
Tari berjalan menuju kamarnya dengan sedikit berlari,ia kecewa pada Agim yang tak menepati janjinya.Ya,janji mengajak tari keliling kota sore ini. Agim sudah berjanji sore ini akan pulang lebih awal tapi nyatanya suaminya tak kunjung pulang.
Pasalnya kini Agim masih kantor,di depannya masih ada berkas yang menumpuk membuatnya lupa dengan janjinya. Pukul 6 sore kini,Agim baru pulang.
Berjalan dengan santainya memasuki rumah dengan bersiul-siul seperti orang tak punya dosa.Sania yang melihat putranya baru pulang langsung memanggilnya.
"Gim"
Agim berhenti dan menoleh ke arah mamanya.
"Iya ma?"
"Coba kesini"
"Kenapa ma?" tanya Agim
"Kamu liat ini jam berapa?"
"Ya liat lah ma,ini kan jam en...am" Agim ternganga,ia baru ingat janjinya pada sang istri
"Waduh,,gawat Agim lupa" Agim menepuk keningnya
"Udah dari tadi tari nungguin kamu tapi kamu nggak pulang-pulang, akhirnya dia masuk ke kamar" jelas Sania
"Ya udah Agim ke kamar dulu ya ma"
"Iya sana susul istri kamu" Sania berlalu ke dapur
Agim berlari menaiki tangga, hatinya dah dig dug karena pasti istrinya akan ngambek.
Agim membuka pintunya kamarnya, mengintip di balik pintu untuk melihat istrinya.Tak ada orang disana,tapi terdengar suara gemericik air di kamar mandi.
Saat agim menutup pintu, tiba-tiba tari keluar dari kamar mandi.mereka saling tatap, membuat Agim jadi malu sendiri.
"Eh sayang,kok baru mandi sih?" tanya Agim mengalihkan pembicaraan
Tari tak menjawab, justru ia malah dengan santainya berjalan keluar kamar.Agim menepuk keningnya, istrinya sudah dalam mode ngambek.
Agim menyusul istrinya ke luar, ternyata istrinya ke dapur untuk membantu mamanya.Agim duduk di meja makan, sambil memperhatikan kegiatan kedua wanita yang sangat di cintainya itu.
"Loh kok kesini? bukannya istirahat aja" tanya Sania pada menantunya
"Males ma,,ada tukang bohong" jawab Tari menyindir Agim
"Bukan gitu sayang,,mas lupa" Agim membela diri
"Yayaya pekerjaan lebih penting ya ma" kata tari pada mama mertuanya
"Kalian ini" Sania geleng-geleng kepala
"Kamu juga sih gim,, kenapa lupa segala sih?kerja itu yang santai aja jangan serius banget.Kan jadinya lupa sama janji" kata Sania
"Iya ma,, Mama tau sendiri kan Agim belum punya sekertaris jadi ya masih kerjain ini itu sendiri"
"Alesan" kata tari sambil meninggalkan dapur
"Tuh kan kamu sih" Sania menyalahkan Agim
"Terus agim harus gimana ma?"
"Ya kejar dong,,ajakin kencan kek nanti" saran Sania
__ADS_1
"Iya ma" Agim menyusul istrinya lagi
Sampai di dalam kamar,mereka masih saling diam.Tari bersandar di ranjang sambil bermain ponselnya.Agim ikut naik ke ranjang tapi ia malah salah tingkah sendiri.
Tari tak bergeming,hati bumil itu masih kecewa pada suaminya yang tak bisa menepati janji.Sudah moodnya kurang baik,di tambah janji palsu suaminya membuat tari jadi uring-uringan.
"Sayang" Agim memanggil istrinya
"Mas minta maaf,mas beneran lupa"
"Kita jalan-jalan sekarang aja yuk" ajak Agim
"Males" jawab Tari yang masih fokus pada ponselnya
"Yah kok gitu sih,,kita beli sate kesukaan kamu yuk" bujuk Agim
"Udah kenyang"
"Sayang,, bantu papa bujukin mama kamu" Agim mengelus perut istrinya
"Ayolah sayang"
"Enggak ya enggak ih" tari jadi kesal sendiri
Saat tari akan berdiri,Agim langsung memeluknya dari belakang.Tari berusaha melepaskan pelukan Agim tapi ia mengalah karena nanti ia sendiri yang akan jatuh.
"Maafin mas ya" Agim mengelus perut tari yang sudah sedikit terlihat.
"Lepasin,tari mau ambil minum"
"Nggak akan mas lepasin sebelum kamu maafin mas"
"Iya apa sayang?"
"Iya tari maafin"
"Beneran?" tanya Agim
"Hmmmm"
"Terimakasih sayang,,mas cintaaaaaaaaaa banget sama kamu"
Cup
Cup
Cup
Agim mengecupi wajah istrinya dengan gemas, ternyata saat istrinya ngambek masih cantik juga ya.Tari yang merasa risih langsung menutup bibir Agim dengan tangannya.
Sementara Reza dan Jessi kini sedang menonton bioskop.Rencananya akan memesan cincin malah ke bisokop dulu.
Lampu sudah di matikan,Jessi memegang tangan Reza dengan erat karena ia pasti begitu saat menonton.Suasana begitu romantis,cocok dengan film yang mereka pilih.
Saat adegan ci*man,Reza menatap Jessi.Matanya fokus pada bibir pink yang menggoda itu.Perlahan Reza mendekat membuat Jessi terkejut.
Jessi paham dengan apa yang akan Reza lakukan,ia menutup matanya.Reza yang mendapat ijin dari sang pemilik bibir langsung menempelkan bibirnya di bibir Jessi
Manis..itulah yang di batin Reza saat ia mulai ******* bibir pink Jessi.Mereka terbawa suasana, sampai tak sadar bahwa lampunya sudah menyala, menandakan bahwa film telah selesai.
Sebagian pasang mata tertuju pada mereka,Jessi yang membuka matanya langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Reza.
__ADS_1
Melihat Jessi yang terkejut,Reza langsung melihat di sekitarnya.Ternyata banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka.
Merasa tak nyaman akhirnya Reza mengajak Jessi untuk keluar dari bioskop.Mereka sedikit berlari karena merasa malu dengan apa yang barusan terjadi.
"Astaga"kata Jessi sambil mengusap wajahnya
"Maafin aku ya sayang" Reza mengelus pipi Jessi
"Lain kali liat kondisi lah" Jessi masih malu
"Abisnya bibir kamu bikin nagih" gombal Reza
"Ih modus" Jessi berjalan meninggalkan Reza yang masih diam di depan bioskop
Di rumah Raka ...
Viana dan Raka kini sedang makan malam bersama dengan keluarga besar mereka.Bagas yang baru pulang untuk menjenguk keluarganya yang ada di Jakarta,kini sedang makan malam bersama dengan besannya juga.
"Bulan depan Risa sudah mulai masuk sekolah ya?" tanya Mega
"Iya ma,,gadis kecil ini sekarang mau sekolah" Viana menoel dagu putrinya
"Wahh asikk dong punya temen baru"
"Iya Oma,,nanti kalau Risa punya banyak temen bakalan Risa ajakin main kesini biar lihat adik Ken"
"Iya sayang,,nanti kamu harus baik sama temen-temen kamu ya" pesan Mega ..
"Siap Oma" gadis kecil itu mengacungkan jempolnya
"Kalian nggak ada rencana untuk punya anak lagi?" tanya Bagas membuat Viana tersedak
Uhuk-uhuk..
Uhuk...
"Minum sayang" Raka memberikan segelas air putih untuk istrinya
"Pa,Keenan kan masih kecil jadi ya jangan bahas anak dulu" kata Raka
"Tapi kan baru satu,papa pingin punya cucu perempuan satu lagi" kata Bagas
"Iya kan ton?" Bagas menyenggol lengan Anton
"Iya,,biar Risa ada temennya" Anton meringis
"Udah ah kalian ini,, terserah mereka mau nambah anak kapan.Yang penting kita doakan saja semoga mereka segera di beri momongan lagi"Mega juga tak kalah heboh ternyata
"Astaga" Viana memijat keningnya
"Jangan di dengerin,, mereka pikir buatnya gampang apa" kata Raka tak kalah konyolnya
"Mass ih" Viana merona sendiri
Mereka melanjutkan makan malamnya, sesekali terdengar gurauan dari duo grandpa yang kocak itu.
Happy reading gayysss 😘😍
sorry baru bisa up yaaaa....
Semoga nggak bosan nunggu,,Miss you sekebon jeruk 🤣💕💕💕
__ADS_1