Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Modus!!


__ADS_3

Setelah kedatangan Jane,Viana mengajak Risa untuk bermain diatas.Ia berencana akan memberi tahu Raka saat pulang kerja nanti


"Mommy,tadi itu siapa sih kok mukanya jelek?" tanya Risa polos membuat Viana dan Susi menahan tawanya


"Sayang,,nggak boleh ngomong gitu,tadi itu temennya Daddy" jelas Viana bijak


"Maaf mommy" Risa tersenyum menunjukkan gigi kecilnya


"Ya sudah ayo main lagi" ajak viana


"Mommy duduk di atas aja,kan kakinya masih sakit"


"Kaki mommy sudah sembuh sayang,tinggal bengkaknya aja" jawab Viana


"Semoga mommy cepat sembuh ya Allah,,bial bisa ngasih dedek buat Lisa" doa Risa membuat Viana terkejut


"Em sayang siapa yang ngajarin Risa?" tanya Viana curiga,,karena tak mungkin anak sekecil Risa tahu.


"Tadi pagi Daddy yang bilang mom" jawab Risa polos


"Astaga mas Raka,, bisa-bisanya ngomong gitu ke Risa" Viana menepuk keningnya membuat Susi tersenyum


"Maklum nyonya" kata Susi


"Hahaha iya juga ya sus" Viana malah tertawa terbahak-bahak


"Mommy sama mbak Susi ngomongin apa sih?" tanya Risa penasaran dengan pembicaraan orang dewasa


"Eh.. enggak ngomongin apa-apa kok sayang"


"Ya sudah kita main lagi ya" Viana duduk di lantai dengan hati-hati


Sedangkan di kantor,Raka dan Agim tengah disibukkan dengan berkas yang menumpuk di meja.Tak ada makan siang,karena merek sangat serius sampai lupa waktu.


"Kau tahu,,tadi pagi aku mengunjungi Tari di cafe" ujar Agim tanpa melihat Raka


"Jadi kau bilang ada urusan itu,,kau menemui tari?" tanya Raka melirik agim sebentar


"Hehe iya,,aku membawakan coklat seperti yang kau katakan tadi malam" agim malah cengengesan


"Lalu?" tanya Raka datar


"Dia sepertinya sangat suka,dan kau tahu? aku sudah mendapatkan nomor teleponnya haaaaa" Agim berteriak kegirangan seperti orang gila


"Baru mendapat nomor ponselnya saja kau sudah gila.Apalagi mendapatkan hatinya,aku jamin kau akan masuk rumah sakit jiwa" Raka menatap malas Agim


"Kau ini seharusnya ikut senang,bukan malah mengejekku seperti ini" Agim sewot


"Kenapa aku harus senang?" tanya Raka mengangkat sebelah alisnya


"Karena nanti sahabatmu ini sudah tak jomblo lagi" Agim tersenyum puas


"Memangnya dia mau denganmu?" tanya Raka

__ADS_1


"Tentu saja"


"Cihh,, percaya diri sekali kau" Raka berdecih


"Kau jangan merusak kebahagiaanku" Agim kesal


"Aku hanya menyampaikan argumenku" Raka tak mau kalah


"Gimana kalau kita pesan kopinya Tari saja? buat karyawan juga" kata Agim modus


"Bilang saja kau ingin modus" kata Raka malas


"Hahaha kau tahu saja" Agim menepuk pundak Raka


"Besok saja pesannya,,kau selesaikan dulu pekerjaanmu" kata Raka


"Oke,,besok biar aku saja yang pesan" Agim masih saja modus


"Terserah kau saja" Raka malas


"Ini sudah jam 2, bagaimana kalau kita cari makan siang dulu?" tawar Agim


"Sebentar lagi,,kita selesaikan berkas ini lalu pulang" jawab Raka


"Untuk apa pulang,,ini masih siang" tanya agim


"Tentu saja untuk menemui istriku" jawab Raka malas


"Lalu aku menemui siapa?"tanya Agim bodoh


"Sialan"


Lalu mereka melanjutkan pekerjaan agar cepat selesai.Setelah 45 menit akhirnya mereka selesai,dan memutuskan untuk pulang.


"Kita cari makan dimana?" tanya agim


"Di tempat biasa saja" jawab Raka


mereka memang mempunyai tempat makanan kesukaan mereka.sebuah restoran dengan makanan Jepang.


Setelah selesai makan mereka pulang ke rumah masing-masing.Kini Raka sudah sampai di rumah


"Assalamualaikum" Raka membuka pintu


"Waalaikumsalam" jawab Susi


"Nyonya dimana?" tanya Raka


"Nyonya di kamar non Risa tuan"


Raka naik ke lantai atas,masuk ke kamarnya untuk melepas jas dan sepatunya.lalu berjalan ke kamar putrinya.


Tok tok..

__ADS_1


ceklekk..


Raka masuk ke kamar Risa.terlihat Viana dan Risa sedang tertidur pulas.Raka tersenyum melihat kedua belahan jiwanya.


Lalu Raka memutuskan untuk balik ke kamarnya,tapi Viana bangun dan memanggilnya


"Mas" panggil Viana dengan suara khas bangun tidur


Raka berbalik dan tersenyum manis.


"Ya sayang"


"Mas kok udah pulang?" tanya Viana turun dari ranjang karena takut membangunkan si kecil


"Pekerjaan mas sudah selesai,jadi mas pulang" Raka mengelus rambut istrinya


"Ya sudah,,kita ke kamar ya mas"


"Mau minta jatah?" tanya Raka membuat Viana melotot


"Maksudnya kita bicara di kamar kita aja,,takut ganggu Risa" jelas viana


"Iya sayang" Raka memeluk pinggang sang istri lalu masuk ke dalam kamarnya


"Mas sudah makan?" tanya Viana


"Sudah tadi sekalian perjalanan pulang"jawab Raka duduk di sofa


"Mas tadi wanita yang kemarin kesini"


"Siapa?" tanya Raka


"Jane atau siapa itu" kata Viana bersandar di pundak sang suami


"Jane? untuk apa dia kesini" tanya Raka penasaran


"Mencarimu,lalu aku mengusirnya dan dia malah menjambak rambut vian.Jadi vian bales deh,Vian jambak juga rambutnya terus Vian cakar-cakar lengannya" jelas Viana membuat Raka melongo.sosok yang di kenalnya lemah lembut ternyata bisa jadi singa juga.


"Bagus sayang,,kamu nggak boleh lemah kalau menghadapi wanita seperti itu." kata Raka


"Iya mas,,Viana nggak akan tinggal diam kalau ada wanita-wanita seperti itu"


"Iya sayang" Raka mencium bibir Viana


"Mas apasih" Viana mendorong Raka


"Ayo" ajak Raka dengan senyum menggoda


"Emm" Viana hanya tersenyum


Raka mulai menciumi leher Viana, tangannya sudah tak terkendalikan.Mengangkat sang istri ke atas ranjang dan langsung menjalankan ibadah sorenya.


Sudah ya nanti pikiran author traveling,,hehe

__ADS_1


mohon maaf baru bisa up,, soalnya baru punya kuota🤭


Jan lupa sematkan like komen votešŸ˜‰


__ADS_2