Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Paket misterius


__ADS_3

Mentari pagi bersinar terang,membuat Viana dan Risa tergopoh-gopoh untuk keluar rumah.Bumil itu akan berjemur pagi bersama putrinya.Menikmati indahnya mentari pagi yang muncul dengan perlahan.


Risa begitu antusias mengikuti mommynya yang duduk bersila sambil merenggangkan otot-ototnya.Viana yang melihat Risa sedang mengikutinya sengaja menggodanya.Viana mengelus perut buncitnya,membuat Risa melihat perutnya.


"Pelut Lisa kecil mommy"


"Hahaha,,kakak kenapa ngikutin mommy hem?" tanya Viana tersenyum


"Bial sehat kayak mommy"


"Iya sayang" Viana melanjutkan kegiatannya


"Daddy belum bangun ya mommy" tanya Risa


"Belum,,coba kakak bangunkan"


"Oke mommy" Risa berlari memasuki rumah untuk membangunkan Daddynya


Risa menaiki tangga,berlari menuju kamar sang daddy.Di bukanya kamar itu dan terlihat Raka masih terlelap di bawah selimut tebal.Hanya kakinya saja yang terlihat,membuat ide jahil Risa keluar


Risa mengambil brush mommynya yang ada di meja rias,ia berniat untuk menggelitik kaki Raka.Risa mulai menggelitik Daddynya,tapi Raka masih tak bereaksi.Risa mencobanya lagi.


"Emm sayang geli" kata Raka,ia mengira bahwa itu adalah istrinya


Setelah mengatakan itu,Raka tidur kembali.Risa tampak berfikir,ide gila muncul saat melihat bulu kaki Raka yang lebat.


Dan benar saja,Risa menarik beberapa bulu kaki Raka dengan kencang sehingga membuat Raka berteriak.


"Aaa"


"Ahahahahaha" Risa justru tertawa terbahak-bahak


Raka yang melihat putrinya tertawa langsung bangun dari ranjang.Ia mengangkat Risa dan menggelitiknya dengan gemas, membuat gadis kecil itu terkikik geli.


"Ampun Daddy" Risa masih tertawa


"Sudah berani jahilin Daddy ya sekarang" Raka menggelitik Risa lagi


"Hahahaha habisnya Daddy kayak kebo,,nggak mau bangun" kata Risa


"Ehh ngatain Daddy sekarang" Raka membawa putrinya berlari mengelilingi ranjang.


"Daddy ayo kita Tulun,,kasihan mommy nanti kepanasan"


"Memangnya mommy dimana?" tanya Raka


"Beljemul di depan"


"Ayo daddy" Risa menarik tangan Raka


"Iya-iya sayang"


Raka keluar rumah, terlihat istrinya sedang duduk sambil menikmati hangatnya mentari pagi.Ditambah dengan alunan musik yang menambah kenikmatan tersendiri bagi bumil itu.


Raka dan Risa ikut duduk di samping Viana,Bumil itu belum menyadari karena sedang menutup matanya agar tak silau.


"Hangatnya" kata Raka membuat Viana terkejut


"Ih ngagetin aja deh" Viana memukul pundak suaminya


"Hehe" Raka hanya meringis tanpa rasa bersalah


"Mommy kita foto yuk" ajak Risa


"Ayok,,kita foto bertiga ya" kata Viana


"Iya mommy"


Saat mereka akan berfoto,pak Tejo lewat untuk mengambil kunci di garasi.Raka memanggilnya dan menyuruh pak Tejo untuk memotret mereka.

__ADS_1


"Pak" panggil Raka


"Iya tuan?"


"Bapak bisa foto kan?" tanya Raka membuat pak Tejo bingung


"Kalau bisa,,saya mau minta tolong untuk fotokan kami bertiga" kata Raka menyodorkan ponsel Viana


"Bisa tuan" pak Tejo mengambil ponsel itu


"Yang bagus ya pak" kata Viana


"Baik nyonya"


"123..."


Cekrek...


Mereka tampak bergaya konyol,Raka yang memegang perutnya,Viana dan Risa ikut mengelusnya juga. Pak Tejo tersenyum melihat keharmonisan keluarga majikannya ini.


Berganti gaya,kini Viana duduk di tengah.Raka dan Risa menempelkan telinganya ke perut buncit Viana seakan mendengarkan bayi kecil itu berbicara.


Beberapa potret sudah di ambil pak Tejo,pagi ini ia menjadi fotografer dadakan tapi lumayan bagus.


"Wah bagus,,, terimakasih ya pak" kata Viana tersenyum


"Sama-sama nyonya,,saya permisi" pamit pak Tejo


"Lihat mommy,,wajah Daddy" Risa terkikik melihat wajah Raka yang konyol


"Hahaha wajahnya polos banget" Viana tertawa terbahak-bahak


"Tapi masih ganteng kan" Raka sangat percaya diri


"Enggak" jawab Viana dan Risa bersamaan membuat Raka cemberut


"Hahaha" mereka tertawa terbahak-bahak


"Oke mommy" Raka dan Risa bersamaan


"Ih kalian ini"



ini foto ketika mereka sudah di dalam rumah ya,,hehe


Lalu mereka memasuki rumah untuk membersihkan diri.Viana mandi bersama Raka.Tak ada kegiatan panas kali ini,karena sudah siang Raka harus segera ke kantor untuk meninjau proyeknya.


Setelah 30 menit,kini mereka semua sudah duduk manis di meja makan.Menikmati sarapan pagi bersama orang-orang terkasih.


Raka hanya memakan sepotong roti dengan selai kacang dan susu hangat.Ia memang sedikit buru-buru karena Agim sudah meneleponnya.


"Mas berangkat ya sayang" Raka mencium kening Viana


"Iya mas hati-hati ya" Viana menyalimi tangan suaminya


"Iya,,kakak Daddy berangkat ya" Raka mencium pipi Risa


"Oke Daddy,,nanti belikan es krim ya" pesan Risa


"Beres kak" Raka mengacungkan jempolnya


Raka keluar,menyisakan Viana dan Risa yang masih menikmati sarapannya.Setelah selesai sarapan,Viana membaca majalah tentang persalinan di sofa.Sedangkan Risa bermain dengan Susi di dekat mommynya.


Saat Viana ikut bermain sang putri,pak Tejo membawa sebuah kardus besar.


"Nyonya ada paket untuk anda" kata pak Tejo


"Paket? dari siapa pak?" tanya Viana melihat kardus besar itu

__ADS_1


"Tidak ada nama pengirimnya nyonya,,hanya ada tulisan untuk anda" kata pak Tejo


"Ya sudah letakkan di dekat meja situ,, terimakasih ya pak"


"Iya nyonya" pak Tejo keluar


"Siapa ya pengirimnya?" tanya Viana


"Mungkin sahabat nyonya,,atau ibu Mega" tebak Susi


"Mungkin sih" Viana berdiri ingin membuka paket tersebut


Paket besar dengan kardus yang menjadi bungkusnya.terlihat tulisan "Untuk Viana" di atasnya.Viana perlahan membuka kardus itu dan menjerit.


"Aaaaaa" teriak Viana saat melihat isi dari paket tersebut


Viana melempar kardus itu sembarang arah.Ia mendudukkan dirinya di sofa,jantungnya berdetak kencang,nafasnya memburu.Ternyata isi dari paket itu adalah sebuah boneka anak kecil dengan luka-luka di tubuhnya.Terdapat cairan berwarna merah di sekujur tubuhnya.Dan parahnya lagi ada pisau kecil di bagian dada boneka itu.Bahkan matanya copot satu dan berlumuran cairan merah,mungkin darah.


"Ada apa nyonya?" tanya Susi


"Itu..itu.." Viana tak mampu berkata-kata


Susi berjalan mendekati kardus itu,ia melihat isinya.Matanya melotot melihat apa isi di dalam paket tersebut.


Susi berlari ke depan,ia memanggil pak Tejo untuk membuang paket ini.


"Pak tolong ini di buang ya,, nyonya takut" kata Susi melihat Viana yang masih syok


"Iya sus" pak Tejo membawa kardus itu untuk di buang di tempat sampah


"Nyonya..nggak usah takut ya kardusnya sudah di buang" Susi menenangkan majikannya


"Saya takut sus" keringat Viana mulai bercucuran


"Tenang nyonya,,mungkin itu hanya orang iseng yang ngirim"


"Saya takut Susi,,tadi darah" Viana memeluk Susi


Melihat majikannya yang ketakutan,Susi menelepon Raka. Mungkin tuannya itu bisa menenangkan Viana yang masih ketakutan ini..


"Halo" sapa Raka di balik telepon


"Halo tuan,,saya ingin memberi tahu kepada anda bahwa tadi ada paket untuk nyonya tapi isinya semacam boneka hantu yang seram membuat nyonya ketakutan sampai sekarang" jelas Susi


"Apa? siapa pengirimnya?" tanya Raka sudah mulai ngegas


"Tidak ada namanya tuan,,hanya bertuliskan untuk nyonya"


"Ya sudah,,kamu tenangkan istri saya dulu.Saya akan pulang"


"Baik tuan"


"Nyonya,,tuan akan pulang"


Viana masih diam,,ia terlalu syok melihat boneka tadi. Tangannya bahkan gemetar seiring dengan keluarnya keringat di tubuhnya


Setelah beberapa saat,Raka sudah sampai rumah.Ia menghampiri Viana di sofa dan memeluknya.Risa dan Susi hanya diam,,mereka menjadi obat nyamuk di siang bolong.


"Mas..hiks" Viana menangis di pelukan suaminya


"Sayang udah nggak papa,,mas ada disini"


"Viana takut"


"Mas akan cari tahu pelakunya,,kamu tenang ya" Raka mengeratkan pelukannya.


Setelah Viana tenang,raka membawa istrinya ke kamar. Ia menemani Viana sampai tertidur.Raka berjalan ke ruang kerjanya,menelepon seseorang untuk menyelidiki kasus teror pada istrinya.


Happy reading 🤗

__ADS_1


Semoga selalu suka dgn karya saya😘😘


Sehat selalu kalian semua🤗


__ADS_2