Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Menginap di rumah mertua


__ADS_3

"Mama.." teriak Viana sambil terisak


"Loh sayang kamu kenapa?" tanya Mega sambil membawa Viana duduk di sofa


"Mas Raka jahat,,dia bentak-bentak Viana" jelas Viana


"Memangnya kamu salah apa?" tanya Mega


"Tadi waktu Viana kesini, pembantu di rumah mencuri perhiasan Viana.Terus mas Raka marah sama Viana gara-gara Viana terlalu baik sama mereka" jelas Viana sambil terisak


"Sudah jangan menangis,,mungkin Raka lagi emosi makanya dia bentak kamu" Mega menenangkan putrinya


"Tapi Viana sakit hati ma,,Selama ini mas Raka nggak pernah ngebentak Viana " bumil itu terus menangis


"Jangan terlalu banyak menangis sayang,, nanti bayi kamu ikut sedih loh"


"Iya ma,,pokoknya kali ini Viana nggak akan tergoda sama bujuk rayu mas Raka.Viana mau tinggal disini dulu"


"Iya sayang"


Viana menceritakan tentang Minah yang mencuri perhiasannya.


Mega hanya mendengarkan cerita sang anak sambil mengelus punggungnya.


Mega hanya ingin menenangkan anaknya tanpa ikut campur dalam masalah mereka.Biarkanlah mereka menyelesaikan masalah mereka dengan kepala dingin.


Anton memilih pergi ke kamar dari pada menyaksikan putrinya menangis tersedu-sedu.Sebagai ayah ia kesal dengan Raka,tapi ia tak mau terlalu ikut campur karena mereka sudah menikah pasti bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.


Setelah puas menangis,Viana melepaskan pelukannya.Mega menatap wajah ayu Viana yang kini sudah memerah karena kebanyakan menangis.Matanya bengkak, rambutnya tak tertata lagi,Mega mengusap wajahnya dengan halus.


"Kamu ke kamar gih,, istirahat ya" Kata Mega sambil mengelus punggung Viana.Bumil itu hanya mengangguk lalu berjalan ke arah kamarnya.


Viana membuka pintu kamarnya,duduk di depan meja rias.Menatap wajahnya yang membengkak,Viana akhirnya merebahkan tubuh lelahnya di ranjang.Terlalu banyak menangis membuat bumil itu jadi mengantuk.Akhirnya ia tertidur pulas sambil memeluk guling.


Kini jam sudah menunjukkan pukul 7 malam.Raka dan Risa sudah berada di rumah Mega.Raka akan meminta maaf kepada mertuanya karena menyakiti hati Viana.


"Raka minta maaf ma,,Raka udah nyakitin perasaan Viana" Raka menundukkan kepalanya


"Mama tahu sebenarnya kamu nggak berniat membentak Viana,,tapi mama juga tidak menyalahkan Viana jika dia sakit hati.Kamu tahu sendiri bukan,bahwa perasaan ibu hamil sangat sensitif" jelas Mega


"Iya ma,,Raka memang ada sedikit masalah di kantor.Dan di tambah lagi dengan pencurian di rumah membuat Raka jadi semakin emosi dan melampiaskannya pada Viana" sesal Raka


"Ya sudah tidak papa, yang penting kamu janji sama kami kamu nggak akan mengulangi ini lagi" jawab Anton


"Iya pa Raka janji"


"Ya sudah kamu susul istri kamu ke kamar,Risa biar disini sama mama" perintah Mega di angguki kepala oleh Raka


Saat akan membuka pintu,Viana sudah membukanya terlebih dahulu.Ia kelaparan karena sejak sore tidak makan apapun,tapi saat melihat Raka di depan pintu,Viana langsung menutupnya kembali.


Hatinya berdebar mengingat bentakan suaminya tadi sore.Viana berdiri di belakang pintu kamarnya.


"Sayang" panggil Raka pelan

__ADS_1


"Mas mau minta maaf sama kamu" kata Raka


Viana masih diam, sejujurnya ia ingin menangis di pelukan suaminya tapi egonya lebih besar.Ia tak akan tergoda dengan rayuan suaminya,ia akan memberikan hukuman pada Raka dengan tinggal di rumahnya sendiri sampai hatinya pulih.


"Sayang...buka pintunya.Mas mohon"


"Sayang,,kasian Risa nyariin kamu"


"Sekarang dia ada di depan bersama mama dan papa" Raka terus saja berbicara,ia yakin istrinya pasti mendengar.


"Mas mohon maafin mas" ucapan Raka semakin melas


"Mas mau nginap disini"


Cukup lama Raka berdiri di depan pintu kamar Viana namun tak kunjung di buka.Akhirnya Raka kembali ke ruang tamu.Merasa di abaikan,Raka berencana akan menginap disini.


Saat Raka sudah pergi,perlahan Viana membuka pintu.Namun ekspetasinya tak seperti realita.Ternyata laki-laki itu sudah tidak ada disana, meninggalkan harapan indah yang di bayangkan istrinya.


"Ternyata hanya segitu usahamu mas" Matanya sudah berkaca-kaca


Saat sampai di ruang tamu,Raka langsung di tanya oleh Mega.


"Bagaimana? apa kalian sudah baikan?" tanya Mega di gelengi kepala oleh Raka


"Bahkan Viana nggak mau buka pintu ma" jawab Raka galau


"Ya sudah biarkan dia sendiri dulu"


"Ma Raka boleh tidur disini?" tanya Raka


"Nanti biar Risa tidur bersama kami" timpal Anton


"Baik pa,ma"


"Kamu harus ekstra sabar ngadepin sikap ibu hamil" kata Mega


"Iya ma,,Raka akan terus sabar" Raka tersenyum tulus


"Ya sudah kami ke kamar dulu ya" pamit Mega


"Iya ma"


"Ayok sayang" ajak Mega pada Risa


"Iya Oma"


Raka bersandar di sofa sambil menatap langit-langit ruang tamu.Perasaan bersalah semakin besar saat melihat istrinya tak mau menemui dan berbicara padanya.


"Huftt.." Raka membuang nafas panjang


Konyolnya di balik pintu sana ada sepasang suami istri sedang mengintip raka yang seperti sedang frustasi.Mega dan Anton saling pandang membuat mereka terkikik geli sendiri.


"Sepertinya Viana sangat marah sama Raka pa" kata Mega

__ADS_1


"Iya,,sampai wajah menantu kita jadi lecek begitu" jawab Anton


"Oma sama oppa ngapain sih?" teriak Risa penasaran melihat tingkah Mega dan Anton


"Ssstttt" Mega dan Anton kompak


"Eh hehehe nggak ngapa-ngapain kok sayang" Mega tersenyum kikuk


"Tapi kok kayak ngintip gitu?" gadis kecil itu masih penasaran


Saat akan menjelaskan pada cucunya,ponsel Mega berbunyi menampilkan nama putrinya disana.


"Halo sayang" sapa Mega


"Ma tolong kasih makan Viana ma" bumil itu merengek minta makan


"Astaga,,mama lupa.Ya udah mama siapin dulu ya" kata mega


"Iya ma,, cepetan" Viana sudah kelaparan


"Ada apa ma?" tanya Anton


"Viana minta makan" kata Mega tersenyum


Saat Mega keluar dari kamar,Raka sudah tidak ada di sofa.Akhirnya Mega berjalan ke dapur untuk memasak makanan untuk Viana.


Setelah 15 menit,Mega mengantarkan makanan untuk putrinya.Viana langsung membuka pintu kamar,matanya berbinar melihat nasi goreng dengan telur ceplok.Cukup simple namun jika ibu yang memasak pasti sangat lezat.


"Mas Raka dimana?" bisik Viana pada Mega


"Nggak tau,, mungkin udah tidur" jawab mega


"Huh,, dasar suami nggak peka.masa cuman segitu doang usahanya" omel Viana


"Tadi nggak mau bicara,sekarang ngomel" Sindir Mega


"Udah ah mama balik aja ke kamar" Viana menyuruh mamanya keluar


"Iya,,itu makanannya di habisin" pesan Mega


"Iyaaaa" jawab Viana


Lalu Viana memakan nasi goreng telur ceplok ala mama dengan lahap hingga tandas.Setelah makan,hawa ngantuk menyerang membuat bumil itu terus menguap.Akhirnya ia merebahkan tubuhnya sambil memeluk guling dan menarik selimut yang akan menghangatkannya malam ini.


Sementara di kamar lain,Raka sedang berusaha memejamkan matanya.Hawa dingin meruak di seluruh ruangan bercat putih itu membuat laki-laki yang tengah galau itu kedinginan.Pikiran Raka membayangkan tubuh istrinya yang selalu menghangatkannya, tiba-tiba otaknya sampai di kegiatan panas yang mereka lakukan beberapa hari yang lalu.Adik yang sedari tadi tertidur karena kedinginan,kini tengah berdiri tegak seakan menantang dunia.


"Sial" umpat Raka melihat celananya


Beberapa saat lalu ....


Raka memejamkan matanya,menahan sesuatu di balik celananya, bukannya tidur lagi tapi malah semakin berdiri.Raka makin frustasi, ternyata memikirkan hal itu membuatnya tersiksa sendiri.Apalagi istrinya sedang marah jadi sudah di pastikan malam ini ia akan bersolo.


Daddy yang malang...cup..cup..cup

__ADS_1


Happy reading 🤗


Semoga suka💜


__ADS_2