
Di akhir bulan lalu, keluarga Raka kedatangan calon besannya.Keluarga Rey yang datang dari luar negeri berkunjung kerumah calon besannya.Membahas rencana pertunangan Risa dan Rey yang akan di laksanakan 2 Minggu yang akan datang.
Semua nampak antusias menyambut hari itu tiba,Viana yang sudah mulai berbelanja keperluan pesta kini sedang mengelilingi Mall bersama suaminya.
Begitu juga dengan Risa,gadis itu sudah tidak sabar untuk segera bertunangan.Ia takut Rey tergoda dengan wanita lain saat di luar negeri.
Keenan yang makin di sibukkan dengan pekerjaan dan tugas kuliahnya jarang sekali di rumah.Hanya malam saja ia bersama keluarganya.
Memegang dua perusahaan itu tidak mudah,tapi Keenan mampu mengatasi itu.Raka yang sudah tua memang jarang untuk pergi kekantor.
Alena yang semakin dekat dengan Viana juga tak kalah antusias,ia bahkan sering diminta Viana untuk menemani shopping saat semua orang sibuk dengan aktivitasnya.
Keenan belum berpacaran dengan Alena,tapi mereka nampak semakin romantis.Ini merupakan acara pendekatan,lebih mengenal satu sama lain.
Setelah Risa menikah nanti,tak lama Keenan juga akan menyusul kakaknya.Menikahi wanita yang teramat ia cintai merupakan impiannya.
"Sudah sayang, semuanya sudah lengkap"kata Raka pada Viana yang masih berbelanja.Bukan apa-apa tapi kedua tangan Raka sudah penuh dengan paper bag belanjaan Viana.
"Masih kurang satu lagi mas" Viana memasuki butik langganannya.
"Astaga sayang" Raka hanya menepuk keningnya
Selesai berbelanja,Viana mengajak Raka untuk makan siang bersama.Lagi-lagi mata Viana menangkap sosok yang ia kenal.
Ternyata ayu juga sedang di dalam restoran tersebut sendirian.Terlihat wajahnya yang nampak murung,entah kenapa.
"Astaga" kaget Viana
"Kenapa sayang?" tanya Raka
"Ayu" kata Viana yang masih menatap ayu dari jauh
"Rupanya dia masih hidup" timpal Raka
"Kita pergi dari sini yuk mas" ajak Viana yang merasa tidak aman
"Ya sudah kita cari restoran yang lain" Raka memilih pergi bersama istrinya
Saat Raka dan Viana berdiri,Ayu melihat mereka.Dengan spontan ayu langsung menghampiri Raka.
"Selamat siang tuan Raka Mahendra" sapa Ayu tersenyum licik
"Ternyata kau" jawab Raka
"Aku lihat-lihat kalian sangat bahagia ya?" Ayu memutari Raka dan Viana
"Kami tak ada waktu untuk meladeni orang seperti kamu" kata Raka dingin lalu mengajak Viana pergi dari sana.
"Wow,,semakin tua semakin tampan" teriak Ayu tanpa rasa malu dan berhasil di dengar oleh Viana dan Raka
Viana hanya diam saja,ia tak mau berurusan dengan wanita licik itu.
__ADS_1
Risa yang sedang mendesain baju untuk acara pertunangannya kini sedang berada di balkon.Tangannya sangat lihai di atas kertas putih itu .
Setelah dua setangah tahun ia menjalin hubungan dengan Rey,kini akhirnya sudah mencapai tahap awal menuju halal.
Rey dan Risa memang jarang sekali bertemu,tapi cinta mereka sangat kuat.Berawal dari selembar uang seratus ribu,dan sekarang malah akan menikah.
Risa ingat betul bagaimana pertama kalinya ia bertemu dengan Rey.
Flashback on....
Kisah ini berawal dari sebuah liburan di Bali.Risa memang suka pergi,bahkan saat keluarganya tidak bisa ikut ia akan tetap pergi sendiri.
Seperti saat ini, Risa sedang berangkat ke Bali untuk refreshing.Pekerjaan yang banyak begitu membuatnya bosan dan jenuh.
Pergi sendiri tanpa keluarga,Risa sudah biasa.Bahkan ia pernah mengunjungi opanya di luar negeri sendirian.
Saat sampai di bandara Ngurah Rai Bali,Sopir yang sudah di siapkan daddynya kini sedang menunggunya.
Raka memang sengaja membiarkan Risa pergi,ia ingin putrinya mandiri dan tidak terlalu Manja dengan mommy nya.
"Huh,akhirnya sampai juga" Risa merebahkan tubuhnya di hotel yang akan menjadi tempatnya menginap beberapa hari disana.
Setelah membereskan beberapa baju,Risa membersihkan diri dan segera mencari makan di luar.
Cukup 15 menit,Risa sudah siap dengan baju santai dan juga celana jeans.Terlihat sangat pas di tubuh ideal Risa
Sengaja tak menyuruh sopir untuk mengantarnya,Risa lebih memilih berjalan kaki.Lagipula jarak antara hotel dan restoran juga sangat dekat, hanya beberapa meter saja.
Risa sampai di restoran,masuk dan langsung memesan makanan.
Hanya memesan satu menu dan satu minuman.Setelah pesanannya datang,Risa langsung memakan makanan tersebut tanpa mempedulikan orang yang lalu lalang di dalam resto tersebut.
Saat makanannya habis,Risa merogoh kantong celananya.Matanya melotot,saat dirasa dompetnya tidak ada.
Ia memang sengaja tidak membawa ponsel, karena ponselnya lowbat.Dengan panik Risa mencoba mencari lagi dompetnya.
"Gawat" kata Risa
"Aku lupa bawa dompet,astaga bagaimana ini" Risa menggigit jarinya.Terlalu bersemangat untuk makan hingga melupakan dompet yang berada di atas nakas.
"Emm mbak boleh saya minta nota nya?" tanya Risa pada pelayan.Untung saja ini hanya restoran biasa jadi harganya pun tak akan semahal restoran mewah.
"Ini mbak silahkan"
Risa melihat nota tersebut,ia langsung panik.Memang tak banyak tapi sekarang ia tak membawa uang sama sekali.
"Sebentar ya mbak" kata Risa
"Mampus, bayar pake apa aku" batin Risa
Setelah melihat sekitar,mata Risa tertuju pada laki-laki yang sedang duduk di yang tak jauh darinya.Dari sekian banyak pengunjung,hanya laki-laki itu yang duduk sendirian.
__ADS_1
Dengan nekat Risa menghampiri laki-laki tersebut.Berniat meminta tolong untuk membayar sepiring steak daging.
"Permisi" sapa Risa takut tapi mencoba berani
laki-laki itu hanya menatap Risa tanpa menjawab sapaan Risa.
"Emm bolehkah saya meminta tolong?" tanya Risa
"Tolong apa?" tanya laki-laki itu bernam Rey
"Saya lupa membawa dompet,bisakah saya meminjam uang untuk membayar makanan saya?" tanya Risa tak yakin apakah orang itu mau membantu
"Alasan klasik" kata Rey dengan tatapan mengejek
"Berapa?" tanya Rey, meskipun ia mengejek tapi ia tetap mengeluarkan dompetnya
"Seratus ribu saja,besok saya kembalikan" kata Risa
"Ini" Rey memberikan selembar uang seratus ribu pada Risa
"Lain kali kalau tidak punya uang,jangan keluyuran" kata Rey lalu berdiri hendak meninggalkan Risa
"Hey,sudah saya katakan dompet saya ketinggalan" Risa sedikit berteriak
"Oh ya?tapi aku rasa itu hanya alasanmu" kata Rey
"Baik,besok kita bertemu disini lagi.Saya akan mengembalikan uang yang saya pinjam dari anda" Risa kesal karena Rey terus saja mengejeknya
"Baik aku tunggu,gadis seribu alasan" kara Rey lalu pergi
"Huh sombong sekali,kalau bukan terpaksa aku juga nggak mau pinjem uang kamu" omel Risa lalu berjalan menuju kasir untuk membayar
Risa keluar dari restoran,dengan kesal berjalan sedikit lebar agar cepat sampai di kamarnya.
"Baru sampai udah sial aja"kata Risa lalu merebahkan tubuhnya yang terasa pegal.
Flashback off...
Tersenyum membayangkan bagaimana wajah Rey saat pertama kali mereka bertemu.Sangt dingin,jutek,sombong membuat Risa geram pada laki-laki itu.
"Gadis seribu alasan" Risa tersenyum saat menyebut julukan yang di berikan Rey untuknya.
Hallo gays 😘
Udah ada yang mau halal nih,,
Btw,,Yuk pada siapin baju buat pergi ke acara pertunangannya Rey dan Risa yang akan author tampilkan di bab berikutnya...
Ttep stay disini ya,,
Love you pull semuanya ❤️❤️❤️
__ADS_1