Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Calon-calon pelakor


__ADS_3

Matahari pagi nampak malu-malu untuk muncul di atas awan sana.Sepasang suami istri yang masih di balik selimut semakin mengeratkan pelukannya.


Bahkan kini matahari sudah mulai tinggi,tapi mereka masih setia memeluk satu sama lain.Setelah pergulatan panas yang terjadi semalam,membuat Alena sampai kelelahan.


Alena menggeliat, merasakan sinar matahari yang masuk dari jendela kamarnya.Matanya sudah terbuka sempurna,tapi rasanya masih enggan untuk bangun dari ranjang.


Menatap suaminya yang masih terlelap,Alena tersenyum sendiri.Ia terbayang-bayang momen semalam saat ia mencoba menggoda Keenan.Rasanya ia kapok,tapi ia juga menikmati.Alena menatap Keenan dengan inci,memegang alis dan turun ke hidung


"Sudah puas melihatnya?" tanya Keenan yang masih terpejam,membuat Alena segera menarik tangannya.


"Kakak sudah bangun?" kata Alena


"Sudah sejak tadi,kemarilah" Keenan memeluk Alena kembali


"Em ini sudah siang,ayo bangun" ajak Alena


"Sebentar lagi,10 menit saja" Kata Keenan masih dengan mata terpejam


Alena hanya menurut,setelah 10 menit Keenan melepaskan Alena dan bangun.Dengan cepat,Alena keluar dari kamar untuk membuat sarapan.


Saat sibuk di dapur,Keenan menghampiri Alena dan memeluknya dari belakang.Rasanya ia tak sanggup bila berjauhan dengan istrinya.



"Masak apa sayang?" tanya Keenan sambil menenggelamkan wajahnya di tengkuk Alena


"Kakak jangan begini,geli" Alena tak bisa fokus memasak.


"Baiklah-baiklah kakak tunggu di sana ya" Keenan melepaskan pelukannya dan beralih duduk di dekat dapur


Alena berjalan mengambil piring,membuat Keenan yang melihat cara berjalan istrinya cukup aneh.


"Sayang,kenapa jalanmu seperti itu?" tanya Keenan yang sengaja menggoda istrinya Alena hanya memelototi suaminya, bisa-bisanya bertanya seperti itu.


"Kakak ini bertanya atau meledekku?" tanya Alena kesal,kalau bukan karena Keenan sendiri jalannya juga tidak akan seperti itu.


"Hei jangan marah,maaf ya" Keenan berdiri dan mengecup pipi Alena


"Sudahlah,aku marah denganmu" Alena menghindari Keenan yang hendak menciumnya lagi.


"Memangnya bisa marah?" tanya Keenan semakin menggoda.


"Kenapa tidak bisa,sudah sana minggir" Alena menyiapkan sarapannya.


Keenan duduk di meja makan,menunggu istrinya yang sedang menyiapkan sarapan.Alena yang tampak cemberut hanya diam, membuat Keenan menahan tawanya melihat ekspresi Alena.


Mengambilkan nasi goreng untuk Keenan lalu menuangkan minum juga, setelah itu Alena hanya diam sambil sarapan.


Setelah sarapan Alena juga tak duduk bersama Keenan,ia menyibukkan dirinya sendiri di dapur.Keenan yang melihat Alena diam hanya menghela nafas,ternyata istrinya benar-benar marah padanya.

__ADS_1


Keenan menghampiri Alena, memeluknya erat.Alena hanya diam,jujur saja ia tak betah mendiamkan Keenan walau hanya beberapa menit saja.


"Jangan marah,kakak minta maaf" kata Keenan yang terdengar sedih


"Huhh" Alena menghela nafasnya lalu berbalik menatap Keenan


"Aku tidak marah" kata Alena


"Tapi kamu mendiamkan aku sayang" Keenan cemberut


"Iya-iya maafkan aku" Alena memeluk suaminya


"Tapi ada syaratnya" kata Keenan


"Apa?" tanya Alena.Melihat Alena yang masih memeluknya keenan lalu menggendong Alena dan membawanya ke kamar


"Hei kak,turunkan aku" Alena meronta ingin di turunkan...(sudah tahu kan kalau ke kamar mau ngapain?)


Sementara di Jakarta,Risa tengah duduk sambil memakan rujak buah yang di buat bi Jumi.Setelah sarapan,Risa ingin sekali makan rujak jadi mumpung di kulkas ada bahannya bi Jumi langsung membuatnya.


"Emm rasanya enak banget bi" puji Risa sambil terus mengunyah buah-buahan


"Syukurlah kalau non Risa suka" kata bi Jumi


"Iya bi"


Siang ini,Risa berencana untuk mengantarkan makan siang di kantor Rey.Bumil itu nampak semangat membantu bi Jumi memasak makanan kesukaan suaminya.


"Nggak usah bi,Risa bisa sendiri kok"


"Njih mpun"


Risa memesan taksi online, rasanya ia malas jika harus menyetir mobil sendiri.Beberapa menit,Risa sampai di kantor Rey.


Berjalan di loby,ia bertemu dengan Jojo yang merupakan asisten suaminya.


"Siang Bu Risa,mau bertemu dengan pak Rey ya?"tanya Jojo sopan


"Iya Jo,suami saya ada di tempat?" tanya Risa


"Ada Bu, saya juga baru dari ruangan bapak" kata Jojo


"Baiklah,saya duluan ya" Risa pergi meninggalkan Jojo yang masih menatapnya


Risa berjalan menuju lift dan menekan lantai paling atas yang merupakan ruangan suaminya.


Saat sampai,Risa mengetuk pintu dulu.Takutnya ada tamu penting di dalam.


"Masuk" kata Rey

__ADS_1


Risa membuka pintu,matanya tertuju pada wanita yang berdiri di samping suaminya.Wanita itu tampak seperti sedang menggoda Rey,dengan pakaiannya yang sangat kekurangan bahan.


"Sayang" sapa Rey


"Selamat siang sayang" Risa langsung duduk diatas pangkuan Rey dengan manja


"Bawa apa kamu?" tanya Rey sambil mengecup pipi Risa


"Ini makan siang untukmu,spesial makanan kesukaanmu" kata Risa yang masih bergelayut manja membuat wanita itu merasa panas.


"Terimakasih sayang,, oh iya kenalkan dia sekretaris baru Abang" kata Rey


"Risa,istri tuan Rey" risa sengaja menekankan kata 'istri' di depan Ola.


"Ola,,senang bisa berkenalan dengan anda" Ola tersenyum paksa


"Emm maaf Ola, sepertinya pakaian kamu kurang cocok untuk jabatan sekretaris ini.Kebetulan saya punya butik,kalau kamu mau kamu bisa pilih baju disana.Khusus untuk kamu,saya kasih diskon" kata halus Risa membuat Ola malu bukan main.


Sementara Rey hanya tersenyum melihat Risa,ia baru mengerti ternyata istrinya bisa sesadis itu jika berhadapan dengan calon-calon pelakor.


"Maaf Bu,saya permisi dulu" dengan cepat Ola meninggalkan ruangan Rey


"Hemmm istriku sadis juga ternyata" kata Rey


"Tentu saja" kata Risa tersenyum


"Ya sudah ayo kita makan" ajak Rey


"Tapi Abang,apa tidak ada sekretaris laki-laki yang mau melamar disini?" tanya Risa


"Memangnya kenapa?" tanya Rey tersenyum,ia tahu bahwa istrinya ini sedang cemburu


"Kenapa Abang bilang? Risa nggak mau aja Abang punya sekretaris kayak Ole-ole itu.Nanti kalau kegoda gimana? apalagi nanti kalau Risa makin gendut makin..emmppt.." Rey menutup mulut Risa dengan mulutnya,rasanya ia makin tergoda dengan mulut cerewet istrinya yang terus saja berbicara itu.


"Ih nakal" Risa menepuk pundak suaminya


"Makannya jangan ngomong aneh-aneh.Abang cintanya sama kamu,nggak mau yang lain.Apalagi kita udah mau punya baby,Abang makin cintaaaaaaa sama kamu"jujur Rey membuat Risa tersipu malu


"Aaa sudah-sudah,Risa malu.Katanya mau makan,Risa laper tau" Risa cemberut


"Ya sudah,ayo kita ke sofa" Rey menurunkan Risa di sofa lalu membuka makanan yang di bawakan istrinya.


"Wah,, sepertinya enak" kata Rey


"Tentu saja,siapa dulu dong yang masak" Risa membanggakan diri.


Lalu mereka makan siang bersama sambil sesekali bercanda.


Happy reading gayss,,sorry baru up,, author baru bangun habis begadang sampe pagi😝🤣🤣

__ADS_1


Duh Bumil sadis amat yak,tapi emang harus tegas ngadepin calon-calon pelakor seperti Ole-ole 🤭


Love you pull ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2