
Malam ini,Reza mengajak Jessi untuk keluar.Entah pergi kemana, Jessi pun tak tahu.
Pukul 7 malam Reza sudah stand by di depan rumah bercat Lilac itu.Menunggu Jessi yang masih bersiap di dalam sana.
Setelah 30 menit Reza menunggu, Jessi tak kunjung keluar dari rumah. Akhirnya Reza menelepon Jessi agar cepat keluar
"Halo" jawab Jessi
"Lo baru bangun?" tanya Reza saat mendengar suara Jessi yang tampak seperti bangun tidur
"Iya,kenapa?" tanya Jessi santai
"Astaga,,gue kan tadi siang udah bilang kalo malam ini ngajakin Lo keluar.Sekarang gue udah ada di depan rumah Lo 30 menit yang lalu"
"Keluar sebentar,,Lo pakai baju yang gue bawa" kata Reza lagi
"Hemm bentar" Jessi mematikan sambungan teleponnya
"Astaga nih cewek bener-bener ngeselin ya"
Setelah mengambil paper bag yang di beri oleh Reza,Jessi kembali ke kamarnya.
"Hoamm" Jessi menguap sambil berjalan menuju kamar mandi
Setelah 35 menit bersiap,Jessi keluar dari rumahnya.Terlihat Reza sedang tertidur di kursi teras rumah.
"Woyyy,,bangun" Jessi menoel pundak Reza
Reza terbangun,menerjapkan matanya perlahan.Sungguh ia terpesona dengan kecantikan gadis di depannya ini.Matanya masih terpaku pada wajah tirus tapi imut itu.Tapi ia segera menepis rasa kagum itu, karena takut tergoda.
"Lo ngapain tidur disini,,kayak nggak punya rumah aja"
"Heh yang harusnya marah-marah itu gue karena Lo dandan lama bener,,mau dandan kayak apapun Lo nggak akan berubah" kata Reza di mulut,tapi lain di hati.
"Ck,, gini-gini gue laku ya.Nggak kayak Lo yang masih jomblo sejati"
"Sok tau Lo"
"Ihh,,jadi ini Lo mau ngajakin gue kemana?" tanya Jessi
"Udah ayo ikut" Lagi dan lagi Reza memaksanya
Saat dalam perjalanan mereka diam,,tak ada yang berbicara.Jessi mengalihkan pandangannya ke arah luar kaca mobil, sedangkan Reza tetap fokus menyetir.
setelah 15 menit perjalanan, mereka berhenti di sebuah hotel bintang lima.Jessi mendelik,kenapa Reza membawanya ke hotel?? hemm..
"Eh eh,,Lo ngapain bawa gue ke hotel?" tanya Jessi
"Udah ayo ikut masuk"
"Ogah,, nanti Lo apa-apain gue lagi" Jessi sewot
"Idihhhh Lo nggak usah kepedean ya,,udah ayo cepetan"
Dengan terpaksa Jessi mengikuti Reza masuk ke dalam hotel.Hatinya dag dig dug,takut bahwa Reza akan macam-macam dengannya.
saat masuk ke ballroom Jessi baru tahu bahwa mereka akan menghadiri pesta pernikahan.Haishh,,,pikiran Jessi sudah yang tidak-tidak.
Jadi Reza akan membawanya ke pesta,pantas saja ia memberikan dress di bawah lutut tanpa lengan berwarna navi, selaras dengan warna jas Reza.
"Ngapain kesini?" tanya Jessi tanpa menatap Reza
__ADS_1
"Mantan gue nikah"
"Terus apa hubungannya sama gue?" tanya Jessi
"Ya gue kan nggak punya pasangan,jadi gue ngajakin Lo lah"
"Lo pikir gue cewek sewaan apa? gila" Jessi berbalik ingin keluar dari hotal
"Heh,,temenin gue dulu" Reza menangkap tangan Jessi
"Apa untungnya buat gue? ogah ah" Jessi melepaskan tangannya dari genggaman Reza
"Pliss temenin gue ya,,gue malu sama dia karena gue masih sendiri" Reza sebenarnya malu mengatakan ini,tapi demi meminta bantuan Jessi ia jadi terus terang.
"Pfftt"Jessi menahan tawanya
"Udah ayo masuk,,nanti gue beliin apapun yang Lo mau"
"Bener ya,,awas kalau bohong" Jessi tersenyum
"Iya gampang,, sekarang Lo pura-pura jadi pacar gue"
"Iya"
Mereka memasuki ballroom lagi,Jessi menautkan tangannya ke lengan reza.Memainkan drama di depan teman-teman dan mantan Reza
Reza menghampiri teman-temannya,ia memperkenalkan Jessi pada mereka.Teman-temannya turut senang karena Reza tak lagi sendiri, sekarang sudah punya gandengan.Meskipun pura-pura ya hehe..
"Pacar Lo cantik juga" puji salah satu teman Reza,Jessi sedang berkenalan dengan wanita disana.
"Pasti lah" Reza membanggakan dirinya sendiri.entah mengapa ia senang saat di puji teman-temannya.
Reza memanggil Jessi,ia akan menghampiri mantannya untuk mengucapkan selamat.Jessi hanya menurut,ia tersenyum manis saat di depan mantan Reza.
"Thanks ya za udah mau Dateng"
"Iya,,oh iya kenalin ini pacar aku, Jessi" Reza memperkenalkan Jessi
"Shifa"
"Jessi" mereka berkenalan
"Semoga kalian cepat menyusul ya" kata suami Shifa
"Iya"
Setelah mengucapkan selamat,Reza dan Jessi kembali bergabung dengan teman-teman mereka.
Sementara kini Raka sedang tiduran di paha istrinya,Viana membelai rambut Raka dengan lembut.Mumpung baby Ken sudah tidur jadi mereka bisa berduaan.
"Mas,, tangannya ih"
"Biarin,,mas kangen tau" Raka masih melanjutkan aksinya yang mengelus gunung kembar istrinya
"Geli"
"Sayang,,tadi malem kamu the best banget.Mas nggak nyangka kamu seberani itu"
"Ngapain nggak berani? sekarang kan Viana udah punya 2 anak jadi harus sedikit agresif"
"Iya,,Mas seneng kalau kamu semakin agresif jadi mas nggak perlu ngajarin" mereka terkekeh
__ADS_1
"Sabar ya mas" Viana tersenyum sambil mengelus pipi berjambang sedikit lebat itu
"Ih brewoknya udah bikin tangan geli" kata Viana
"Oh ya,,tapi kamu suka" Raka malah mengusap-usapkan wajahnya ke leher Viana membuat wanita itu tertawa geli
"Mass ahahaha" Viana tak tahan dengan geli
"Udah ih,,geli tau" Viana menyudahi aksi Raka
"Sayang,,bangun" Raka menunjuk celananya
"Ish" Viana menepuk tangan Raka
"Ayo tidurin,,kamu yang bangunin"
"Nggak mau ah,, orang Viana nggak ngapa-ngapain"
"Ayolah sayang" rengek Raka sambil mengelus gunung istrinya
"Iya-iya ayo buka"
Hemm mereka sudah menjalankan aksinya,lalu bagaimana dengan pengantin baru yang sedang bulan madu?tentunya akan lebih panas dari Raka dan Viana
Saat Viana membantu Raka menidurkan adiknya Raka, tiba-tiba baby Ken menangis.
"Ah Ken menangis mas" Viana langsung berlari menuju box baby Ken
"Lalu bagaimana dengan ini?" tanya Raka menunjuk adiknya yang belum tidur
"Mas lakukan saja sendiri"
"Astaga Keenan,,kau mengganggu Daddy saja" Raka berjalan menuju kamar mandi untuk menidurkan adiknya
Viana sedang memberi Asi pada baby Ken,Raka yang melihat putranya menyedot dengan lahap jadi meneguk salivanya.
"Sayang,, sisakan untuk Daddy ya"
"Mas ih"
"Aaaa Ken jangan di habiskan" seakan mengerti ucapan Daddynya,baby Ken justru memegang Asi Viana yang satunya
"Mas ini seperti anak kecil saja"
Raka Hanya tersenyum, ia malah mengelus gunung istrinya itu.
Semakin besar saja, karena Viana sedang menyusui.
"Pelan-pelan sayang" Raka mengusap rambut baby Ken dengan lembut
"Sepertinya ia sangat kehausan mas"
"Iya sayang"
Beginilah keseharian keluarga kecil Raka dan viana bersama anak-anak mereka.
Lope semuanya 💜
.
.
__ADS_1
.