
Pagi harinya Viana sudah bangun duluan,duduk di sofa sambil melihat ke arah suaminya.Sementara yang di tatap masih setia memeluk gulingnya.Viana akan menginterogasi suaminya mengenai foto Jane.
"Emmm" Raka menggeliat merasakan cahaya matahari yang menembus jendela kamarnya.
"Ehem-ehem" Viana berdehem membuat Raka membuka matanya
"Sayang" panggil Raka duduk dan bersandar
"Hemm" Viana dalam mode cuek
"Kamu bangun jam berapa?" tanya Raka
"Semalem"
"Sayang kamu kenapa sih?" tanya Raka menghampiri istrinya dan memeluknya
"Nggak papa" jawab Viana
"Kalau nggak papa kenapa cemberut gitu" Raka mencium pipi Viana
"Nggak usah cium-cium"
"Coba jelasin sama mas,kamu kenapa?"tanya raka
"Coba mas cek ponsel mas"
"Ponsel?"Raka berdiri dan mengambil ponselnya
"Coba buka pesan"
"Astaga benar-benar gila wanita ini" kata Raka membuang ponselnya ke kasur
"Sekalian ke lantai mas" Viana menahan tawanya
"Mas benar-benar nggak habis pikir sama wanita gila ini" Raka kesal
"Kenapa mas? seksi kan?" tanya Viana
"Seksi apaan,,masih seksian kamu lah" Raka tersenyum nakal
"Ehem tapi Viana butuh penjelasan mas,,kenapa wanita itu bisa punya nomor mas?" Viana menatap Raka tajam
"Ya mas nggak tahu sayang,,mas juga nggak pernah kasih nomor ke dia" jawab Raka
"Mana fotonya seksi gitu,, nanti kalau mas tergoda gimana? kan Viana lagi puasa" kata Viana cemberut
"Astaga sayang,,mas aja nggak ada pikiran buat deketin dia" jawab Raka
"Janji ya" bumil sudah mulai berkaca-kaca
"Iya sayang janji"
"Tapi kamu kok bisa lihat pesan itu?" tanya Raka
"Oh maksud mas kalo Viana nggak lihat mas nggak akan kasih tahu Viana?" Air matanya sudah meluncur
"Eh bukan gitu maksudnya sayang,, maksud mas kamu liat pesan itu kapan?" Raka menenangkan istrinya
"Tadi malam, waktu Viana selesai dari kamar mandi.Nah Viana lihat ponsel mas bunyi jadi Viana buka eh ternyata isinya itu" jelas Viana
"Kenapa nggak langsung bangunin mas" tanya Raka
"Nggak penting juga,,lagian mas juga tidurnya pules banget" jawab Viana
"Ya sudah biarin aja,, yang penting mas nggak ada niatan buat duain kamu" Raka menangkup wajah istrinya
__ADS_1
"Iya mas" Viana memeluk Raka
"Emm bau acem" kata Viana membuat Raka tertawa
"Hahaha namanya juga bangun tidur" Raka mengacak rambut Viana
"Sudah sana mandi,,Viana mau nyiapin baju mas"
"Mandiin" Raka manja
"Beneran? nanti kalau bangun gimana? mas sendiri kan yang repot" Viana tersenyum menggoda
"Ini aja udah bangun hahaha"
"Ihhhhh mesum" Viana menepuk lengan suaminya
"Hahaha"
"Cepetan mandiiiiiii" kata Viana mengegas
"Iya sayang.. cup" Raka mengecup bibir Viana singkat membuat Viana tak jadi marah
Lalu setelah itu mereka turun untuk sarapan pagi bersama sang putri.
Sementara kini Agim sedang mengantarkan tari berangkat kerja.
Hatinya sedang berbunga-bunga saat ini, karena sudah resmi menjalin hubungan dengan tari.
"Mas nggak mampir ngopi dulu?" tanya tari
"Iya deh" mereka berdua keluar dari mobil
"Widihh,,,udah baikan aja nih" Jessi menghampiri mereka
"Alah gua mah cuma bantu dikit"
"Thanks ya Jes,,kamu udah bantuin kita buat bersatu" Tari memeluk sahabatnya itu
"Nggak masalah,,aku seneng kalo kalian bersatu"
"Oh iya,,masa gua nggak di traktir sih" kata Jessi
"Hahaha oke-oke kamu mau di traktir apa?" tanya tari
"Makan aja deh"
"Oke nanti siang kita makan siang bareng gimana?" usul Agim
"Boleh"
"Ya udah,aku berangkat ya sayang" pamit Agim
"Cie-cie sayang" goda Jessi
"Iya mas, hati-hati ya" tari merona
"Nggak usah malu-malu gitu juga" Jessi menyenggol pundak tari
"Ihh kamu nggak usah goda aku deh" tari meninggalkan Jessi
"Akhirnya mereka jadian juga" gumam Jessi merasa senang.
Jessica memang memiliki sifat ceria,baik hati dan apa adanya.Ia mengenal tari saat melamar pekerjaan di cafe tersebut.Meskipun begitu,ia dan tari berteman cukup dekat bahkan saling menceritakan keadaan masing-masing.
__ADS_1
Kini Raka sudah sampai di kantor,saat di parkiran ia tak sengaja bertemu Agim.Terlihat wajah agim berseri-seri menggambarkan bahwa hatinya sedang sangat baik.
"Apa kau tak berniat mentraktir aku makan?" tanya Raka
"Cih kau ini datang-datang langsung minta gratisan saja"
"Sepertinya ada yang baru punya pacar" Raka berjalan duluan
"Haha memang,,kau ini selalu mengerti aku" Agim menepuk pundak Raka
"Selamat ya,, akhirnya jiwa jomblomu berakhir juga" kata Raka
"Iya terimakasih ya"
"Oh iya,, nanti ke ruangan aku ya" kata Raka
"Oke"
Setelah menaruh tas kerjanya,Agim langsung menuju ke ruangan sang CEO perusahaan.
"Ada apa?" tanya Agim saat duduk di sofa
"Sepertinya aku harus memberi peringatan keras untuk Jane" jawab Raka
"Kenapa?"
"Kau tahu,,semalam dia mengirimkan ku fotonya yang hanya memakai lingerie"
"Apaaaa? lalu Viana?"
"Bahkan Viana yang membuka ponselku"
"Bagaimana reaksi Viana?"
"Tadi pagi dia menginterogasi aku,,aku kaget saat melihat pesan itu" jawab Raka
"Hemm memang sepertinya kau harus turun tangan sendiri untuk menghadapi fans beratmu itu" kata agim
"Kau benar,,tapi apa yang harus ku lakukan"
"Peringati saja dulu,,kalau tidak mempan baru kita hancurkan karirnya"
"Ya sudah nanti biar ku pikirkan apa yang harus aku lakukan"
"Dan ada satu lagi permasalahan yang sangat berat" kata Raka
"Apa itu?" tanya Agim
"Viana memintaku untuk berkumis,, apakah itu tidak konyol?" Raka menepuk keningnya
"Ahahahahaha kasihan sekali kau" Agim justru tertawa terbahak-bahak
"Sialan,,aku memberi tahumu bukan untuk kau ejek" Raka kesal
"Tapi kau akan menurutinya kan,, bagaimana pun dia sedang ngidam.Dan kau harus menuruti apapun keinginan ibu hamil"jelas Agim
"Iya aku sudah berjanji padanya,,tapi aku malu jika berkumis"
"Hahaha sudah ku bayangkan pasti nanti wajahmu akan seperti satpam kantor"
"Sialan" Raka menepuk kepala Agim dengan map
"Hahaha Viana memang sangat pandai"
"Nanti biar ku belikan obat penumbuh kumis ya hahahaha" Agim masih saja tertawa
__ADS_1
"Sudah sana pergi,, menyebalkan saja" Raka mengusir Agim dari ruangannya.