalkannya dan mengajar mas" jelas Raka
"Owh,,pantas pria itu bilang bahwa kekasihnya meninggalkannya dan mengejar mas"!
"Iya sayang,,sudah ya jangan di pikir lagi.Sekarang kamu makan yang banyak" Raka terus menyuapi Viana
Sementara Agim sedang kini sedang duduk bersandar sambil tersenyum.Ternyata sang kekasih sedang menelepon.
"Iya sayang,,kamu jangan capek-capek kalau kerja"
"Iya mas,, ngomong-ngomong kamu lagi apa mas?" tanya tari
"Oh iya mas lupa mau cerita sama kamu.Jadi tadi siang Viana di culik sama mantan pacar Jane,wanita yang di ceritakan Viana kepadamu tempo hari"
"Apa? Mbak Viana di culik? terus sekarang keadaannya gimana mas? Mbak Viana udah ketemu?" begitu banyak pertanyaan yang di lontarkan tari
"Sayang kau ini bertanya atau wawancara?" goda Agim
"Ah maaf mas" tari meringis
"Viana di culik saat di mall,tapi sekarang dia sudah di temukan.Dia mengalami pendarahan,tapi untung saja Raka membawanya ke klinik tepat waktu"
"Alhamdulillah" jawab Tari
"Ya sudah kamu tidur sana,,besok kalau aku udah di rumah aku kabarin ya"
"Iya mas selamat malam"
"Malam sayang" jawab Agim membuat pipi Tari merona
Sorry kalau ada typo dll...
__ADS_1
Happy reading 🤗💜🌹