
Hari ini Keenan dan juga Raka pergi untuk menemui Reynald Hatmoko.Berniat untuk bernegosiasi mengenai hutang keluarga Alena pada mereka.
Siapa yang tak mengenal Raka Mahendra, pengusaha sukses yang namanya terus saja di sorot oleh media.Perusahaan Hatmoko pun juga pernah bekerjasama dengan perusahaan Raka.
Keenan sedikit merasa tidak yakin,apakah Reynald akan menerima negosiasi ini atau tidak.Berjalan dengan santainya memasuki restoran mewah, Keenan sama sekali tak bersuara.
Raka yang melihat kegugupan putranya hanya tersenyum, ternyata pria dingin ini punya rasa gugup juga.
"Jangan khawatir,mereka pasti mau" Raka berusaha meyakinkan Keenan
"Iya dad" Keenan tersenyum,ia harus yakin bahwa ia bisa memperjuangkan gadis yang ia cintai
Setelah memasuki restoran, terlihat Reynald sudah menunggu di meja paling pojok bersama sekretarisnya.
"Selamat siang tuan Reynald" Raka menjabat tangan Reynald
"Selamat siang tuan Raka,mari silahkan duduk"
"Baik terimakasih" Raka tersenyum
"Ada apa sebenarnya tuan Raka mengajak saya untuk bertemu?" tanya Reynald penasaran
"Begini, langsung pada intinya saja.sebelumnya saya ingin bertanya kepada tuan Reynald"
"Apakah tuan Raymond punya hutang kepada anda?" tanya Raka dengan wajah serius
"Darimana anda tahu?" bukannya menjawab Reynald justru balik bertanya
"Silahkan di jawab dulu pertanyaan saya" Jawab Raka
"Iya memang benar, Raymond punya hutang pada saya" jawab Reynald
"Maka dari itu,kedatangan kami kemari berniat untuk mengembalikan uang yang telah di pinjam oleh tuan Raymond" kata raka
"Maksud anda?" tata Reynald
"Saya rasa anda paham dengan apa yang saya katakan" Raka tersenyum
"Tidak bisa,uang itu sudah di gantikan dengan putrinya.Putri yang akan saya nikahkan dengan putra saya" Reynald mulai emosi
"Tenang tuan Reynald,,saya tidak hanya akan mengembalikan uang tersebut.Tapi saya juga akan memberikan sedikit imbalan untuk anda" kata Raka santai
"Apa imbalannya?" tanya Reynaldyang mulai tertarik
"Bagaimana dengan proyek di Bali? apakah cukup? Saya tahu anda sangat menginginkan proyek tersebut bukan?" kata Raka membuat Keenan menatap daddynya itu.
"Tapi dad..." kata Keenan langsung mendapat tatapan serius Raka
"Apakah anda yakin? proyek itu sangat besar" kata Reynald
"Tidak lebih besar dari pada keluarga saya" Jawab Raka membuat Keenan tersenyum
"Akan saya pikirkan, secepatnya saya akan menghubungi anda"kata Reynald
"Baiklah,saya tunggu kabar baik dari anda" Raka tersenyum manis
"Mari silahkan pesan makanannya" tawar Reynald
"Maaf,tapi istri dan anak saya sudah menunggu di rumah untuk makan siang bersama" jawab Raka
"Oh baiklah"
"Permisi" Raka dan Keenan meninggalkan meja Reynald
Didalam mobil, Raka tak berbicara satupun.Ia menunggu Keenan melayangkan protes mengenai proyek di Bali.
"Dad" panggil Keenan
"Hmm" sahut Raka tanpa melihat Keenan
__ADS_1
"Apakah Daddy yakin tentang proyek itu?" tanya Keenan
"Ya,memangnya kenapa?" tanya Raka
"Bukankah itu proyek yang Daddy perjuangkan?" tanya Keenan
"Keenan,terkadang kita harus berkorban apapun untuk orang yang kita cintai.Uang bisa dicari tapi keluarga?Tugas Daddy disini adalah membahagiakan kalian,menjadi panutan kalian.Begitu juga kamu nantinya,kamu akan menjadi seorang suami,menjadi ayah bagi anak-anakmu nanti" Jawab Raka membuat Keenan terharu
"Terimakasih dad, Keenan janji akan kerja lebih giat lagi supaya perusahaan kita lebih maju" janji Keenan
"Iya daddy percaya sama kamu" Raka menepuk pundak putranya.
Setelah 30 menit perjalanan,mereka sampai dirumah.Viana dan Risa sudah menunggu mereka untuk makan siang bersama.
Saat Raka membuka pintu,Viana langsung menghampiri suaminya.
"Mas, bagaimana?" tanya Viana
"Kita duduk dulu" Raka merangkul istrinya
"Apa tuan Reynald mau mas?"tanya Viana lagi
"Insyaallah,kita doakan saja" Jawab Raka
"Ya sudah kalau begitu ayo kita makan siang Sekarang" Ajak Risa yang baru saja meletakkan sepiring salad di meja makan.
"Terimakasih kak" Kata Keenan langsung mengambil piring salad tersebut
"Heyy itu bukan untukmu,jangan di ambil" Risa berusaha mengambil balik salad tersebut
"Ayolah kak Keenan juga mau" kata Keenan meninggikan piring tersebut agar Risa tak bisa menggapainya
"Buat saja sendiri Ken,itu punya kakak" Risa juga tak mau mengalah
"Risa, Keenan" mendengar Raka yang bersuara membuat Keenan langsung menurunkan piring tersebut
"Ini" Keenan menyodorkan piring pada kakanya
"Awas aja nanti" Keenan tersenyum usil
"Sudah-sudah ayo cepat makan" kata Viana yang selesai mengambilkan makan untuk Raka
"Iya mom" Keenan segera membuka piring dan mengambil nasi
"Ken nanti ajak Alena kesini dong,Kakak mau ajak dia belanja" kata Risa
"Hmm" jawab Keenan dengan mulut penuh
"Oke Kakak tunggu pokoknya"Jika soal belanja,Risa nomor satu
Selesai makan siang,Raka dan Viana pergi mengunjungi Mega dan Anton.Rasanya sudah lama mereka tak mengunjungi rumah mertuanya itu.
"Mas ayo" teriak Viana kesal karena Raka sangat lama di dalam kamar mandi
"Iya sayang" Raka akhirnya keluar
"Ngapain aja sih,lama banget" Viana mengerucutkan bibirnya
"Udah tua jangan ngambekan" Raka menoel bibir istrinya
"Emang Viana tua banget ya mas?" tanya Viana
"Enggak sih,masih cantik juga" kata Raka sambil menuruni tangga
"Yang bener,nanti nyari daun muda lagi" kata Viana
"Kalau mas ada niatan begitu,udah dari dulu nyarinya yang" kata Raka yang tak habis pikir dengan istrinya ini
"Ya siapa tau baru sekarang pengennya"
__ADS_1
"Pengen apa sih sayang?" tanya Raka dengan tatapan menggoda
"Ih apa sih mas" Viana jadi malu sendiri
Saat sampai dibawah,Risa yang bersiap untuk bertemu Rey juga akan segera pergi.Awalnya semua anggota keluarga memang di ajak untuk mengunjungi rumah opa dan Omanya tapi Risa dan Keenan tidak bisa karena Risa ada janji dengan Rey,sedangkan Keenan ada rapat dadakan di kantor.
"Mommy,Risa nebeng ke butik ya.Soalnya Rey masih sedikit sibuk" kata Risa
"Iya sayang" Jawab Viana lembut
"Ya sudah ayo berangkat sekarang" ajak Raka
Akhirnya mereka berangkat bertiga, dengan Risa yang ikut nebeng sampai ke butik miliknya.
"Kami pergi dulu ya sayang" kata Viana saat Risa sudah sampai di butik
"Iya mom,,sampein salam Risa buat opa sama Oma ya"
"Oke sayang,kamu hati-hati ya"
Viana melambaikan tangan kepada putrinya.Setelah 15 menit,Raka dan Viana sudah sampai di rumah Mega dan Anton.
Tampak kedua orang tua tersebut sedang duduk di teras rumah sambil meminum teh.Viana tampak tersenyum manis saat melihat kedua orang tuanya.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Mama" Viana langsung memeluk Mega
"Mama kira udah lupa main kesini" kata Mega tersenyum
"Maaf ma,dirumah agak sibuk.Jarang libur juga" kata Raka
"Ya sudah ayo masuk" Ajak Anton
Viana langsung masuk kedapur,ia menyiapkan minuman untuk suaminya dan beberapa camilan.
"Gimana kabar anak-anak?" tanya Mega
"Baik Ma,mereka pada sibuk ngga bisa ikut deh" kata Viana
"Nggak papa,namanya juga anak muda" kata Mega
"Masih sering berantem juga?" tanya Anton
"Tiap hari kalo itu pa,pusing Viana" Kata Viana
"Udah nikmatin aja, nanti kamu bakalan kangen momen itu kalau mereka sudah menikah" kata Mega
"Iya sih Ma"
"Apalagi sebentar lagi Risa akan menikah, nanti jadi sepi deh" kata Viana lagi
"Nanti bakal ada istri Keenan juga,,nambah keluarga nambah rame jadinya" kata Mega
"Iya ma"
"Kamu masih ngurus perusahaan?" tanya Anton
"Masih pa,tapi sudah jarang ka kantor kalau nggak penting-penting banget" jawab Raka
"Keenan juga sudah dewasa,sudah bisa di andalkan" kata Anton
"Iya pa"
Mereka melanjutkan berbincang-bincang hingga sore tiba.
Hallo author comeback,,gajadi end deh,,
__ADS_1
Di serbu kalian author jadi nggak berani berkutikðŸ¤ðŸ¥°ðŸ¥°
Nantikan kelanjutannya 👉