Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Positif


__ADS_3

Waktu terus berjalan,kini usia kandungan Alena sudah masuk bulan ke delapan.Keenan semakin posesif terhadap istrinya,bahkan sekarang Alena kuliah dari rumah karena Keenan tak mengijinkan Alena pergi tanpa dirinya.


Pertunangan Vebrina dan Bimo juga akan segera di laksanakan setelah Bimo lolos ujian dari sang calon mertua.Bimo sudah berubah,kini ia semakin bucin dengan Vebrina.


Perut Alena yang sudah buncit membuatnya susah bergerak, membuatnya lelah sendiri.Viana yang mengetahui cucunya kembar juga senang sekali.Bahkan setiap hari ia pergi kerumah Keenan untuk merawat Alena sebentar lalu berganti kerumah Risa.


Baby Gea yang sudah berusia 9 bulan sangat lucu sekali.Sudah bisa di ajak bercanda dan bermain bersama.Risa gemas sendiri dengan putrinya,bayi berusia 9 bulan itu memang tak henti-hentinya tersenyum dan bergerak sangat aktif.Baby Gea juga kadang sudah bisa berdiri tapi belum bisa melangkah.


Pagi ini Risa tampak pucat,tak seperti biasanya yang selalu ceria bersama putri kecilnya.Entah mengapa hari ini kepalanya sangat pusing dan sedikit mual.


Baby Gea juga sedikit rewel pagi ini,membuat Risa jadi semakin lemas.Akhirnya ia menelepon Rey dan memintanya untuk pulang.


"Iya sayang"Kata Rey di balik telepon


"Bang,bisa pulang tidak?aku pusing sekali.Gea juga rewel pagi ini" ujar Risa lemas,padahal saat suaminya berangkat ke kantor tadi ia masih baik-baik saja.


"Kamu sakit?oke Abang pulang sekarang ya" Rey berdiri dan menutup laptopnya.


Rey berjalan di loby dan bertemu sekertarisnya.Ia berpamitan agar Zanan tidak mencarinya.


"Nan saya pulang dulu, istri saya sakit" kata Rey


"Baik pak,semoga Bu Risa cepat sehat" kata Zanan


"Terimakasih" Rey berlalu meninggalkan Zanan


Hanya membutuhkan setengah jam, Rey sudah di rumah.Ia menghampiri istrinya yang duduk di pinggir ranjang sambil menenangkan Gea yang merengek sejak tadi.


"Sayang"panggil Rey


"Bang" Risa menoleh


"Sini biar Abang yang gendong Gea,kamu masih pusing?" tanya Rey


"Iya,huekkk"Risa berlari ke kamar mandi


"Mual?"batin Rey, pikirannya sudah menebak bahwa istrinya kini sedang hamil lagi.


"Sayang,kamu punya tespect?"tanya Rey dari luar kamar mandi


"Ada,di laci nakas" kata Risa, ia memang menyimpan tespect.

__ADS_1


Rey segera mengambilnya,dan memberikannya pada Risa.


"Ini coba dulu,Abang yakin kamu hamil lagi" kata Rey membuat Risa dag Dig Dug


Cukup lama Risa di dalam membuat Rey semakin penasaran.


"Papa,mamam" baby Gea berceloteh memanggil papanya


"Iya sayang,Gea mau makan?" tanya Rey di angguki kepala oleh baby Gea.


"Sayang,Gea minta makan.Abang kebawah dulu ya" kata Rey


"Iya bang"


Rey mengambilkan makanan MPASI Gea,dengan telaten Rey menyuapi putrinya.


"Gea yang pinter ya,jangan rewel kasihan mama"kata Rey kepada baby Gea


"Bang"Risa menghampiri suaminya,ia duduk di depan suaminya


"Bagaimana?" tanya Rey


"Positif" kata Risa tersenyum sambil menunjukkan beberapa tespect yang bergaris dua.


"Tapi Risa takut bang"


"Takut kenapa?"


"Gea kan masih kecil, takutnya dia merasa kurang kasih sayang dari aku nanti"kata Risa


"Sayang,jangan takut.Kita harus bisa menjadi orang tua yang baik,harus adil tentang apapun itu.Abang yakin Gea pasti senang kalau punya adik nanti" Rey meyakinkan Risa


"Iya bang,semoga Gea mengerti ya"


"Papa,mama" baby Gea berceloteh


"Iya sayang,Gea makan yang banyak ya" Risa tersenyum


"Sini sama mama,biar papa balik ke kantor lagi" kata Risa


"Udah terlanjur pulang,papa mau main sama Gea" kata Rey membuat baby Gea bertepuk tangan.

__ADS_1


"Kayak ngerti aja papa ngomong apa" Risa yang gemas menciumi pipi gembul baby Gea.


Sementara Alena kini sedang duduk di ruang tamu,memakan buah yang baru ia kupas.Sekarang dirumahnya sudah ada pembantu,jadi Alena tidak perlu membereskan rumah dengan perut yang buncit.


Keenan dan alena sepakat untuk tidak mengetahui jenis kelamin calon anaknya, biarlah menjadi kejutan nanti.


Alena meringis merasakan tendangan sang anak yang semakin kuat.


di kehamilan tua ini,tubuh Alena berubah drastis.Pinggul dan *********** semakin membesar membuat Keenan kalang kabut sendiri karena melihat penampilan istrinya.


Tapi Keenan menahan hasratnya,ia tak mau menyakiti kedua anaknya.Apalagi sekarang Alena juga gampang lelah jadi habis makan malam langsung tertidur.


Tak terasa siang sudah berganti sore yang indah.Alena berjalan ke balkon,menikmati senja yang baru tercipta.


Keenan yang baru pulang, langsung menghampiri istrinya.Memeluknya dari belakang,tapi tangannya tak muat memeluk perut Alena jadi mengalihkan keatasnya.


"Ih tangannya nakal banget" kata Alena yang melihat tangan Keenan tepat di ***********.


"Abisnya di perut nggak muat,kalau disini masih muat" Keenan bahkan merem** sedikit payudara istrinya.


"Kak"Alena sedikit meringis


"Apa sayang?Mau?"tanya Keenan


"Tapi pelan-pelan saja ya" Alena memainkan tangannya di dada suaminya


"Biasanya juga pelan" kata Keenan


"Pelan apanya,nggak pernah pelan juga" kata Alena


"Tapi kamu begitu menikmatinya" kata Keenan membuat Alena diam dan tersenyum-senyum.


"Ihh diem"Alena yang malu menutup mulut Keenan dengan tangannya.


"Sudah jangan bicara lagi,ayo cepat sore" keenan langsung menggendong Alena menuju kamar.


Senja yang indah itu menjadi saksi bagaimana kedua insan ini saling menyalurkan hasrat yang menggebu.


Hayooo tebak,mereka berapa ronde?🤣🤣


Author kabur aja deh,,masih volos soalnya🤭

__ADS_1


Happy reading yaw gays,,love you pull ❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2