
Satu bulan telah berlalu, pernikahan Risa dan Rey tinggal satu hari lagi.Kediaman Raka pun sudah di ubah menjadi tempat yang sangat indah.Di penuhi bunga dan juga lampu yang indah.
Viana sedang membantu WO yang sedang merangkai bunga di tempat pelaminan.Raka yang melihat istrinya tidak istirahat merasa kasihan,pada ia sudah menyuruh Viana untuk duduk dan melihat saja tapi Viana tidak mau.
Ini pernikahan putrinya,Viana ingin turun tangan sendiri untuk mengatur semuanya.Baginya ini menyenangkan, karena pastinya akan di lakukan satu kali seumur hidup.
"Sayang istirahatlah,,ada WO yang mengatur semuanya" kata Raka menghampiri istrinya
"Tidak papa mas, Viana nggak capek kok"
"Sudah-sudah ayo cepat istirahat, dari tadi nggak capek terus kamu itu" Raka mengajak istrinya ke kamar untuk istirahat,Viana hanya menurut saja.
"Dad" panggil Keenan saat berpapasan di tangga
"Mau kemana kamu,rapi banget" kata Raka melihat penampilan Keenan
"Mau kencan lah dad" jawab Keenan
"Owh kirain mau tidur"kata yang bercanda
"Masa udah ganteng gini mau tidur lagi,,"Kata Keenan yang menanggapi candaan daddynya
"Kencan terus tapi nggak ada kepastian" kata Raka yang geram dengan putranya
"Tinggal sebentar lagi, setelah itu kami akan menyusul kak Risa" kata Keenan sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Sudahlah mas,,Keenan sudah besar dia tau yang terbaik" kata Viana sambil mengelus dada suaminya
"Geli sayang,kamu goda mas yaaa" Raka tersenyum menggoda
"Enggak kok,,mas aja yang selalu tergoda sama Viana" Viana pergi terlebih dahulu dengan jalan berlenggak-lenggok membuat Raka gemas.
"Awas ya kamu sayang" Raka sedikit berlari untuk mengejar istrinya
Umur boleh tua,tapi romantisnya Viana dan Raka masih bisa menandingi anak-anaknya.Viana justru senang melihat suaminya yang semakin tua semakin bucin dengannya.
Risa yang berada di kamar kini sedang duduk di depan meja riasnya.Menatap lekat-lekat wajahnya sendiri,ini seperti mimpi.
Tak terasa besok ia akan menikah, memulai kehidupan baru bersama sang suami.Risa tersenyum geli,ia membayangkan bagaimana nanti jika malam pertama? pasti akan sedikit konyol.
"Gue udah mau nikah aja" katanya sembari tersenyum
"Perasaan baru kemarin masuk sekolah,eh udah gede aja sekarang" katanya lagi
"Mama,Risa besok akan menikah.Apakah mama bahagia?" tiba-tiba ia teringat dengan mamanya yang telah tiada.Bagaimanapun ia juga tidak melupakan ibu kandungnya,setiap satu bulan sekali Raka dan semua anggota keluarga berziarah ke makam ibu Risa.
"Risa sangat bahagia ma,mommy Viana juga sayang banget sama Risa"Matanya mengembun
"Nanti setelah menikah,Risa akan ajak Rey untuk ketemu sama mama" kata Risa
Beruntung Risa memiliki mommy seperti Viana yang menyayanginya seperti putrinya sendiri.Tak membeda-bedakan Risa dan Keenan,Viana selalu adil
__ADS_1
Saat tengah melamun,Viana membuka pintu kamar putrinya.Viana sudah sedari tadi mengetuk pintu tapi tak ada sahutan dari dalam.Akhirnya ia membuka pintu sendiri
"Kak" panggil Viana
"Eh mommy" Risa menghapus air matanya
Viana menghampiri Risa,Ia duduk di tepi ranjang.
"Kakak habis nangis?" tanya Viana yang melihat mata Risa yang basah.Risa hanya tersenyum sambil menunduk.
"Kenapa sayang?" tanya Viana
"Risa hanya rindu dengan Mama"
"Sini" Viana membuka tangannya,dengan cepat Risa masuk dalam dekapan Viana.
"Beliau pasti bahagia melihat Risa yang sudah besar,bahkan sudah mau menikah.Doakan saja,semoga mama selalu bahagia diatas sana" Viana mengelus rambut Risa
"Iya mommy, terimakasih sudah sayang sama Risa" kata Risa
"Jangan berterima kasih,ini sudah kewajiban mommy sayang.Kamu putri mommy,dan selamanya akan seperti itu" Suara Viana sedikit bergetar menahan air mata
"Maafin Risa kalau selama ini banyak salah,Risa bandel kalau di bilangin sama mommy" Risa bahkan sudah sesegukan
"Risa sudah jadi anak yang baik,sudah jadi kakak yang hebat untuk Keenan.Mommy bangga sama Risa" akhirnya air mata yang di bendung jatuh juga.
Raka yang melihat momen tersebut juga menitikkan air matanya.Dengan pelan,Raka masuk kedalam kamar Risa untuk bergabung.
"Biasalah mas,,Putri kita udah mau nikah ya ada sedikit momen-momen haru kayak gini" Viana sedikit tertawa
"Udah besar masih cengeng aja kamu" kata Raka menoel hidung Risa
"Aaa Daddy" Risa memeluk daddynya,tangisnya pun kembali pecah
"Sudah jangan menangis,,nggak baik.Di hari spesial kamu harus bahagia bukannya nangis" kata Raka
"Risa sayang sama Daddy" Risa semakin erat memeluk Raka
"Daddy enggak" Raka membuat lelucon agar Risa tersenyum
"Ihh kok gitu sih,,Daddy nakal mommy" Risa cemberut sambil mengadu pada mommynya.
Viana hanya tersenyum,ia sangat bahagia.Di berikan suami yang sangat menyayanginya dan juga anak-anak yang menjadi kebanggaannya.
Masih teringat jelas momen dimana ia pertama kali bertemu dengan raka, yang awalnya saling benci dan akhirnya jatuh cinta hingga sekarang.
Viana dan Raka keluar,membiarkan Risa beristirahat.Mereka turun kebawah untuk melihat apakah dekorasinya sudah selesai atau belum.
Ternyata semuanya sudah siap, terlihat mewah dan elegan.Viana terpana melihat rumahnya yang diubah seperti istana.
"Cantik sekali" kata Viana kagum
__ADS_1
"Mau mas buatkan seperti ini lagi? lalu kita mengulangi pesta yang dulu" kata Raka
"Enggak mas,Viana cuma kagum aja.Seperti bukan rumah kita" kata Viana
Raka memandang istrinya,Viana yang dulu sama sekali tidak berubah.Masih tetap lucu dan kadang juga heboh.
"Mas laper sayang" kata Raka dalam mode manja
"Yaudah kita makan yuk,,mau dimasakin apa?" tanya Viana
"Apa aja,,soalnya masakan kamu semuanya enak" puji Raka membuat Viana tersenyum malu
"Bisa aja suamiku ini" viana mencubit pipi Raka dengan gemas
"Viana masak dulu ya mas" pamit Viana lalu pergi ke dapur.
Sambil menunggu istrinya memasak,Raka berjalan mengelilingi rumahnya sambil melihat-lihat dekorasinya.
Cukup mewah dan elegan,Raka puas dengan hasil kerja WO nya.
Saat Raka di depan rumah,ia melihat mobil Agim yang memasuki halaman rumahnya.
"Selamat siang Bro"Sapa Agim
"Hemm,,acaranya masih besok tapi kau sudah datang kemari" kata Raka judes
"Ya memang,,aku hanya ingin mampir sebentar" kata agim
"Ada apa?" Tanya Raka
"Ini berkas yang kamu minta kemarin.Sesuai dugaan,mantan pembantumu itu menikah dengan rekan bisnismu" kata agim yang memang diberi tugas untuk mencari tahu tentang Ayu.Bagaimanapun Raka harus tetap waspada,mengingat bagaimana kenekatan Ayu dulu.
"Baiklah,,kita urus nanti setelah acara pernikahannya selesai.Terimakasih masih mau membantuku" kata Raka
"It's oke bro,,santai.Sesama sahabat bukankah memang seharusnya saling membantu" kata Agim
"Ya kau benar" Raka tersenyum
"Apa mau mampir makan siang?" tanya Raka
"Dengan senang hati,kebetulan tari juga tidak dirumah jadi aku tidak makan siang di rumah" jawab Agim
"Ya sudah ayo masuk" Raka masuk terlebih dahulu lalu diikuti agim di belakangnya
Hallo gays😘
Sorry baru up,,author lagi nggak enak badan hehe
Happy reading yaw,,siap"besok kita kondangan ke rumah Raka.Amplopnya jangan lupa diisi ya😆😆
Love you pull ❤️❤️❤️
__ADS_1