
Sudah satu Minggu ini Raka di buat lelah oleh pekerjaan,ia bahkan pergi pagi-pagi sekali dan pulang saat tengah malam.Viana kasihan melihat suaminya yang bekerja tak kenal waktu.
Sebelum di tinggal Agim, perusahaannya memang mengalami sedikit masalah.Membuatnya harus menyelesaikannya sendiri karena Agim sedang bulan madu.
Seperti saat ini,jam sudah menunjukkan pukul 1 malam.Raka baru saja pulang dari kantor,Viana menyiapkan makan malam dan baju untuk suaminya.
"Mas mandi dulu,,Viana panaskan makan malamnya"
"Iya sayang" Raka masuk ke dalam kamar mandi
Setelah selesai mandi,,Raka makan malam di temani istrinya.Setelah makan Raka langsung merebahkan tubuhnya,lelah? mungkin lebih dari kata lelah.
"Mas langsung tidur ya" Viana memeluk tubuh suaminya
"Iya sayang" Raka memejamkan matanya
Mereka terlelap dalam dinginnya malam,saling memeluk untuk menghangatkan tubuh mereka berdua..
Begitu juga dengan baby Ken yang sudah terlelap lebih awal.Baby mungil itu seakan tahu kalau mommynya sedang mengurus daddynya jadi ia tidak rewel.
Pukul 4 dini hari,Viana terbangun karena merasakan tubuh Raka sangat panas.Laki-laki itu menggigil, wajahnya pucat tubuhnya sangat panas.
Viana langsung terbangun,ia panik karena suaminya demam tinggi.
"Mass,,kamu demam" Viana mengelus rambut Raka
"Bentar ya mas" Viana berjalan menuju dapur untuk mengambil air kompresan.
"Mass,,kamu pasti kecapekan ya" kata Viana sambil mengompres Raka
"Nanti kita ke rumah sakit ya mas"
Raka hanya diam saja, matanya masih terpejam tapi bibirnya bergerak karena menggigil.
Setelah 1 jam di kompres,rak terbangun.Pandangannya kabur, kepalanya terasa sangat pusing.
"Mas kamu udah bangun?" Viana yang keluar dari kamar mandi langsung naik ke ranjang dan memegang kening suaminya
"Kepala mas pusing" lirih Raka
"Kita ke rumah sakit ya mas"
Raka menggeleng,ia paling tak suka jika harus meminum obat. Obat sudah seperti musuh bebuyutannya.
"Nggak usah sayang,,mas nggak papa"
"Nggak papa gimana? mas sakit loh"
"Nanti juga sembuh kok"
"Pokoknya harus kerumah sakit"
"Sayang,,mas nggak suka minum obat"
Viana menghela nafas,ya sudahlah ia akan mengalah. Ia tak mau memaksa suaminya
"Ya udah,,mas tidur lagi aja ya Viana ke dapur dulu,bikin bubur"
"Iya sayang,, Ken belum bangun?"
"Belum mas,dia pinter banget, semalaman nggak bangun"
__ADS_1
Viana menuju dapur untuk membuat bubur,Nina yang melihatnya langsung mengikuti majikannya
"Nyonya sedang apa?" tanya Nina saat melihat Viana sibuk dengan alat-alat masak
"Ini buat bubur,,mas Raka sakit"
"Owh,,biar saya bantu nyonya"
"Nggak usah,,kamu bersih-bersih dulu saja"
"Baik nyonya"
Viana sudah selesai membuat bubur,ia kembali ke kamar.Ternyata Raka sedang bersandar di kepala ranjang,sambil mengecek pekerjaannya.
Viana menghela nafas,ia kasihan melihat suaminya.Di tengah-tengah sakit begini, suaminya masih memikirkan pekerjaan.
"Mas" panggil Viana
"Emm" Raka masih sibuk dengan ponselnya
"Kerjanya nanti aja kalau udah sembuh,, sekarang makan dulu ya"
"Suapin ya"
"Iya,,ayo buka mulutnya" Viana menyuapi suaminya dengan telaten
"Ini susunya" tanpa Raka ketahui,Viana sudah memberikan obat penurun panas dalam susu tersebut.
"Terimakasih sayang" Raka mengelus rambut istrinya
"Terimakasih untuk apa ini?"tanya Viana tersenyum
"Udah kewajiban Viana sebagai istri buat ngurusin mas,,Viana mau jadi istri yang baik" Viana memeluk suaminya
Saat di tengah-tengah berpelukan,baby Ken terbangun.Ia merengek seakan mencari mommynya.
"Eh,,anak kita bangun mas" Viana tersenyum sambil turun untuk mengambil anaknya
"Keenan ganggu Daddy aja sih" Raka tersenyum.Membuat Keenan juga tersenyum
"Hahaha" mereka tertawa bersama
Walaupun sakit,Raka harus semangat ia tak mau terlalu menyusahkan istrinya.
Di Bali..
Berbeda dengan Viana dan Raka,kini tari dan Agim yang sedang jalan-jalan di pulau Dewata.Mereka tampak bahagia menikmati waktu bulan madu yang manis itu.
Ini adalah hari terakhir mereka di Bali, karena besok mereka sudah akan pulang.Agim yang harus kembali bekerja dan juga tari akan di rumah menemani mertuanya.
"Besok kita berangkat jam berapa mas?" tanya tari saat sudah di kamar hotel
"Jam 10 pagi sayang"
"Oh" tari hanya ber-oh ria
"Nanti malam di genjot,,biar pulang-pulang bawa sesuatu disini" Agim mengelus perut istrinya
"Semoga saja ya mas" Tari sebenarnya belum siap jika di berikan momongan, tapi mengingat mertuanya yang sangat menginginkan cucu membuat tari semangat,ia tak mau sampai mengecewakan mertuanya.
Agim memeluk tari,ia bersyukur bisa memiliki wanita yang sangat sabar seperti tari.Sungguh di luar dugaan bahwa mereka kini sudah menikah.
__ADS_1
"Ih tangannya jangan kemana-mana" tari mencubit tangan Agim yang sudah masuk ke dalam baju yang ia kenakan
"Emm,,empuk" kata Agim membuat tari merona
"Ish" Tari hany diam saja,ia membiarkan suaminya berkelana di gunung kembarnya
"Emmhhh" Tari melenguh,Agim semakin meraba-raba ke daerah yang rawan bencana
"Ah" satu desa*an lolos dari mulut tari saat tangan Agim masuk celan dan mengelus bagian sensitifnya
Agim membawa istrinya ke ranjang, siang-siang yang panas di tambah kepanasan karena ***** membuat mereka seperti terbakar,namun nikmat.
Agim ******* bibir tari, semakin ke bawah semakin ke bawah membuat sang empu menggelinjang dengan manja.
Di sebuah mall..
Reza yang sedang mentraktir Jessi, pasrah dengan apapun yang di beli wanita itu.Bahkan kini Reza sudah seperti bodyguard Jessi karena ia di suruh membawakan semua paper bag yang isisnya baju dan sepatu.
Reza bersungut-sungut,bukan karena belanjaan Jessi yang banyak tapi karena ia yang di suruh membawakan barang-barang Jessi.
Jessi berjalan tanpa bersalah dengan melenggak-lenggokkan tubuhnya yang mungil itu. Tak merasa kasihan pada reza yang sedang kewalahan membawa sekitar 12 paper bag.
"Heh,,bantuin Napa" teriak Reza yang tertinggal jauh dari Jessi
"Lo jalan lelet banget sih,,udah buruan ayo" Jessi justru yang marah
"Heh kuntilanak,,gue tuh kewalahan bawain belanjaan Lo sebanyak ini.Lo kira gue bodyguard Lo apa?" Reza sewot
"Oohh jadi maksud Lo,,Lo nggak ikhlas belanjain gue?"
"Bukan gitu,,tapi gue capekkk bawa belanjaan Lo"
"Ya kan Lo bisa taroh di mobil,,udah ah ayo jalan lagi.gue laper banget" kata Jessi berbalik dan melanjutkan tujuannya
"Awas Lo ya,,gue bales mampus Lo" Reza ngedumel
"Kalo ngedumel sini di depan gue" sindir Jessi yang sedikit mendengar dumelan Reza
Kini mereka sedang duduk di kursi restoran,Jessi memesan begitu banyak makanan.Untuk siapa? ya tentu untuk dirinya sendiri lah.
"Lo nggak pesen?" tanya Jessi yang melihat Reza diam saja
"Kan ini udah pesen" kata Reza menunjuk makanan di meja tersebut
"Enak aja Lo,,ini semua makanan gue.Lo pesen sendiri lah" kata Jessi membuat Reza melongo
"Waiiitttt,,nggak salah denger gue? Lo habis emang segini banyak?"
"Habis lah"
"Astaga,,makan banyak tapi tetep kurus" kata Reza
"Biarin"
Reza menatap Jessi yang sedang memakan makanannya dengan begitu lahap.Reza jadi kenyang sendiri melihat Jessi makan,ia tak percaya bahwa makanan Jessy segitu banyaknya.
Doyan apa kelaperan? batin Reza
Happy reading,😍😍
Semoga selalu suka ya 🥳
__ADS_1