
Malam ini Viana sedang di kamar Keenan.Pria cuek itu sedang dalam mode manja dengan sang mommy.Keenan menaruh kepalanya di pangkuan sang mommy.
Viana mengelus rambut putranya dengan lembut.Risa yang tidak bisa tidur juga ikut menyusul ke kamar sang adik untuk mengobrol dengan mereka.
"Mommy"Panggil Risa
"Iya kak" jawab Viana
"Kalian lagi ngapain sih" Risa ikut naik ke ranjang dan merebahkan tubuhnya sambil menaruh kepalanya di pangkuan mommynya juga.
"Kakak ikut-ikutan aja deh" Kata Keenan datar
"Biarin,,itu kan mommy aku juga"Risa tak mau kalah dengan adiknya.Mereka selalu begitu, merebutkan kasih sayang sang mommy.Padahal Viana selalu adil dengan mereka.
"Kalian ini kalau deket pasti ribut,,mommy ini mommy kalian berdua.Mommy juga sayang sama kalian berdua,jadi jangan pernah ribut lagi ya.Mommy janji bakalan jadi mommy terbaik buat kalian" Viana berkata dengan tulus
"Aaa mommy" Risa memeluk Viana
"Udah mau nikah,,tapi masih cengeng" ejek Keenan membuat Risa memukulnya dengan bantal
"Dari pada kamu,,pacar aja nggak punya" balas Risa
Keenan terdiam,ia tampak berfikir.Pria cuek itu tak suka jika membahas tentang masalah wanita.Keenan beranjak dari ranjang,ia berniat menghindari kedua wanita kesayangannya itu.
"Keenan" panggil Viana
"Ya mom?"
"Kesini,, mommy mau nanya sama kamu" Viana berbicara dengan nada halus
"Kamu belum punya pacar?" tanya Viana.Keenan hanya menggeleng,ia tak menjawab dengan ucapan
"Terus,, wanita yang deket sama kamu ada nggak?" tanya Viana lagi.Dan lagi-lagi Keenan hanya menjawab dengan gelengan kepala
Viana menatap Risa,kedua wanita itu menghembuskan nafas kasar. Bagaimana putranya yang tampan itu tak memiliki kekasih.
"Apa kamu nggak ada niatan cari pacar?,,bukan apa-apa tapi mommy lihat temen-temen kamu udah pada punya pasangan" kata Viana
"Nanti aja mom"hanya itu jawaban yang di berikan Keenan untuk sang mommy.
__ADS_1
"Keenan kamu nggak..." Viana menggantung kalimatnya
"Ya nggak lah mom,, Keenan cuma cari yang pas aja sama Keenan" jawab Keenan yang seolah mengerti dengan tuduhan sang mommy
"Oh hehe,,ya udah kamu istirahat ya mommy sama kakak keluar dulu" Viana mengajak Risa keluar dari kamar Keenan
"Eh sebentar,, ngomong-ngomong temennya Vebrina cantik juga ya dek" kata Risa kepada Keenan
"Biasa aja" jawab Keenan datar
"Maksud kamu si Melly?" tanya Viana pada putrinya
"Bukan mom,,itu temen barunya si Vebrina namanya..siapa ya tadi?" Risa pura-pura lupa
"Alena" jawab Keenan
"Cieee hafal banget namanya"goda Risa
"Ya hafal lah, orang dia satu kampus sama Keenan" Keenan membela diri
"Emang dia cantik ya kak?" tanya Viana
"Apaan sih,, udah kalian keluar deh" usir Keenan karena ia merasa terpojok
"Ya udah kita pergi dulu ya"kata Risa mengalah
Setelah pintu tertutup kembali, Keenan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.Ia memikirkan omongan mommynya yang mengira ia tak suka dengan wanita.
Padahal dirinya hanya mencari yang sesuai dengan kriterianya saja.Tapi Tuhan memang belum memberikan wanita seperti itu pada Keenan,jadi ia tak memikirkan untuk berpacaran dulu.
Viana tampak murung saat memasuki kamarnya.Raka yang baru selesai dari kamar mandi langsung menghampiri istrinya di meja riasnya.
Walaupun sudah tua,Raka dan Viana masih saja romantis dan humoris seperti dulu.Meskipun raka kini sikapnya sedikit dingin saat di luar rumah tapi ia selalu perhatikan pada istrinya.
"Kamu kenapa,,hem?" Raka merangkul pundak Viana
"Nggak papa mas" jika sedang berdua Viana masih memanggil suaminya dengan sebutan mas,saat bersama anak-anaknya mereka akan memanggil Daddy dan mommy.
"Memangnya kamu bisa bohong sama mas?" Raka menoel hidung Viana
__ADS_1
"Emm,,Viana kepikiran sama Keenan mas"
"Keenan kenapa?" tanya Raka
"Viana takut Keenan nggak suka wanita,,buktinya dia masih sendiri sampe sekarang" Viana cemberut
"Oh masalah itu,,sayang Keenan sudah besar biarkan dia memilih wanita yang cocok dengannya.Mas yakin dia itu pria sejati,kamu ini aneh-aneh aja deh" Raka menasehati istrinya
"Namanya seorang ibu ya khawatir mas,, temen-temennya juga udah punya pacar,Cuma Keenan sendiri yang belum"
"Udah jangan di pikirin,, nanti biar mas yang bicara sama Keenan"Raka mencoba menghibur istrinya
"Iya mas" Viana memeluk suaminya
"Ya udah kita tidur yuk" ajak Raka
"Iya mas"Viana dan Raka merebahkan tubuhnya di kasur
Sedangkan Keenan kini sedang duduk termenung di balkon kamarnya.Ditemani segelas kopi hitam kesukaannya.Keenan tak bisa tidur,entah mengapa ia memikirkan omongan mommynya.
Padahal biasanya ia bodo amat dengan urusan percintaan tapi kali ini ia seperti tergoyah.Keenan mencoba menghibur dirinya sendiri dengan mengambil gitarnya dan bernyanyi.
Dengan lirih Keenan bernyanyi di balkon kamarnya,tak ada yang mendengar karena ia bernyanyi dengan pelan.
Sementara di sebuah kamar bernuansa biru muda, seorang gadis tengah duduk di meja belajarnya.Tangannya tampak sedang menulis sesuatu di dalam buku kecil.
Alena,putri dari Raymond Wicaksono dan Natasya Wicaksono. Gadis cantik itu kini sedang menulis di buku diarynya. Alena memang suka begitu,ia lebih suka curhat dengan buku daripada dengan orang lain.
Jari-jari lentik itu bergerak dengan cepat.Entah apa yang ia tulis di buku kecil itu.Selesai menulis,Alena menuju balkonnya. Menghirup udara segar di malam hari yang sunyi.
Gadis itu menatap bulan dan bintang yang selalu bersandingan. Ingatannya saat bertemu dengan Keenan hari ini.
"Aduh kenapa mikirin dia sih" Alena menepuk-nepuk kepalanya
Alena masuk ke dalam kamarnya, merebahkan tubuhnya di atas ranjang.Sesekali ia menguap dan tak lama kemudian ia sudah terlelap.
Hallo gays😍 ketemu lagi dengan saya🤭
happy reading 😍
__ADS_1
Semoga suka,, jangan lupa like,komen,vote ya