
Setelah kembali ke kantor,Raka hanya diam saja.Ia fokus mengemudi, sedangkan Agim sibuk dengan ponselnya.mereka berteman sudah dari kecil tentu saja Agim sudah sangat hafal sifat dari temannya itu.Agim menduga bahwa Raka mulai menyukai Viana.
Agim Hermawan
Sosok lelaki tampan yang berusia 27 tahun.Ia merupakan anak dari Hengki Hermawan dan Sania Hermawan.Agim terlahir di keluarga kaya,namun ia memilih menjadi asisten di banding menggantikan ayahnya menjadi CEO di perusahaan
"Menurutmu Viana bagaimana?" tanya Agim memancing Raka
"Bagaimana apanya?" Raka justru balik bertanya
"Bagaimana kalau Viana jadi pacarku?" Agim sengaja berkata seperti itu agar Raka terkejut
"Tidak cocok" dan benar saja, Raka langsung sewot
"Kenapa tidak cocok? kurasa kami memang berjodoh" seloroh Agim
"Jika kau menikahi viana,maka dia tak akan bisa lagi mengurus Risa" kata Raka dingin
"Dan tidak bisa mengurusmu juga kan" Agim menahan tawanya
"Mana ada" Raka bergaya sok cool
"Tapi aku sudah punya saingan yang sangat berat" Agim berkata sambil menunduk
"Oh ya? cepat sekali kau punya saingan" kata Raka yang masih dengan wajah dinginnya
"Iya,,bahkan saingannya temanku sendiri" Agim mengalihkan wajahnya
Sementara Raka menatap Agim dengan tatapan tajam
Sampai di kantor Raka turun dari mobilnya meninggalkan Agim yang masih bersedih
"Ahahahahaha kau ini sangat lucu kawan" Agim tertawa sejadi-jadinya mengingat wajah Raka tadi
Jujur saja Agim tertarik pada sosok Viana.tapi ia tak mau merebut wanita yang sahabatnya suka, meskipun belum jelas suka atau tidaknya.
Saat Raka memasuki ruangannya,ia di kejutkan dengan wanita cantik dan seksi itu.Siapa lagi kalau bukan Jane Fernandes.
"Sedang apa kau disini?" tanya Raka dingin
"Aku ingin menemuimu sayang" Jane berjalan melenggak-lenggokkan badannya.
__ADS_1
"Menyingkir dariku" Raka menghindar dari Jane
"Kenapa kau terus menolakku sayang?" tanya Jane manja
"Enyahlah" Raka menepis tangan Jane yang ingin memeluk lengannya
"Kenapa kau terus bersikap dingin begini Raka?" Jane mulai emosi
"Karena aku sangat membencimu" Raka mendekat dan mencengkeram dagu jane, membuat Jane ketakutan
"Lepaskan Raka" pinta Jane
"Pergi dari sini" Raka melepaskan cengkramannya
Lalu Jane keluar dengan emosi dan memegang dagunya yang memerah.
Saat di loby ia bertemu Agim.
" Sepertinya ada yang baru saja ditolak" Agim tersenyum
"Sialan kau Agim,,kau belum tahu siapa aku?" Jane menyombongkan diri sendiri
"Ya aku tahu,,kau itu wanita penggoda eh maksudku kau itu seorang model cantik tapi murahan." Agim tertawa terbahak-bahak
"Awas saja kau" Jane mengancam Agim namun Agim justru semakin tertawa
"Kau kenapa?" tanya Agim
"Aku hanya sedang berfikir,, bagaimana caranya membuat Jane tak mendekatiku lagi" Raka berkata sambil berdiri di dekat jendela
"Bagaimana ya?" Agim mencoba berfikir.
"Kau keluarlah,,aku semakin pusing jika kau terus saja disini" seloroh Raka
"Haisshhh kau ini" lalu Agim berjalan keluar.
Sementara dirumah,Viana sedang berjalan-jalan bersama Risa di depan komplek perumahan elite itu.
"Nona ayo pulang,,ini sudah sore" ajak Viana
"Iya kak" jawab Risa menurut
Saat akan pulang Viana melihat penjual permen kapas keliling.
__ADS_1
ia mengajak Risa untuk membeli itu.
"Nona lihat disana ada penjual permen kapas,,ayo kita beli" ajak Viana menggandeng tangan Risa
"Ayo kak" Risa senang
"Mang,saya beli permen kapasnya dua ya" ucap Viana pada penjual tersebut
"Iya neng" lalu penjual tersebut membuat permen kapasnya.
"Ini neng" kata penjual tersebut memberikan dua permen kapas pada Viana
"Terimakasih mang ,,ini uangnya" Viana memberikan uang berwarna biru.
"Mamang nggak ada kembaliannya neng" penjual itu mengembalikan uang viana
"Udah mang kembaliannya buat mamang aja" Viana mendorong tangan mamang tersebut
"Terimakasih ya neng" ucap penjual itu tersenyum
"iya mang sama-sama" Viana lalu pergi
"Nona kita makan di kursi sana yuk" Viana menunjuk kursi dekat taman komplek
"Iya kak" jawab Risa
Saat sedang memakan permennya,, tiba-tiba ada mobil berhenti di depannya.
Ya mobil itu punya Raka.saat akan pulang, Raka melihat Viana dan Risa duduk di dekat taman lalu ia menghampirinya.
"Kalian sedang apa disini" kata raka membuat Viana terkejut
"Tuan" Kata Viana
"Kami sedang makan pelmen kapas Daddy" Risa menunjukkan permennya
"Ayo pulang,,ini sudah sore" ajak Raka
"Baik tuan" lalu Viana naik ke mobil bersama Risa.
Lalu mereka bertiga pulang kerumah.
Jangan lupa like.komen.vote
__ADS_1
mohon dukungannya
Terimakasih