
Setelah perawatan selama tiga hari,kini Viana dan bayinya sudah di perbolehkan untuk pulang.Kondisinya sudah baik-baik saja begitu juga dengan baby Ken.
Susi,Nina dan Marsila merias rumah Raka untuk menyambut Tuan muda kecilnya.Memasak banyak makanan untuk makan siang semua anggota keluarga majikannya.
Kini Viana,Risa dan Raka sedang dalam perjalanan,Risa duduk di belakang bersama mommynya.Baby Ken kembali tertidur setelah meminum Asi Viana.
Bagas,Anton, Mega dan Tari sudah menunggu kedatangan bayi mungil dan rombongan.Mereka tak sabar untuk menggendong baby Ken.
Mobil masuk ke dalam halaman rumah mewah itu,Raka keluar lebih dulu untuk membukakan pintu belakang.Viana dan Risa keluar lalu memasuki rumah.
"Selamat datang Tuan muda kecil" sapa Susi,Nina dan Marsila.
"Wahh meriah sekali" kata Viana melihat dekorasi rumahnya
"Silahkan masuk nyonya,tuan" kata Nina
Viana melangkah masuk,lalu mendudukkan dirinya ke sofa di ruang tamu.Mega dan Tari duduk di sebelah Viana,mereka ingin melihat baby Ken yang menggeliat di dekapan sang mommy.
Raka naik ke atas untuk menaruh barang-barang Viana.Lalu turun kembali untuk berkumpul bersama keluarga di bawah.
"Gimana persiapan pernikahan kalian" tanya Viana pada Tari
"Sudah lengkap semuanya tinggal nunggu hari H aja mbak"
"Alhamdulillah syukur kalau begitu"
"Gimana kabar Tante Marni sama Vera?" tanya Viana
"Alhamdulillah mereka sehat,Vera juga udah nggak sering kambuh"
"Salam untuk mereka ya"
"Iya mbak"
"Kamu nggak laper sayang?" tanya Mega pada Viana
"Nanti aja ma,,kita makan siang bersama"
"Ya sudah"
Sementara para lelaki sedang berkumpul di teras rumah sambil menyeruput kopi hitam dan beberapa cemilan.Membahas pekerjaan sambil sesekali bergurau.
Raka memanggil pak Tejo yang sedang duduk di pos satpam sambil membaca koran.
"Pak Tejo"
__ADS_1
"Iya tuan?" jawab pak Tejo dan langsung berlari menemui Raka
"Ada apa tuan?"
"Sini,ayo ngopi bareng kami" kata Raka
"Ah tidak usah tuan,saya ngopi di pos saja"
"Sudahlah Tejo,kau ini seperti orang baru saja" kata Bagas membuat Tejo meringis
"Baik tuan" Pak tejo akhirnya ikut bergabung dengan mereka,Raka memanggil Nina untuk membuatkan kopi pak Tejo.
Pak Tejo sudah lama bekerja disana.Mulai Raka berumur 15 tahun hingga sekarang.Ia memiliki 3 anak,dua laki-laki dan satu perempuan.Istrinya meninggalkannya saat setelah melahirkan anak terakhirnya.Wanita itu memilih pergi bersama pria lain dari pada hidup bersama pak Tejo yang hanya berkerja sebagai satpam.
Kadang Bagas mengajak pak Tejo mengobrol santai membicarakan tentang keluarganya masing-masing.Merasa senasib dengan pak Tejo,Bagas seperti menemukan teman yang bisa mengerti perasaannya.
Mereka berempat ngopi sambil bercanda,pak Tejo senang mempunyai majikan seperti Bagas dan Raka karena orangnya asik menurutnya.
Sudah waktunya makan siang,semua orang yang ada di rumah itu sudah duduk di meja makan.Susi,Nina, Marsila dan pak Tejo pun juga ikut makan siang bersama.
Sementara baby Ken sedang tidur di stroller yang Viana dan Raka beli Waktu itu.Bayi mungil itu tampak pulas,tak memperdulikan orang-orang dewasa yang sedang beradu sendok di meja makan.
Setelah selesai makan, Semuanya menuju kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka.Mega dan Anton juga akan menginap malam ini.Tari sudah pulang sebelum makan siang tadi karena Agim mengajaknya keluar.
Viana dan Raka membawa baby Ken ke dalam kamarnya mereka.Bayi itu masih saja tertidur,Raka yang gemas pun langsung menghujani anaknya dengan ciuman gemas.
"Gemes banget mas soalnya"
"Kamu tidur gih,,biar baby Ken sama Daddy " kata Raka pada istrinya
"Nggak papa?" tanya Viana memastikan
"Nggak papa,,lagian kondisi kamu juga belum terlalu fit" kata Raka
"Iya mas" viana membaringkan tubuhnya
Viana tertidur pulas,matanya memang sudah mengantuk.Raka yang sedang menemani anaknya kini sedang memegang tabnya.
Memeriksa pekerjaan yang beberapa hari ia tinggal karena istrinya melahirkan.
Saat di tengah-tengah bekerja,baby Ken terbangun dan menangis.Raka terkejut saat mendengar anaknya menangis, buru-buru ia gendong dan menenangkannya agar tak mengganggu tidur sang mommy.
"Uuuu sayang,,kenapa? kamu laper?" Raka berbicara pada bayi mungil itu
"Sabar ya,, mommy baru istirahat.Kasihan nanti nggak bisa tidur lagi" Raka menggoyangkan badannya agar bayi itu berhenti menangis.
__ADS_1
Untung saja baby Ken menurut dengan Daddynya,ia sudah tak menangis tetapi malah buang air besar.
Raka yang mencium bau-bau ala kotoran bayi langsung menurunkan anaknya ke box bayi.Raka membuka popok baby Ken,dan memang benar Bayi itu buang air besar.
Raka mengambil tisu basah, Pampers dan popok.Ia dengan telaten membersihkan tubuh anaknya yang terkena kotoran.Raka sudah cukup berpengalaman dalam mengurus si kecil.
"Udah bersih,, sekarang tidur lagi ya sayang" Raka mencium pipi baby ken
Setelah di ganti popoknya,baby Ken tertidur kembali.Mungkin ia menangis karena ingin memberitahu Daddynya bahwa ia sedang buang air besar
Raka mengelus punggung baby Ken,ia terus menguap karena juga mengantuk.Akhirnya Raka memejamkan matanya sambil kepalanya bersandar di pinggiran box bayi.
Viana terbangun, pandangannya tertuju pada Raka yang sedang tertidur sambil duduk itu.Ia menghampiri Raka, bibirnya tersenyum saat melihat Raka yang tertidur sambil duduk.
Viana membiarkan Raka dengan posisi seperti itu, karena jika di ubah pasti Raka akan terbangun dan tidak melanjutkan tidurnya.
Viana berjalan ke arah ranjang lagi,tapi baby Ken seolah tahu kalau mommynya sudah bangun jadi ia menangis meminta Asi.
Viana langsung menggendong bayi mungil itu dan memberi Asinya.Ia tak mau tidur suaminya terganggu karena tangisan baby Ken.
Bayi itu langsung melahap sumber makanannya,menghisap Asi sang mommy dengan begitu semangat.Viana mengelus pipi baby Ken yang sangat mulus itu.
Setelan meminum Asi,baby Ken tak tidur kembali.Ia justru melebarkan matanya yang sangat jernih itu.
"Anak mommy mau ngajak main ya?"
Bayi itu memainkan mulut kecilnya,komat-kamit seperti Mbah dukun yang sedang membaca mantra.Viana terkekeh melihat aksi putranya,di usapnya pipi Ken dengan lembut.
Bayi itu tersenyum, padahal matanya belum bisa melihat.Viana di buat semakin gemas dengan putranya ini.
"Ihhh gemes deh" Viana mencium pipi Ken.
Saat sedang menggoda si kecil, pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang.Viana membukanya, ternyata putrinya yang bertamu ke kamarnya.
"Mommy,, Lisa ganggu nggak?" tanya gadis itu
"Nggak kok sayang,, mommy lagi main sama dedek"
"Wahh kakak mau ikut mommy"
"Ayo"
Viana mengajak putrinya ke ranjang untuk menggoda bayi mungil yang sedang mengedip-kedipkan mata indahnya.Risa tertawa melihat adiknya yang terus memainkan mulutnya,ia merasa tingkah adiknya ini konyol.
Happy reading 🤗
__ADS_1
Uuu Tuan muda kecil dah pulang nihhh
Jangan lupa like, komen, vote ya 💜