Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Drama perbucinan di mulai


__ADS_3

Hari ini Viana akan mulai tinggal bersama Orang tuanya sampai satu bulan kedepan.Raka sangat berat melepas Viana dari rumahnya.kini mereka sedang berada di kamar Viana.


"Mas aku pamit dulu ya" pamit Viana memegang kopernya


"Sayang....aku pasti akan sangat merindukanmu" Raka merengek seperti anak kecil.Entah sejak kapan Raka jadi bucin begini


"Hanya sebulan mas..lagian setiap hari aku kesini nanti" Viana membujuk Raka


"Tapi aku di kantor sayang" Raka masih saja tak ingin di tinggal


"Ayolah mas,,ini demi kebaikan kita juga" Viana menghela nafas. jujur saja ia juga tak ingin jauh dari Raka, tetapi ini demi pernikahan mereka.


"Baiklah besok aku akan pulang lebih awal saat makan siang" kata Raka


"Terserah kamu saja mas" viana pasrah


"Ya sudah ayo ke kamar Risa" ajak Viana


"Iya" jawab Raka


Viana membuka pintu kamar Risa.Terlihat gadis cantik itu sedang di dandani oleh Susi.


"Kakak mau kemana?" tanya Risa saat melihat Viana menyeret kopernya


"Sayang..kakak pulang dulu ya.Satu bulan ini kakak akan tinggal sama Oma dan Opa"Viana menjelaskan dengan hati-hati


"Telus nanti Lisa main sama siapa?" tanya Risa sedih


"Kalau siang kakak kesini sayang,,tapi sorenya langsung pulang" jawab Viana


"Lisa mau ikut kakak saja" Risa mulai merajuk


"Kalau Risa ikut kakak,, nanti siapa yang temenin Daddy disini? katanya mau jadi anak pintar" bujuk Viana


"Ya sudah tapi besok kesini lagi ya" Risa akhirnya menurut


"Iya sayang" Viana mengecup kening gadis manis itu.


Sementara Raka hanya diam sambil duduk di sofa.ia memperhatikan putrinya yang sangat dekat dengan calon mommy nya.


"Susi,titip Risa ya" Viana memegang pundak susi

__ADS_1


"Baik Mbak" jawab Susi


Lalu Viana dan Raka meninggalkan kamar risa.dan masuk ke mobil


"Apa kita majukan saja tanggal pernikahan kita?" tanya Raka saat dalam perjalanan


"Kenapa mas?" tanya Viana balik


"Agar kita tak sampai satu bulan berpisah" jawab Raka enteng


"Astaga mas...kamu seperti anak kecil saja" Viana ingin tertawa rasanya saat melihat wajah Raka


"Ayolah sayang" Raka tetap membujuk Viana


"Tidak..aku tidak setuju" kata Viana menolak keras


"Hem baiklah" Raka pasrah


30 menit berlalu, akhirnya mereka sampai dirumah viana.terlihat mega dan Anton sedang duduk manis di teras sambil minum teh


"Assalamualaikum" sapa Viana dengan Raka Seca dan bersamaan.


"Waalaikumsalam" jawab Anton dan Mega juga bersamaan.lalu Viana dan Raka mencium tangan mereka


"Pagi nak Raka" Mega tersenyum, sedangkan Anton hanya mengangguk


"Kalian pagi-pagi sekali" kata Mega


"Sekalian mas Raka mau ke kantor ma" jawab Viana


"Oh begitu,,ya sudah ayo masuk" ajak Mega


"Raka langsung berangkat saja Bu" ucap Raka


"Ya sudah.. hati-hati ya" jawab Mega


"Iya Bu..sayang mas berangkat dulu ya" Raka memegang pundak Viana


"Iya mas" Viana tersenyum manis


"Assalamualaikum" pamit Raka

__ADS_1


"Waalaikumsalam" viana, Mega, Anton menjawab secara bersamaan.


"Semakin romantis saja" kata Mega menyenggol pundak putrinya


"Apa sih ma" Viana malu


"Ya sudah ayo masuk" Mega mengajak putrinya masuk


Lalu Raka memasuki mobilnya dan berangkat ke kantor.saat sampai di kantor, Raka hanya diam saja.ia sedih karena tak bisa bersama Viana dalam satu bulan ini.sungguh kekanakan bukan.hemmm


"Huftt..." Raka membuang nafas kasar, membuat Agim yang berada di depannya menjadi penasaran.


"Kau ini kenapa? sejak tadi hanya diam saja" tanya Agim to the poin


"Apa kau tahu,,mulai sekarang Viana tinggal bersama orang tuanya sampai hari pernikahan nanti" Raka memasang wajah galau


"Lalu? apa masalahnya?" tanya Agim yang tak paham dengan yang di rasakan Raka.


"Apa kau begitu bodoh? tentu saja masalahnya adalah aku akan sangat merindukanmu Viana nanti" Raka semakin Sewot


"Astaga...tinggal kunjungi saja ke rumahnya" Agim tak habis pikir dengan sahabatnya itu


"Tidak..Viana kalau pagi sampai sore di rumahku,tapi sorenya langsung pulang" jelas Raka


"Itu sudah bagus,kalian masih bisa bertemu" Agim benar-benar tak mengerti pikiran bos bucinnya itu


"Tapi dia tak tidur di rumahku" Raka masih saja tak mau kalah


" Bagus.. Karena kau itu sangat berbahaya.jadi Viana tak tidur di rumahmu lagi" jawab Agim ikut kesal dengan Raka


"Kenapa semua orang bilang kalau aku ini berbahaya?" Raka semakin bingung


"Bukan kau yang bahaya tapi adikmu itu" kata agim tak kalah sewotnya dengan Raka


"Adik yang mana?" tanya Raka bingung


"Dasar CEO gila" agim sudah tak sabar lagi menghadapi CEO bodoh yang sudah bucin tingkat dewa ini.Lalu ia pergi dari ruangan Raka.


"Hei..kau yang gila" teriak Raka


Memang cinta bisa membuat seseorang yang dingin menjadi manja dan bisa membuat sedikit bodoh juga.hehehe canda ya!!

__ADS_1


Segini dulu ya teman-teman


happy reading


__ADS_2