
Pagi ini Viana bangun sangat pagi karena ingin menyiapkan sarapan untuk Raka.Hatinya masih berbunga-bunga mengingat kembali acara istimewa tadi malam.
Saat di dapur Viana berpapasan dengan Ayu.Ayu menatap Viana dengan tajam.
"Dasar penggoda" kata ayu sinis
"Siapa yang kau maksud?" tanya Viana santai
"Tentu saja dirimu yang sok polos ini" ayu semakin sewot
"Lalu siapa yang ku goda?" Viana masih bertanya
"Tentu saja tuan Raka,,kau sengaja kan ingin menikah dengannya dan merebut semua kekayaannya." kata ayu
"Kenapa berfikirmu jauh sekali" viana tersenyum
"Memang apa lagi yang diinginkan wanita penggoda sepertimu" mulut ayu masih saja berbicara
"Sudahlah,, terserah kau saja" Viana lalu pergi untuk mengambil minum di meja makan.
Ayu masih kesal saat Viana tak sakit hati dengan hinaannya.dia mengepalkan tangannya dan pergi dari dapur.
Setelah Ayu pergi kini Viana melanjutkan rencana masaknya.Bukan karena Viana takut kepada Ayu,tapi Viana malas saja jika pagi-pagi sudah harus meladeni mulut cabai itu.
Setelah 45 menit di dapur akhirnya Viana menyelesaikan acara masak paginya.Cukup banyak makanan yang Viana masak, seperti akan ada tamu saja.
Jam sudah menunjukkan pukul 07.00.Viana berjalan menuju kamar Risa untuk membangunkannya karena sudah mau sarapan.
Ceklekk ....
Terlihat disana Risa sudah bangun tapi hanya duduk di ranjang.Viana menghampiri Risa,gadis itu masih terlihat sangat mengantuk.
"Eh si cantik udah bangun ternyata" kata Viana
"Aku lapel kak,,makanya bangun" jawab Risa dengan suara khas bangun tidur
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu ayo bangun dan mandi,, setelah mandi baru kita sarapan oke" kata Viana dan Risa mengangguk
Cukup 10 menit saja Risa sudah selesai di dandani calon mommy nya.Viana memang cekatan jika mengurus anak kecil.
Saat Viana dan Risa keluar dari kamar,mereka berpapasan dengan Raka yang juga baru keluar dari kamarnya.Viana tersenyum melihat Raka yang sudah rapi.
"Mas" sapa Viana
Raka tersenyum manis saat Viana menyapanya.ada rasa bahagia yang tak dapat di ungkapkan.
"Mas sarapannya sudah siap,,ayo turun" ajak Viana
"iya sayang" jawab raka.lalu mereka bertiga berjalan menuruni tangga.Viana mendudukkan Risa di samping dirinya.Viana mengambil nasi untuk sarapan Risa.
"Masakanmu memang selalu enak" kata Raka,ia sudah tahu bahwa itu di buat oleh tunangannya.
"Memangnya Mas tahu kalau ini aku yang masak?" tanya Viana
"Tentu saja" jawab Raka
Saat di tengah-tengah sarapan, terdengar bel pintu depan berbunyi.Susi membukakan pintunya.
"Pagi" ucap Bagas Mahendra
Bagas Mahendra, seorang pria campuran yang berusia 55 tahun.wajahnya terkesan awet muda dan terawat.Ia merupakan ayah dari Raka Mahendra, istrinya meninggalkannya dan pergi bersama pria lain saat Raka masih kecil.Cukup tajam sayatan di hatinya karena mantan istrinya itu membuatnya tak ingin menikah lagi sampai sekarang.
"Papa" sapa Raka memeluk papanya
"Kenapa tidak bilang kalau mau kemari" tanya Raka
"Aku kesini bukan untukmu,,aku ingin menjenguk cucu kesayanganku dan calon menantuku" kata Bagas tersenyum
"Selamat pagi tuan,,saya Viana tunangannya mas Raka"
"Kenapa panggil tuan? Panggil saja papa seperti Raka.ngomong-ngomong kenapa kau bisa suka dengan pria macam Raka itu" canda Bagas menggoda putranya
__ADS_1
Viana hanya tersenyum,ia tak tahu harus menjawab apa
"Papa jangan mempengaruhi istriku ya" Raka kesal
"Masih belum sah" kata Bagas tersenyum
"Opa nggak kangen sama Lisa" tanya Risa yang sejak tadi belum di sapa opanya.
"Tentu saja sayang,,Opa datang kesini untuk Risa" kata Bagas
"Nanti kita main ya Opa" ajak Risa
"Siap" Bagas tertawa kecil.ia memang sangat menyayangi cucunya itu.
"Pa mari sarapan bersama kita" ajak Viana agak canggung
"Baiklah"
Lalu mereka melanjutkan sarapan dengan sedikit mengobrol mengenai acara semalam.
"Masakannya enak" puji Bagas
"Siapa doang yang masak" Raka membanggakan diri
"Memang siapa?" tanya Bagas
"Calon menantu papa" kata Raka membuat Viana tersenyum malu
"Ini sangat enak" kata Bagas menatap Viana
"Terimakasih pa" kata Viana tersenyum
Bagas Mahendra
__ADS_1
Segini dulu ya teman-teman
Happy reading 🤗