Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Masa lalu


__ADS_3

Sekarang Mega sudah tinggal di rumahnya sendiri bersama Anton.Walaupun rumahnya kecil tapi Anton bersyukur masih di kelilingi orang-orang baik.


"Pa kita ke rumah nak Raka yuk..tadi Viana telfon kalau calon mertuanya disini" ajak Mega ingin bertemu dengan calon besannya.


"Nanti malam saja ma,,lagian pasti Raka di kantor sekarang" jawab Anton


"Ya sudah kalau begitu mama mau istirahat dulu"kata Mega


"Baiklah"


Di kediaman Raka,kini Viana sedang berbincang dengan Bagas.


Sedangkan Raka sudah pergi ke kantor setelah makan siang tadi.Ia harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah menunggunya beberapa hari yang lalu.


"Apa kau ingin tahu tentang Raka?" tanya Bagas


"Em,, sebenarnya ingin tahu pa tapi Vian nggak berani bilang sama mas Raka.soalnya mas Raka juga nggak membahas tentang masa lalu" jawab Viana


"Papa akan bercerita sedikit,,Papa dan mama sudah berpisah Waktu Raka masih berumur 7 tahun.Mamanya seorang model terkenal dulu,dia pergi bersama pria lain dan meninggalkan kami." kata Bagas dengan ekspresi datar


"Em tidak usah di lanjutkan pa,,Viana nggak enak sama papa" kata Viana yang melihat wajah bagas


"Tidak papa" Bagas berhenti sejenak


"Lalu mama Raka menggugat papa,Raka menangis sejadi-jadinya saat mamanya pergi waktu itu.masih teringat wajah sedih Raka saat merindukan kasih sayang sang mama dulu" jelas Bagas lagi


"Setelah 15 tahun berpisah,,kami bertemu kembali di Singapura.Wajahnya masih cantik seperti dulu. Tapi dia sudah bersama pria lain dan menggandeng anak laki-laki. Jujur saja papa sangat merindukan mama Raka,tapi papa berusaha memendam rasa itu. Raka sangat membenci mamanya itu,entah mengapa Raka tak pernah cerita." Bagas tersenyum miring


"Jadi seperti itu" Viana paham sekarang


"Hem..maaf nak Vian papa jadi bernostalgia" kata Bagas sedikit tertawa


"Tidak apa-apa pa"


"Oh iya.. nanti malam undang orang tuamu untuk makan malam bersama disini.Kita akan membahas waktu dan tanggal pernikahan kalian" kata bagas


"Baik pa"


"Ya sudah papa istirahat dulu" pamit Bagas

__ADS_1


"Iya pa"


Viana lalu menyusul Risa ke kamarnya,Risa sedang bermain bersama dengan Susi


"Nyonya" sapa Susi


"jangan panggil nyonya panggil Mbak saja" kata Viana yang memang lebih tua dari Susi


"Baik Mbak" Susi tersenyum


"Ya sudah kamu istirahat saja,,biar Risa bersama saya" kata Viana


"Iya mbak terimakasih" Susi lalu keluar dari kamar Risa


"Sayang,,lagi main apa" tanya Viana


"Eh,,mommy" kata Risa


"Nanti saja panggil mommy nya sayang,, sekarang panggil kakak dulu ya" viana merasa aneh jika Risa memanggilnya mommy.


"Oke kak" Risa mencium pipi Viana


"Iya kak kalena kata Daddy,,aku halus sayang sama kakak." Risa berkata dengan suara imutnya


"Em benarkah?" tanya Viana


"Benal" Risa memeluk Viana sangat erat


"Nona mau makan siang sama apa?" tanya Viana saat Risa masih berada di dalam dekapannya


"Telselah kak Viana saja" jawab Risa


"Baiklah sayang" viana mencium pucuk kepala Risa


Sementara di kantor Raka sangat sibuk dengan pekerjaannya,,Agim yang membantunya juga nampak serius mempelajari berkas-berkas yang ada di mejanya.


"Sudah waktunya makan siang,,apa kau tak pulang?" tanya Agim pada Raka yang biasanya pulang saat waktu makan siang


"Tidak" jawab Raka

__ADS_1


"Nanti sayangmu itu rindu padamu" kata Agim


"Oh iya,,aku telfon saja" Raka mengambil ponselnya


Tut..Tut..Tut .....


"Halo mas" sapa Viana


"Sayang,,aku tak bisa pulang untuk makan siang karena pekerjaanku masih banyak" kata raka


"Ya sudah mas lanjutkan saja,,tapi jangan lupa makan siangnya ya" kata viana


"iya sayang" Raka mengencangkan panggilan sayangnya


"Cih.. menyebalkan" Agim mengomel


"Kau kenapa menatapku seperti itu" kata raka


"Aku tahu kau sudah punya tunangan sekarang,,tapi setidaknya hargai aku sedikit saja sebagai seorang jomblo ini" Agim kesal


"Hahahaha,,makanya jangan hanya memainkan wanita tapi nikahi juga" kata raka


"Aku masih takut untuk hal serius" kata Agim yang dulunya sudah mau menikah tapi kekasihnya malah di hamili oleh orang lain


"Tak semua wanita seperti itu bro" Raka tersenyum


"Nanti akan ku cari" kata Agim.sebenarnya ia juga ingin punya kekasih,,tapi ada rasa trauma yang mendalam saat di tinggal tunangannya dulu.


"Jangan lama-lama nanti umurmu keburu tua" goda Raka


"Kau sudah sepertinya ayahku saja" kata Agim jengkel


"Kasihan paman dan bibi sudah ingin menimang cucu darimu" kata Raka lagi.agim melemparkan bolpoin yang ia pegang ke arah Raka


"Hahahaha" Raka tertawa terbahak-bahak


"Sialan" Agim mengumpat dengan lirih


Semoga suka

__ADS_1


Happy reading 🤗


__ADS_2