
Kini tibalah hari dimana Reza dan Jessi akan melaksanakan pertunangan mereka di sebuah hotel.Gurat bahagia terlihat di wajah keduanya.
Jessi nampak anggun menggunakan gaun berwarna Lilac,pesta kali ini serba warna Lilac karena warna kesukaan Jessi.Reza menuruti semua keinginan Jessi karena ia sangat menyayangi tunangannya ini.
Begitu juga dengan orang tua Reza yang juga sangat menyayangi Jessi,bahkan mereka sudah membelikan sebuah mobil untuk kado pertunangan kali ini.
Jessi sangat bahagia mendapatkan orang-orang yang baik seperti mereka.Tapi di balik rasa bahagia itu juga terselip rasa sedih saat Jessi mengingat kedua orang tuanya.
Dimana saat ia akan menikah tapi tak ada yang mendampinginya. Hanya ia sendiri yang akan datang,tak ada pihak keluarga dari ibu maupun ayahnya.
Reza kadang merasa kasihan dengan Jessi karena harus berjuang hidup sendiri.Sedangkan dirinya hanya bergantung pada harta orang tuanya yang menjadi sumber pendapatannya.
Meskipun ia merupakan pengusaha muda,tapi itu juga tak luput dari bantuan orang tuanya,Kadang juga Reza merasa iri dengan Jessi yang bisa mandiri tanpa orang tuanya.
Kini jam sudah menunjukkan pukul 18.25, Agim dan Tari sudah sampai di hotel tempat acara Jessi.
"Hotelnya beneran ini kan sayang?" tanya Agim memastikan
"Iya mas,,bener ini" Tari melihat alamat yang dikirim oleh Jessi
"Ya udah ayo masuk" Ajak Agim
Mereka memasuki hotel tersebut,kini mereka telah sampai di ballroom hotel.Tanpak sudah Ramai,membuat Tari bingung ini acara apa.
"Sebenarnya ini acara apa sih?" tanya Tari
"Nggak tahu sayang,,kan kamu yang di kasih tau"
"Nggak mas"
"Ya udah kita ke sana aja yuk,,nyari Jessi "ajak Agim
"Iya mas"
Tari dan Agim menuju dimana orang-orang berkumpul.Sekelebat tari melihat Reza yang juga datang di acara tersebut.
"Selamat datang" sapa Salma dan Tama kepada tari dan Agim
"Malam"
"Tante Salma?" panggil Tari
"Eh siapa ya?" tanya Salma lupa
"Tari tante, temennya kak Reza waktu SMA" kata tari, pasalnya ia pernah main ke rumah Reza untuk mengembalikan buku waktu sekolah dulu
"Ohhh yang waktu itu kerumah ya,,aduh Tante lupa" Salma memegang tangan tari
"Oh iya Tante kenalin ini Mas Agim suaminya Tari" tari memperkenalkan suaminya
__ADS_1
"Kamu sudah menikah?" tanya Salma
"Sudah Tante,,dan sekarang tari lagi hamil" tari mengelus perutnya
"Wah selamat ya,,Reza aja baru mau tunangan" kata Salma membuat tari terkejut
"Oh iya Tante? sama siapa?" tanya tari kepo
"Sama Jessi,,ini kan acaranya Reza dan Jessi" jelas salma membuat tari melongo
"Jadi Jessi sama kak Reza mau tunangan?" tari masih memastikan
"iya Tari,emangnya kamu nggak tau?" tanya Salma
"Jessi itu temen Tari Tante tapi Tari nggak tau"
"Sekarang Jessi ada di dalam kamar itu,,kamu kesana aja" kata Salma menunjuk kamar yang di buat make up Jessi
"Iya Tante"
"Mas kamu disini dulu ya" tari berjalan menuju kamar tersebut
Ia harus bertanya langsung pada Jessi yang sudah merahasiakan kabar gembira ini darinya.Tari jadi geram sendiri karena ia tak tahu kabar se penting ini.
"Jessi" teriak Tari membuat Jessi dan beberapa perias jadi terkejut
"Tar" Jessi meringis melihat ekspresi tari yang menatapnya dengan tatapan membunuh
"Maafin aku ya,,aku nggak ada niat buat nutupin ini aku cuma mau kasih kejutan aja" jelas Jessi merasa tak enak dengan tari
"Aaaa aku bahagia banget" Tari memeluk sahabatnya itu
"Pokoknya kamu harus jelasin ke aku gimana kamu bisa jadian sama kak Reza"Tari meminta penjelasan dari sahabatnya itu
"Kamu jahat deh ihhh" Tari sampai menitikkan air mata saking bahagianya
Sebagai sahabat Tari juga ikut bahagia melihat Jessi bisa bahagia bersama Reza.Jessi sudah cukup tersakiti selama ini,ia kehilangan orang tuanya dan juga kekasih yang mengkhianatinya.
"Ceritanya panjang Tari,,aku sama Reza juga baru jadian 2 Minggu yang lalu dan kami memutuskan untuk langsung bertunangan.Waktu itu orang tua Reza juga mendukung jadinya langsung cuss menuju halal" Jessi cengengesan
"Ih kamu kenapa nggak ngasih tau aku sih"
"Biar kejutan sayang" Jessi menghapus air mata bahagia Tari
"Ya tetep aja,,harusnya kasih tau aku biar aku bawain kado buat kamu" Tari sesegukan
"Cukup doa kamu aja Tari" Jessi tersenyum
"Ya udah kita ke depan yuk,, acaranya udah mau mulai" ajak Jessi
__ADS_1
"Iya" Tari merapikan rambutnya
Mereka keluar, Tari menggandeng Jessi menuju tempat pesta.Jessi dan Tari tersenyum penuh kebahagiaan, akhirnya sahabatnya ini menemukan laki-laki yang bisa menerimanya dengan tulus.
Viana dan Raka yang sudah datang juga langsung menghampiri Agim yang di cuekin istrinya karena Tari heboh mengenai Jessi.
"Tari bahagia banget ya Gim" kata Viana
"Iya,dia terharu mungkin soalnya kisah cinta Jessi selalu gagal dulu" kata Agim
"Untung kamu orangnya serius" ujar Raka
"Ya iyalah gue gitu loh" kata Agim dengan bangganya
"Cih,,begitu saja sudah besar kepala" Kata Raka
"Biar saja,, yang penting nggak modus kayak Lo"bantah Agim
"Udah ah, kalian ini kalau ketemu ribut Mulu deh" Viana menengahi keduanya.
"Suami kamu tuh yang mulai" Agim menyalahkan raka
"Kalo Lo nggak ke-PD an ya gue nggak bakal nyolot lah" Raka tak mau kalah
"Huh kalian ini,,udah tua masih aja ribut"Viana memijat keningnya
"Hih mendingan nyusul istri gue" Agim berjalan dengan gaya sok coolnya
"Pergi sana" usir Raka
"Mass udah ih" Viana heran,kenapa setiap bertemu mereka selalu ribut.Bukannya kangen-kangenan karena sudah jarang bertemu eh ini malah ribut terus.
Kini Jessi dan Reza sedang berdiri dan saling pandang.Mereka akan menukar cincinnya, yang di bawa oleh Salma.
Pertama Reza memakaikan cincin di jari manis Jessi,,lalu gantian Jessi yang memakaikan cincin di jari manis Reza.
Tari memeluk suaminya,ia sangat bahagia melihat Jessi tersenyum penuh kebahagiaan seperti ini.Semoga cinta mereka abadi sampai maut memisahkan.
Happy reading gayysss 😘😍😍😍
Terimakasih sudah membaca karya saya🙏
Tanpa kalian saya bukan apa-apa 💕
End..
Promosi novel..
Klik profil saya,,jika berkenan mampir ke novel kedua saya berjudul "Melati"
__ADS_1
Terimakasih 🙏❤️