
Pukul 7 malam, keluarga Hatmoko datang di kediaman Raymond. Mereka membawa banyak barang untuk di berikan pada Alena.
Tapi Alena sendiri tak mau keluar dari kamar,ia takut,takut akan perjodohan ini.Ia mengurung dirinya di kamar,tak ada yang bisa membujuk gadis cantik itu.
Bahkan Natasya pun tak diizinkan untuk masuk.Alena benar-benar kecewa pada sang papa,karena sama sekali tak peduli pada dirinya.Alena duduk bersimpuh di lantai,matanya mulai membengkak karena terlalu lama menangis.
"Mungkin nak Alena butuh waktu untuk menerima perjodohan ini,,kalau begitu kami pamit dulu" kata Renaldy yang merupakan Daddy dari Candra Hatmoko (orang yang di jodohkan dengan Alena)
"Baiklah tuan Renal,,saya minta maaf jika membuat anda tak nyaman" kata Raymond
"Tidak apa-apa,,baiklah kami permisi" semua keluarga Hatmoko pergi meninggalkan rumah Raymond
Saat semua sudah pergi,Natasya juga langsung meninggalkan Raymond sendirian di ruang tamu.Natasya ingin menangis,namun ia tahan sejak tadi karena tak mau membuat malu.
Raymond menyusul istrinya ke kamar,ia sebenarnya juga sedih.Natasya merebahkan tubuhnya dengan posisi membelakangi Raymond,ia menangis dalam diam.
Raymond duduk di tepi ranjang,ia menghela nafas panjang.Apa yang harus ia lakukan?jika mengembalikan uang keluarga Hatmoko itu sangat tidak memungkinkan karena ia kini tak punya apapun.Hanya perusahaan yang ia miliki, sedangkan hutangnya banyak.
"Maafkan aku" lirih Raymond
Natasya hanya diam,ia malah semakin menangis.Hati ibu itu sudah terlanjur kecewa,dan Raymond tau itu.
"Aku ta berniat mengorbankan anak kita,tapi apa dayaku?" kata Raymond dengan sendu
"Aku minta maaf" Raymond bahkan sampai menitikkan air matanya
"Maaf belum bisa jadi ayah yang baik untuk anak kita" Raymond terus berbicara,ia tahu bahwa istrinya belum tertidur
Lain halnya dengan Alena yang sedang menangis, Vebrina justru kini sedang bermain bersama Risa di rumah Risa.
Mereka sedang bermain PlayStation,kedua gadis itu terlihat sangat akrab sekali.Berhubung rumah mereka yang lumayan dekat, Vebrina jadi berani kalau main malam-malam.
"Temen kamu itu cantik juga ya veb" kata Risa di tengah-tengah bermain
"Temen yang mana kak?" tanya Vebrina karena temanya itu banyak, hanya saja Alena yang menjadi sahabatnya.
"Itu si Alena,,udah cantik terus baik lagi,kayak kamu" kata Risa
"Kakak bisa aja,tapi kasihan deh kak sama Alena" kata Vebrina
"Loh,kenapa?" tanya Risa
"Dia mau di jodohin sama orang yang nggak dia kenal,,papanya banyak hutang sama keluarga itu jadinya Alena yang jadi korban" kata Vebrina membuat Risa langsung kaget
"Ya ampun,, kasian banget.kok tega sih papanya kayak gitu"
"Iya kak,, beberapa hari ini dia jadi pemurung,sering nangis gitu" kata Vebrina
"Kasian ya,,"
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, akhirnya Vebrina memutuskan untuk pulang kerumahnya.
Risa yang juga sudah mengantuk langsung masuk ke kamarnya untuk istirahat.Tapi saat melihat ponselnya, ternyata Rey baru saja videocall tapi tak terjawab.
"Astaga,,keasikan main PS jadi lupa sama Bang Rey" kata Risa,lalu ia memanggil ulang calon suaminya itu.
"Assalamualaikum bang,,maaf tadi Risa lagi ada tamu" kata Risa sambil nyengir
"Iya sayang nggak papa,,kirain tadi kamu udah tidur" jawab Rey di sebrang sana
"Belom,,Abang masih di luar kota?" tanya Risa
__ADS_1
"Baru sampe rumah,,rencana besok aku mau kesana soalnya lama nggak ketemu sama kamu,Keenan,Daddy sama mommy" kata Rey, memang jika memanggil Raka dan Viana sudah daddy dan mommy karena Viana sendiri yang menyuruhnya.
"Iya,,Abang udah makan?" tanya Risa
Niatnya ingin istirahat tapi sang pujaan hati menelepon jadinya begadang sampai jam 11 baru tidur.
Pagi yang cerah menyapa dunia,sinar matahari yang sudah tinggi kini masuk ke celah-celah jendela.Keenan yang masih tertidur nyenyak kini menggeliat di bawah selimut.
Hari ini ia tak ada kelas jadi bisa bangun agak siangan,tapi sepertinya dunia tak memperbolehkan ia jadi pemalas.
Keenan duduk sambil menguap,di lihatnya jam masih menunjukkan pukul 7 pagi.Ia lantas turun dan masuk ke kamar mandi.
Sedangkan Viana dan Risa sedang menyiapkan sarapan di meja makan.Raka yang menunggu,kini sedang membaca koran sambil meminum kopi panas buatan Viana.
"Pagi semua" sapa Keenan yang tampak fresh setelah mandi
"Pagi sayang" jawab Viana
"Baru bangun,,ayo sarapan" kata Risa yang baru duduk di meja makan
"Iya kak,,agak males hari ini soalnya nggak ada kelas" kata Keenan
"Ikut Kakak aja kalo gitu,,ke butik" Risa tersenyum menggoda
"Ogah,, nanti Keenan ada meeting jam 9" jawab Keenan
Lalu mereka memulai sarapan dengan damai,tak ada yang bersuara hanya dentingan sendok yang menghiasi sarapan pagi ini.
Sampai akhirnya Risa membuka suara.
"Eh mom Risa kasian tau sama si Alena,itu temennya Vebrina" kata Risa membuat Keenan langsung menatap sang kakak
"Masa papanya yang punya hutang malah dia yang jadi korban" Risa bercerita setengah-setengah membuat semuanya penasaran
"Kakak kalau cerita jangan setengah-setengah dong" kata Raka yang semula diam kini ikut bicara
"Hehehe iya dad"
"Masa dia di jadiin alat pelunasan hutang papanya, dengan cara di jodohin sama anak keluarga yang di hutangin itu" jelas Risa membuat keenan keselek
"Uhuk-uhuk" melihat Keenan yang keselek,Viana langsung menyodorkan segelas air putih
"Minum dulu,,jangan buru-buru" kata Viana mengelus punggung Keenan
"Iya mom"
"Lanjutin kak" kata Raka
"Ya gitu deh dad,mungkin bakalan di nikahin secepatnya.Kasian ya,mana masih muda"kata Risa membuat Keenan panas
"Em Keenan udah kenyang" Keenan pergi meninggalkan meja makan,ia masuk ke dalam kamarnya.
"Kenapa anak itu?" tanya Raka yang melihat Keenan tampak tak senang
"Nggak tau dad" jawab Risa
Keenan duduk di pinggir ranjang, hatinya dag dig dug memikirkan apa yang di bilang kakaknya tadi.Bagaimana kalau Alena segera menikah? Gagal lagi dia kali ini.
Namun Keenan tak percaya begitu saja,dengan sedikit ragu ia menelepon Vebrina.Sepertinya hari ini dunia memang tak mendukung Keenan,karena saat ia menelepon Vebrina, nomornya tidak aktif.
"Siall" Keenan jadi emosi sendiri
__ADS_1
"Apa aku telepon langsung Alena?" tanya Keenan pada dirinya sendiri
"Coba aja deh"
Tut
Tut
Tut
"Halo" sapa Alena di balik telepon
"Hai" sapa Keenan kikuk
"Iya,,ada apa kak?" tanya Alena dengan suara serak
"Kamu lagi sakit? kok suaranya serak?" tanya Keenan
"Em enggak kok" jawab Alena
"Oh,,bisa ketemuan nggak?kamu ada kelas?" tanya Keenan
"Ada tapi nanti siang,,ketemu sekarang?" tanya Alena
"Iya,,kalo bisa sih"
"Bisa kok,,ketemu di mana?" tanya Alena
"Di taman dekat kampus ya" kata Keenan
"Iya"
"Ya udah,, bye" Keenan mengakhiri pembicaraan
Jantungnya dag dig dug tak karuan,ia bingung sendiri bagaimana nanti menanyakan hal tersebut.Tapi Keenan berusaha menutupi kegugupannya,ia langsung menyambar kunci mobil dan mengambil jaketnya.
saat menuruni tangga,Risa menghentikan Keenan yang sedang buru-buru.
"Eh eh mau kemana?" tanya Risa
"Ada apa kak?"tanya Keenan
"Kakak ikut ya,, numpang ke butik" kata Risa meringis
"Nggak bisa kak,, Keenan buru-buru daaaa" Keenan berlari keluar dari rumah.
"Itu anak aneh banget si mom?" kata Risa
"Nggak tau kak,, mungkin ada urusan penting"
Keenan menyalakan mesin mobilnya dan melaju membelas jalanan pagi.
Orang ganteng jangan sampai kalah gercep ya!! nanti jadi dingin lagi..
Happy reading gayysss 😘😘😘
Mari kita kawal Keenan dan Alena sampai ke KUA ðŸ¤ðŸ¤
Jangan lupa komen+like+vote ya..see you
__ADS_1