
Satu Minggu telah berlalu,kini tibalah hari dimana Reza akan membawa Jessi menemui orang tuanya.Reza sudah tau kalau Jessi tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini.
Jessi duduk di depan meja riasnya,menatap dirinya sendiri di cermin yang ada di hadapannya.Rasa gugup,takut,haru bercampur menjadi satu dalam hati Jessi.
Berbagai pertanyaan muncul dalam benaknya, apakah calon mertuanya akan menyukainya?,itu yang Jessi takutkan.
Drrrtt..
Ponsel Jessi berbunyi menampilkan nama Reza disana
"Halo"
"Halo sayang,aku udah di depan" kata Reza
"Iya tunggu sebentar" Jessi mematikan sambungan teleponnya
Jessi merapikan rambutnya, sedikit polesan make up sudah membuatnya semakin cantik.Mengenakan dress pink selutut,rambut terurai dengan sepatu hells yang tak begitu tinggi.
Jessi keluar dari rumahnya, membuat Reza kagum dengan kecantikan kekasihnya itu.
"Jadi berangkat nggak?" tanya Jessi yang melihat Reza menatapnya tanpa berkedip
"Eh jadi dong"
"Ayo"
Mereka memasuki mobil menuju rumah Reza.Jessi jadi panas dingin,ia benar-benar gugup sekali.
"Nggak usah gugup" kata Reza menenangkan sambil menggenggam tangan jessi
"Iya" Jessi tersenyum
Perjalanan terasa begitu singkat, membuat Jessi jadi semakin gugup.Kini mereka telah memasuki gerbang rumah mewah milik keluarga Reza.
Jessi semakin menciut, ternyata ia begitu berbeda dengan Reza.Tapi Jessi percaya bahwa Reza tak pernah mempermasalahkan status.
Reza menggandeng tangan Jessi,mereka memasuki pintu rumah.Terlihat rumah mewah dan elegan, ternyata Reza anak orang kaya raya.
"Pa"
"Ma"
Reza memanggil kedua orang tuanya yang sedang duduk di ruang tamu.Dengan kompak mereka menengok ke belakang,mata mereka fokus pada gadis yang ada di samping putranya.
Reza dan Jessi mendekat, mereka duduk di sofa depan orang tuanya. Orang tua Reza saling pandang, mereka bingung siapa yang di bawa putranya ini?.
"Za" panggil Salma yang meminta penjelasan Reza
"Ma pa,kenalin ini Jessi pacar Reza" Reza memang belum memberitahu orang tuanya mengenai Jessi karena ia ingin memberi kejutan pada mereka.
"Selamat malam Om Tante" Jessi mencium tangan kedua orang tua Reza
"Malam" jawab Salma
"Jadi kamu sudah punya pacar za?" tanya Tama
"Iya pa,,dan rencananya Reza akan segera menikah"
Tama manggut-manggut,ia melihat calon menantunya.Cantik dan juga sopan,itu yang bisa di tangkap Tama dan Salma.
__ADS_1
"Nak Jessi sudah lama kenal dengan Reza?" tanya Salma
"Sudah Tante" Jawab Jessi, ternyata calon mertuanya cukup baik juga.Jauh dari perkiraan Jessi
"Tante kira Reza ini nggak laku nak,, soalnya ngga pernah bawa perempuan pulang" jelas Salma
"Kalian serius ingin menikah?" tanya Tama
"Serius pa" Jawa Reza mantap
"Lalu bagaimana dengan keluarga nak Jessi,,kita kesana kapan?" tanya Tama membuat Jessi terdiam
"Em pa ma, sebenarnya orang tua Jessi sudah tidak ada dan juga ia tidak punya siapa-siapa lagi" jelas Reza membuat Tama tak enak hati pada Jessi
"Maaf ya nak Jessi kalau pertanyaan kami menyingung hati nak Jessi" Tama meminta maaf
"Tidak papa Om,Jessi juga sudah mengikhlaskan kepergian mereka"
"Ya sudah,,kalau kalian sudah siap untuk menikah mari kita tentukan tanggal untuk pertunangan kalian dulu"
"Minggu depan saja pa" sahut Reza
"Kau ini gugup sekali,kau pikir persiapan acaranya sebentar?" Salma memarahi anaknya
"Iya mamamu benar,2 Minggu lagi kalian tunangan" timpal Tama
"Baik pa ma"
"Iya om Tante" Kat Jessi tersenyum
"Panggil mama sama papa saja nak Jessi,kita kan bakalan jadi keluarga" kata Salma tersenyum
"Baik ma" Jessi nampak malu-malu
"Insyaallah ma kalau Jessi habis dari cafe nanti bakalan mampir" Jessi tersenyum
"Kamu kerja?" tanya Salma
"Nggak ma,,Jessi punya cafe sendiri" jelas Reza membuat Tama dan Salma kagum dengan sosok Jessi yang pekerja keras
"Wah hebat sekali,,masih muda sudah pandai berbisnis" puji Salma
"Iya ma,, Alhamdulillah itu hasil dari kerja keras Jessi waktu kerja di cafe kopi dulu"
"Mama Semakin kagum dengan kamu" Salma mengelus pundak calon menantunya.
"Mama bisa saja" Jessi tersipu
Reza bangga, ternyata mama dan papanya sangat tulus menerima Jessi untuk di jadikan menantu mereka.Kini mata Reza tak berhenti menatap wajah cantik Jessi yang sedang tersenyum bersama mamanya.
Orang yang dulu selalu ribut dengannya kini bahkan sudah akan menikah dengannya pula.Kadang Reza masih tak percaya bahwa mereka kini telah bersama.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.Tak terasa sudah dua jam mereka mengobrol dan makan malam di rumah Reza.
Jessi pamit pulang di antar Reza,Salma dan Tama mengantarkan mereka di depan pintu rumahnya.
Setelah kepergian mereka,Tama dan Salma masuk ke dalam rumah.
"Pa,menantu kita cantik ya" kata Salma
__ADS_1
"Iya ma,anak papa memang pandai memilih calon istri"
"Ya itu karena mama yang ngajarin"
"Ih giliran bagus aja di akuin giliran jelek di kasih ke papa"
"Ya iyalah mana mau mama ngakuin yang jelek-jelek" Salma meninggalkan suaminya di sofa
"Mau kemana?" tanya Tama
"Bobok cantik dong" jawab Salma dengan gaya centilnya
"Kumat" Tama geleng-geleng kepala
Di perjalanan...
Jessi dan Reza tampak diam, mereka saling termenung memikirkan pertunangan mereka nanti.
"Gimana? orang tua aku nggak jahat kan?" tanya Reza
"Hehe iya mereka baik,,aku nyaman deh kalau sama mereka"
"Nah kan jadinya nyaman"
"Eh ngomong-ngomong kamu kasih tau tari nggak kalau kita jadian?" tanya Reza
"Belum"
"Jangan di kasih tau,, kita kejutkan mereka dengan undangan pertunangan kita nanti" ide Reza
"Boleh juga,, soalnya dia dukung banget kalo aku sama kamu" jelas Jessi sambil tersenyum malu
"Iya,,jangan kasih tau dulu" Reza mengacak rambut Jessi
Cukup 20 menit mereka sampai di rumah Jessi.
"Aku nggak mampir ya,,udah malem soalnya" kata Reza
"Iya nggak papa,,yaudah kamu pulang gih"
"Masih ada yang ketinggalan" kata Reza membuat kening Jessi berkerut
"Apaan?" tanya Jessi
"Cup"
Dengan cepat Reza mencium bibir mungil Jessi yang berwarna merah muda itu.Jessi melongo,ia tak paham dengan tak tik Reza yang sangat modus itu.
"Ih nyebelin" Jessi mencubit pinggang Reza lalu ia keluar mobil
"Ya udah aku pulang ya" kata Reza melambaikan tangan
"Iya hati-hati sayang" untuk pertama kalinya Jessi memanggil Reza dengan sebutan sayang.
Reza tersenyum,lalu ia keluar dari halaman rumah Jessi dan bergegas pulang.
Hai,,hai,,haiiiiiii🥳
Happy reading gayysss 😘
__ADS_1
Untuk kisah Jessi dan Reza aku jadiin satu disini ya,, soalnya nggk ada waktu kalau buat novel sendiri jadi numpang disini aja..hehe
Tadi mau sy buat konflik eh nggak jadi karena waktunya mepet jadinya yg manis-manis aja💕😍😘