
Agim sedang duduk di gazebo depan rumahnya, pikiran semrawut memikirkan papanya yang terus mananyakan tentang anak padanya dan tari.
Ia juga sudah berusaha semaksimal mungkin,bahkan kini mereka sedang mengikuti program kehamilan.Sebagai seorang laki-laki, pasti Agim juga akan merasa sedih jika tak bisa memberikan keturunan pada keluarga mereka.Apalagi ia adalah anak semata wayang dari Hengki dan Sania.
Tari yang sedang mencari suaminya,kini sedang mengelilingi rumah.Matanya menangkap sosok Agim yang berada di gazebo, untuk apa suaminya disana? padahal ini sudah larut.
"Mas" panggil tari,tapi Agim tak bergeming
"Mas"
"Mas Agimm" tari sedikit berteriak karena Agim tak menjawab panggilannya
"Eh,,iya sayang?" Agim terkejut,ia meringis saat tari menggelengkan kepalanya
"Mas kenapa sih?" tari ikut duduk di samping suaminya
"Mas kepikiran sama papa" Agim menatap lurus ke depan
"Papa? mengenai anak?"Tari sudah tahu bahwa Hengki sangat mendesak Agim untuk segera mempunyai anak
"Iya,,mas serba bingung.Kita sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan belum mempercayai kita untuk memiliki anak" wajahnya berubah sendu
"Mass,,kita berdoa aja ya semoga usaha kita membuahkan hasil.Tari tau kok perasaan mas,, Semangat sayang"
Hati Agim tenang, istrinya mengerti akan perasaannya.Padahal usia pernikahan mereka juga baru seumur jagung,tapi entah mengapa Hengki seperti sudah tidak sabar untuk memiliki cucu.
Hengki yang melihat anak dan menantunya sedang duduk berdua di gazebo merasa tenang, setidaknya masih ada orang yang mencintai keluarganya.
Hengki pergi ke kamarnya,hatinya sesak saat melihat istrinya yang tengah tertidur pulas.Entah sampai kapan ia akan bersama istri dan anaknya.Maut, rejeki,jodoh tidak ada yang tahu.
Satu Minggu kemudian...
Pagi yang dingin..
Membuat semua orang pasti akan bersembunyi di balik selimut.Tapi berbeda dengan Agim.Ia berkeringat, padahal AC nya juga menyala.
Tari yang sudah bangun jadi heran dengan suaminya.Pagi-pagi sudah keringetan? kenapa ya?
Tari membangunkan suaminya,Takut suaminya kenapa-kenapa.
"Mass bangun"
"Mas Agimm"
"Emm" Agim hanya menyahuti dengan singkat
"Bangun,,kamu kenapa keringetan banyak gini" kata tari membuat Agim membuka matanya.
"Lengket" kata Agim
"Iya lah,, orang keringetnya banyak gini" tari melepas kancing piyama Agim
"Kamu mau minta jatah ya?" tebak Agim tersenyum
"Nggak,,tari cuma mau lepas piyama mas yang sudah banjir keringet ini" jawab tari datar
"Mandiin" mode manja Agim sedang on.
"Nggak mau ah"
"Yaudah mas mandi dulu ya"Agim berlalu ke kamar mandi
Saat Agim sedang mandi,Tari menggedor-gedor pintu.Ia ingin muntah, perutnya seperti di aduk.
__ADS_1
"Massa buka"
"Hug" tari menahan
"Iya sayang"
"Kenap....." belum selesai agim berbicara,tari sudah menyerobot masuk ke dalam kamar mandi
"Huwek,,,huwekkk"
"Huwek"
Tari memuntahkan semua isi di perutnya,rasanya sangat menyiksa.Agim memijat tengkuk istrinya,sambil menyibak rambut tari.
Setelah memuntahkan semua isi perutnya,tari menyandarkan tubuhnya di dinding.Rasanya sangat lemas,tari memejamkan matanya.
"Sayang kamu habis makan apa?" pertanyaan Agim menyadarkan tari yang bersandar di dinding
"Nggak tau mas,,tari belum makan apa-apa"
"Kita kerumah sakit aja ya"
"Nggak usah,,nanti juga sembuh"
"Tapi kamu lemes banget kayak gini" Agim menangkup wajah istrinya
"Ya udah kamu tiduran aja ya,,mas pakai baju dulu"
"Iya mas"
Di rumah Mega...
Sudah 2 hari ini Viana,Risa dan baby Ken sedang menginap di rumah Mega.Karena Raka sedang ke Singapore untuk membantu permasalahan papanya di sana.
"Duh cucu Oma lucu sekali" Mega menggendong baby Ken
"Iya dong Oma, adiknya Risa memang ganteng"
"Hahaha" mereka tertawa bersama
"Lihat ini Oma,,Risa sudah bisa menari"
"Ahahaha kamu lucu sekali sayang,,ayo menari lagi"
Melihat kakanya menari-nari,baby Ken tersenyum.Ia seakan tahu bahwa kakaknya sedang menghiburnya.
"Lihat,adik kamu sampai tersenyum melihat kamu" Mega mencubit pipi Risa dengan gemas
"Jangan di cubit Oma nanti Risa nggak cantik lagi" kini gadis cilik itu sudah bisa mengucapkan huruf R dengan benar walaupun kadang masih lupa.
"Ohh ya? siapa yang bilang begitu?"
"Daddy"
"Astaga mas Raka ada-ada saja" Viana dan Mega tersenyum
"Ngomong-ngomong suami kamu berapa hari disana"
"Nggak tahu ma,,katanya sih kalau selesai langsung pulang"
"Oh"
Mereka melanjutkan bermain bersama anak-anak
__ADS_1
Sehari berganti begitu cepat,kini Agim bersama keluarganya sedang makan malam bersama.
"Tari pintar masak juga ya" puji Hengki tersenyum
"Terimakasih pa"
"Gim kamu kapan gantiin papa?" tanya Hengki dengan mimik wajah sudah berubah
"Nanti pa"
"Jangan nanti terus,,papa sudah saatnya beristirahat" kata-kata Hengki penuh makna
"Iya pa"
"Papa minta sama kamu,kamu harus jadi suami yang baik untuk tari"
"Iya pa,,agim janji"
"Seperti papa kamu,,dia sangat baik" puji Sania kepada suaminya.Hengki hanya tersenyum
"Mama bisa aja sih"
Selesai makan malam, semuanya kembali ke kamarnya masing-masing.Tapi berbeda dengan Agim,ia kini sedang berada di sofa bersama papanya.
Mereka mengobrol,membahas pekerjaan juga sedikit bercanda.Sampai saatnya dada Hengki sesak,entah mengapa.
"Papa kenapa?" tanya Agim saat melihat Hengki meringis sambil memegangi dadanya
"Nggak papa,,cuma sedikit sakit aja" Hengki tersenyum sambil menepuk pundak anaknya
"Papa sebenernya kenapa sih? sekarang udah nggak perkasa kayak dulu lagi!"
"Papa hanya lelah,,umur juga sudah tua begini" Hengki tertawa garing
"Papa nggak sakit kan?"
"Ada-ada aja kamu,, orang papa sehat begini"
"Tapi sekarang papa sering tiduran,, biasanya jaranggg banget"Agim masih curiga
"Gim,,papa ini sudah tua jadi juga sudah gampang lelah" jelas Hengki
"Iya semoga papa sama Mama panjang umur dan sehat selalu"
"Iya" Hengki tersenyum sambil melihat langit-langit ruang tamu
"Semoga kamu bahagia nak" batin Hengki tersenyum
"Ya sudah ayo istirahat,, papa sudah mengantuk" ajak Hengki
"Ayo pa,,istri agim juga pasti sudah menunggu"
"Dasar anak muda,,jangan lupa di gempur sampai pagi biar cepet dapet baby" Hengki menggoda anaknya
"Doakan saja pa"
"Pasti nak"
Mereka masuk ke dalam kamarnya masing-masing,Hengki tersenyum saat Sania masih menunggunya di ranjang.Mereka kalau malam memang suka mengobrol sebelum tidur.
Happy reading gayysss😘
untuk beberapa bab selanjutnya akan saya fokuskan ke keluarga besar Hengki dan Sania ya..
__ADS_1
Lope-lope sayang😍