Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Tak bisa menghindar


__ADS_3

Viana dan Raka sedang dalam perjalanan pulang, mereka baru saja pulang dari rumah sakit untuk memeriksa kandungan.


Membelah jalanan kota yang ramai karena waktu sudah hampir senja.Tersirat senyum bahagia di wajah keduanya, setelah dokter memberi tahu bahwa 2-3 Minggu lagi bayinya akan segera lahir.


Jujur saja ada rasa takut yang menyelimuti hati Viana,tapi ia bersikap normal.Maklum saja sedikit takut karena ini kehamilan yang pertama.


"Soal namanya,Viana serahin sama mas" kata Viana memecah keheningan


"Siap mommy"


"Semua perlengkapan sudah siap?" tanya Raka


"Sudah mas,,bajunya sudah banyak.Nanti kalau sudah lahir baru beli lagi"


"Mas nggak sabar" kata Raka sambil mengelus perut Viana


"Eh anak Daddy nendang-nendang" kata Raka yang merasakan tendangan sang anak


"Akhir-akhir ini memang sering nendang-nendang mas,kadang sampai nyeri" kata Viana


"Sabar ya sayang" Raka mengelus rambut istrinya


"Iya mas"


Setelah terjebak di jalanan yang ramai,akhirnya mereka sampai di rumah tepat pukul 6 sore.Rumah tampak sepi,hanya ada suara burung peliharaan raka.


Viana dan Raka naik ke atas, terdengar Risa sedang belajar menyanyi bersama Susi.Gadis kecil itu terlihat ceria seperti biasanya.


Raka dan Viana mengintip di balik pintu,senyum mereka berkembang saat melihat anaknya dengan riang menirukan suara baby sitter nya.


"Twingkle-twingkle little stal" Risa bernyanyi dengan riang meskipun belum bisa mengucap huruf R dengan benar


Susi yang melihat majikannya di balik pintu tersenyum.Viana menggerakkan jari telunjuknya ke bibir,tanda untuk Susi agar tak memberi tahu anaknya.Susi hanya mengangguk sambil bertepuk tangan mengiringi nyanyian Risa


Setelah Risa menyelesaikan nyanyiannya,Raka dan Viana bertepuk tangan sambil masuk ke dalam.


"Anak mommy pintar sekali" Viana memeluk Risa


"Telimakasih mommy" Risa mencium pipi mommynya


"Daddy nggak di cium nih?" tanya Raka yang di abaikan oleh dua wanita kesayangannya itu


"Hahaha" Risa tertawa terbahak-bahak lalu ia mendekati Raka dan menciumnya dengan tulus


"Terimakasih sayang" Raka mencium pipi Risa


"Oh iya mommy,,dedek kapan lahilnya?"


"Sebentar lagi sayang" jawab Viana


"Holeeeeee,Mbak Susi adik Risa udah mau lahil" Gadis itu memberi tahu baby sitter nya.


"Iya nona"


"Ya sudah,mommy sama daddy ke kamar dulu ya"


"Iya mommy"


Raka dan Viana masuk ke dalam kamarnya.Raka masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya sedangkan Viana langsung merebahkan tubuhnya, karena ia sudah mandi tadi saat akan ke rumah sakit.


Cukup lama Raka di kamar mandi, hingga yang menunggunya sampai tertidur pulas.Raka keluar,ia tersenyum melihat istrinya sudah tertidur pulas padahal ini masih sore.

__ADS_1


Raka mengelus rambut istrinya,ia sangat beruntung memiliki istri yang sangat cantik dan sayang kepadanya dan putrinya.


Setelah berganti pakaian,Raka ikut naik ke atas ranjang.Ia mengambil tabletnya untuk mengecek beberapa pekerjaan yang perlu di koreksi lagi.


Hingga tak terasa sudah waktunya makan malam,tapi istrinya itu tak kunjung bangun malah semakin pulas.Akhirnya Raka turun sendiri untuk makan malam bersama putrinya.


"Daddy,,mommy dimana?" tanya Risa saat Raka duduk di meja makan


"Mommy lagi tidur sayang,,mungkin kecapekan" kata Raka


"Iya dad"


Lalu mereka makan dalam keheningan,hanya dentingan sendok yang menghiasi makan malam ini.


Setelah selesai makan,Risa dan Susi meninggalkan meja makan.kini tinggal Raka seorang yang berada di meja makan tersebut.


Raka berniat membawakan makan malam dan susu untuk istrinya.Ia berjalan ke dapur untuk membuat susu hamil istrinya.


Setelah itu ia membawa makanannya ke dalam kamar.Raka ingin membangunkan Viana namun ia tak tega.Akhirnya raka menunggu Viana bangun sendiri.


Setelah di rasa cukup lama Viana belum bangun,Raka membangunkan istrinya karena makanannya sudah dingin.


"Sayang" Raka mengelus pipi Viana


"Bangun,makan dulu"


"Emm" jawab Viana tanpa membuka matanya


"Makan dulu, nanti kamu kelaparan"


"Hemmm" Viana menggeliat sambil mengucek matanya


"Bangun dulu yuk,,makan" kata Raka mengelus rambut Viana


"Ayok,,sini agak Deket mas" Raka menarik tubuh istrinya


"Mas kok bau sih,,pakai parfum apa?" tanya Viana menutup hidungnya


"Mana ada orang wangi gini,,parfum baru ini yang" Raka mengendus badannya


"Baunya nggak enak,,ganti baju" Viana menjauh dari Raka karena mencium bau parfum Raka yang sangat menyengat


"Iya-iya mas ganti baju" Raka berdiri sambil melepas bajunya tapi saat akan membuka lemari Raka berbalik


"Nggak usah pakai baju ya,,kan mau keringetan" kata Raka membuat Viana diam


"Emangnya mas mau olahraga malam ya?" tanya Viana mengalihkan pembicaraan


"Iya olahraga ranjang sama kamu" Raka menutup lemarinya tak jadi mengambil baju.Justru ia malah melepas celananya


"Eh mau ngapain?" tanya viana


"Mau bobokin kamu" rak mendekati Viana


"Viana laper" Viana langsung mengambil piring di atas nampan tadi


"Yaudah mas tunggu"


"Hemm" jawab Viana sambil memakan makanannya


Cukup lama Viana makan,ia memang sengaja mengulur waktu agar menghindari suaminya.Namun Raka tak ada tanda-tanda ngantuk sedikit pun,,ia justru sedang merenggangkan otot-ototnya.

__ADS_1


"Kayaknya ada yang ngulur Waktu" cetus Raka membuat Viana tersedak


"Untuk..uhuk"


"Hati-hati" Raka mengambilkan air minum untuk istrinya


"Makanya kalau makan yang semangat jangan di lama-lamain" kata Raka membuat Viana meringis


"Mau menghindar ya?" tebak Raka


"Nggak kok" jawab Viana


"Malam ini kamu nggak akan bisa menghindar sayang"


"Meskipun Viana menghindar juga tetep kejadian tuh" kata Viana


"Cepetan sayang" Raka sudah tidak sabar


"Pelan-pelan tapi"


"Biasanya juga pelan" bantah Raka


"Pelan apanya..."


"Tapi nikmat kan" kata Raka membuat Viana merona


Mereka tak langsung melakukannya,Raka mengawali dengan kec*pan-kec*pan manis.Ia membiarkan nasi yang di makan istrinya agar turun dulu,jika tidak begitu nanti akan muntah.


Setelah 15 menit melakukan pemanasan,Raka mulai menelusuri seluruh tub*h istrinya.Merem*s gunung kembar yang semakin padat itu membuat Viana menggel*njang.


Setelah puas merem*s gunung itu,Raka langsung melahapnya.


Menyesapnya pelan-pelan membuat Viana mende**h kenikmatan.


"Eumm"


"Ahh" des*han demi des*han keluar dari mulut Viana saat Raka bermain di bagian sensitifnya


Di elusnya b*k*ng Viana,sambil mengecupi perut yang buncit itu.


Viana semakin di buat tak berdaya saat Raka memasukkan senjata tempurnya ke tubuhnya.Perlahan namun pasti, membuat kenikmatan tersendiri bagi keduanya.


"Ahh"


"Mass....emm"


"Ahh" Viana terus mende**h saat suaminya sedikit mempercepat gerakannya.


Setelah bertempur selama 45 menit Raka mengerang karena laharnya akan segera keluar.


"Ahhhhh" erang Raka saat lahar panas menyembur kedalam tubuh istrinya.


Raka dan Viana tumbang, sama-sama merasakan capek tapi nikmat.Raka mengusap keringat yang membasahi kening istrinya.


"Terimakasih sayang" Raka mengecup bibir Viana singkat


"Iya mas" Viana memejamkan matanya,ia lelah sekali.Namun ia tak akan bisa menghindar suaminya karena itu kewajibannya.


Mereka terlelap tanpa sehelai benangpun,saling memeluk untuk menghangatkan tubuh mereka.


Huapppyyyyyy readinggggg 🤗

__ADS_1


Semoga selalu suka yaw😘😘😘


Sorry kalau ada kesalahan hehe..


__ADS_2