Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Kepergok


__ADS_3

Malam yang dingin menusuk sampai ke tulang, membuat pasangan suami-istri semakin mengeratkan pelukannya.Tapi berbeda dengan pasangan suami-istri yang satu ini,Raka dan Viana.


Mereka justru merasakan hawa panas di dalam ruang kerja,n*fsu yang sudah menggebu membuat mereka terbakar gair*h.Saling menikmati tubuh satu sama lain,menyesap,meremas,dan menuntut yang lebih dalam lagi.


Raka mendudukkan Viana di atas meja kerjanya,bibirnya terus mel*mat bibir istrinya.Tangannya sibuk meremas gunung kembar,satunya meremas bok*ng Viana.


Viana yang berniat mengantarkan kopi hangat untuk Raka di ruang kerjanya kini malah terjebak gair*h suaminya.Untung saja baby Ken sudah tertidur,jadi ia bisa menjalankan kewajibannya.Dan juga para pembantunya kini sedang berada di bawah,mereka sedang mengobrol di dekat dapur.


Ciuman Raka turun pada leher putih istrinya, meninggalkan beberapa bekak kepemilikan disana.Semakin turun,kini wajah Raka sudah sampai di gunung kembar istrinya.


Kancing piyamanya sudah terlepas,membuat Raka semakin menenggelamkan wajahnya di tengah gunung kembar itu.Viana menggigit bibir bawahnya,Raka semakin menjadi.


Di buangnya piyama berwarna merah maroon itu ke sembarang arah,tangan Raka melepas pengait bra yang di pakai istrinya.Raka meremas kedua gunung itu dengan pelan,semakin besar saja, batinnya.


"Emm" Viana melenguh menahan suara emasnya


Raka melahap gunung itu, tangannya sudah berada di inti Viana.Memasuki CD yang menutupi surga para lelaki itu.Mengelusnya dengan lembut membuat Viana semakin tak karuan.


"Ah"akhirnya suara emas Viana keluar


"Sayang" Raka menatap istrinya,seakan meminta ijin untuk melakukan yang lebih intim.Viana hanya mengangguk,dirinya kini juga sudah tak kuat menahan.


Raka membawa istrinya ke sofa, membaringkannya dan ******* bibir Viana kembali.Tanganya masih mengelus bagian inti membuat desah*n terus lolos dari mulut Viana.


Raka melakukan penyatuan,Viana di buat loyo dengan sekali masuk. Sungguh ia pasrah dengan suaminya,Raka benar-benar membuat orang tidak berdaya.


Baby Ken sedang merengek,membuat Susi yang baru saja keluar dari kamar Risa mendengarnya. Namun ia tetap berjalan ke arah tangga karena baby Ken di urus oleh majikannya sendiri


Tapi baby Ken tak kunjung diam, biasanya jika merengek begitu Viana langsung memberinya asi.Tapi ini kenapa belum diam? dengan penasaran Susi mengintip di balik pintu yang tak tertutup rapat.


Matanya mencari sosok Viana,namun tak ada disana.Perlahan ia masuk,ia ingin melihat baby Ken yang terus merengek.Berniat mencari Viana di kamar mandi,namun kamar mandi itu kosong.


Susi melihat baby Ken di boxnya,ternyata bayi mungil itu sedang buang air besar.Susi mengganti popoknya karena tak mau tuan muda kecilnya merengek terus.


Tapi baby Ken masih saja merengek,,membuat Susi bingung sendiri.Ia keluar dari kamar itu dan berlari menuju dapur.


"Kamu kenapa lari-lari?" tanya Nina


"Kalian lihat nyonya nggak? soalnya di kamarnya nggak ada terus tuan muda kecil sedang menangis" jelas Susi


"Tadi sih buat kopi disini,,mungkin di ruang kerja tuan" kata marsila


"Ya udah aku panggil dulu" Susi kembali ke atas


Susi berlari ke atas, langkahnya tertuju pada ruang kerja Raka yang berada di paling pojok.Saat akan mengetuk pintu, sayup-sayup Susi mendengar suara desah*n kenikmatan dari dalam sana.


Susi mengintip dari sedikit celah pintu yang tak di kunci, matanya melotot melihat Viana dan Raka sedang bermain kuda-kudaan.Bahkan ia tak percaya bahwa Viana yang memimpin permainan,sejak kapan majikannya se agresif itu??

__ADS_1


"Ah" suara Viana memenuhi ruangan itu


Susi menutup kupingnya,ia mengusap wajahnya kasar.Susi kembali ke kamar utama untuk melihat baby Ken.Ternyata baby itu masih merengek,mungkin haus.


Susi membuat susu formula untuk baby Ken,ia sebenarnya tidak tega melihat baby Ken minum susu formula tapi mommynya juga sedang malaksanakan ibadah.


Viana biasanya menggunakan susu formula saat ASI-nya tak mau keluar.


Setelah habis satu botol,baby Ken tertidur pulas.Susi keluar dari kamar tersebut dengan hati yang dag dig dug.Bagaimana tidak begitu,,ia memergoki majikannya yang sedang melakukan hubungan suami-istri dengan mata kepalanya sendiri.


Susi terus menggelengkan kepalanya membuat Nina dan marsila yang melihatnya jadi bingung.


"Kamu kenapa geleng-geleng terus?" tanya marsila


"Ha? nggak papa kok" Susi tak mau ember, bagaimanapun itu adalah privasi majikannya.


"Tuan muda sudah tidur lagi?"


"Sudah,,tadi habis minum susu langsung tidur"


Sementara di ruang kerja kini masih saja berlanjut,bahkan semakin panas.


Viana sudah berkali-kali mencapai puncaknya,tapi Raka belum mencapai satupun.


Kini Raka yang memimpin, karena Viana sudah benar-benar loyo.Bahkan kini ia sedang memejamkan matanya, Lelah? tentu saja,,


"Aaargh" Akhirnya setelah 1 setengah jam Raka mencapai puncaknya


Mereka tumbang di sofa,Raka menindih istrinya.Viana bahkan kini tertidur di sofa sana.Raka memakaikan baju Viana,tanpa bra dan CD karena ia akan membantu istrinya untuk mandi.


Membuka pintu dengan pelan,Raka membawa istrinya ke kamarnya.


Viana terbangun,ia merasakan sedang tebang di atas.Ternyata ia sedang dalam gendongan suaminya.


Raka menurunkan Viana di bath up untuk membersihkan tubuhnya.Mereka mandi bersama.Setelah membersihkan diri, mereka langsung tidur.


Pagi yang cerah...


Semua pembantu di rumah utama Raka sedang menyiapkan makanan untuk sarapan pagi ini.


Waktu sudah menunjukkan pukul 7,semua anggota keluarga turun ke bawah untuk sarapan.Begitu juga dengan Viana yang menggendong baby Ken, sedang menuruni tangga.


Susi yang melihat majikannya turun,jadi teringat dengan kejadian tadi malam yang ia lihat.Viana yang biasanya lemah lembut ternyata bisa se agresif itu jika sedang bermain dengan suaminya.


Susi masih menatap majikannya, membuat Viana yang merasa terus di lihat menjadi heran.


"Susi?" panggil Viana

__ADS_1


"Susi"


"Ah iya nyonya" Susi tersadar dari lamunannya


"Kamu kenapa lihatin saya sampe begitu?" tanya Viana membuat Susi bingung mau menjawab apa


"Ah tidak papa nyonya,saya minta maaf jika sudah membuat anda tak nyaman" Susi malah meminta maaf


"Oh iya,,di nakas ada botol bekas susu itu kamu yang buat untuk Ken?" tanya Viana karena biasanya Susi juga mengurus baby Ken saat Viana sedang sibuk,, sibuk mengurus bayi besar maksudnya.


"Iya nyonya,, semalam tuan muda merengek jadi saya buatkan susu"


"Kenapa nggak panggil saya aja" tanya Viana yang lupa bahwa semalam mereka sedang apa.


"Saya mau panggil tapi....saya nggak berani ketuk pintu" aduhhhh Susi jadi Malu sendiri


"Pintu?" tanya Viana.Gawat jangan-jangan pintu ruang kerja,ah malu sekali rasanya jika mereka benar-benar kepergok pembantu sendiri.


"Iya nyonya,pintu ruang..."


"Uhuk-uhuk" Raka terbatuk mendengar penjelasan Susi, berarti semalam Susi mendengarnya?atau bahkan melihatnya?ya Tuhan malu sekali


"Saya permisi tuan nyonya" Susi meninggalkan meja makan, rasanya ia jadi Canggung sendiri ketika melihat kedua majikannya malu.


Viana merona,ia mengalihkan pandangannya.Rasanya ia ingin tenggelam saja,ya tuhan.Viana menatap tajam suaminya, ini semua karena Raka yang tak sabar melakukannya di kamar.


"Mas sih" Viana jadi kesal sendiri


"Mas kan juga nggak tahu kalau Susi mau ke sana"


"Jadinya kita sendiri kan yang malu,,aaaaa mas Raka" Viana cemberut


"Ya sudahlah nggak papa,kita kan udah suami istri jadi ya wajar aja"


"Tapi Viana malu lah mas,, kepergok sama pembantu sendiri.Apalagi Viana tadi malem kan agresif banget" kata-kata Viana berhasil terdengar oleh dua orang yang sedang berada di dapur.


Nina dan marsila tersenyum geli mendengar percakapan majikannya, sangat jujur sekal,batin mereka.


Kalau sudah begini siapa yang salah?


Tapi nikmat bukan?? Malu bercampur nikmat,jadinya apa?


Ahhh saya tidak tahuuu🤣🤣🤣


Happy reading 😍


Sorry baru up...

__ADS_1


Semoga selalu suka ya 🥳


__ADS_2