Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Jessica


__ADS_3

Malam ini Jessi menemui pacarnya,ia ingin menyelesaikan hubungannya dengan pria itu.Jessi menguatkan hatinya untuk mengungkapkan semua yang dia lihat kemarin malam.


"Aku mau ketemu sama kamu di cafe biasa" pesan yang di kirim Jessi


"Malam ini aku ada urusan sayang" balas Nino


"Cih,,urusan bersama wanitamu" batin Jessi


"Aku nggak mau tahu pokoknya kamu harus datang jam 7" Bantah Jessi


"Oke" balas Nino kesal karena malam ini ia akan menghabiskan waktunya dengan Nadia (Selingkuhan)


"Aku harus kuat,,aku nggak boleh kelihatan lemah di depan Nino" gumam Jessi


Setelah bersiap-siap Jessi langsung berangkat menuju cafe biasanya saat kencan.Jessi menunggu Nino datang di meja paling pojok.


"Halo sayang apa kabar" ucap Nino akan memeluk Jessi namun Jessi menghindar


"Silahkan duduk" ucap Jessi datar


"Kamu kenapa sih?" tanya Nino


"Oke langsung pada intinya aja"


"Aku mau kita putus" kata Jessi sambil menatap wajah Nino dengan mata memerah menahan tangis.Laki-laki yang begitu di cintainya ternyata menghianatinya,ia dan Nino berpacaran selama tiga tahun.


"Maksud kamu apa?" Nino kesal


"Ya aku mau putus sama kamu" Jessi ikut kesal


"Aku nggak mau" tolak Nino


"Udah cukup ya Nino,,kamu nggak usah pura-pura lagi.Aku tahu kamu selingkuh" Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya meluncur di pipi mulus itu.


"Tau dari mana kamu?" tanya Nino kaget


"Aku? Aku lihat dengan kepala mata aku sendiri,kamu ciuman sama wanita lain di mobil kemarin malam" Jessi mulai emosi


"Apa? itu nggak seperti apa yang kamu lihat Jessi" elak Nino


"Heh,,kamu pikir aku bodoh? kamu pikir aku nggak tahu bedanya ***** dengan nggak sengaja?" Jessi tersenyum miris


"Iya aku emang selingkuh,,aku salah maafin aku" Nino ingin memegang tangan Jessi namun di tepis dengan kasar


"Maaf kamu bilang? segampang itu kamu bilang maaf" air mata Jessi masih saja mengalir


"Jadi itu alasan kamu nggak pernah bawa aku ketemu sama orang tua kamu? karena aku cuma mainan kamu" Jessi tersenyum sambil mengusap air matanya


"Jessi maafin aku,,aku khilaf"


"Pergi kamu" usir Jessi tanpa menatap Nino


"Jessi aku masih cinta sama kamu" Nino masih saja memohon pada Jessi


"Pergi" bentak Jessi


Akhirnya Nino pergi meninggalkan Jessi sendiri di cafe.Wanita itu terisak di pojokan.Tanpa Jessi sadari,Ada sosok laki-laki yang sedari tadi menatapnya.


Laki-laki itu adalah Reza,saat dirinya akan pergi dari cafe ia melihat Jessi berbicara dengan laki-laki sambil menangis.Akhirnya ia duduk kembali di tempatnya sambil terus menatap Jessi.


"Hiks..hiks" Jessi sesegukan.Saat ia mengusap ingusnya tiba-tiba ada yang menyodorkan sapu tangan untuknya.

__ADS_1


"Ambilah,,Lo butuh kan" kata Reza


"Lo.." Jessi kaget


"Ambil" kata Reza dan Jessi mengambil sapu tangan itu


"makasih" kata Jessi


"Lo kenapa?" tanya Reza


"Nggak papa"


"Tapi kok nangis?" Reza masih saja bertanya


"Bisa nggak sih nggak usah ikut campur" Jessi berdiri dan meninggalkan Reza di meja tersebut.Karena pertengkaran dengan Nino membuat emosinya meledak-ledak.


"Dasar cewek sinting" umpat Reza


Saat Reza sampai di depan cafe,ia melihat Jessi berjalan tanpa melihat kanan kiri.Terlihat ada sebuah motor yang melaju kencang dari arah samping.


"Awas" teriak Reza sambil berlari menyelamatkan Jessi


"Aaaaaa" Jessi baru tersadar saat mendengar teriakan Reza


Cup..


Mereka saling pandang,tubuh Reza menimpa tubuh Jessi sehingga bibir mereka bertemu.


"Aaaaaa" Jessi tersadar dengan posisi mereka


"Eh" Reza akhirnya berdiri sambil membenarkan bajunya


"Yee di tolongin bukannya terimakasih malah marah-marah" kata Reza santai


"Iya nolongin sambil manfaatin gue kan,, dasar mesum"


"Heh mulut Lo kalo ngomong di jaga ya" Reza mulai terpancing


"Aaa ciuman pertama gueee" rengek Jessi


"Pertama? gue nggak yakin deh" kata Reza


"Maksud Lo? Lo pikir gue cewek yang suka kayak gitu?"


"Ya buktinya Lo udah punya pacar,, pasti udah nggak pertama"


"Jaga ya mulut Lo,,gua tampol pakek sendal mau Lo" Jessi semakin emosi


"Dasar cewek sinting" kata Reza sambil berlalu pergi


"Apa Lo bilang? Lo tuh yang nggak waras" bantah Jessi


"Bodo amat" Mereka pergi dengan arah berlawanan


Sementara kini Viana sedang membuat ayam balado bersama Raka dan Risa,lebih tepatnya Raka yang memasak karena ia tak mengijinkan istrinya memasak.Mereka terlihat sangat kompak saat memasak,Viana mengarahkan Raka saat menyiapkan bumbu-bumbunya.


"Itu semuanya di halusin ya mas" kata Viana


"Oke sayang"


"Daddy Lisa mau bantuin Daddy" Risa menarik baju Raka

__ADS_1


"Bentar ya sayang,,Daddy halusin bumbunya dulu"


"Iya Daddy"


"Habis ini tinggal di masukin bumbunya ke teflon mas"


"Terus di kasih apa lagi?"


"Kasih gula,garam,sama penyedap rasa" kata Viana


"Setelah itu ayamnya masukin" Viana tersenyum melihat Raka yang berkeringat karena memasak


"Daddy-daddy ayo gendong Lisa" rengek Risa


"Iya sayang sini" Raka menggendong putrinya untuk melihat masakannya


"Wahh kayaknya enak Daddy" gadis kecil itu berbinar


"Siapa dulu dong yang masak" Raka pongah


"Resepnya siapa dulu dong" Viana tak kalah pongah


"Hahaha" mereka tertawa terbahak-bahak


"Yey udah matang" teriak Risa


"Ayo kita makan" Raka membawa masakannya ke meja makan


"Sayang cobain,,enak nggak" Raka menyuapi Viana


"Hemm enak mas" Viana mengambil ayamnya lagi


"Sekarang Risa yang cobain" Raka gantian menyuapi Risa


"Emmm mantab Daddy" Risa mengacungkan jempolnya


"Besok kita masak lagi ya,,biar Daddy bisa masakin kalian" kata Raka bahagia


"Siap daddyyy" jawab Risa dan Viana bersamaan


"Mommy Daddy nanti Lisa mau ikut tidul boleh?" tanya Risa


"Boleh dong sayang" jawab Viana


"Ya sudah,,makan yang banyak ya.Habis ini kita ke kamar kita main boneka" ujar Raka


"Yeyyyy asikkkkk"


"Mommy nanti kalau dedeknya udah lahil,,tidulnya sama Lisa ya?"


"Iya sayang,, nanti kakak Risa yang jagain dedek" Viana mengelus rambut Risa


"Dedek nanti tidul sama kakak Lisa ya,,kakak akan jagain dedek" Risa mengelus perut sang mommy


"Emmm kakak Risa pinter banget sih" Raka menoel hidung putrinya


"Hahaha" mereka tertawa bahagia.


Happy reading 🤗


Semoga selalu suka dengan karya saya💜

__ADS_1


__ADS_2