Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Kucing dan tikus


__ADS_3

Siang ini saat waktu makan siang Agim berencana menjenguk calon adik iparnya di rumah sakit.Agim belum tahu jika Risa juga di rawat di rumah sakit yang sama.


Kini Viana sedang menyuapi makanan pada Risa.Mega dan Anton pulang untuk istirahat.Sementara Bagas sudah kembali ke luar negeri setelah acara pesta pernikahan untuk menjalankan bisnisnya disana.


"Anak mommy pintar sekali" Viana mencium pipi Risa Karena menghabiskan makan siangnya.


"Iya mommy" Demam Risa sudah menurun


"Oh iya mas,,Viana tebus obat dulu ya" kata Viana


"Biar mas aja sayang" kata Raka berdiri


"Ya sudah" Viana lanjut menemani putrinya


Saat akan menuju apotik,Raka melihat Agim berjalan kearahnya.


Agim belum melihat Raka,karena seperti sedang berfikir jadi ia tak fokus pada apa yang ada di depannya.


"Gim" Panggil Raka


"Eh,,kamu ngapain disini?" tanya Agim pada Raka


"Justru aku yang harusnya nanya,,kamu ngapain disini?" Raka balik bertanya


"Aku mau jenguk adik Tari,semalem penyakitnya kambuh jadi aku bawa kerumah sakit" jelas Agim


"Oh adik tari sakit" kata Raka manggut-manggut


"Yoi,,kamu sendiri ngapain?"


"Risa demam tinggi,kemarin sore di bawa kesini sama papa Anton dan mama Mega" jelas Raka


"Risa demam? astaga keponakan kecilku lagi sakit" Kata Agim membuat Raka malas


"Ya sudah,, nanti aku akan jenguk adik tari"kata raka


"Oke bro nanti aku juga jenguk si cantik" Agim berlalu pergi


"Semoga kalian memang di takdirkan bersama" Raka menatap punggung Agim yang sudah berlalu.meskipun terlihat sering adu argumen,tapi persahabatan mereka sangat kental.Tak ada kata sakit hati saat mereka sama-sama melontarkan kata-kata candaan yang kasar.


"Selamat siang" Agim masuk ke dalam ruangan Vera di rawat


"Selamat siang,,eh nak Agim" ujar Marni


"Iya Bu,,ini Agim bawakan makan siang.ibu pasti belum makan kan?" tebak Agim


"Aduh merepotkan nak Agim" kata Marni


"Ah nggak papa Bu sama sekali nggak ngrepotin"agim tersenyum manis


"Halo Vera,,salam kenal ya namaku Agim" kata Agim menatap Vera


"Kak makasih ya kakak udah bawa Vera kesini" kata Vera


"Iya"Agim mengelus rambut Vera


"Oh iya tari,,aku mau ngasih tahu kalau Risa anaknya Viana juga lagi sakit dan di rawat di sini juga" jelas Agim


"Oh ya mas? sakit apa?" tanya tari


"Demam"


"Ya udah kita jenguk ya mas"Ajak tari


"Oke"


"Bu tari tinggal sebentar ya" pamit tari pada Marni


"Iya tari,,salam untuk mereka ya" kata Marni di angguki kepala oleh tari

__ADS_1


Saat di luar ruangan,Agim ingin bertanya sesuatu


"Tari,,aku mau nanya" ujar Agim


"Ya mas?"


"Kemarin yang di cafe terus peluk-peluk kamu itu siapa?" tanya Agim hati-hati.Tari terdiam,sedang mencerna pertanyaan yang di ajukan oleh Agim


"Oh kak Reza" jawab tari


"Reza? siapa dia?" tanya Agim


"Dia itu senior aku dulu,,kita cuma temenan.Dan untuk pelukan kemarin itu,dia reflek karena kami lama tak bertemu" jelas tari


"Oooo hanya teman" Agim tersenyum kikuk


"Iya soalnya sejak lulus tari nggak pernah ketemu lagi jadi kak Reza reflek peluk tari" tari meringis


"Oh iya mas,,kamar Risa dimana ya?" tanya tari


"Astaga aku belum tanya Raka" agim buru-buru membuka ponselnya dan mengirim pesan pada sang sahabat.


"Kamar nomor 249" kata Agim


"Wah pas sekali kita sedang di depan ruangan Risa" ujar tari


"Ya sudah ayo masuk" Agim menggandeng tangan tari


"Selamat siang Mbak Viana" Sapa tari


"Eh ada tari, selamat siang juga" jawab Viana tersenyum manis


"Gimana kabarnya Mbak?"tanya tari


"Mbak baik,,kamu sendiri gimana?"


"Alhamdulillah baik Mbak"


"Demam aunty" jawab Risa menggemaskan


"Duh,,duh anak manis cepat sembuh ya" tari mencium pipi gembul Risa.


"Halo tuan putri" kini giliran Agim yang menyapa


"Uncle Agim nggak gendong Lisa?" tanya gadis kecil itu,karena setiap bertemu agim pasti selalu di gendong


"Nanti ya,, setelah Risa sembuh uncle akan ajak Risa jalan-jalan bagaimana?"


"Tidak boleh" sahut Raka yang baru saja masuk


"Hei aku tak bertanya padamu"


"Tapi aku Daddynya"


"Tapi Risa mau"


"Tapi kau harus ijin dengan Daddynya"


"Tapi kau..."


"Sudah cukup!!" Viana melerai keduanya.ia merasa risih dengan perdebatan mereka.


"Kalian ini seperti kucing dan tikus saja,,apa kalian tak sadar bahwa kalian sudah tua.Kenapa harus berdebat seperti anak kecil begini?" Viana sedikit kesal


"Maaf" jawab keduanya serempak


"Jika kalian masih ingin disini maka diam" Viana berkata tegas


"Baik"lagi-lagi mereka menjawab secara bersamaan

__ADS_1


"Kau" Raka kesal karena setiap bicara pasti bersamaan dengan agim


"Apa?" Agim menantang


"Keluar" bentak Viana pada keduanya


"Cepat keluar" Viana benar-benar tak habis pikir dengan kedua orang itu.


"Pfftt.." tari dan Risa menahan tawa saat melihat ekspresi Raka dan Agim seperti ketakutan.


"Ayo keluar tunggu apa lagi" kata Viana


"Kami akan diam" kata Raka


"Awas saja kalau berdebat lagi"


"Ayo tari kita duduk,, biarkan mereka berdiri sampai kesemutan" Viana mengajak tari duduk di sofa


"Oh iya,,tadi kamu kesini sama agim?" tanya Viana


"Nggak Mbak,,jadi adik tari juga di rawat disini.Tadi mas agim bilang kalau Risa juga sakit,jadi sekalian jengukin" jelas tari


"Adik kamu sakit apa?" tanya Viana prihatin


"Sakit jantung Mbak,,semalem kambuh terus tari telfon mas Agim buat bantu tari ke rumah sakit" jelas tari


"Astaga,,kamu yang sabar ya,Agim kamu harus lebih perhatian sama tari" viana sedang menasehati jomblo itu


"Pasti" jawab agim tersenyum.


"Dasar modus" kata Raka menyenggol lengan Agim


"Apaan sih" Agim sewot


"Mass" Viana melotot


"Iya-iya mas diem" Raka memanyunkan bibirnya


"Sok cute sekali" kata agim melihat ekspresi wajah Raka


"Memang,,kenapa? kau iri karena kalah tampan?" tanya Raka pongah


"Cih menjijikkan" agim berdecih


"Astaga kalian ini" Viana sudah kewalahan menghadapi kedua makhluk hidup ini.


"Mereka selalu begitu Mbak?" tanya tari


"Kadang akur tapi kadang juga begitu" jelas Viana


Lalu mereka mengobrol dengan santai karena dia pria sedang di hukum berdiri sambil diam oleh Viana.


like


like


like


komen


komen


komen


vote


vote


vote

__ADS_1


terimakasih 😘


__ADS_2