
Sudah dua Minggu berlalu,tapi Reza masih belum pulang dari luar kota.Ia kini tengah mengurus perusahaannya yang sedang ada masalah.
Sudah satu Minggu ini juga ia tak pernah menghubungi Jessi,ia di sibukkan dengan perusahaannya.
Sebenarnya Reza rindu dengan suara Jessi yang judes itu.Tapi rasanya sangat tidak memungkinkan jika dirinya pulang sekarang karena kantor benar-benar membutuhkannya.
Setiap Reza ingin meneleponnya pasti ada saja yang mengganggu,entah itu telpon dari klien atau rapat dadakan.
Jessi duduk di ruangannya,matanya menatap ponsel.Berharap ada seseorang yang meneleponnya,tapi nihil.Jessi mulai kesal,dirinya seperti sudah terbiasa dengan perlakuan Reza.
"Gue kenapa sih?" Jessi mengacak rambutnya
"Kayaknya gue bener-bener jatuh cinta deh sama tuh orang"
"Aaaaa gimana dong" ia kesal campur malu.bagaimana jika Reza tau? bisa malu Jessi...
Begitu juga Reza kini sedang di dalam kamar mandi,ia ingin menelpon Jessi.Hati Reza berdetak kencang,saat panggilan itu berdering.
"Halo" sapa Jessi yang tak kalah deg-degan
"Hai" Reza meringis
"Gue nggak ganggu kan?" tanya Reza
"Em enggak kok" Jessi tersenyum sambil menggigit kukunya
"Lagi ngapain?" tanya Reza
"Duduk aja,,lagi di cafe"
"Lo belum pulang?" tanya Jessi
"Belum,, masalahnya belum selesai"
"Oh" Ada gurat tak mengenakan di wajah cantik Jessi
Mereka sama-sama diam, tenggelam dalam pikiran masing-masing.Reza sebenarnya ingin segera pulang untuk menemui Jessi tapi apalah daya karena perusahaannya juga sedang membutuhkan dirinya.
"Jes" panggil Reza tapi Jessi tak bergeming,ia sibuk dengan pikirannya sendiri
"Jessi" Reza sedikit berteriak
"Ha? apa?" Jessi gelagapan
"Lo kenapa diem aja sih?" tanya Reza
"Oh tadi ada karyawan disini" Jessi berbohong,ia tak mau Reza tau bahwa ia sedang memikirkan laki-laki yang ada di balik telepon.
"Udah dulu ya,, sebentar lagi gue mau ada meeting"
"Iya"
Reza mematikan sambungan teleponnya,hatinya sedikit lega sudah mendengar suara Jessi.Bibirnya mengulas senyum, untuk pertama kalinya mereka tak berdebat seperti biasanya.
"Bu bos"
"Buu"
"Bu jessiii" Fatimah sedikit berteriak memanggil Bu bosnya itu karena Jessi tak mendengarnya justru malah senyum-senyum nggak jelas.
"Eh Fatimah kamu ngagetin saya aja" Jessi menepuk pundak Fatimah
__ADS_1
"Habisnya Bu bos nglamun aja sih" ..
"Sorry-sorry,,kenapa? tanya Jessi
"Di depan ada teman Bu bos"
"Siapa?"
"Nggak tahu Bu" kata Fatimah .
Jessy keluar dari dapur,,,tadi memang ia sedang di dapur untuk mengambil minuman tapi pikirannya tiba-tiba teringat Reza.
Ternyata tari yang mengunjunginya,bumil itu bersama dengan mertuanya.
"Oh ternyata bumil toh" Jessi memeluk tari dan Sania bergantian
"Ah kamu bisa aja,,kamu sibuk nggak?" tanya tari
"Nggak sih,, kenapa?"
"Temenin kita makan yuk" kata tari
"Boleh,aku ambil tas dulu"
"Cafenya bagus juga ya tar" Kata Sania melihat sekeliling cafe itu
"Iya ma,Jessi emang pinter dekorasi"
Lalu mereka pergi untuk makan siang bersama,Jessi yang menyetir ia tak mengijinkan Sania menyetir.
Mereka sampai di sebuah cafe dengan makanan asli Indonesia,, karena memang tari dan Sania tak menyukai makanan Jepang.
"Tar,, kayaknya aku beneran suka deh sama Reza" kata Jessi membuat tari tersenyum,ia sudah menebak bahwa mereka akan saling suka.
"Terus?"
"Ya aku diem aja lah,,masa cewek ngungkapin duluan"
"Iya sih,,tapi kayaknya kak Reza juga suka sama kamu"
"Kamu jangan PHP in aku" Jessi cemberut
"Reza yang kamu benci itu Jes?" tanya Sania
"Iya Tante"
"Tuh kan apa Tante bilang,,kalo benci bakalan jadi cinta"
"Iya tan, Jessi baru ngerasain"
"Nggak papa,,kita selalu dukung kok " Sania mengelus pundak Jessi
"Terimakasih Tante"
Mereka memakan makan siang mereka di selingi canda tawa.
Di rumah Raka...
Viana sedang ngambek kepada suaminya karena masalah gagal liburan yang rencananya akan berangkat hari ini.Bagaimana tak marah,Raka sendiri yang merencanakannya tapi juga ia sendiri yang membatalkannya.
Viana bahkan sudah mempersiapkan semua keperluan apa saja yang akan di bawa mereka,tapi gagal total.Mommy itu memasukkan kembali semua perlengkapan dengan cepat karena emosi.
__ADS_1
Risa juga ikut marah kepada daddynya,gadis kecil itu juga sudah tidak sabar ingin liburan tapi malah gagal.
Sore harinya,Raka pulang ke rumah.Wajahnya kusut, bagaimana tidak kusut kalau ia kini sedang di diamkan oleh dua perempuan yang sangat dia cintai.
"Sayang" panggil Raka saat memasuki kamar,tapi tak ada orang disana
"Sayang kamu dimana?"
"Ken"
Raka mencari istrinya ke kamar Risa,tapi disana juga kosong.Makin panik Raka,ia turun ke bawah berniat mencari di taman belakang dan ternyata mereka benar disana.
terlihat Viana dan semua orang sedang berpiknik di taman belakang.Bahkan ada pak Tejo juga yang sedang membakar jagung.Raka ikut bergabung,tapi Viana hanya diam.
"Ternyata disini" raka duduk di kursi samping istrinya
"Kamu masih marah ya sama mas?"
"Maaf ya sayang,,mas janji kita berangkat Minggu depan"
"Jangan pernah berjanji kalau kamu nggak bisa menepati" kata-kata Viana membuat Raka terdiam
Semua yang ada disana juga diam,tak berani berkutik saat mendengar majikannya perang dingin.
"Iya mas nggak janji tapi mas usahakan ya"
"Udahlah nggak usah liburan,,bikin sakit hati aja" Kata Viana
"Nggak pokoknya kita tetep liburan ya,,tapi nunggu mas ada waktu luang" lirih Raka
"Huh" Viana membuang nafas kasar,
"Mommy jagungnya udah Mateng" panggil Risa
"Sayang sini" panggil Raka
"Nggak mau"
"Sini,,Daddy mau bicara sama kakak"
Risa mendekat,tapi ia tak mau di cium daddynya karena ia juga sedang dalam mode ngambek.
"Maafin Daddy ya,nanti lain waktu kita pergi liburan"
"Bener ya" Risa menatap daddynya
"Iya sayang,, sekarang ayo cium Daddy"
"Nggak mau,,Daddy belum mandi"
"Ya sudah, Daddy mandi dulu ya habis itu kita piknik Sampai malam"
"Horeee,,iya Daddy"
Raka senang akhirnya Risa tak ngambek lagi,,ia segera naik ke atas untuk mandi dan bergabung lagi bersama semua orang di taman belakang.
Sorry banget ya gaysss,, baru bisa up..
soalnya sy lagi pulkam jadi menghabiskan waktu bersama keluarga dulu🙏🙏🙏
Semoga nggak bosan menunggu ya,, happy reading 😍
__ADS_1