Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Mual


__ADS_3

Sepulang dari makan siang sekaligus ngedate,Keenan merebahkan tubuhnya di ranjang.Entah mengapa tiba-tiba kepalanya pusing dan sedikit mual.


Alena yang baru masuk ke kamar mandi,di susul oleh suaminya yang akan muntah.


"Hoekk,,hoekk" Keenan memuntahkan semua isi perutnya


"Sayang, kenapa?" tanya Alena lalu memijat tengkuk suaminya


"Hoekk, hoekk" sementara Keenan masih terus muntah


Setelah merasa lega,Keenan bangkit.Wajahnya sudah pucat,dengan keringat yang bercucuran.


"Kamu kenapa kak?" tanya Alena mengusap keringat suaminya


"Aku nggak tau, tiba-tiba mual" kata Keenan


"Ini pasti kamu masuk angin,kecapekan kerja sama kuliah" kata Alena


"Bobok dulu ya,Alena buatkan teh hangat" Alena menuntun suaminya ke ranjang


"Sayang jangan pergi kemana-mana"Keenan memeluk istrinya


"Alena buatkan teh dulu kak,biar mualnya hilang" kata Alena


"No,aku sudah baik-baik saja" Keenan masih memeluk Alena dengan erat.


"Baiklah,Alena temani kakak sampai tidur ya" Alena membantu suaminya tidur,sedangkan dia mengelus rambut Keenan


"Kakak terlalu bekerja keras,sampai sakit begini" Alena masih mengelus rambut Keenan, sementara yang di elus sudah memejamkan matanya.


Saat Alena hendak beranjak dari ranjang, ponselnya berbunyi.Ternyata mommy Viana yang menelepon.


"Hallo mom"sapa Alena


"Sayang,sibuk tidak?" tanya Viana


"Memangnya ada apa mom?" tanya balik Alena


"Mau mau minta tolong,bantuin mommy bikin kue.Nanti ada temen Daddy mau kerumah soalnya" kata Viana


"Aduh maaf ya mom,bukan Alena nggak mau tapi kak Keenan lagi sakit" jelas Alena


"Keenan sakit?sakit apa?"


"Mungkin masuk angin mom,tadi muntah-muntah" jelas Alena


"Ya sudah,kamu rawat suami kamu aja nanti biar mommy buat kue sendiri" kata Viana


"Iya mom,maaf ya mom"Alena jadi tidak enak dengan Viana


"It's oke sayang,see you" Viana mematikan sambungan telepon


Setelah telepon Alena pergi kedapur,ia akan membuat sup ikan untuk Keenan.Tak butuh waktu lama,sop ikan buatan Alena sudah tersaji di meja makan.


Setelah itu Alena mandi,saat itu juga Keenan terbangun.Ia mencari sosok istrinya tapi tidak ada.


"Sayang,,kamu dimana?"


"Sayang jangan tinggalkan aku"Keenan berteriak memanggil Alena


Alena yang mendengar suara sayup-sayup langsung memakai jubah mandinya.Membuka pintu,melihat keenan yang tengah duduk.


"Kak,ada apa?" tanya Alena


"Sayang,kamu dari mana?"Keenan memeluk Alena lagi


"Aku hanya mandi"jawab Alena


"Kakak kenapa sih?aneh banget hari ini" kata Alena


"Aku juga tidak tau, yang jelas aku tidak bisa jauh darimu" kata Keenan


"Ya sudah,kakak mandi ya biar Alena siapkan air hangat" kata Alena diangguki kepala oleh Keenan.


Setelah mandi,Keenan sudah siap dengan baju santainya.Sementara Alena menyisir rambut dimeja riasnya.


"Sudah selesai? ayo kita makan,tadi Alena sudah buatkan sup ikan buat kakak" ajak Alena


"Baiklah" Mereka turun ke bawah untuk makan malam yang kesorean.

__ADS_1


Alena menyiapkan makanan Keenan,tapi saat Alena mengambil nasi Keenan langsung menutup hidungnya.Entah mengapa dirinya mendadak tidak suka bau nasi


"Kenapa kak?apa bau supnya nggak enak?" tanya Alena


"Emm,bukan supnya yang bau tapi nasi itu" Keenan masih menutup hidungnya.


Dengan cepat Alena mencium nasi itu,tapi tidak bau sama sekali.Apa hidungnya bermasalah?pikirnya.


"Nggak bau kok,coba kakak cium" Alena malah menyodorkan piring berisi nasi itu


"Sayang,jangan bawa kesini.Aku tidak suka baunya" kata Keenan


"Kakak aneh sekali" kata Alena


"Lalu kakak mau makan apa?" tanya Alena


"Roti dengan sup"jawab asal Keenan


"Ha? roti dengan sup?"Alena memastikan jawaban suaminya


"Iya,roti di campur sup ikan" kata Keenan lagi


"Lalu bagaimana rasanya?"tanya Alena


"Tapi aku ingin itu sayang" rengek keenan


"Oke-oke,Alena siapkan dulu" Alena mengambil sepotong roti lalu mengguyurnya dengan sup ikan.Melihat tampilannya saja Alena sudah membayangkan rasanya, apalagi memakannya.


"Kak,makan nasi saja ya.Nanti kakak sakit perut kalau makan roti sama sup ikan"alena khawatir


"Tidak,kakak hanya ingin itu" Keenan bersikeras


"Baiklah,semoga baik-baik saja" Alena menyerahkan sepiring roti sup ikan tersebut pada keenan.


Keenan mulai menyuapkan roti kedalam mulutnya,Alena yang melihatnya jadi tidak enak sendiri.Keenan mengunyah roti tersebut dengan mata yang berbinar.


"Ini enak sekali" kata Keenan membuat Alena terheran-heran


"Benarkah?"tanya Alena meringis


"Iya sayang ini enak sekali" Keenan terlihat sangat lahap


"Melihat Keenan memakan roti itu dengan lahap membuat Alena kenyang.Ia hanya menatap suaminya makan dengan begitu lahapnya.


"Ah kenyang sekali"kata Keenan sambil mengelap mulutnya.


"Kenapa tidak makan sayang?"tanya Keenan


"Alena belum lapar kak, nanti saja" kata Alena


"Apa sudah tidak mual? pusingnya bagaimana?" tanya Alena


"Sudah tidak mual,hanya saja masih sedikit pusing" jawab Keenan


"Ya sudah nanti Alena pijit ya"kata Alena sambil membereskan piring kotor bekas Keenan makan.


"Baiklah" Keenan beralih ke depan televisi, menonton film kartun.


Alena sedang mencuci piring,tapi pikirannya berkelana kemana-mana.menatap Keenan yang tengah asyik menonton televisi.


Saat asyik menonton televisi, tiba-tiba rasa mual datang lagi membuat Keenan berlari ke kamar mandi di dekat tangga.


"Hoekk,hoekk" Keenan memuntahkan makanan yang baru saja ia makan.


"Kak,kenapa? apa mual lagi?" tanya Alena


"Iya" jawab Keenan di tengah aksi muntahnya.


"Astaga,apa gara-gara makanan tadi?" kata Alena


Setelah beberapa menit,Keenan keluar dengan tubuh lemasnya.Baru saja ia makan tapi sudah keluar lagi.


"Kita ke dokter ya,Alena khawatir" ajak Alena


Keenan hanya mengangguk,rasanya ia benar-benar lemas.Alena dengan cepat mengambil tas dan kunci mobil di nakas.


Dengan pelan Alena menuntun Keenan untuk masuk kedalam mobil.Setelah merebahkan Keenan Alena beralih di kursi kemudi.


Cukup setengah jam mereka sampai,Alena menuntun Keenan lagi.

__ADS_1


Alena mendaftarkan diri untuk pemeriksaan, setelah menunggu beberapa saat mereka di panggil untuk masuk.


"Apa keluhannya ibu?" tanya dokter Vivi yang merupakan Dokter umum.


"Dok tolong periksa suami saya, sepertinya dia keracunan makanan.Sejak tadi mual muntah terus" kata Alena


"Baiklah,bapak silahkan naik"Keenan menurut,dokter Vivi langsung memeriksa Keenan.


"Tidak ada yang salah dengan suami Anda Bu" kata dokter Vivi membuat Alena bingung


"Lalu kenapa suami saya mual muntah terus dok?" tanya Alena


"Sebentar ya Bu saya buatkan jadwal dengan dokter Amalia" dokter Vivi menghubungi dokter Amalia


"Baik bu,kebetulan dokter Amalia sedang tidak ada pasien.Anda bisa kesana sekarang" Alena semakin bingung,kenapa harus ganti dokter lagi.Apa suaminya sakit parah sampai dokter Vivi tidak sanggup memeriksanya.


Keenan dan Alena mengikuti dokter Vivi.Tepat di depan ruangan itu,Alena berhenti.Matanya tertuju pada tulisan di atas pintu masuk, Spesialis obgyn?.


"Sayang?kenapa kesini?" tanya Keenan yang juga bingung


"Alena juga nggak tahu kak"


"Halo dokter Amalia,pasienku memerlukan penjelasan mu"kata dokter Vivi.


"Baiklah dokter Vivi, terimakasih" kata dokter Amalia.


"Kalau boleh tahu apa keluhannya Bu?" tanya dokter Amalia


"Itu dok,suami saya mual muntah terus sejak tadi.Apa mungkin keracunan makanan?"tanya Alena


"Baik,apa boleh saya memeriksa ibu?" tanya dokter Amalia


"Saya?kenapa?"tanya Alena bingung


"Setelah saya periksa,akan saya jelaskan"


"Aku yang sakit,kenapa istriku yang diperiksa?apa dokter ini rabun?" umpat Keenan dalam hati.


Alena hanya menurut,ia menaiki tempat yang sudah di sediakan.Dokter memeriksanya, setelah itu tersenyum manis.


Alena turun,ia duduk di depan meja dokter Amalia bersama Keenan.


"Mual muntah yang dialami bapak Keenan ini dinamakan sindrom couvade atau kehamilan simpatik.Dimana istri sedang mengandung tetapi suami yang merasakan mual muntah ngidam dan sebagainya"penjelasan dokter Amalia membuat Alena dan Keenan saling pandang


"Mak-maksud dokter istri saya hamil?"tanya Keenan memastikan


"Iya pak,Usia kandungannya sudah dua Minggu"


"Dokter nggak becanda kan?"tanya Alena lagi


"Tidak Bu,anda memang hamil"


"Alhamdulillah, akhirnya" Keenan memeluk Alena dengan erat


"Kak aku hamil,aku hamil"Alena menangis haru


"Terimakasih sayang, terimakasih" Keenan mengecupi wajah istrinya


"Dokter, terimakasih banyak"kata Keenan


"Sama-sama pak,saya turut senang.Selamat ya"Dokter Amalia tersenyum melihat mereka bahagia.


"Baiklah dokter kami permisi" Keenan dan Alena meninggalkan ruangan dokter Amalia.Saat di loby,mereka bertemu dengan dokter Vivi.


"Bagaimana pak,Bu? positif?" tanya dokter Vivi


"Positif dok, terimakasih ya" Keenan menjawabnya dengan senang


"Sama-sama pak" dokter Vivi tersenyum


Keenan yang tadinya layu kini jadi segar bugar mendengar kabar bahagia ini.Dengan bahagia ia menyetir mobilnya menuju rumah dengan kecepatan rendah,ia takut istrinya terluka.


Yey,spesial Ken junior yaaaa


Kalo memang sudah waktunya bakalan othor kasih hamil kok.Ini adalah buah dari kesabaran mereka.


Semoga readers pejuang dua garis juga segera positif ya biar hamilnya barengan sama Alena.Ttep semangat sayang-sayangku di luar sana..


Salam dari othor yang banyak kurangnya ini hihi...

__ADS_1


Love you pull ❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2