
Satu Minggu telah berlalu,kini Viana dan Raka sudah tak lagi marahan.Justru malah semakin menempel,Raka pun makin posesif pada istrinya.Mengingat kandungan istrinya yang sudah besar,Raka tak mengijinkan istrinya keluar tanpa dirinya.Masih terbayang penculikan waktu itu, menambah keposesifan Raka.
Seperti pagi ini,bumil dan suami akan pergi ke mall untuk membeli perlengkapan bayi.Raka sengaja mengajak belanja pada hari Minggu, karena agar dirinya bisa menemani sang istri.
"Udah siap?" tanya Raka pada bumil yang masih memoles wajah di depan meja riasnya
"Bentar lagi mas" jawab Viana sambil mengoleskan lipstik berwarna pink muda
"Astaga dari tadi bentar terus" batin Raka tak berani mengucapkan pada istrinya
"Kamu udah cantik sayang" puji Raka agar Viana menyudahi kegiatan make up nya yang super lama menurut Raka.
"Iya-iya" Viana yang mengerti maksud suaminya langsung meletakkan make up yang di pegangnya.Dengan dress hamil berwarna putih yang melekat pas di tubuhnya,bumil itu terlihat begitu cantik.Meraih tas hitam dan memakai flatshoes berwarna hitam juga.
"Kakak jadi ikut?" tanya Raka saat keluar dari kamarnya
"Iya,,tadi pas sarapan bilang katanya mau ikut" jawab Viana
Sampai di bawah,rumah mewah itu nampak sepi.Entah kemana para penghuninya,hanya menyisakan Raka dan Viana yang baru turun itu.
"Ini kenapa sepi banget ya?" tanya Viana melihat sekitar
"Iya,,kakak dimana" jawab Raka
Akhirnya mereka keluar dari rumah,ternyata Risa dan para pembantu sedang duduk di teras rumah sambil bermain.Viana tersenyum melihat keramahan Risa saat bersama para pembantu.Bahkan kadang Risa juga memberikan mainannya untuk anak pembantunya.
"Kakak,,jadi ikut mommy nggak?" tanya Viana saat di depan pintu
"Ikut mommyyyy" teriak gadis kecil itu
"Ya sudah ayo,,kalian jaga rumah ya" pesan Viana pada para pembantunya
"Baik nyonya" jawab mereka kompak
Lalu mereka berangkat ke mall, membelah jalanan yang tampak ramai karena weekend pasti banyak pemuda-pemudi yang sedang berkencan.Sedikit lama perjalanan kali ini,tapi tak membuat keluarga kecil itu kesal.Karena mereka bahagia karena akan membeli perlengkapan untuk calon anak mereka.
Setelah 45 menit perjalanan,mobil Raka sudah terparkir didepan mall besar di Jakarta.Mereka turun dan berjalan masuk ke dalam mall dengan senyum yang terus mengembang.
"Sayang jangan lari" kata Viana pada Risa yang sedikit berlari meninggalkan daddyyy dan mommynya yang berjalan biasa
"Sini daddyyy gendong" Raka menjulurkan tangannya
"Oke" jawab gadis cantik itu
Mereka berjalan tanpa arah, menyusuri mall yang luas itu.Akhirnya mereka menemukan toko yang menjual perlengkapan bayi lengkap dan mewah pastinya.
"Mas kita beli warna apa?" tanya bumil itu
"Iya mas juga bingung, nanti kita beli pink babynya cowok,, kita beli biru babynya cewek" kata Raka membuat Viana tersenyum
"Gimana kalau kita beli warna biru saja? biru di pakai cewek juga bisa loh" kata Viana
__ADS_1
"Oke,,kita pilih sekarang"
Viana berada di bagian baju bersama Risa,sedangkan Raka berada di bagian box bayi dan stroller.
"Mommy-mommy bajunya lucu" tunjuk Risa pada baju biru muda
"Wah iya sayang,lucu banget" Viana mengambil baju itu
"Oke kita beli ini juga" Viana mengambil beberapa baju berwarna putih dan biru.
"Udah sayang?" tanya Raka dari belakang
"Udah mas,kita belanja ini dulu aja.Nanti lagi" kata Viana tersenyum
"Ya udah kita bayar,,box sama stroller biar di antar kurirnya" kata Raka
"Iya mas"
Setelah membayar belanjaannya mereka beristirahat di cafe untuk makan siang.Saat menunggu pesanan,Viana melihat tari dan Agim yang baru datang.
"Mas itu Agim kan?" tanya Viana memastikan
"Mana?" Raka belum melihatnya
"Itu yang duduk di meja pojok"tunjuk viana
"Eh iya bener"
"Halo mbak" sapa tari
"Halo,,sini gabung sama kita" kata Viana membuat tari clingak-clinguk
"Di meja nomor 14" kata viana
"Oh yang itu,,oke kita kesana sekarang" Tari sudah melihat keberadaan Viana
"Mas kita kesana yukk,,gabung sama mbak viana" tunjuk tari memberitahu Agim.Agim hanya menurut
"Halo mbak,mas" sapa tari
"Hai" Viana berdiri dan memeluk tari
"Ketemu lagi bro" sapa Agim pada bosnya
"Kamu itu yang selalu muncul dimana-mana" kata Raka datar
"Ya udah kalian duduk sini,,gabung sama kita" Ajak Viana
"Iya mbak"
"Oh iya,,gimana persiapan pertunangan kalian?" tanya Viana sambil memakan makanannya
__ADS_1
"Udah lengkap Mbak tinggal sedikit lagi" jawab tari
Agim dan Tari memang akan melangsungkan pertunangan pada akhir bulan. Setelah kedua keluarga bertemu,dan akhirnya mereka memutuskan untuk menikahkan mereka.Hengki bahkan sangat bersemangat dalam persiapan pertunangan anaknya,mulai konsep hingga semua persiapan Hengki lah yang merencanakan.
"Alhamdulillah kalo gitu" Kata Viana
"Kamu udah mau nikah,,jangan suka keluyuran nggak jelas kayak bujang lagi" nasihat Raka bijak
"Baik bos" jawab agim cengengesan
"Jangan hanya baik-baik saja kamu,,tari nanti kalau dia masih bertingkah seenaknya saja kau beri tahu Mbak mu,, nanti biar ku kasih pelajaran" pesan Raka
"Seperti kamu nggak pernah saja mas" sindir Viana
"Mana ada" elak Raka
"Kamu tuh,,masa janjian mau ke dokter malah makan sama wanita lain" Viana membongkar kelakuan suaminya
"Wah pelanggaran itu,,harus di kasih pelajaran" Agim memanas-manasi viana
"Kau jangan menghasut istriku" Raka menyenggol lengan Agim
"Kau kan juga tahu kalau waktu itu aku kepepet,,kalau kamu ada ya aku mendingan nemenin istriku lah" kata Raka pada Agim
"Tapi itu udah keterlaluan,,kalau aku jadi kamu,udah aku kasih hukuman satu bulan" Agim masih saja mengompori Viana
"Iya baru juga aku tinggal tidur sama Risa eh malemnya udah nempel lagi,,pake segala ngerayu lagi" kata Viana
"Hahahaha" Viana,Tari,Agim tertawa terbahak-bahak
"Terus aja ketawa,,terusssss" Raka dalam mode kesal
"Sabal ya daddyyy" Risa hanya mengelus lengan daddynya.meskipun ia tak paham tapi entah mengapa gadis kecil itu bisa bilang begitu
"Huahahaha" Agim semakin terbahak-bahak dengan tingkah Risa yang mengelus lengan Daddynya
Dengan kesal,Raka mengambil segenggam kentang goreng lalu memasukkannya ke dalam mulut Agim.Ia kesal karena Agim terus menertawainya, padahal kejadian itu juga karena Agim yang malah keluar dengan tari.
"Udah-udah ayo di makan lagi,,kalau bahas kekonyolan mas Raka terus nanti nggak ada habisnya" Viana masih saja menjadikan suaminya sebagai bahan Bullyan
"Sayang" rengek Raka
"Makan mas" kata Viana
"Iya tapi jangan mas yang di jadiin bahan cerita kalian" rengek Raka sambil cemberut
"Iya sayang" Viana mengelus wajah berjambang tipis itu
Mereka makan siang dengan penuh canda dan tawa.Dengan Raka yang di buat sebagai bahan canda tawa tentang kekonyolannya.Tak ada rasa canggung di antara mereka,bahkan sudah seperti keluarga sendiri.
Happy reading 🤗
Selamat hari kemerdekaan republik Indonesia 🇮🇩
__ADS_1
Sehat selalu untuk para readers saya💜