Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Tertangkap


__ADS_3

"Siapa kamu?" tanya Keenan sedikit berteriak


"Santai dulu,kamu sedang mencari istrimu?" tanya wanita yang ada di balik telepon.


"Lepaskan istriku" Keenan emosi


"Tidak semudah itu,aku akan membuatnya menderita seperti anakku" kata wanita tersebut yang tak lain adalah Ayu.


"Cepat katakan dimana dia sekarang" bentak Keenan


"Jangan terburu-buru,istrimu penurut sekali.Iya kan..?" Ayu mengusap pipi Alena


"Emppt...emppt" mulut Alena di lakban


"Sayang" teriak Keenan


Klik..


Ayu mematikan sambungan telepon,rasanya ia tak pernah berhenti bermain-main dengan keluarga Mahendra.


"Rupanya suamimu khawatir juga" kata Ayu


Alena hanya menatap Ayu dengan tatapan tajam,ingin segera ia pergi dari sini.Ruangan yang gelap,membuat Alena sedikit takut.


"Jaga dia,jangan biarkan dia lolos begitu saja" perintah Ayu pada kedua anak buahnya.


Ayu berjalan keluar, meninggalkan rumah kosong miliknya dulu yang ia jadikan sebagai tempat penculikan Alena.


Malam sudah tiba,keenan tak tidur.Ia terus mencari keberadaan istrinya,ia juga meminta bantuan anak buah daddynya.


Alena menangis,ia sangat takut dengan kegelapan. Nafasnya terasa sesak, kemudian ia pingsan di tempat.


"Dimana kamu sayang?" Keenan menangis,baru saja ia merasakan bahagia bersama istrinya tapi kini ujian sudah datang menimpa rumah tangga mereka.


Keenan pulang kerumah dalam keadaan lemas,sudah semalaman ia mencari tapi Alena belum ada tanda-tanda.Raka dan Viana yang sedang menunggu putranya langsung menghampiri.


"Keenan bagaimana?" tanya Viana,Keenan hanya menggeleng


"Anak buah Daddy juga belum ada yang kasih kabar, semoga Alena baik-baik saja" harap Raka,ia tahu bagaimana perasaan Keenan saat ini.Antara ingin marah dan khawatir.


Viana mengajak Keenan duduk,ia mengambilkan air untuk Keenan.Viana memeluk putranya, memberikan semangat.


Pagi sudah menyapa,tapi masih tidak ada kabar dari anak buah Raka.Mereka kesulitan mencari keberadaan Alena, karena tak ada tanda-tanda musuh dalam rumah tangga mereka.


Raka duduk di kursi depan rumah,ia memikirkan bagaimana caranya mencari Alena lagi.Tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi, menandakan ada pesan masuk.


"Apa kau sedang mencari menantumu?" pesan di atas foto Alena yang sedang pingsan.


"Alena"Raka langsung kaget


"Siapa kamu?" balas Raka


"Tidak perlu tahu siapa aku,tapi keluargamu sepertinya selalu merebut kebahagiaan keluargaku" tulis pesan tersebut.


Membaca pesan tersebut,otak Raka langsung berputar.Tangannya mengepal,ia tahu siapa dalang di balik ini semua.


Buru-buru ia menyuruh anak buahnya untuk menelusuri tentang Ayu.Dalam beberapa menit,ia sudah dapat informasi yang ia cari

__ADS_1


"Rupanya kau tak pernah jera" kata Raka


"Baiklah,jika itu yang kau mau maka akan aku ikuti"


Raka masuk kedalam rumah,ia menemui Keenan di kamarnya.


"Keenan" panggil Raka


"Apa sudah ada kabar?" tanya Keenan langsung berdiri,sejak semalam ia tak dapat memejamkan matanya.


"Ayo ikut Daddy,ada yang ingin Daddy tanyakan" kata Raka lalu ia pergi keruang kerjanya di susul oleh Keenan di belakangnya.


"Ada apa dad?" tanya Keenan


"Apa kamu mengenal gadis ini?" tanya Raka sambil memperlihatkan foto Nadine Alexandra.


"Nadine?dia juga kuliah di tempat Keenan kuliah dad" jelas Keenan


"Apa kamu membuat masalah dengannya?" tanya Raka


"Tidak,bicara saja tidak pernah"


"Apa dia menyukaimu?" tanya Raka membuat Keenan diam


"Sepertinya begitu,dia selalu mengajak Keenan untuk ini dan itu tapi Keenan tak menanggapi ajakan dia" jelas Keenan lagi


"Oke,Daddy sudah tahu.Apa kamu tahu siapa orang tuanya?" tanya raka lagi


"Tidak, untuk apa Keenan tahu" tanya Keenan yang memang tidak mengenal Ayu


"Penculikan Alena kemungkinan besar di lakukan oleh ibu Nadine, karena ia sakit hati melihat putrinya menderita karena mencintaimu dan kamu menikah sekarang" tebak Raka yang memang tepat


"Berani sekali dia,siapa orang itu dad" tanya Keenan


"Nanti kamu akan tahu sendiri,anak buah Daddy sudah mendapatkan lokasi dimana istrimu di sekap" kata Raka yang mengecek ponselnya


"Ayo kita kesana sekarang" kata keenan


"Kamu tenang dulu,kita tunggu orang itu datang ke lokasi.Jangan lupa menghubungi polisi" kata Raka


"Oke" Keenan keluar dari ruang kerja daddynya


Siang ini, Ayu mengunjungi tempat penyekapan Alena.Ia ingin melihat apakah gadis itu menderita atau tidak.


Rupanya Alena hanya diam,ia berusaha menggesek-gesekan tali di kursi yang ia duduki.Kebetulan kedua pria yang sedang berjaga tengah ngopi sambil bermain catur.


"Apa-apaan kalian,aku membayar kalian mahal bukan untuk main-main seperti ini" Ayu memarahi anak buahnya yang tidak ketat sama sekali


"Maaf bos" mereka langsung membuka pintu dan kembali berjaga membuat Alena langsung menghentikan aksinya.


"Selamat siang nyonya Keenan" sapa Ayu tersenyum licik


"Apa kamu merindukan suamimu?" tanya Ayu


"Pengantin baru yang malang" Ayu tertawa


Sementara itu,anak buah Raka yang melihat Ayu datang ke lokasi langsung mengabari Raka.

__ADS_1


"Target sudah datang,ayo kita kesana" Raka mengajak Keenan


Sekitar 30 menit,mereka sampai di lokasi.Semuanya sudah di atur matang oleh Raka,mereka mengepung rumah tua tersebut.


Sementara Keenan,Raka dan dua polisi masuk lewat pintu belakang.Raka masuk terlebih dahulu,ia akan memancing anak buah ayu, sementara Keenan akan menyelamatkan Alena.


Raka sengaja menjatuhkan vas bunga di dekat ruangan itu,membuat kedua anak buah Ayu langsung keluar ruangan


"Siapa? kalian cepat cek ke depan" perintah Ayu,ia segera mendekati Alena


Saat Keenan masuk ke ruangan,ia berhenti di pintu karena ayu menodongkan pistol di kepala Alena


"Berhenti disana,atau istri kesayanganmu ini akan matii" Ayu emosi


"Dia tidak bersalah,cepat lepaskan dia" teriak Keenan


"Tidak,dia perusak kebahagiaan anakku" teriak Ayu yang tak kalah menggema


"Dan kau,kau laki-laki brengsek yang sudah membuat anakku menderita"


"Kau juga harus mati sekarang hahaha" Ayu beralih mengarahkan pistolnya ke arah Keenan.Sementara polisi membantu Raka menangkap kedua anak buah Ayu.


Kini Nadine sedang mencari mamanya, rencananya akan mengajak mamanya untuk pergi keluar.Rasanya ia benar-benar bosan mengurung diri di kamar.Tapi ia tidak menemukan mamanya di rumah.


Akhirnya ia mengecek GPS yang ia pasang di mobil sang mama, terlihat mamanya sedang di rumah tuanya.Mungkin mamanya sedang rindu dengan rumah itu, batin Nadine.Tapi ia salah besar,mamanya menyekap seseorang disana.


Saat sampai di depan rumah,ia melihat banyak orang berpakaian serba hitam.Para anak buah Raka membiarkan gadis itu masuk, karena mereka sudah tahu bahwa itu merupakan anak dari pelaku


Raka dan polisi juga tidak mengetahui kedatangan Nadine, gadis itu langsung berlari begitu saja.Menerobos Raka dan polisi yang sedang meringkuk kedua anak buah Ayu.


"Mama jangannnnn.." teriak Nadine yang melihat mamanya sedang mengarahkan pistol ke Keenan,dengan cepat ia mendorong Keenan hingga jatuh.


Dorrr...


Tapi itu sudah terlambat,Ayu berhasil menarik pelatuk pistolnya ke arah Nadine.Peluru meluncur masuk dan menembus dada kiri Nadine.


Sejenak semuanya terdiam, akhirnya Ayu tersadar bahwa yang ia tembak adalah putrinya sendiri.


"Nadineeeee" Ayu berteriak dan berlari menghampiri Nadine.Putrinya sudah berlumuran darah,matanya hampir menutup.


"Nadine bangun,,bangun nak" ayu menggoyang-goyangkan tubuh Nadine


Tapi sayang,gadis malang itu sudah tidak bernyawa akibat ulah mamanya sendiri.


"Tidakkkk" Ayu berteriak histeris.


"Ini semua karena kalian,kalianjuga harus mati" Baru saja ayu akan mengambil pistol,Kedua polisi langsung menangkapnya.


Keenan yang sudah membebaskan Alena kini sedang memeluk erat istrinya, pembunuhan yang baru saja terjadi membuat Alena syok berat.Setelah Ayu berhasil di tangkap dan dibawa polisi,keenan juga mengajak Alena untuk pergi dari sana.


"Kalian bawa jenazahnya ke rumah sakit,kita atur pemakamannya nanti" kata Raka pada anak buahnya.


Bagaimanapun gadis itu sudah menyelamatkan putranya,maka ia akan mengebumikan Nadine dengan baik.


Hallo,,gimana? udah setimpal belum? atau author terlalu sadis? huhu kasian juga si Nadine,,nasibnya nggak pernah baik..


Komen yang banyakkkk ya.. setelah ini author nggak akan kasih konflik lagi deh,,janji

__ADS_1


Love you pull ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2