Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Ada yang jadian..


__ADS_3

Malam ini,,Agim berencana untuk kerumah tari dengan tujuan meminta maaf tentang kejadian tadi siang.Membawa buket bunga mawar dan beberapa coklat.


Tok..tok..tok...


Tari membuka pintu, terkejut melihat Agim yang berada di depannya.Ada rasa senang saat melihat Agim tersenyum ke arahnya, berbeda dengan ekspresi tadi siang.


"Mas Agim" sapa tari


"Selamat malam" ucap Agim tersenyum


"Malam" balas tari


"Ayo mas masuk dulu"


"Ah kita disini aja ya" kata Agim


"Ya sudah,,tari buatkan minum dulu ya"


"Boleh"


"Ini mas diminum kopinya" tari menyodorkan secangkir kopi hitam


"Terimakasih"


"Emm.. sebenernya aku kesini mau minta maaf sama kamu soal sikap aku tadi siang" Agim memulai pembicaraan


"Nggak papa mas,,mas nggak salah kok" jawab Tari


"Maaf ya udah buat kamu nangis"


"Mas kok tau kalau tari nangis?" tanya tari heran


"Oh itu,tadi sore aku ketemu sama sahabat kamu itu.Dia cerita sama aku kalau kamu nangis" jawab Agim


"Jessi?" tanya Tari


"Ah iya Jessi"


"Jujur ya sebenernya aku sangat kecewa tadi siang,, soalnya....." Agim menggantung kalimatnya


"Soalnya?"


"Soalnya selama ini aku suka sama kamu" jujur Agim menatap manik mata Tari


"Mas Agim nggak main-main kan" tanya tari


"Nggak,, sumpah aku serius sama kamu" Agim memantapkan kata-katanya


"Ya kalo soal itu,,Tari sebenernya juga suka sama mas.Tapi,,tari takut mas nggak suka sama tari" Tari berdiri dan berjalan di depan teras.


"Kenapa gitu?" tanya Agim


"Ya karena tari cuma pelayan cafe,, sedangkan mas punya segalanya"


"Tar,,cinta itu nggak mandang status, harta atau apapun itu.Aku tulus sama kamu" kata agim


"Mass,,aku ini nggak pernah pacaran.Jadi aku mohon jangan mainin aku ya"


"Aku janji aku bakal jagain kamu,bakal cintai kamu apa adanya, selamanya" Agim memegang tangan tari


"Jadi gimana,,kamu mau jadi pacar aku?" tanya Agim di angguki kepala oleh Tari


"Nggak boleh ngangguk,,harus jawab"


"Hehe iya tari mau" jawab Tari

__ADS_1


"Aaaaaa makasih banyak ya" Agim memeluk tari


"Yeyyy Akhirnya kalian bisa bersatu" kata Marni yang sudah berada di pintu sejak tadi


"Ibu" pekik tari melepaskan pelukannya


"Kenapa di lepas,,peluk aja"


"Ibu udah disitu dari tadi?" tanya tari.


"Udah"


"Oh hehehe" tari menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Selamat ya,, akhirnya kalian bisa mengungkapkan perasaan masing-masing" kata Marni


"Terimakasih Bu,,Agim janji bakal buat tari bahagia" kata Agim


"Iya nak Agim ibu percaya sama kamu"


"Ya sudah kalian lanjut saja ya,,tapi jangan sampai kemalaman" pesan Tari


"Iya Bu"


"Kita duduk lagi yuk" ajak agim menggandeng tari


Mereka lalu mengobrol tentang awal mula mereka bertemu sampai sekarang.


Berbeda dengan Agim yang sedang berbunga-bunga,,Raka kini justru sedang merendam adiknya dengan air dingin.Menahan hasrat yang sudah di ujung tanduk, karena sang istri belum boleh berhubungan suami istri untuk menjaga keamanan janinnya.


"Mas mandi lama banget sih" gerutu Viana karena sudah lama menunggu Raka untuk di ajak tiduran


"Hehe mas lagi nidurin macan" jawab Raka meringis


"Ih mas"


"Iya lah,,Viana juga tahu kalau lagi puasa"


Viana berjalan menuju lemari, mengambil baju tidur se-paha.Membuat Raka meneguk salivanya.


"Kamu jangan goda mas ya" ujar Raka memeluk pinggang istrinya


"ihh apaan sih,, orang Viana mau ganti piyama.Siapa juga yang mau goda mas" jawab Viana memasuki ruang ganti.


"Astaga istriku" Agim mengelus dadanya


"Mas kenapa nggak pakai baju sih?" tanya Viana


"Gerah"


"Mana ada gerah,, orang AC nya nyala juga" entah mengapa mood ibu hamil itu sedang tidak baik,jadi memang nada bicaranya begitu.


"Hehe" Raka meringis,memang dirinya sudah mempelajari tentang mood ibu hamil yang sering berubah-ubah jadi ia tak kaget bila istrinya begitu.


"Udah ah,,Viana mau tidur" Viana membaringkan tubuhnya


"Sini mas peluk" Raka ikut berbaring istrinya


"nggak mau ah,,mas nggak pakai baju" gerutu Viana


"Biasanya juga gini kan,,kenapa sekarang marah hem?" Raka memeluk istrinya dari belakang


"Nggak tau,,Viana takut tergoda aja lihat roti sobek itu" Viana memanyunkan bibirnya


"Hahaha kalau tergoda ya tinggal di lakukan aja" kata Raka

__ADS_1


"Mas apa sihh" Viana menepis tangan Raka yang memeluknya


"Sayang mas kedinginan" ujar Raka


"Katanya tadi gerah,, sekarang dingin.Ihh gimana sih" omel Viana lagi


"Hehehe mas pengen di peluk" kata Raka


"Mas" Viana membalikkan badannya menghadap Raka


"Kenapa?" tanya Raka


"Viana pengen mas punya kumis" kata Viana membuat Raka melotot


"Ha?? kumis??"


"Iya pasti lebih ganteng,,ya mas ya?" viana memelas


"Tapi sayang..."


"Viana lagi ngidam loh mas,, katanya mau nurutin kemauan Viana" Viana cemberut


"Tapi mas nggak pernah kumisan,, pasti geli nanti" jawab Raka


"Ya udah kalau nggak mau" Viana membalikkan badannya lagi membelakangi Raka


"Eh jangan marah sayang" Raka bingung harus bagaimana,ia tak bisa membayangkan kalau punya kumis


"Nggak kok" Suara Viana terdengar menangis


"Sayang kamu nangis?" tanya Raka


"Nggak" Viana menyeka air matanya


"Sini,,tatap wajah mas"


"Nggak mau"


"Haisshhh ya sudah nanti mas buat kumis ya,,kamu jangan nangis lagi" kata Raka membuat Viana langsung membalikkan badannya


"Janji ya mas" Viana berbinar


"Iya mas janji" Raka memeluk istrinya,ia rela melakukan apapun untuk istri dan anaknya


"Terimakasih mas" Viana mengecup bibir Raka


"Kamu jangan mulai ya" Raka menoel hidung Viana


"Hahaha nggak kok" Viana menyembunyikan wajahnya di dada bidang Raka.


"Ya sudah ayo kita tidur" Raka mengeratkan pelukannya membuat Viana semakin menyembunyikan kepalanya.


Saat tengah tertidur,Viana terbangun karena ingin pergi ke kamar mandi.Setelah selesai Viana melihat ada pesan di ponsel Raka.


Viana mengambilnya dan membuka pesan tersebut dan isinya adalah sebuah foto wanita seksi menggunakan lingerie.Viana geram,, karena itu foto Jane Fernandes.


"Perempuan ini nggak ada kapoknya ya" Viana mengepalkan tangannya.wanita mana yang tak cemburu saat ada perempuan lain yang menggoda suaminya.


"Kenapa dia punya nomor mas Raka"


"Perlu di interogasi besok" Viana menatap suaminya yang tengah terlelap


Lalu Viana mengembalikan ponsel di nakas,ia berbaring kembali tapi tak menghadap suami melainkan membelakanginya.


Aduh mommy Viana ngidamnya aneh-aneh ya🤭

__ADS_1


Jangan lupa nanti minta traktir Agim sama tari ya hehe


happy reading ya 🤗


__ADS_2