
Sudah satu bulan sejak kejadian itu berlalu,Alena juga sudah sehat seperti sedia kala.Keenan juga kini semakin memperketat penjagaan rumah dan keluarganya,ia bahkan menyewa bodyguard untuk mengawal istrinya tanpa sepengetahuan Alena.
Alena duduk di balkon kamarnya, tatapan kosong kedepan.Rasanya ia bosan jika harus di kamar terus menerus seperti ini.Bahkan saat suaminya pulang pun Alena tak sadar.
Keenan yang mencari istrinya kini melihat Alena ternyata di balkon, perlahan ia memeluk dari belakang.Menghirup dalam-dalam aroma tubuh Alena.
"Eh kak,sudah pulang" tanya Alena yang baru sadar
"Hemm,kamu mikirin apa sih?" tanya Keenan
"Nggak ada" jawab Alena tersenyum
"Jangan bohong,kamu kenapa Hem?" tanya Keenan lagi
"Aku bosan di rumah terus,apa bisa kita pergi keluar?" tanya Alena sambil memainkan tangannya di dada suaminya
"Mau kemana? keluar kota? keluar negeri?" tanya Keenan tersenyum
"Bukan,maksudnya berkeliling kota ini saja"jawab Alena
"Boleh,tapi ada syaratnya" kata Keenan
"Nggak ikhlas ya udah deh" Alena membalikkan badannya
"Ehh jangan ngambek dong, syaratnya kamu harus cium aku dulu" kata Keenan memeluk Alena lagi
"Em hanya itu?" tanya Alena
"Kalau mau lebih juga boleh" Keenan menyeringai
"Emuach" Alena mengecup pipi Keenan lalu berlari keluar dari kamar.
Keenan tersenyum sambil memegang pipinya,ia senang istrinya sudah kembali ceria.Setelah itu Keenan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Viana dan Alena kini sedang berada di dapur,dua wanita ini tampak sibuk beradu alat dapur.
"Kalau kue yang ini itu kesukaan Keenan,kamu nanti coba buat ya biar bisa buatin nanti" kata Viana sambil mengajari Alena membuat kue
"Siap mommy, waktu pacaran dulu kak Keenan nggak pernah makan kue jadinya Alena nggak tau kesukaan dia" kata Alena
"Iya, nanti kalau acara syukurannya Risa kita buat kue sendiri ya.Kamu mau bantuin mommy kan" kata Viana
"Iya nanti Alena bantuin" Alena tersenyum.
Setelah itu mereka melanjutkan memanggang kue yang mereka buat.Beberapa menit,kue sudah matang Viana dan Alena langsung mencicipi kue yang mereka buat sendiri.
Jam makan malam,Keenan mengajak Alena untuk dinner di luar sesuai permintaan Alena sore tadi.Menuju restoran Jepang favorit Alena.
Setelah makan malam,Keenan mengajak Alena mengelilingi pusat kota.Saat melihat taman kecil,Alena mengajak Keenan untuk berhenti dan duduk disana sambil menikmati pemandangan malam hari.
__ADS_1
"Sudah senang?" tanya Keenan melihat wajah Alena yang terus tersenyum
"Ya, menyenangkan sekali" jawab Alena
"Kak kita beli cilok itu" Alena menunjuk penjual cilok keliling
"Ayo" Keenan
Setelah membeli cilok,ada anak kecil perempuan yang menghampiri Alena dan memberikan balon berwarna pink.Alena menerima balon tersebut, sebagai gantinya Alena memberikan cilok yang baru saja ia beli.
"Lucu sekali" kata Alena menatap anak kecil itu yang mulai menjauh
"Apa kamu suka anak-anak?" tanya Keenan pada istrinya
"Suka, mereka itu lucu" kata Alena
"Apa kamu mau punya anak?" tanya konyol Keenan membuat Alena menatapnya
"Kenapa bertanya seperti itu? setiap pasangan suami-istri pasti ingin punya keturunan kak, begitupun dengan aku" jelas Alena,rasanya nampak sedih karena ia belum hamil.
"Apa Kakak nggak mau punya anak?" tebak Alena ngawur
"Ya mau lah sayang,apalagi anak dari istri kakak yang paaaalingg cantik ini" Keenan mengecup pipi Alena
"Kok aku belum hamil ya kak?" tanya Alena
"Sabar,anak itu titipan Tuhan.Mungkin kita belum waktunya jadi orang tua.Kamu sabar aja ya,yang penting usahanya harus tiap malem" kata Keenan modus
"Sayang,rezeki orang itu beda-beda.Lagian pernikahan kita kan baru dua bulan,masih banyak peluang untuk kita punya keturunan" kata bijak Keenan
Alena hanya diam, beberapa hari ini ia memang kepikiran tentang ini.Apalagi semenjak ia melihat Keenan memegang susu hamil saat di supermarket bersamanya kemarin.
"Kok malah ngelamun sih" kata Keenan
"Ah enggak"Alena tersenyum
"Kita pulang sekarang?" tanya Keenan
"Iya,udah malem juga"
"Yaudah ayo" Keenan merangkul Alena menuju mobilnya.
"Besok kamu ada jadwal kuliah jam berapa yang?" tanya keenan tapi tidak ada jawaban dari Alena
"Sayang?" Keenan masih memanggil Alena
"Kok diem aja" Keenan menengok ke samping,ternyata istrinya sudah tertidur pantas saja tidak menjawab pertanyaan Keenan.
"Gampang banget tidurnya" Keenan mengelus kepala Alena
__ADS_1
Sekitar 25 menit,Keenan sampai dirumah.Ia menggendong Alena dan membawanya ke kamar.
Setelah membaringkan Alena,Keenan turun untuk mengambil minum di dapur.Kebetulan Keenan bertemu Raka yang juga mengambil minum
"Baru pulang?" tanya Raka
"Iya dad" jawab Keenan yang nampak murung
"Kenapa dengan wajah tampan itu?"tanya Raka
"Kenapa?" tanya Keenan memegangi wajahnya
"Terlihat murung" kata Raka
"Biasa saja,hanya lelah sedikit" jawab Keenan
"Jangan memikirkan hal-hal yang tak perlu dipikirkan" Raka menepuk pundak putranya
"Ya"jawab Keenan sambil menutup kembali pintu ruangan pendingin.Lalu Keenan mengajak Raka untuk ngopi malam di teras rumah bersama pak Tejo juga
"Haduh ini kok pada ngopi malem-malem,nyonya sama non Alena teh nggak nyariin tuan?" tanya pak Tejo
"Udah pada tidur pak,kitanya yang nggak bisa tidur"kata Keenan
"Owh" pak Tejo hanya ber-oh ria
"Gimana kabar anak-anak pak?" tanya Raka
"Baik semua tuan" jawab Tejo
"Yang pertama udah punya anak?" tanya Raka
"Alhamdulillah sudah mau dua tuan"
"Wah sudah mau punya cucu dua ya" Raka tertawa
"Iya, anak-anak pada gampang banget punya anaknya.Nggak kaya saya dulu" kata Tejo tersenyum
"Memangnya kenapa pak?" tanya Keenan yang penasaran
"Saya teh dulu 7 tahun baru punya anak den, yang pertama umur 2 tahun, pas anak kedua lahir ibunya malah kabur"
"7 tahun pak?" tanya Keenan lagi
"Iya den, sampai istri bapak udah mau nyerah"
"Emm" Keenan hanya manggut-manggut
Keenan tahu sekarang, ternyata masih ada pasangan-pasangan lain yang lama menanti buah hati seperti dirinya.
__ADS_1
Happy reading,,sorry telat up
Love you pull ❤️❤️❤️❤️