
Setelah dua hari pernikahan,Keenan dan Alena akan pergi bulan madu ke Bali.Sesuai permintaan istrinya,Keenan menurut saja toh di Bali juga banyak tempat istimewa.
Dua koper sudah siap di depan kamar pengantin baru.
Jam 3 sore mereka akan berangkat kesana.Sekarang baru jam 11 siang,Alena dan Viana tampak sibuk di dapur untuk membuat makan siang.
Setelah Risa pindah kerumahnya sendiri,Viana sering kesepian karena tak ada wanita lain di rumahnya itu.Tapi sekarang ia sudah punya menantu, yang sehobi dan sefrekuensi lemotnya.
"Habis makan siang kamu istirahat dulu sebentar,biar fresh nanti kalau berangkat" kata Viana yang sedang menumis bumbu
"Iya mom,tadi kak keenan juga nyuruh Alena tidur"
Viana hanya tersenyum,ia bahagia memiliki keluarga yang banyak.Rumahnya yang mewah itu kini ramai jika semuanya berkumpul.
Setelah makan siang,Alena masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.Keenan yang masih di bawah dengan cepat menyusul istrinya masuk.
Alena baru saja ingin naik ke atas ranjang,tapi Keenan sudah muncul di balik pintu.Meringis sambil memperlihatkan giginya yang rapi, Keenan menghampiri istrinya.
"Kamu mau tidur?" tanya Keenan
"Iya kak,katanya tadi suruh istirahat" kata Alena
"Ya sudah ayo tidur" Keenan ikut naik ke atas ranjang
Alena hanya diam,ia juga merebahkan tubuhnya.Rasanya nyaman sekali,tidur di siang hari bersama suami.
"Sayang" Keenan memeluk Alena dari belakang
"Hemm" jawab Alena yang mulai memejamkan matanya
"Bolehkan aku memintanya?" tanya Keenan pelan.Setelah melakukan malam pertama oh ralat, maksudnya siang pertama waktu itu Keenan jadi semakin tergoda setiap dekat dengan Alena.
"Ha? kakak bilang apa?" tanya Alena yang pura-pura tidak dengar,padahal jelas-jelas ia dengar bahkan jantungnya berdegup kencang.
"Em aku ingin sayang" rengek Keenan
"Nanti saja jika sudah di Bali, untuk mengawali bulan madu kita" kata Alena
"Tapi..."
"Katanya mau tidur"
"Ya sudah nanti saja,tapi jangan salahkan aku jika kau tak bisa berjalan besoknya" kata Keenan membuat pipi Alena merona,kenapa suaminya jadi mesum seperti ini.
"Peluk aku sayang" kata Keenan membuat Alena memeluknya dengan erat lalu mereka tertidur.
Rasanya tidur tadi hanya sebentar, mereka kini sudah siap akan berangkat ke bandara.
"Sayang, selamat bersenang-senang ya.Jangan lupa oleh-olehnya disini" bisik Viana pada Alena sambil menunjuk perut Alena membuat sang empu malu.
__ADS_1
"Ah mommy bisa aja" kata Alena malu
"Buatkan Daddy cucu yang banyak ya, selamat bersenang-senang"
"Doakan saja dad"
Setelah berpamitan dengan orang tuanya, mereka pergi ke bandara di antar oleh supir.Tiba di bandara,jarak beberapa menit pesawat yang akan mereka tumpangi sudah akan take off.
Alena bersandar di bahu suaminya,kantuknya belum terobati sepenuhnya karena tadi ia hanya tidur sebentar.
"Kamu tidur aja sayang,masih sejam lebih" kata Keenan yang melihat istrinya mengantuk
Alena langsung memejamkan matanya, melewatkan perjalanan indah diatas awan bersama orang terkasih.
Sekitar kurang dari dua jam,mereka sudah sampai di bandara Ngurah Rai Bali.Keenan sudah di jemput orang suruhannya disana dan membawanya ke apartemen yang mereka sewa.
Jarak apartemen dengan bandara lumayan jauh,kini mereka sampai di tempat tepat pukul 6 sore.Keenan dan Alena langsung membersihkan diri, dilanjutkan dengan sholat berjamaah.
Setelah selesai, Keenan mengajak Alena untuk makan di luar sambil menikmati pemandangan Bali di malam hari.
Sesudah makan malam,Keenan dan Alena balik ke apartement.Keenan yang sudah bersiap untuk bertanding dengan istrinya kini sedang duduk di sofa sambil bermain ponsel.
Sedangkan Alena membuat teh untuk suaminya.Ia baru ingat bahwa ia menjanjikan Keenan malam ini.Dengan sedikit gugup Alena memberanikan diri masuk ke kamar.
Membuka pintu,detak jantungnya berdegup kencang melihat Keenan yang sudah memakai sarung.Alena jadi malu sendiri melihatnya.
"Sayang" panggil Keenan
Keenan berdiri dan memeluk Alena dari belakang.Menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya yang membuatnya candu
"Em tapi kak.."
"Tidak ada penolakan" tanpa babibu Keenan langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Alena.Melum** dengan lembut,membuat Alena terhanyut dalam permainan Keenan.
Keenan sudah membawa Alena ke atas ranjang, tangannya pun sudah bergerilya meraba tubuh istrinya.Saat Keenan akan menancap gas, tiba-tiba telepon Alena berbunyi.
Awalnya mereka membiarkannya,tapi telepon itu masih saja berbunyi membuat Keenan kesal.
"Siapa sih telepon malam-malam" Keenan berdiri dan mengambil ponselnya
"Dasar pengganggu" kata Keenan yang melihat nama vebrina disana
"Siapa kak?" tanya Alena yang merasa tak enak
"Vebrina"
"Halo,ada apa?" tanya Alena
"Nggak papa,cuma mau nanya.Skripsi kamu udah selesai?" tanya vebrina
__ADS_1
"Kamu telepon malem-malem cuma buat nanya itu,astaga vebrina"
"Hehehe sorry ganggu,,tapi aku kesepian nih"
"Tapi aku lagi bulan madu veb,,kak Keenan sampe kesal lihat kamu telepon" jujur Alena
"Oh my God, sorry-sorry aku nggak tahu.Sorry ya,yaudah lanjutin aja byee" dengan cepat Vebrina mematikan sambungan telepon.
Keenan yang kesal keluar dari kamar dan menuju dapur untuk mengambil minum.Rasanya sangat kesal ketika sudah di ujung tanduk tapi gagal karena telepon.
Melihat suaminya yang kesal,ide gila muncul di benak Alena.Perlahan ia membuka kopernya,mengambil sesuatu berwarna merah.
Alena tampak ragu-ragu saat akan mengenakan lingerie yang Risa berikan.Ia sengaja membawanya,ternyata pada saat seperti ini barang tipis ini akan berguna.
Sebelum Keenan kembali,Alena sudah memakai lingerie tersebut dan bersembunyi di balik selimut tebal.
Melihat gagang pintu yang bergerak,Alena semakin panik.Bisa-bisanya ia menggoda Keenan dengan pakaian seperti ini.Sungguh memalukan, walaupun sudah menikah tapi rasanya masih saja malu.
Keenan menatap Alena,lalu berjalan menuju ranjang dan membuka selimut.Alangkah terkejutnya seorang Keenan melihat penampilan istrinya.
Dengan mata yang melotot,Keenan masih saja memandangi istrinya yang memakai lingerie tipis tersebut.Alena yang terus di pandangi merasa sangat malu.
"Sayang, ini.." Keenan sampai tak bisa berkata-kata
Alena hanya tersenyum geli, apa-apaan ini.Ingin rasanya ia menenggelamkan diri di kolam renang.
"Sudah pandai menggodaku ya"Keenan masuk ke dalam selimut
"Aw geli" jerit Alena yang kegelian saat Keenan mengelus paha mulusnya
"Kamu harus di hukum sekarang,sudah berani menggodaku seperti ini" Keenan mengungkung Alena di bawahnya.
"Ah jangan disana,geli sekali" kata Alena di balik selimut,entah apa yang mereka lakukan yang jelas selimut itu terus saja bergerak.
"Aw" pekik Alena membuat Keenan semakin liar.
"Kakkkk" berkali-kali Alena menjerit,namun justru Keenan semakin menggodanya.
Akhirnya malam yang dingin itu, berganti malam yang hangat bagi mereka.Berperang di bawah selimut tebal,membuat keringat meluncur membasahi keduanya.
Aw..aw..aw...
Mumpung mommy Viana nggak ada jadi author bisa ngintip deh,,MBL MBL MBL Malu Bangett Lochhhh
Komen yang banyak dong gays,,sepi banget dehh😞
Happy reading yaw
Love you pull ❤️❤️❤️
__ADS_1