
Malam ini Agim sedang menelepon kekasihnya.Terlihat bibirnya terus tersenyum sambil berbicara.
"Besok kamu sibuk nggak yang?" tanya Agim
"Besok? aku kerja lah mas" jawab Tari
"Maksudnya malam sayang"
"Ohh mas nggak bilang sih,, kayaknya nggak deh"
"Tadi mama sama papa bilang mau ketemu sama kamu" kata Agim
"Beneran mas?" tanya tari kaget
"Iya,,katanya kapan aku bawa kamu kesini gitu"
"Emm.."
"Kenapa? kamu nggak mau ya?" tebak Agim mendengar Jawaban tari
"Ah nggak kok mas,,cuma deg-degan aja gitu"
"Nggak papa,,mereka nggak gigit kok.Kalau kamu nggak keberatan besok malam aku jemput,kita temuin keluarga aku" jelas Agim
"Iya mas,,tapi kalau nanti mereka nggak suka..." belum tari menyelesaikan bicaranya Agim sudah memotong
"Ssstttt... Mereka pasti suka sama kamu" potong Agim
"Iya mas"
"Ya sudah kamu istirahat ya,, selamat malam sayang"
"Selamat malam juga mas" telepon pun berakhir.
Tari merebahkan tubuhnya di ranjang, pikirannya sedang melayang membayangkan dirinya bertemu dengan calon mertuanya.Ada rasa bahagia juga deg-degan.
Pagi harinya tari sudah sampai di cafe.Ia sedang membereskan peralatan cafe tersebut sambil melamun.Jessi baru datang, menghampiri tari dan mengagetkannya.
"Dorr" kaget Jessi
"Aaa" tari berteriak kaget
"Astaga Jessi" tari menepuk pundak jessi
"Ahahaha kaget kan kamu" Jessi tertawa terbahak-bahak
"Ihh jahil banget sih" tari mencubit pipi sahabatnya itu
"Aduh..duh sakit tari" Jessi mengelus pipinya
"Lagian kamu nglamun apa sih? pagi-pagi udah bengong aja" kata Jessi
"Aku lagi bingung nih,,enaknya bawa apa ya kalo berkunjung ke rumah calon mertua?" tanya tari
"Maksud kamu?" Jessi tak paham
"Jadi semalem mas Agim telfon,,katanya malam ini ngajakin aku ke rumahnya" jelas tari
"Wahhhh jadi kamu mau di bawa kerumah Agim?"
"Iya,,tapi aku gugup banget ini" Tari mengehela nafas
"Udah nggak papa,,rileks aja.Kamu beruntung kalau Agim ngajakin kamu ketemu orang tuanya" kata Jessi
"Kenapa gitu?"
"Ya karena nggak semua laki-laki bisa berbuat seperti itu,, contohnya Nino.Setiap aku nanya kapan aku ketemu orang tuanya pasti dia bilang nanti,,nggak tau nanti sampai kapan" Jessi tersenyum miris
"Emmm sorry jess,,kamu yang sabar aja.Dia pasti nanti bawa kamu kerumahnya kok"
"Iya nanti,, kayaknya emang dia nggak serius sama aku" pasrah Jessi
"Kamu nggak boleh ngomong gitu,,siapa tau dia belum siap bawa kamu kerumahnya"
"Iya,,eh kenapa malah sedih-sedih gini kan masih pagi hahaha" Jessi melihatkan kekonyolannya.
"Haha kamu bisa aja sih" tari tersenyum
"Gimana kalau sore nanti aku temenin kamu ke mall,,kita cari buah tangan buat orang tuanya Agim" usul Jessi
"Emangnya nggak papa? kamu nggak sibuk?" tanya Tari tak enak
__ADS_1
"Hello nona tari,, emangnya aku presiden apa pake acara sibuk segala" lagi-lagi tingkah konyol Jessi membuat Tari tertawa
"Hahaha kamu bisa aja,,yaudah nanti setelah pulang kerja kita langsung jalan ya"
"Iya sayang" Jessi mencubit pipi Tari
"Eh kamu bales dendam ya? ihh" tari mencubit lengan Jessi
"Hahaha udah ah sakit tau"
Waktu terus berjalan,,kini jam sudah menunjukkan pukul 15.50.Jessi dan Tari sedang membereskan peralatan cafe.Mereka sedikit tergopoh karena akan pergi ke mall.
"Sudah semuanya kan?" tanya Jessi
"Udah" jawab tari melihat sekeliling
"Ya udah ayo berangkat sekarang" ajak Jessi
"Win,,Nike kita duluan ya" teriak tari pada teman kerjanya
"Oke" mereka juga sedang bersiap untuk pulang
Mereka berangkat ke mall dengan menaiki motor matic Jessi.Terlihat jalanan yang ramai karena waktunya semua orang pulang dari bekerja.Dengan begitu lihainya, Jessi mampu menyalip kendaraan-kendaraan lainnya.
Setelah 30 menit akhirnya mereka sampai.jessi memarkirkan motornya, mereka berjalan masuk dengan pesona mereka yang membuat siapapun akan menatapnya.
"Kamu mau cari apa?" tanya Jessi
"Gimana kalau aku bawa kue aja?" tanya tari balik
"Emm boleh,,ayo ikut aku" Jessi menarik tangan Tari
"Ehh mau kemana"
"Aku tau toko kue yang rasanya enak banget,,ayok" Jessi masih saja menarik tangan Tari
"Ini dia" Jessi berhenti di depan toko kue terkenal
"Ya udah ayo masuk" Ajak tari
"Lengkap juga ya ternyata"ungkap tari
"Bagus yang mana ya? yang ini atau itu" tari bingung memilih kue
"Semua aja" kata Jessi
"Ya udah deh,,Mbak saya mau yang ini sama yang ini ya" kata Tari pada pelayan toko tersebut
"Baik Mbak tunggu sebentar" wanita itu mengambil kuenya dan membungkusnya
"Ini Mbak,, totalnya jadi ini"
"Ini Mbak,, terimakasih" kata tari
"Kita mau kemana lagi?" tanya Jessi
"Pulang lah,,kan udah dapet yang aku cari" kata tari
"Kayaknya kamu perlu sedikit polesan deh" Jessi menatap Tari
"Polesan apa?" tanya tari
"Make up,,Sama baju juga"
"Baju aku banyak di rumah" bantah tari
"Kamu mau pakai baju tomboy kamu itu,,ya ampun tari kamu itu mau ke rumah calon mertua bukan nongkrong" Jessi menepuk jidatnya
"Sini ikut aku" Jessi menarik tangan Tari lagi
"Pilih baju yang kamu suka" kata Jessi saat mereka sampai di sebuah toko pakaian
"Tapi aku nggak bawa uang Jess"
"Udah gampang,,buruan pilih" Jessi mengambil kue dari tangan Tari
"Ini bagus nggak?" tanya Tari
"Nggak ah,, ganti yang lain"
"Ini?"
__ADS_1
"No,, terlalu panjang"
"ini? udah pokoknya ini aja aku capek bolak balik"
"Hahaha ya udah sini" Jessi meminta baju yang di pilih Tari
"Nih,, nanti di pakai ya.Jangan lupa nanti dandan sedikit biar lebih cantik" kata Jessi
"Thanks ya Jess kamu udah banyak bantu aku" tari memeluk sahabatnya itu.
"Santai aja,,lagian aku kerja juga buat diri aku sendiri jadi nggak rugi kalau bantu kamu"kata Jessi,ia memang yatim piatu.Orang tuanya meninggal 2 tahun yang lalu karena sebuah kecelakaan.Ia bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri.
"Sahabat terbaik deh kamu pokoknya" tari memeluk Jessi
"Ya udah kita pulang yuk,, nanti ibu kamu nyariin" ajak Jessi
"Oke" mereka akhirnya pulang.
Kini jam sudah menunjukkan pukul 18.45.Agim sudah berada di rumah tari.Agim begitu terpukau dengan penampilan tari malam ini.
"Kami berangkat ya Bu"pamit Agim
"Iya,,salam untuk orang tua kamu ya" kata Marni
"Iya Bu"
mereka berangkat ke rumah Agim.Saat di depan rumah mewah itu ada rasa gugup yang di rasa tari.
"Ayo" ajak Agim
"Mas tari gugup banget" kata tari
"Nggak paoa" Agim menggenggam tangan tari
"Pa..ma" panggil Agim saat sudah di balik pintu
"Eh kamu udah sampai"
"Iya ma"
"Selamat malam Om Tante" tari mencium tangan mereka
"Malam,,kamu pacarnya Agim ya?" tanya Sania tersenyum
"Iya Tante,,nama saya Tari"
"Nama yang cantik" puji Sania
"Oh iya Tante,,ini saya bawakan kue.semoga Tante sama Om suka" kata tari menyodorkan bingkisan kue tersebut
"Wah terimakasih ya,,jadi merepotkan"
"Kamu udah lama pacaran sama Agim?" kini Hengki yang bertanya
"Baru satu bulan om" jawab tari tersenyum
"Jadi kapan kalian siap menikah?" tanya Hengki konyol
"Ha? menikah om?" tanya tari kaget
"Papa ih,,jangan langsung to the poin dong" protes Sania
"Hahaha maaf,, maksud om kalian serius dalam hubungan ini?"
"Ya serius lah pa,,kalau nggak ngapain agim bawa tari kesini" jawab Agim
"Bagus kalau begitu" Hengki mengangguk sambil tersenyum
"Ya sudah ayo kita makan malam dulu,, Tante udah masak banyak loh" ajak Sania pada tari
"Iya Tante"
Lalu mereka memulai makan malam pertama bersama calon menantu.Hengki dan Sania memang tak mempermasalahkan status sosial keluarga tari karena Agim mau menikah saja sudah membuat mereka bahagia.Apalagi dengan kegagalan pernikahan Agim dulu membuat Hengki dan Sania tak mempermasalahkan status.Ia yakin putranya bisa memilih wanita yang baik dan tulus mencintainya.
Happy reading 🤗
Bab ini khusus tari sama Agim ya karena Raka dan Viana sedang beristirahat.
Semoga tari cepat di halalkan hihi😁
__ADS_1