Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Wedding Agim & Tari


__ADS_3

Hari yang di tunggu kini telah tiba, Pernikahan Agim dan Tari akan di laksanakan malam ini. Pesta di laksanakan di hotel milik keluarga Agim sesuai permintaan kedua mempelai.


Di sebuah ruangan terlihat sosok laki-laki sedang bersiap.Memakai jas warna cream di tambah dasi hitam yang menambah pesona laki-laki itu.


Tersirat sedikit kegugupan pada wajah kedua mempelai.



Begitu juga dengan mempelai wanita yang sudah siap dengan kebaya pengantin modern berwarna senada dengan calon suaminya.



Marni kini sedang menemani anaknya di ruang rias, wanita itu tampak berkaca-kaca melihat putrinya yang akan menikah hari ini.


Andai suaminya masih hidup, pasti ia akan sangat bahagia.


Yang akan menjadi wali tari adalah pamannya,adik dari sang ayah.


"Cantik sekali" puji Marni pada tari


"Ibu" tari berkaca-kaca,ia memeluk ibunya


"Jangan menangis,, nanti Cantik hilang" goda Marni membuat tari mengeratkan pelukannya


"Maafin Tari"


"Kenapa minta maaf?" tanya Marni


"Tari belum bisa bahagiain ibu sama Vera"


Marni tersenyum,ia sudah bahagia melihat putrinya yang bahagia.


"Ibu sudah bahagia,, harusnya ibu terimakasih sama kamu udah mau bekerja keras untuk kami"


"Sudah jadi tanggung jawab tari" Tari belum melepaskan pelukannya


"Sudah-sudah jangan sedih-sedihan nanti malah nggak kelar-kelar"


Saat mereka melepas pelukannya,salah satu kerabat mereka menghampiri.Mengatakan bahwa mempelai laki-laki telah tiba


Tari dan Marni keluar dari ruangan rias,calon pengantin itu terlihat sangat cantik.


Saat sampai di tempat,tari menundukkan kepalanya.Agim menatap mempelainya sampai tak berkedip, menggambarkan betapa kagumnya dengan wajah Tari.


"Sudah jangan di pandangi terus" Hengki menyenggol lengan Agim


"Ah papa mengganggu saja"


"Baiklah,kedua mempelai sudah siap.Mari kita mulai acaranya" ucap Santo,paman Tari


Agim duduk bersebelahan dengan tari,hatinya berdebar hebat.Bahkan tangannya kini terasa sangat dingin,agim mencoba menetralkan kegugupannya.


Mengulurkan tangan untuk berjabat dengan paman tari,pria paruh baya itu berbicara dan diikuti oleh Agim.


"SAH" kata yang menggema memenuhi ruangan itu.


Semua orang berdoa,mendoakan sepasang suami istri ini kebahagiaan yang berlimpah.


Setelah selesai akad nikah,mereka saling memeluk orang tuanya. Hengki sampai berkaca-kaca saat melihat putranya mengucapkan akad nikah.Sekarang hatinya lega karena putranya sudah menikah, setidaknya dia bisa tenang nanti.


"Papa bangga padamu nak" Hengki menepuk punggung Agim


"Terimakasih pa"


"Ma,,Agim sudah menikah" kini ia berganti memeluk sang mama


"Iya sayang,,mama bahagia sekali" Sania mengecupi pipi sang anak


"Pa" tari mencium tangan Hengki

__ADS_1


"Selamat ya nak,, semoga kalian bahagia" Hengki mengelus rambut tari


"Terimakasih pa"


"Mama" tari berhambur memeluk Sania,wanita itu dengan tangan terbuka memeluk menantunya


"Mama turut bahagia ya sayang"


"Terimakasih ma"


"Selamat ya tari" Mega memeluk tari


"Terimakasih Tante"


Kini tibalah Raka yang memeluk sang sahabatnya,merasa bahagia karena Agim sudah mendapatkan istri yang baik.


"Selamat bro,,semoga kalian bahagia"


"Thank ya bro" balas Agim


"Selamat ya tari,,maaf mbakmu tidak bisa ikut karena kondisinya juga belum begitu pulih" kata Raka.Viana memang tak ikut menghadiri pernikahan mereka.Raka tak mengijinkannya meskipun tadi malam Viana sudah merayunya untuk ikut,tapi Raka tetap tak mengijinkan.


"Iya mas nggak papa,tari juga maklum kok"


"Oh iya,, anakmu laki-laki atau perempuan nak Raka?" tanya Sania,ia sudah biasa dengan Raka


"Jagoan bi"


"Wahhhh setelah perempuan kini dapat laki-laki juga,,siapa namanya?"


"Keenan Ghifari Mahendra" jawab Raka tersenyum


"Indah sekali,,maaf ya bibi belum bisa menengok kerumah"


"Iya bi tidak papa,kalian kan juga sibuk mempersiapkan pernikahan Agim" kata Raka tersenyum


"Iya"


"Kamu datang sama siapa?" tanya Tari


"Sama..."


"Aku" Jessi belum menyelesaikan ucapannya tapi Reza sudah nongol


"Kak Reza?" tari menatap sahabatnya berniat meminta penjelasan


"Kalian pacaran?" tanya Agim penasaran


"Nggak" jawab Jessi dan Reza bersamaan


"Terus?" tanya tari


"Dia nih,, tiba-tiba udah nongol di depan rumah" kata Jessi


Reza sebenarnya tidak di undang,tapi semalam tari meneleponnya untuk mengundang Reza ke pernikahannya.Reza bingung,pasalnya ia tak memiliki pasangan untuk ke pesta.Tapi pria itu malah keingat dengan Jessi,jadi ia akan menjemput Jessi tanpa persetujuan Jessi besok.


"Btw selamat ya,,aku bahagia banget liat kamu udah nikah"


"Makasih ya,,terus kamu kapan nyusul" tanya tari


"Udah deh nggak usah mulai" Jessi cemberut


"Woy minggir,,gue mau ngucapin selamat buat tari" Reza sewot


"Selamat ya tari,, semoga bahagia" Reza menjabat tangan tari


"Makasih ya kak"


"Selamat bro" Reza mengulurkan tangannya ke arah Agim

__ADS_1


"Terimakasih" Balas Agim tersenyum


Lalu mereka menikmati pesta,,tapi tidak dengan pasangan dadakan yang tak pernah akur itu.Mereka selalu ribut,entah meributkan apa saja.


"Jangan makan yang manis-manis,ini udah malem" Reza mengambil es krim yang di pegang oleh Jessi


"Ih balikin,,bilang aja kalau mau" Jessi cemberut


"Ngapain gue makan beginian,,yang ada gue bisa sakit gigi"


"Yaudah balikin sini,,itu punya gue"


"Nggak" Reza justru dengan santainya mengembalikan es krim Jessi ke tempat semula


"Lo bisa nggak sih nggak buat gue naik darah?" tanya Jessi


"Nggak bisa" jawab Reza enteng


"Sialan" Jessi mencubit paha reza, membuat Reza meringis kesakitan


Sementara itu,ada sepasang mata yang sedang mengawasi mereka.Agim dan tari sejak tadi sama-sama mengawasi Reza dan Jessi,mereka menebak bahwa ada sesuatu di antara mereka


"Masa iya sih sayang,, mereka pacaran?" tanya Agim


"Kayaknya sih gitu,,tapi Jessi nggak ada romantis-romantisnya"


"Iya malah berantem Mulu dari tadi" kata Agim


"Iya mas,, nanti coba tari tanya deh"


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 malam,acara pestanya pun sudah selesai.Mereka menginap di hotel, untuk mengistirahatkan tubuh mereka


Tari memasuki kamar mandi,ia ingin mandi agar tubuhnya kembali fit.Agim masih di bawah, berbicara dengan papanya.


Saat masuk,Agim mencium bau shampo yang begitu menyeruak di dalam ruangan.Hati agim berdesir, membayangkan yang tidak-tidak.


Agim duduk di pinggir ranjang sambil membuka ponselnya.Tari keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono,sambil mengeringkan rambut dengan handuk.


"Eh mas Agim,,ngagetin aja deh" tari kaget campur malu dengan suaminya karena hanya menggunakan kimono


Agim tak menjawab, justru ia malah menatap wajah tari dengan tatapan yang sulit di artikan.Sebagai lelaki normal,Agim merasakan ada yang tidak nyaman dibalik sesuatu.


"Nggak dingin?" tanya Agim menetralkan perasaannya


"Nggak,kan mandinya pakai air hangat" jawab tari


"Sini duduk" Agim menepuk ranjang


"Iya" Tari mendekat,jantungnya berdetak lebih kencang


"Sini,,biar aku bantu keringkan" Agim mengambil handuk yang di pegang Tari


Perlahan mengusap-usap rambut tari agar kering,namun saat menyibak rambutnya Agim tertegun melihat leher putih mulus Tari.


Agim semakin tak karuan,ingin mengecupnya tapi takut tari terkejut.


Ah sial,, beginilah kalau punya istri yang belum cukup paham.


"Emm Tari" panggil Agim


"Ya mas?" tari mendongakkan kepalanya


Agim menatap bibir tari yang berwarna merah jambu,, membuatnya menelan ludah berkali-kali.


Tanpa aba-aba Agim langsung ******* bibir yang manis itu.Tari sempat kaget,namun setelahnya ia mengikuti permainan sang suami.


Dan entah apa yang terjadi selanjutnya,dinding hotel lah yang menjadi saksi 🤭😂


Mau ngintip nggak?

__ADS_1


Author nggak berani ngintip 😂


Happy reading yaw, 🤗


__ADS_2