
Suasana kelas tampak sepi, karena ini sudah jam makan siang.Tapi tidak dengan Alena,ia hanya berdiam diri di kelas sambil membaca buku.
Keenan sedang berada di kantin, matanya terus mencari sosok gadis yang mengusik hatinya.Tapi ia tak menemukan gadis itu, Keenan lalu beranjak pergi.
"Bro mau kemana?" tanya Leo
"Ada urusan" jawab Keenan
"Dia aneh banget sekarang,,suka diem, suka seyum sendiri,suka pergi gitu aja" kata leo kepada Bayu
"Iya,,dari logatnya kayaknya dia lagi kasmaran"
"Nah bener,, kemarin gue liat dia nglamun sambil senyum-senyum sendiri" timpal Leo
"Tapi bagus sih kalo dia punya pacar,,sampai kapan dia mau sendiri terus" kata Bayu
"Kira-kira siapa ya wanita yang udah bisa bikin beruang kutub itu leleh?" tanya Leo
"Man gue tau"
Kini Keenan sedang berjalan dari kelas ke kelas yang lain.Sampai akhirnya ia menemukan sosok gadis yang ia cari.
Keenan berdiri di pintu, menatap wajah gadis itu yang tampak sayu.Tak ada eskpresi ceria seperti biasanya.Keenan menengok kiri dan kanan, memastikan tak ada orang yang melihatnya.
Keenan berjalan pelan, bahkan Alena pun tak menyadari kehadirannya.Keenan melihat Alena sedang menangi, buru-buru ia mengeluarkan sapu tangannya untuk ia berikan kepada Alena.
"Ini" kata Keenan
Alena hanya menatap Keenan, perlahan ia mengambil sapu tangan itu.Setelah Alena menerima sapu tangannya,Keenan duduk di depan Alena.
"Kamu ngapain?" tanya Alena
"Duduk" jawab Keenan
"Iya aku tau,, maksudnya ngapain duduk disini?" tanya Alena
"Kamu kenapa duduk sendirian disini?" tak menjawab, Keenan justru balik bertanya
"Suka aja"
"Ya aku juga suka aja duduk disini" kata Keenan membuat Alena menatapnya
"Nggak jelas" Alena kembali fokus pada bukunya
"Kamu udah makan?" tanya Keenan
Alena menggeleng,ia malas berbicara karena suasana hatinya sedang buruk.Keenan pindah ke samping Alena,ia memperhatikan gadis cantik itu.
"Ngapain ngeliatin aku kayak gitu?" tanya Alena yang salah tingkah
"Kamu kenapa nangis?" tanya Keenan
"Nggak papa"
"Em boleh minta nomor kamu nggak?" tanya Keenan
"Buat apa?"
"Ya siapa tau nanti aku butuh kamu gitu" Keenan mencari alasan
__ADS_1
"Ini" Alena memberikan ponselnya
"Oke thanks"
Saat mereka diam, Vebrina datang ke kelas sambil bernyanyi heboh.Tapi ia langsung tutup mulut saat melihat Keenan ada disana.
"Eh kak Keenan" Vebrina meringis
"Kakak ngapain disini?" tanya Vebrina
"Duduk" jawab Keenan datar
"Ya udah aku pergi dulu" Keenan meninggalkan kelas tersebut
Di lorong kampus,ia senyum-senyum sendiri.Kenapa dirinya jadi tukang senyum sekarang, padahal sebelumnya ia tak pernah senyum pada orang lain.
Kini Keenan duduk di taman,ia melihat ponselnya.Senyumnya terus terukir di wajahnya yang tampan itu.Membuat Leo dan Bayu yang sedang lewat menjadi curiga.
"Woy" kaget Leo
"Apaan sih?" Keenan kesal
"Lo kenapa senyum-senyum sendiri bro?" tanya Bayu
"Nggak papa" jawab Keenan
"Aelahhh masih nggak ngaku,,muka lo udah kebaca bro kalo Lo lagi jatuh cinta" kata Leo
"Mana ada,,gue nggak cinta siapa-siapa" jawab Keenan
"Coba gue liat hp Lo"
"Nooo,,jangan sentuh hp gue" Keenan tersenyum lagi
"Nggak ada,,udah ah Lo pada kepo banget sih" kata Keenan
Lalu mereka kembali ke kelas untuk melanjutkan mata kuliah yang belum selesai.
Siang yang cerah, berganti malam yang sunyi.Di sebuah kamar bernuansa abu-abu, seseorang tengah duduk di meja belajar sambil memikirkan sesuatu.
Keenan,ia sedang memikirkan tentang sikap Alena yang tak seperti biasanya.Gadis itu biasanya sangat ceria,tapi hari ini Keenan melihatnya sedang menangis.
Saat sibuk dengan pikirannya, Keenan teringat dengan nomor telepon yang di berikan Alena.Lantas ia langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Alena.
Jam masih menunjukkan pukul setengah sembilan malam.Keenan yakin,Alena pasti juga belum tidur.
"Halo" sapa Alena
"Hai"sapa Keenan
"Siapa?" tanya Alena
"Ini aku,, Keenan"
"Ohh ada apa?" tanya Alena
"Nggak papa,,cuma ngecek nomor aja" Keenan modus
"Emm ya udah kalo gitu,,night" Keenan mengakhiri pembicaraan
__ADS_1
"Night" jawab Alena
"Huh" gadis itu menghela nafas,, hatinya lelah, pikirannya kacau. Sang papa ternyata terjebak hutang dengan keluarga Hatmoko untuk menutupi kantornya yang di ambang kehancuran.
Itulah mengapa ia akan di jodohkan dengan putra Hatmoko, karena papanya berhutang sangat banyak dan keluarga Hatmoko meminta putrinya untuk di jadikan sebagai pelunas hutang.
Jujur saja Alena dan Natasya sangat kecewa dengan Raymond. Bisa-bisanya ia mengorbankan anaknya sendiri demi melunasi hutang-hutangnya.
Pukul 7 malam tadi,,Surya Hatmoko yang merupakan tetua di keluarga Hatmoko datang ke kediaman Raymond.Ia menjelaskan semuanya pada Alena dan Natasya.
Raymond hanya diam,ia tak berdaya.Ia gagal menjadi papa dan suami yang baik bagi Alena dan Natasya.
Alena berjalan menuju balkon, menghirup udara segar di malam hari.Ia duduk di kursi kecil,,matanya menatap kosong ke arah langit.Entah apa saja yang di pikirkan gadis cantik itu.
"Aku harus bantu papa melunasi hutangnya" lirih Alena
Merasa kedinginan,Alena masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat.Sedangkan Keenan kini sedang duduk sambil senyum-senyum sendiri.
"Kenapa senyum-senyum?" tanya Raka yang muncul di balik pintu
"Astaga dad,, ngagetin aja" Keenan kaget
"Lagian kamu kenapa senyum-senyum sendiri kayak orang gila gitu"
"Seneng aja dad" jawab Keenan
"Pasti habis teleponan yaaaa?" tebak Raka
"Enggak" Keenan kembali cuek
"Kamu udah punya nomor teleponnya?" tanya Raka
"Udah"
"Bagus-bagus,,Pepet terus sampe halal" Raka menyenggol lengan putranya
"Gimana ceritanya kamu bisa punya nomor gadis itu?" tanya Raka penasaran, karena yang ia tahu bahwa putranya tidak pernah berbicara dengan perempuan lain.
"Keenan bilang kalo suatu saat Keenan butuh dia gitu"
"Modus kamu" kata Raka
"Turunan Daddy ini,,kan Daddy juga suka modus kalo sama mommy" bantah Keenan tak mau kalah
"Hahahaha iya ya" mereka tertawa bersama
"Tapi kamu harus lebih pengertian,lembut, jangan dingin kalo sama orang" nasihat Raka
"Iya dad"
"Ya udah,,Daddy istirahat dulu"
Setelah Raka pergi dari kamarnya,Keenan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.Ia kembali tersenyum,hatinya sedang berbunga-bunga.
Entah kemana sikap dingin dan cuek itu,, yang jelas kini Keenan sudah bisa bercanda meskipun masih sedikit kaku.
Cinta memang tak bisa merubah seseorang,,tapi seseorang tersebut akan merubah dirinya sendiri demi orang yang di cintai..❤️
Happy reading ya..
__ADS_1
Jangan lupa like komen and vote 😘😘😘
Happy weekend 🌿