
Malam Reza sudah bersiap untuk nge-date bersama Jessi.Ia berencana ingin mengajak Jessi ke sebuah tempat yang sangat romantis.
Kaos hitam dengan jaket kulit berwarna coklat membuat penampilan Reza semakin lengkap.Sebelum Reza sampai di rumah Jessi,ia mampir dulu ke toko bunga.
Membeli buket bunga mawar merah untuk pujaan hatinya.Reza tersenyum membayangkan bagaimana ekspresi wajah Jessi nanti.
Reza cukup percaya diri bahwa Jessi akan menerima pernyataan cintanya ini.Ia sudah menyiapkan mental jika nanti Jessi menolaknya.
Setelah 20 menit perjalanan,Reza sampai di rumah Jessi.Hatinya berdebar,rasa gugup itu pasti ada.Turun dari mobil dengan langkah yang sedikit berlari.
Tok..tok..tok
Jessi yang sudah menunggu di ruang tamu langsung membuka pintu.Matanya terpaku melihat Reza yang tersenyum di depan pintu.
Begitu juga dengan Reza yang terpesona oleh kecantikan Jessi. Rok di atas lutut dengan baju yang menempel sempurna di badan mungilnya.
"Hai" sapa Reza
"Ha-hai" Jessi terbata
"Udah siap?" tanya Reza
"Udah"
"Yaudah yuk berangkat" Reza menggandeng tangan Jessi
Jessi menatap tangannya yang di gandeng Reza,ya tuhan senangnya.
Reza menarik Jessi untuk masuk ke dalam mobilnya,lalu Reza menjalankan mobilnya menuju tempat yang sudah di siapkannya.
Dalam perjalanan mereka hanya diam,Jessi menatap luar jendela dan Reza fokus menyetir.Sampai akhirnya mereka berhenti di sebuah taman kecil dengan lampu-lampu kecil yang menyala.
Mereka turun,mata Jessi menatap sekeliling taman itu.Sepi,tak ada orang satupun disana.
"Kita mau ngapain kesini?" tanya Jessi
"Nanti Lo juga tau"
"Awas ya kalo macem-macem" Jessi bersiap meninju wajah Reza
"Nggak lah,,gue masih waras"
Jessi duduk di bangku taman itu, sedangkan Reza kembali ke mobil untuk mengambil bunga dan menyuruh orang suruhannya untuk mematikan lampu taman.
Klek..
Lampunya padam,taman yang indah itu kini jadi gelap gulita.Jessi ketakutan, pasalnya dia hanya sendirian disana.
"Za"
"Reza" panggil Jessi sambil ketakutan
"Za Lo dimana?"
Reza berjalan dengan pelan,ia berjongkok di depan Jessi.Lampunya nyala kembali membuat Jessi terkejut melihat Reza yang sedang berlutut di hadapannya.
__ADS_1
"Za"
"Gue nggak tau gimana caranya supaya romantis,tapi gue bener-bener jatuh cinta sama lo Jes"
"Gue tau selama ini kita nggak pernah akur,tapi entah sejak kapan gue mulai suka sama Lo"
"Za Lo..."
"Lo mau nggak jadi pacar gue?" Reza menatap Jessi dengan serius
"Bukannya lo sukanya sama orang lain ya" tanya Jessi
"Bukan,,gue cuma suka sama Lo"
"Lo mau kan jadi pacar gue"
"Tapi gue nggak suka sama Lo" Jessi pura-pura sedih
Deg ...
Reza diam,untung saja ia sudah menyiapkan mental lebih dahulu.
Jessi terdiam,ia masih tak percaya bahwa kini Reza sedang menembaknya.Bibirnya tersenyum, ternyata cintanya terbalaskan.
"Iya gue mau" Kat Jessi membuat Reza berdiri
"Apa?"
"Gue mau jadi pacar Lo" teriak Jessi membuat Reza bersorak kegirangan
"Berarti sekarang kita pacaran?" tanya Jessi masih belum percaya
"Iya sayang" panggilan Reza membuat tari merona
"Kita kenapa kemakan omongan sendiri ya,,dulu kita pernah bilang kalo kita nggak akan suka satu sama lain tapi sekarang malah jadian"kata Jessi saat mereka sedang duduk berdua menikmati indahnya malam
"Iya ya,, sekarang jadinya cinta banget"
"Gombal" Jessi mencubit pinggang Reza
"Aku nggak mau lama-lama pacaran"kata Reza
"Maksudnya nanti kamu bakalan mutusin aku?" tanya Jessi
"Iya,,terus kita nikah" Reza tersenyum
"Ih jangan becanda terus deh"
"Beneran,,Minggu depan kita ketemu orang tua aku"Reza merangkul pundak Jessi
"Apa nggak terlalu buru-buru?" tanya Jessi
"Nggak,,aku nggak mau lama-lama pacaran.Lebih enakan halal tau" Reza tersenyum nakal
"Sok tau banget deh" Jessi mencubit pipi Reza
__ADS_1
Mereka masih setia duduk berdua disana.Bermanja-manja dan romantis-romantisan seakan dunia hanya milik berdua,,,yang laenn numpang kali ye...haha
Tari sedang membaca artikel kehamilan,agim dengan sabar memijat kaki ibu hamil itu.Hamil muda membuat tari leluasa pergi kemana-mana karena pasti akan muntah setiap saat.
"Agak kenceng mas" perintah ibu ratu pada pelayannya
"Iya sayang" Agim hanya menurut,ia sama sekali tak protes bahkan ia ingin sekali menggantikan posisi istrinya saat muntah-muntah karena pasti tari akan lemas sekali.
"Mas besok kita beli rujak ya,,yang ada strawberrynya"
"Ha?emang ada rujak yang ada strawberrynya??" tanya Agim bingung
"Ya nggak tau, pokoknya besok kita harus beli"
"Iya sayang"Agim menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sama beli gado-gado,sate pinggir jalan,terus apalagi ya" Tari tampak berfikir
"Iya,,besok kita beli apapun yang kamu mau" Agim menurut saja daripada di amuk bumil
"Tapi kalau Tari gendut gimana ya mas?"
"Cantik lah"
"Beneran?"
"Iya sayang"
"Tapi nanti berat mas" tari bersandar di pundak suaminya
"Mas Agimm nanti nggak kuat gendong tari" bumil itu mengelus dada Agim
"Hayo tangannya nakal banget" kata Agim membuat tari tersenyum..
Sedangkan Raka kini sedang menikmati permainan bersama istrinya,Viana yang awalnya sudah tertidur kini jadi terbangun karena ulah suaminya.
Raka terus memancing Viana hingga wanita itu benar-benar tergoda.Akhirnya permainan panas pun terjadi di dalam kamar yang kedap suara,di saksikan oleh rembulan yang bersinar terang di atas langit sana.
Suara Des*h*n kenikmatan menggema di seluruh ruangan tersebut.Viana benar-benar di buat tak berdaya oleh suaminya,ia sudah berkali-kali mencapai puncak kenikmatan.
Raka terus memacu kecepatan membuat Viana lemah tak berdaya, pasalnya sudah hampir 1 jam bertempur tapi Raka belum juga mencapai puncak kenikmatan.
Semakin cepat gerakannya membuat suara Des*h*n semakin sering keluar dari mulut mereka berdua.
"Arghh" akhirnya Raka mencapai puncak kenikmatannya
Raka ambruk di atas istrinya,ia mencium dahi dan bibir istrinya.Viana tertidur,ia sangat kelelahan malam ini.
Semuanya sedang bermanja-manja dengan pasangan masing-masing.Seakan dunia memang milik mereka ya,,
Apalah daya author yang masih sendiri iniπ€£
Yuhuu happy reading gayysss π
Mau di lanjut apa udahan nih??π€
__ADS_1
Apa lanjut ke anak-anak mereka nanti??π€π