Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Pertunangan


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu oleh Tari dan Agim akhirnya tiba.Sepasang kekasih itu akan menjalin hubungan yang lebih serius lagi.


Pertunangan akan di laksanakan pada malam nanti,bertempatkan di sebuah ruangan yang simple namun elegan.Tari memang meminta agar acaranya tak terlalu mewah.


Kini jam sudah menunjukkan pukul 18.25


Sama hebohnya dengan Agim dan tari,kini Viana sedang mencoba baju-baju yang ada di lemarinya.Mereka sudah kembali ke rumah Raka, karena akan menghadiri pesta pertunangan sahabatnya.


Banyak gaun yang sudah di coba oleh Viana namun bumil itu masih saja mencari gaun yang pas untuk dirinya agar tak terlihat gemuk.


"Masss ini bagus nggak sih?" tanya Viana


"Bagus sayang" Raka sudah bosan menjawab, karena sejak tadi istrinya terus bertanya


"Dari tadi mas bilang bagus-bagus aja" Viana kesal


"Ya memang bagus sayang" Raka memeluk istrinya dari belakang


"Kamu itu pakai baju apapun pasti cantik" Raka mencium pipi Viana


"Apalagi kalau nggak pakai baju,,makin cantik" kata Raka mendapat cubitan dari Viana


"Auu" Raka meringis kesakitan


"Lagian mas sih,,kalau nggak pakai Baju itu di kamar bukan di pesta" jawab Viana tak kalah konyol


"Ya udah ayo" ajak Raka


"Nggak,,Viana mau milih baju dulu mass" rengek Viana


"Pakai ini aja,, warnanya bagus" kata Raka


"Memangnya bagus?" tanya Viana


"Bagus sayang" Raka mencubit pipi Viana dengan gemas


"Bentar Viana coba dulu"


Setelah 10 menit,kini bumil itu sudah memakai baju yang Raka rekomendasikan.Terlihat pas dan elegan, menambah kesan seksi dengan perut buncitnya.


"Cantik" kata Raka


"Beneran?" tanya Viana merona


"Iya sayang,, cantik banget"



"Sempurna" kata Raka saat istrinya memoles make up tipis namun terlihat sangat cantik.


"Coba mas lihat kakak dulu,,sudah siap atau belum"


"Iya" Raka keluar dari kamarnya untuk melihat persiapan Risa

__ADS_1


"Kakak sudah siap?" tanya Raka melihat anaknya dari pintu


"Sudah daddyyy" jawab Risa


"Sip" Raka memberi jempol pada Risa


Lalu mereka bertiga berangkat menuju tempat dimana pertunangan Agim dan Tari di laksanakan.


Sampai di tempat,Viana berjalan dengan menggandeng tangan Raka, sedangkan Risa berjalan di depan mereka.Banyak mata yang memandang kagum pada mereka.Terlebih kaum hawa yang melihat Daddy Raka.Viana tersenyum manis, meskipun ia cemburu dengan tatapan para kaum hawa pada suaminya.


Namun Raka tak menggubris tatapan mereka,ia hanya fokus pada istri dan anaknya.Menurutnya istrinya lah yang paling cantik hehehe.


Mereka duduk di kursi keluarga,karena Agim lah yang menyuruh untuk duduk disana.Karena bagi Agim dan tari,mereka sudah seperti keluarga sendiri.


Viana bercipika-cipiki dengan Sania dan Marni.Duduk dan berbincang-bincang membahas mengenai apapun, meninggalkan Raka yang sedang memangku putrinya bersama Hengki.Memang wanita jika sudah bertemu teman berbicara,ia lupa dengan suaminya.


"Ini sudah berapa bulan viana?" tanya Sania mengelus perut Viana


"Sudah mau masuk 7 bulan Tante" jawab Viana tersenyum


"Wah,, sebentar lagi melahirkan.Tante seneng dengernya" Sania tersenyum


"Iya Tante,,Viana aja udah nggak sabar"


"Harus banyak istirahat,,nggak boleh kecapekan" timpal Marni


"Iya Tante,,viana nggak boleh ini itu sama mas Raka.Tapi kadang kalau Viana bosen ya masak gitu" jawab Viana


"Iya,,kalau masak jangan kelamaan berdiri.Nggak baik" Sania mengelus perut Viana lagi,ia sudah tidak sabar untuk segera memiliki cucu.


Kini saatnya mereka menukar cincin,Tari terus tersenyum sambil menatap wajah Agim.Semua orang bertepuk tangan ketika mereka berpelukan.


Begitu juga Jessi yang hadir pada acara pertunangan temannya,sampai menitikkan air mata.Ia bahagia campur sedih saat melihat tari dan Agim menukar cincin.Sedihnya ia bahkan belum mempunyai kekasih sampai sekarang semenjak berputus dengan Nino.


Kini tari dan Agim menuruni panggung untuk menghampiri keluarga mereka.Sania memeluk calon menantunya, begitu juga Marni yang bergantian dengan Sania.


"Selamat ya sayang,,kalian sudah akan menikah" kata Sania mengelus wajah Tari dan Agim


"Terimakasih ma" Agim dan tari memeluk Sania


"Ibu" tari memeluk ibunya sambil terisak.


"Jangan menangis sayang" Marni mengelus punggung anaknya


Siapa saja pasti akan menangis,,saat di hari bahagianya tak ada sosok orang tua yang menemaninya.Tari teringat dengan ayahnya yang sudah tiada,, pasti akan sangat bahagia jika keluarganya masih lengkap


"Hai cantik,, selamat ya akhirnya penantianmu tercapai" Viana memeluk gadis yang sudah di anggapnya adik itu


"Terimakasih Mbak"


"Selamat ya,,akhirnya kau akan menikah" Raka memeluk sahabatnya itu


"Thanks bro,,ini juga berkat bantuan kalian" Agim tersenyum

__ADS_1


"Pa"


"Selamat nak,, akhirnya kau akan menikah" Hengki memeluk erat putranya


"Iya pa"


"Ayo semuanya silahkan di nikmati hidangannya" Hengki mempersilahkan semua tamunya


"Kamu mau apa?" tanya Raka pada Viana


"Em Viana mau nasi goreng aja deh"


"Nggak ada nasi goreng sayang"


"Yaudah deh nggak jadi makan" entah mengapa bumil itu sangat menyukai nasi goreng


"Tadi katanya laper?"


"Nggak mau,,nggak ada nasi gorengnya soalnya"


"Yaudah nanti mas buatin di rumah ya" bujuk Raka di angguki kepala oleh istrinya


"Kakak mau makan apa,,biar Daddy ambilin"


"Lisa nggak lapel Daddy" jawab Risa


"Viana kok nggak makan?" tanya Sania


"Emm Viana nggak laper Tante" bohong Viana


"Ya sudah nanti kalau lapar langsung ambil ya" Sania berlalu meninggalkan Viana


Tepat pukul 10 malam, acaranya selesai.Semuanya sudah pulang begitu juga dengan keluarga kecil Raka yang sedang dalam perjalanan.Viana duduk di depan sedangkan Risa sudah tertidur pulas di belakang.


sampai di rumah Raka menidurkan Risa di kamarnya,sementara Viana sedang membersihkan diri.Saat Raka masuk kamar,kosong tak ada orang pasti istrinya sedang mandi.Raka ganti baju,lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Viana keluar dari kamar mandi, melihat suaminya tengah berbaring di ranjang.


"Masss katanya mau buatin Viana nasi goreng" tagih Viana


"Oh iya mas lupa" Raka langsung bangun dari ranjang


"Temenin ya"


"Okay my husband" Viana dan Raka berjalan menuju dapur


Mereka akhirnya masak bersama,karena Viana sudah kelaparan.Ia tak sabar melihat Raka yang menangis saat mengulek bumbu nasi goreng.


Happy reading 🤗


Sorry telat up,, soalnya sy sedang mempersiapkan lomba.


Doakan semoga kelompok sy menang 😂🤭🤭

__ADS_1


Lope-lope buat kalian 💜


__ADS_2