Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Melahirkan


__ADS_3

Sudah dua bulan berlalu,Keenan dan Alena juga sudah pindah kerumah baru mereka.Pasangan suami-istri itu kini semakin romantis,Alena juga sudah pasrah mengenai anak.


Mereka kini tengah menjalani promil,Keenan dengan semangat menjalani bersama istrinya.


"Sayang,sekali lagi ya" kata Keenan yang sedang berbaring sambil telanjang dada, mereka baru saja melancarkan aksinya.


"Tapi ini sudah berapa kali?" tanya Alena


"Ingat kata dokter,ini masa subur kamu jadi kita harus lebih rajin ngadonnya"kata Keenan membuat Alena menepuk keningnya.


Akhirnya mereka melakukannya sekali lagi,lalu mandi bersama menggunakan air hangat.Setelah mandi,Alena melihat jam dinding ternyata baru jam 9 malam.


"Baru jam 9 malam? ku kira sudah larut" kata Keenan yang juga melihat jam


"Alena laper" kata Alena cemberut


"Astaga,kita belum makan malam ya? kakak lupa" Keenan merasa bersalah kepada istrinya


"Kakak sih" Alena masih saja cemberut


"Ya sudah ayo makan" ajak Keenan


"Tapi tadi Alena nggak sempet masak,kakak sih ngajakin Alena di kamar terus" Alena berkata jujur sekali


"Sudah ayo turun,kakak yang masak"


Mereka turun ke bawah,dengan cepat Keenan menuju dapur.Alena duduk di meja makan, menunggu suaminya memasak.


Cukup 15 menit,Keenan datang dengan dua piring spaghetti buatannya.Alena yang sudah lapar langsung tersenyum senang.


"Wah kelihatannya enak sekali" kata Alena


"Maaf ya sayang,kakak hanya bisa masak ini" kata Keenan


"Nggak papa,ini enak" jawab Alena yang sudah menyendokkan spaghetti ke mulutnya.


"Pelan-pelan makannya ya" kata Keenan


Setelah makan malam yang kemalaman, mereka menonton televisi sambil memakan salad buatan Alena tadi siang.


Saat tengah asyik bercanda,ponsel Keenan berbunyi menampilkan nama Viana disana.


"Halo mom?" sapa Keenan


"Halo Ken,mommy mau ngabarin kalau kak Risa mau melahirkan" kata Viana di balik telepon


"Apa? dirumah sakit mana?" tanya Keenan


"Harapan Ibu" kata Viana .


"Oke keenan sama Alena kesana sekarang" Keenan memutuskan sambungan telepon

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Alena yang ikutan panik mendengar kata rumah sakit


"Kak Risa melahirkan"


"Astaga,ayo kita berangkat" Alena langsung berdiri dan pergi ke kamar.


Perjalanan selama 30 menit,kini waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.Jalanan sudah tidak sebanyak tadi siang.


Mereka sampai di rumah sakit,menuju resepsionis dan bertanya dimana ruangan Risa.


Mencari ruangan Risa,Keenan melihat Rey disana.Dengan langkah lebar ia menghampiri kakak iparnya itu.


"Apa kak Risa sudah melahirkan kak?" tanya Keenan


"Belum,masih menunggu pembukaan sempurna" jawab Rey yang tampak cemas


"Jangan khawatir, mereka pasti selamat" Keenan menepuk pundak kakak iparnya.Sementara Alena ikut masuk kedalam ruangan, menemani mommynya.


"Kakak baik-baik saja?" tanya Alena yang melihat Risa meringis menahan sakit.


"Ya,hanya sedikit sakit" kata Risa


Alena menatap Kakak iparnya dengan perasaan pilu, apakah dirinya harus senang atau bagaimana.Ia juga ingin berada di posisi seperti ini.


Alena berkaca-kaca,hatinya sedikit merasa tidak nyaman dengan kondisi ini.Ia harus memberikan semangat untuk Risa.


"Kakak pasti bisa,kalian kuat" kata Alena tersenyum


Setelah itu,dokter datang untuk mengecek apakah sudah pembukaan sempurna atau belum.Ternyata sudah sempurna, akhirnya semua orang keluar dari ruangan.


Suster memanggil Rey,Risa ingin suaminya ada di sampingnya saat ia melahirkan.


Keenan memeluk Alena yang sedang menangis,Raka juga sama.Kedua wanita itu tengah menangis,ikut merasakan apa yang Risa rasakan.


Alena menggenggam erat-erat tangan Keenan,Keenan yang mengerti perasaan istrinya mencoba menenangkan.


Tak beberapa lama, terdengar tangisan bayi dari dalam. Semua orang senang mendengarnya,itu artinya anak Risa selamat.


"Mas kita sudah punya cucu" kata Viana memeluk suaminya


Alena yang melihat itu hanya tersenyum tipis,ia juga ingin memberikan cucu untuk mertua dan orang tuanya sendiri.


Dokter keluar setelah membersihkan ibu dan bayinya.Kini semua orang masuk, melihat baby girl yang terlihat sangat menggemaskan itu.


"Wah cantik sekali,mirip dengan mamanya" ujar Viana menggendong bayi mungil itu.


"Tidak-tidak,ini mirip Rey" kata Raka


"Tidak mas,gadis kecil ini mirip dengan Risa" Viana ngeyel


"Mirip keduanya mom" Alena berkata

__ADS_1


"Apa Alena boleh menggendongnya?" tanya Alena


"Em mommy,Risa coba beri ASI dulu" kata Risa membuat Alena menatapnya


Alena yang berniat menggendong bayi mungil itu jadi mengurungkan niatnya.Ia tersenyum,dan kembali duduk di samping suaminya


"Apa kita bisa pulang?" tanya Alena sambil menarik jaket yang di pakai Keenan


"Ya,kita pamit dulu"


"Em kak,mommy,kita ijin pulang dulu ya.Alena sudah mengantuk" kata Keenan


"Baiklah,kalian hati-hati ya"kata Viana


Mereka keluar dari ruangan Risa dan menuju mobil.Alena menyandarkan kepalanya di kursi mobil, menghembuskan nafas dalam-dalam.


"Sudah jangan di pikiran" Keenan mencoba menenangkan hati Alena


"Apa Alena tidak boleh menggendong bayi mungil itu?" tanya Alena,Keenan sangat paham sifat istrinya yang perasa ini.


"Boleh, nanti kalau sudah di rumah kamu gendong sepuasnya ya" kata Keenan membuat Alena mengangguk


"Ya"hanya itu jawaban yang di beri Alena


Sepanjang perjalanan Alena hanya menatap keluar jendela mobil.Tidak ada percakapan seperti biasa,Alena yang hatinya sedang berkecamuk hanya diam saja.


Punya sifat perasa itu memang tidak enak,selalu kepikiran dengan hal-hal kecil.


Sampai dirumah,Alena langsung pergi ke kamar.Mengganti baju dan merebahkan tubuhnya yang terasa lelah.


Keenan ikut naik ke atas ranjang menyusul istrinya.Ia mengelus kepala Alena.Yang di elus hanya diam, perlahan matanya mulai menutup.


"Semoga usaha kita cepat berhasil ya sayang" Keenan mengecup kening istrinya,lalu ikut memejamkan matanya.


Alena sebenarnya hanya pura-pura tidur,saat Keenan tertidur,Alena membuka mata.Menatap lurus pada langit-langit kamarnya.


Perlahan ia membuka selimutnya dengan pelan,berjalan menuju tempat favoritnya yaitu balkon.Tengah malam,ia duduk disana.Kebetulan malam ini sangat cerah, sehingga bintang-bintang terlihat memenuhi langit yang gelap


Mata Alena melihat bintang jatuh, ia berbicara dalam hatinya


"Tuhan,apa aku boleh meminta harapan pada bintang kecil itu?" tanya Alena dalam hati


Ia pun langsung memejamkan matanya, mengharapkan sesuatu yang ada di dalam hatinya.


Setelah ia rasa udara semakin dingin,Alena kembali masuk kedalam.Merebahkan tubuhnya di samping suaminya dan memejamkan mata.


Selamat untuk kak Risa atas kelahiran Baby girlnya🥰


Alena yang sabar,author masih mau kalian pacaran dulu hehe


Happy reading yaw,,

__ADS_1


Love you pull ❤️❤️❤️


__ADS_2