
Sudah dua hari ini Viana demam,ia sama sekali tak mau di tinggal suaminya kemanapun itu.Viana masih syok mengenai perihal paket misterius itu.
Raka sudah mencari siapa pengirimnya, ternyata wanita itu belum juga jera.Raka mengutus anak buahnya untuk mengurus wanita itu.Raka tak bisa bergerak sendiri karena istrinya sedang membutuhkannya.Raka menemani Viana di kamarnya,ia merasa kasihan melihat Viana yang sakit seperti ini.
Keamanan rumahnya juga ia perketat,banyak body guard yang berjaga di halaman depan rumahnya.Raka hanya ingin melindungi keluarganya,ia tak mau terjadi apa-apa.
Raka mengelus dahi istrinya, merasakan demam Viana yang sudah mulai turun.Viana tak mau di bawa kerumah sakit,dan terpaksa Raka hanya memanggil dokter khusus keluarganya untuk memeriksa istrinya.
Wanita hamil itu kini sedang terlelap, tangannya menggenggam erat tangan Raka.Viana tak mau di tinggal,ia benar-benar ketakutan dengan boneka hantu itu.
Mengompres, mengganti pakaian, menyuapi, semua Raka lakukan sendiri.Ia bekerja dari rumah, karena tak bisa meninggalkan istrinya dalam kondisi seperti ini.
Agim yang merasa kasihan dengan istri bosnya itu tak mengeluh saat di suruh Raka untuk ini itu.Persiapan pernikahannya tinggal sedikit lagi,bahkan ia dan tari tak ikut campur dalam persiapan pernikahan mereka.Para orang tualah yang mengatur segalanya,kedua calon pengantin itu hanya tinggal menikmati semuanya.
Viana terbangun saat merasakan kompresan yang baru saja Raka taruh di dahinya.Raka tersenyum manis saat Viana menatapnya.
"Mass"
"Iya sayang,mas disini"
"Viana pengen turun,,bosen tiduran terus"
"Ya sudah ayo kebawah,,mas gendong"
"Iya mas"
Raka membopong tubuh istrinya ke bawah,agar bisa bertemu dengan Risa dan yang lain.Viana terlihat masih pucat,tapi ia sudah lebih baikan.
Viana bersandar di sofa ruang tamu,ia masih sedikit lemas.
Risa menghampiri mommynya,gadis itu tersenyum manis.
"Habis dari mana kak?" tanya Viana
"Dali belakang mommy,, mommy udah sehat?" tanya Risa
"Sudah,,sini duduk dekat mommy" Viana menepuk sofa di sebelahnya
"Kakak sudah makan?"
"Belum mommy,,mau makan sama mommy"
"Ya udah ayo kita makan" Viana mengajak Risa untuk makan
Raka sangat bersyukur melihat keakraban Viana dan risa.padahal mereka bukan sedarah,tapi mereka terlihat begitu dekat.
Setelah makan siang,Viana dan Raka kembali ke kamar.Mereka merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menatap langit-langit kamar.
Saat mengingat bahwa dirinya sebentar lagi akan melahirkan,rasa takut menyelimutinya.Viana hanya tersenyum saat suaminya mengelus perutnya.
"Mas"
"Iya sayang?"
"Viana takut" kata Viana
"Takut kenapa?" tanya Raka
"Melahirkan sakit nggak ya?"
"Kamu takut? atau kita pilih operasi Caesar aja?" tanya Raka tak mau istrinya terlalu kesakitan saat mengejan nanti, bagaimanapun ia sudah cukup berpengalaman saat istrinya melahirkan Risa dulu.
"Nggak mau,,Viana pengen lahiran normal"
"Ya udah tapi kamu nggak boleh berpikiran yang macam macam,,kata mendiang mommynya risa dulu sakitnya akan hilang saat mendengar tangisan bayinya"
__ADS_1
"Iya mas,,mama dulu juga bilang gitu"
"Kamu kuat kok sayang,,mas akan selalu ada di samping kamu" Raka memeluk istrinya
"Iya mas" Viana tersenyum
Saat tengah berpelukan dengan suaminya, tiba-tiba perutnya terasa sakit.Viana meringis kesakitan membuat Raka kaget
"Auu" kata Viana sambil memegangi perutnya
"Sayang kenapa?" tanya Raka bangun
"Perutku sakit"
"Apa kamu mau melahirkan sekarang?"
"Belum waktunya mas" Viana sedikit tenang karena rasa sakit itu hilang
"Kita kerumah sakit ya"
"Nggak usah,,udah nggak sakit" kata Viana
"Berarti tadi cuma kontraksi palsu" kata Raka
"Iya kayaknya mas" Viana turun dari ranjang dan berjalan
"Mau kemana?" tanya Raka
"Mau makan,,laper" Viana keluar dari kamarnya
"Baru aja makan" batin Raka
Raka mengikuti istrinya,ia harus selalu mengawasi istrinya karena takut terjadi sesuatu.
Setelah memakan nasi satu piring dan sup ikan satu mangkuk,bumil itu berjalan menuju sofa.Memakan snack yang ada di meja ruang tengah itu.
Saat tengah asik menonton televisi, tiba-tiba perutnya nyeri lagi.Raka langsung menghampiri istrinya saat Viana meringis sambil memegangi perut bagian bawah.
"Sakit lagi?" tanya Raka
"Iya mas"
Setelah 5 menit, sakitnya hilang.Viana berjalan mondar-mandir di depan suaminya,kini gantian punggungnya yang sakit.
"Kenapa sayang?" Raka ikut berjalan istrinya
"Punggung Viana pegel banget"
"Mau mas pijit?"
"Nggak deh,,nanti malam aja"
Malam menyapa,bumil itu nampak sudah terlelap setelah makan malam tadi.Raka masih sibuk dengan laptopnya, karena seharian ini hanya menemani istrinya ia tak sempat mengerjakan kerjaannya.
Melirik bumil yang sedang menggeliat mencari ketiak yang selalu menjadi tempatnya bersembunyi saat tidur.Raka menyudahi pekerjaannya,menyusul bumil ke ranjang dan ikut merebahkan tubuhnya.
Saat tengah malam,Viana terbangun karena merasakan punggungnya terasa sangat sakit.Viana berjalan di sekitar ranjang, berniat menghilangkan rasa sakit itu.
Raka terbangun karena pelukannya terlepas.Melihat istrinya yang mondar-mandir di sampingnya.
"Sakit lagi yang?" tanya Raka dengan suara khas bangun tidur
"Punggung mas,,pegel banget gitu rasanya" kata Viana menggosok punggungnya dengan tangannya
"Sini,,biar mas elus-elus"
__ADS_1
"Bagian mana?" tanya Raka saat istrinya duduk di pangkuannya sambil memeluknya
"Ini bagian bawah" Viana memeluk suaminya
"Enak mas" kata Viana saat Raka mengelus punggungnya
"Ya udah mas elus-elus lagi ya"
Cukup lama Raka mengelus,bumil itu sudah terlelap lagi.Raka merebahkan istrinya di ranjang, memeluknya sambil terus mengelus punggung Viana.
Matanya ikut terpejam menyusul sang istri.Pagi yang cerah menyapa,tapi tak membuat kedua orang itu terbangun.
Raka bangun terlebih dahulu,ia menyiapkan sarapan pagi untuk istrinya.Setelah berperang dengan peralatan dapur, akhirnya nasi goreng spesial dengan telur orak-arik sudah siap.Tak lupa ia juga membuat untuk putrinya dan juga ia sendiri.
Raka naik ke atas untuk membangunkan anak dan istrinya.Saat akan memasuki kamar Risa,Risa sudah terlebih dahulu membuka pintunya.
"Eh anak Daddy udah bangun" Raka menggendong Risa
"Iya Daddy,, mommy belum bangun ya?" tanya Risa
"Belum kak,,tadi malam mommy tidurnya nggak nyenyak soalnya punggungnya sakit"
"Apa dedeknya mau kelual?"
"Iya sebentar lagi dedeknya lahir,,kakak seneng nggak?" tanya Raka
"Seneng dong daddy,, nanti kakak ajak dedek main baleng"
"Pintar sekali" Raka mencium pipi Risa.
Saat Raka masih di kamar Risa,Viana keluar dari kamarnya.Memegangi perutnya yang terasa sangat sakit,bahkan lebih sakit dari kontraksi kemarin.
Viana ingin mencari suaminya,ia ingin pergi kerumah sakit.
"Masss" teriak Viana saat di depan pintu kamar Risa
"Sayang kamu kenapa?" Raka mendudukkan Risa di ranjang
"Perutku sakit"
"Auu" Viana meringis kesakitan
"Ya udah kita kerumah sakit sekarang ya" raka menggendong istrinya
"Sayang Daddy ke rumah sakit dulu ya,,nanti kesana sama Mbak Susi" kata Raka pada putrinya
"Iya Daddy" untung saja gadis kecil itu menurut
"Tahan sayang,,kita kerumah sakit"
Saat di ruang tengah,Raka bertemu dengan susi.Ia menitipkan Risa pada Susi.
"Mass sakit" rintih Viana saat di dalam perjalanan
"Sebentar lagi sayang" raka mengusap keringat di kening istrinya
Lalu Raka fokus menatap jalanan,membelah jalanan ibukota yang terlihat sudah agak macet.
Duhh..ada yang mau keluar nihðŸ¤
Kira-kira cowok atau cewek yaaaaa..
Jangan lupa like,komen, vote 😘😘
Happy reading 🤗
__ADS_1