Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Rindu setengah hidup


__ADS_3

Tak terasa, pernikahan Agim tinggal menghitung hari lagi.Tapi pria itu mendengus kesal karena tak bisa bertemu dengan kekasihnya.Sudah lima hari ini,ia memendam rindu kepada Tari.


Tapi wanita itu tak merasa tersiksa sama sekali,bukan karena ia tak merindukan kekasihnya tapi ia menikmati setiap proses menuju stempel halal.


Agim menelepon Tari,namun justru di tolak membuat agim frustasi setengah hidup.Agim kesal, disaat rindunya yang sudah membara justru tari malah tak meresponnya.


Hengki tertawa melihat tingkah konyol anaknya karena rindu,menjadi bodoh bahkan sangat bodoh.Tak mengasihani anaknya, justru Hengki malah memanasi Agim.


Di ruang tamu ada Agim, Hengki dan juga Sania.Hengki sengaja memeluk pinggang istrinya untuk memanasi Agim.Tak hanya pinggang,kini bahkan Hengki sedang menciumi pipi Sania membuat Agim menatapnya dengan tatapan tajam setajam pedang.


Agim mendengus kesal,ia berdiri dan berjalan menuju kamarnya.Hengki langsung terkikik geli melihat ekspresi Agim.


"Sepertinya anak itu bucinnya tingkat internasional" kata Hengki masih terkikik


"Papa ih,,kasihan tau" Sania membela putra kesayangannya


"Biarin aja,,biar kapok"


Agim merebahkan tubuhnya, memejamkan matanya untuk meringankan beban yang ada di hatinya.Baru juga terpejam, ponselnya berbunyi menandakan ada pesan baru yang masuk


Agim meraba nakas, mencari benda pipih itu.Dilihatnya pesan yang baru masuk, ternyata dari Raka.Agim malas membukanya,tapi Agim penasaran karena Raka mengirimkan sebuah foto.Ternyata si bos hanya pamer kemesraan dengan berfoto bersama istrinya.


"Pelukan istri memang sangat hangat" pesan di bawah foto Raka dan istrinya


"Percuma bersama tapi tak bisa masuk" balas Agim tersenyum,ia tahu bahwa Raka sedang berpuasa


"Setidaknya masih bisa memeluk,mencium dan..." balas Raka lagi


"Sialan" balas Agim


Ia semakin kesal karena semua orang sepertinya sangat senang jika ia menderita seperti ini.Ponselnya berbunyi lagi, pasti dari raka, tebaknya.Agim membiarkan panggilan itu,ia memilih tidur dari pada melihat kemesraan bosnya itu.Namun dugaannya salah, panggilan itu dari tari, wanita yang sangat ia rindukan.


Beberapa kali tari menelepon,ia sampai kesal sendiri karena Agim justru tak menggubris panggilannya.Tadi tari menolaknya karena ia sedang membantu ibunya memasak di dapur.


Akhirnya tari menghentikan aksi menelepon Agim,ia sudah lelah.Mungkin ada 13 panggilan tak terjawab dari tari.


Sore harinya,Agim terbangun.Mengambil ponselnya untuk melihat jam,tapi justru matanya melotot melihat panggilan tak terjawab.


Agim mendudukkan tubuhnya,ia mencoba menelepon tari lagi namun sayang.Ponsel tari kini sedang tidak aktif,Agim ingin berteriak agar kekesalannya hilang.


"Ya Tuhan" Agim mengusap wajahnya kasar


Tak berselang lama, ponselnya kembali berdering.Dengan dengan cepat agim mengangkat panggilan itu.


"Halo sayang" sapa Agim tersenyum


"Sayang kepalamu" Kata suara di balik telepon itu


"Ngapain si Lo nelpon gue,, ganggu aja" Agim kesal bercampur malu, ternyata ia salah, pasalnya ia tak melihat nama dan langsung mengangkatnya.Ternyata bukan tari,melainkan Raka yang meneleponnya.


"Terserah gue dong mau telpon siapa aja" balas Raka,kini ia ikut Agim memanggil Lo gue.


"Kurang kerjaan"Agim mematikan sambungan teleponnya


Saat ia akan mandi, ponselnya berdering lagi.Agim langsung mengangkatnya.


"Apalagi sihhh,,Lo ganggu aja" suara Agim membuat kaget tari

__ADS_1


"Ooh maaf kalau ganggu mas" Tari meminta maaf karena ia pikir Agim memarahinya soal panggilannya yang banyak tadi


"Eh tari,, maaf-maaf aku kira Raka" Agim memukul keningnya


"Ohh kirain marahin Tari"


Mereka mengobrol hingga pukul setengah tujuh malam,entah apa saja yang calon pengantin itu bicarakan.Yang jelas, mereka pasti melepas rindu selama beberapa hari ini meskipun hanya lewat sambungan telepon.


Malam ini....


Jessi yang tampak cantik dengan dress selutut berwarna hitam. Malam ini ia akan berkencan dengan gebetannya.Yang jelas bukan Reza, karena setiap kali bertemu mereka akan beradu mulut sampai berbuih.


Bertemu di sebuah cafe, Jessi duduk di kursi paling kanan dekat dengan tembok.Menunggu gebetan barunya yang masih otw,katanya.


Setelah 10 menit, akhirnya yang di tunggu datang.Mereka baru pertama kali bertemu,ya mungkin mereka kenal lewat media sosial.


Jessi menatap pria yang ada di depannya, terlihat sedikit aneh membuat hati Jessi kurang srek dengan orang ini.


"Badan kamu kurus banget sih" kata pria itu mengomentari tubuh Jessi


"Itu lagi,,kenapa pake baju hitam" pria yang menyebalkan


Hello? baru juga ketemu udah komentar aja!! Ya terserah Jessi lah mau kurus mau gemuk,,ihh..(Author kesel sendiri)


"Emangnya kenapa?" tanya Jessi mulai greget dengan gebetan barunya


"Cewek itu harus bisa ngrawat diri,,kamu kurang berisi"


"Terus?" Jessi masih menyabari Alex


"Emangnya siapa yang mau sama kamu?" balik Jessi tak tersenyum manis seperti biasa.


"Sekarang aku tahu kamu itu cuma Mandang fisik,,Kamu nggak punya kaca di rumah? lihat dong diri kamu sendiri kayak apa" Jessi berdiri meninggalkan meja makan malam terpahit itu.Niatnya ingin berkencan namun berakhir kekesalan.


Saat di parkiran,Alex menahan tangan Jessi.Ia ingin meminta maaf karena perkataannya barusan.


"Jessi tunggu.."


"Apa?" tanya Jessi sewot


"Aku minta maaf"


"Ya" Jessi ingin pergi namun tangannya masih di cekal oleh Alex membuat Jessi berbalik dan menampar pipi Alex.


"Jangan pegang-pegang" Jessi ingin membuka pintu,tapi justru Alex malah memojokkannya di samping mobil.


Jessi memberontak,ingin melepaskan diri dari pria tak tahu diri ini.Alex mendekat,semakin mendekat membuat Jessi semakin ketakutan, bagaimanapun dia perempuan pasti juga punya ketakutan saat ada pria yang ingin macam-macam padanya.


Jessi memberontak dengan kuat,namun sayang tenaga Alex juga begitu kuat jadi Jessi kalah.Tiba-tiba sebuah pukulan keras mendarat di pipi Alex.


Bugh...


Ternyata itu Reza,Reza Pratama.Orang yang selalu membuat emosi Jessi meletup-letup jika berbicara pada makhluk hidup itu.


Saat Reza akan pulang,ia melihat Jessi yang di pojokan bersama seorang pria.Jessi terlihat memberontak,mungkin mereka sedang marahan pikir Reza.Mungkin Reza menganggap Jessi sedang bersama dengan kekasihnya.Tapi saat ia melihat Jessi menampar wajah Alex membuat Reza bingung sendiri.Ia ingin menolong tapi itu sedang ribut dengan pacarnya sendiri.Kalau tidak di tolong,kasihan.


Ah ya sudah lah tolong saja, nanti jika pacarnya ngamuk tinggal jelasin aja,batin Reza

__ADS_1


"Kamu nggak papa?" tanya Reza ngos-ngosan karena pukulan Reza tadi,Alex langsung membalasnya membuat mereka sedikit bertengkar.


"Nggak papa"Jessi malu,campur takut.Pasalnya sudah dua kali ia kepergok Reza saat dirinya bertengkar dengan seorang pria.


"Pacar kamu jago bela diri juga ya" kata Reza


"Dia bukan pacar aku"


"Terus kenapa mau nyosor-nyosor ke kamu" tanya Reza penasaran


"Dia temen ku di medsos,tapi biasanya saat chatingan dia nggak seperti itu" Malu woyyy,,Jessi tak berbicara yang sebenarnya mengenai siapa pria itu.Sudah pasti akan malu,jika dirinya bilang bahwa itu gebetannya.Gebetan macam apa? duh jadi kesal sendiri.


"Jangan suka percaya sama orang yang kenal di medsos,,bukan apa-apa ya tapi kita kan nggak tahu tingkah laku mereka sehari-hari"


"Iya aku emang salah,,btw makasih ya Lo udah mau bantuin gue" Jessi menundukkan kepalanya


"Walaupun itu tadi bukan Lo, pasti juga gue tolongin" kata Reza tenang


"Iya,,gue pergi dulu ya" Pamit Jessi


"Ikut gue yuk" Reza menggandeng tangan jessi.ehh eh maksudnya apa nih?


"Mau kemana" tanya Jessi saat sudah berada di dalam mobil


"Ke suatu tempat yang indah,gue jamin Lo suka"


"Tapi mobil gue..."


"Nanti biar anak buah gue yang urus"


Setelah membelah jalanan ibu kota yang nampak ramai karena ini malam Minggu jelas banyak orang yang sedang berkencan.


Mereka sampai di sebuah taman,taman kecil tapi begitu indah.Jessi tersenyum melihat pemandangan itu,kagum pasti.


"Bagus kan" kata Reza


"Iya,, Indah" kata Jessi


Saat Jessy akan duduk,kakinya tak sengaja menyandung batu.Alhasil tubuhnya sedikit oleng, untung saja Reza langsung menangkapnya.Dan terjadilah pandang memandang yang membuat mereka diam membisu.


Hanya hembusan nafas yang terasa di wajah keduanya.Jessy sadar terlebih dahulu,ia berdiri.


"Sorry"Kata Reza


"Nggak papa,,tadi kalau nggak Lo tangkep mungkin gue udah kepentok pohon ini" Jessi tersenyum


"Makanya hati-hati" kata Reza membuat Jessi sedikit berdebar.


"Iya"


Mereka menghabiskan malam di tempat itu,banyak obrolan yang mereka ucapkan.Setelahnya Reza mengantar Jessi untuk pulang karena sudah sangat larut.


Happy reading 🤗


Ada yang akan menuju halal & menuju kedekatan nihh🤭😂


Pantau terus yukk,,tapi jangan mantau pas malam pertama Lo yaaa😂

__ADS_1


__ADS_2