
Reza duduk di balkon kamarnya,tampak sedang memikirkan sesuatu yang sangat serius.Pikirannya berputar pada sesaat lalu,saat ia dan Jessi menikmati pemandangan indah di taman kecil itu.
Bibirnya mengulas senyum, mengingat Jessi yang tampak lembut saat bersamanya tadi.Ah jangan salah paham,mungkin itu karena ia telah menolongnya.
"Andai aja dia nggak galak, pasti lebih cantik"
"Ah sial,, ngapain juga gue mikirin cewek sinting itu"Reza menepuk pipinya
(Orang cantik begini di bilang sintingðŸ¤ðŸ˜‚)
Reza bangkit dari duduknya, merebahkan tubuhnya yang terasa lelah.Saat akan memejamkan matanya,Jessi meneleponnya.Entah dapat dari mana nomor Reza, yang jelas kini ia berani menelepon pria itu.
"Halo..siapa?" tanya Reza
"Gue.. Jessi"
"Ngapain lo nelpon gue?" tanya Reza judes
"Nggak papa,cuma mau bilang makasih aja"
"Oke,,dan satu lagi,dari mana Lo dapet nomor gue?"
"Setan" lalu Jessi mematikan sambungan teleponnya
Entah setan apa yang merasukinya sampai berani menelepon pria malam-malam begini.Dengan kesal Jessi memberi nama kontak itu dengan sebutan "Cowok jelek"
Begitu juga dengan Reza,pria itu nampak tersenyum tipis bahkan hampir tak terlihat.Entah apa yang membuatnya tersenyum,yang pasti hanya Reza yang tau.
Sebenarnya Jessi berniat mentraktir Reza makan siang besok di restorannya,tapi pria itu keburu judes saat menjawab teleponnya.
Jessi meletakkan ponselnya,ia tak terlalu ambil pusing dengan masalah ini.Yang penting dia happy saja,tak memperdulikan cowok jelek yang membuatnya kesal itu.
Pagi indah menyapa..
Membuat setiap insan menggeliat di balik selimut dengan manja. Tapi berbeda dengan Daddy Raka,ia bahkan belum memejamkan matanya sama sekali.Baby Ken tak mau tidur setelah meminum Asi sang mommy setelah makan malam semalam.
Raka menyuruh istrinya tidur,tak mau membuat istrinya begadang dan alhasil ia yang dapat jatah sift malam. Raka meninabobokan baby Ken,tapi bayi kecil itu seolah sedang mengerjai Daddynya bukan malah tidur tapi matanya semakin di buka lebar-lebar.
Padahal siangnya baby Ken selalu tertidur,tapi malamnya malah ngajakin Daddynya begadang.Pukul 5 pagi tadi,baby Ken baru tertidur.
Jam sudah menunjukkan pukul 7.
Viana sudah bangun,ia merasa kasihan dengan suaminya karena tak tidur semalaman.
"Mas,,tidur dulu sebentar biar agak fresh, berangkat agak siangan nggak papa kan" kata Viana sambil memakaikan Dasi sang suami
"Tapi pagi ini mas ada meeting penting sayang" Raka sebenarnya sangat mengantuk,tapi ia tak boleh meninggalkan pekerjaannya
"Ya sudah Viana buatkan kopi dulu ya"
Viana turun ke bawah dengan hati-hati,ia menuju dapur untuk membuat kopi suaminya.
__ADS_1
Raka meminum kopinya hingga tandas,ia buru-buru akan berangkat ke kantor.
Viana hanya menggeleng melihat tingkah suaminya, benar-benar Daddy siaga.
Viana kembali ke kamar, ternyata baby Ken terbangun.Ia mengambil anaknya dari box bayi dan menggendongnya untuk memberikan Asi.
Raka sudah sampai di kantor,Ia berjalan menuju ruangannya dengan langkah yang lebar.Setelah ke ruangannya Raka menuju ruang meeting, ternyata sudah hadir semua tinggal menunggu dirinya saja.
"Maaf membuat kalian menunggu" kata Raka saat menduduki kursi kebesarannya
"Tidak papa tuan" ucap salah satu di antara mereka
"Mari kita mulai"
Semua orang menyampaikan pendapatnya,dan salah satu dari mereka menjelaskan mengenai program-program yang akan di laksanakan.
Tapi,semua karyawan terdiam saat melihat Raka tertidur dengan tangan yang menyangga wajahnya.Mereka saling pandang,tak biasanya Raka bertingkah seperti ini.Agim yang melihatnya jadi tepuk kening,membuat malu saja batinnya.
Bahkan terdengar dengkuran halus dari Raka,sudah pasti pria itu tertidur pulas.Nyatanya secangkir kopi tak mampu melawan rasa kantuk semalaman.
"Baiklah semuanya rapatnya sampai disini saja" kata Agim menyudahi rapatnya
Semua orang keluar, menyisakan Raka dan Agim disana.Dengan kesal Agim berteriak untuk mengerjai atasannya itu.
"Kebakaran-kebakaran" teriak Agim di telinga Raka
"Apa? kebakaran,,ayo lari" dengan mata yang belum terbuka sempurna Raka mengajak Agim berlari.
"Sialan,,Lo ngerjain gue" Raka memukul pundak sahabatnya saat matanya sudah terbuka lebar
"Heiii yang salah itu Lo,,masa rapat di tinggal molor"
"Ah sorry,,gue belum tidur semalaman soalnya" Raka memijat keningnya yang terasa sedikit pusing
"Berapa ronde?" goda Agim
"Ronde pala lo,,gue lagi puasa"
"Lalu?"
"Baby Ken nggak mau tidur semalaman,jadi gue yang menjaganya. Mommynya tidur tapi bayi kecil itu malah semakin semangat menggerak-gerakkan tubuhnya"
"Hahahaha,,kasihan sekali"
"Lo belum tau rasanya,nanti jika sudah menikah pasti akan begitu"
Kata-kata Raka malah mengingatkannya kepada tari,Ah sial rindunya masih belum terbayar.
"Ya sudah gue ke ruangan dulu" Raka bangkit dari kursinya.
"Pergilah"
Raka memasuki ruangannya,membuka pintu kamar yang biasanya ia jadikan tempat istirahat saat mengantuk seperti ini. Merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan tertidur kembali.
__ADS_1
Sungguh kantuk yang sangat berat,hingga Raka tak mampu menahannya.
Cafe Jessica coffe....
Jessi sedang bersiap, karena rencananya akan pergi ke mall untuk membeli beberapa keperluannya.Membelah jalanan ibukota yang tampak ramai karena waktunya makan siang.
Saat tengah memilih sepatu, Jessi melihat Reza yang sedang berjalan di toko itu juga.Jessi membalikkan badannya,tak mau sampai Reza melihatnya.
Namun terlambat,pria itu sudah melihatnya dan bahkan sedang menghampirinya.
"Sepertinya dunia ini sangat sempit ya" sindir Reza di belakang Jessi
Jessi berbalik,menatap sekilas wajah pria judes yang ada di hadapannya itu.
"Ngapain Lo? Lo pasti ngikutin gue ya?" tuduh Jessi
"Dihh PD amat jadi orang,,emang situ siapa" Reza semakin judes
"Siapa tau Lo naksir sama gue" kata Jessi membuat Reza diam,hello yang benar saja batin Reza..
"Cihh,, terlalu percaya diri nggak baik buat kesehatan" kata Reza sambil meninggalkan Jessi yang sudah nampak kesal.Kenapa setiap bertemu pasti adu mulut.Heran dehh
Reza mundur lagi,ingin menanyakan sesuatu pada gadis cantik itu.
"Pernikahan Tari tanggal berapa?" tanya Reza
"Lusa" jawab Jessi tanpa melihat Reza, tangannya masih memilah-milah sepatu.
"Lo di undang?" tanya Reza lagi
"Ya jelas lah gue kan sahabatnya,,Lo kalo nanya nggak ngotak banget" Jessi sewot
"Ya siapa tau Lo nggak penting" ejek Reza
"Gue sumpel pake sepatu Lo kalo nggak bisa diem"
"Dasar sinting" Ejek Reza sambil menjulurkan lidahnya.
"Pantes aja di tinggalin pacar Lo,,orang Lo sinting begini" Reza terus mengejek Jessi
"Sialannn" Jessi melempar sepatu yang ia pegang.
Dan terjadilah perang dunia ke tujuh,hancur sudah sepatu yang mereka jadikan alat perang itu.
Membenci orang itu sewajarnya saja, karena benci itu bisa menimbulkan rasa cinta yang luar biasa.
Haisshhh sampai kapan mereka akan bertengkar seperti kucing dan tikus seperti itu?.. entahlah
Author juga tidak tahu😂
Happy reading 🤗
Miss you all💜
__ADS_1