Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy

Baby Sitter Cantik Kesayangan Daddy
Mulai dekat


__ADS_3

Berbeda dengan pengantin baru yang sedang memadu kasih,Agim justru sedang di sidang oleh kedua orang tuanya.


Apalagi jika bukan tentang pernikahan, orang tuanya khawatir dengan masa depan sang anak nantinya.Karena umur sudah mulai menua tapi masih belum punya gandengan.


"Jika kau tak punya pacar,,papa ada calon untukmu" kata Hengki


"Pa Agim masih berusaha dekat dengan calon agim,,Agim tak suka jika di jodoh-jodohkan" Agim menatap Hengki dengan tatapan lesu.


"Iya tapi sampai kapan?" tanya Hengki yang sudah tidak sabar ingin punya cucu


"Sabar pa,,ini tak semudah perkiraan papa" Agim menunduk


"Pa,,sudah jangan mendesak Agim terus,,dia sudah besar.Dia sudah tahu kewajibannya" Sania menenangkan suaminya


"Itu lah kau selalu membela anak bandel ini" Hengki pergi meninggalkan Agim dan Sania di ruang tengah


"Kau tak usah pedulikan ucapan papamu ya,,mama percaya sama kamu" Sania mengelus punggung sang anak


"Iya ma"


"Ya sudah,, mama nyusul papa dulu ya" pamit Sania di angguki kepala oleh Agim


Lalu agim naik ke atas dan beristirahat di kamarnya.Ia teringat dengan wajah Tari,senyum manis terukir di bibir Agim.


"Kau sedang apa cantik" lirihnya dengan menatap langit-langit kamarnya.


"Apa aku telfon saja ya?" tanya Agim pada diri sendiri


"Aku coba dulu" Agim merogoh ponsel di saku celananya.mencari nomor yang bertuliskan "Tari🌹", sangat romantis dengan emoticon bunga mawar.


Tut..Tut..Tut....


"Halo" sapa Tari di balik telepon membuat jantung Agim berdetak sangat kencang


"Halo dengan siapa?" tanya Tari lagi karena Agim hanya diam


"Halo ini aku Agim" katanya


"Oh ini mas Agim,,ada yang bisa saya bantu mas?" tanya Tari sopan


"Ah tidak,,aku hanya mengecek nomormu saja" Alasan Agim


"Emm" hanya kalimat itu yang di keluarkan Tari


"Hehe ya sudah kalau begitu,,maaf mengganggu waktumu" kata Agim


"Iya mas nggak papa kok" jawab tari tersenyum


"Sayang" panggil seseorang di balik telepon,, seperti suara laki-laki membuat hati agim berdetak


Deg.!!


"Ya sudah ya mas Agim saya tutup dulu" pamit tari membuat Agim yakin bahwa seseorang tadi memanggil tari.

__ADS_1


"Siapa tadi?" Agim masih bingung


"Apa tari sudah punya pacar?" tanyanya pada diri sendiri


Sementara tari kini sedang menegur Temannya yang memanggilnya sayang tadi.Namanya Jessica,ia memang memiliki suara besar seperti laki-laki.


"Kau jangan seperti itu" Tari menegur Jessica


"Baiklah-baiklah maaf aku ya" Jessica tersenyum kikuk


"Ya sudah" tari menyudahi


"Memangnya siapa yang menelepon mu tadi?" tanya Jessi curiga karena biasanya tari tak pernah menegurnya seperti itu


"Bukan siapa" jawab Tari singkat


"Itu tadi pacarmu kan" tebak Jessi


"Bu-bukan" tari terbata


"Lalu kenapa kau gugup begitu" Jessi masih saja menggoda sahabatnya


"Sudahlah jangan menggodaku terus" entah mengapa jantung tari berdetak kencang.Tari memegang dadanya,ia mencoba menetralkan kegugupannya.


"Hayooo kau gugup ya?" Jessi mengagetkan tari


"Kau ini jangan mengagetkanku terus" tari kesal


"Iya-iya sayang" Jessi memang suka sekali menggoda sahabatnya itu.


Lalu ia membuka ponselnya, menatap nama tari di sana.dan saat itu ada nyamuk yang menempel di ponselnya.Agim akan menyingkirkan nyamuk tersebut,tapi tiba-tiba tangannya tak sengaja menyentuh tombol telepon.


"Waduh" Agim menepuk keningnya


"Halo" sapa Tari


"Eh iya halo" Agim meringis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Mas agim telepon malam-malam ada apa?" tanya tari pelan


"Ah maaf ya,,tadi aku tak sengaja memencet nomormu" jelas agim


"Oh gitu" jawab tari


"Emm kamu lagi ngapain?" tanya Agim


"Saya lagi di dapur mas,,mas sendiri lagi apa?" tanya balik tari


"Lagi mikirin kamu" gumam Agim pelan


"Mas ngomong apa tadi?" tanya tari


"Ah nggak papa,,aku lagi nyantai aja" jawab Agim gugup

__ADS_1


"Oh iya,,bisa nggak kita nggak usah formal,, panggil aku aja jangan saya" pinta Agim karena tak nyaman jika bersikap formal dengan pujaan hati.


"Oh iya mas" tari juga gugup,,tapi dia bisa menetralkan kegugupannya agar tak terlihat jelas


"Ya sudah,,kau istirahat saja, selamat malam" pamit Agim tersenyum


"Iya mas selamat malam" tari menutup teleponnya


"Astaga,,jantungku rasanya mau copot" agim mengelus dadanya


Sementara tari juga begitu,ia memegang dadanya yang berdetak kencang.


"Jantungku tidak bisa di ajak kompromi" tari tersenyum


"Ehem-ehem" deheman Marni membuat tari terkejut


"Astaga ibu,, mengagetkan tari saja" kata Tari


"Kau yang melamun,,ibu sudah dari tadi disini" jawab Marni tersenyum


"Sejak kapan?" tanya tari kaget,,kalau sudah dari tadi berarti tadi ibunya juga mendengar saat dirinya telfon tadi


"Sejak kau bilang selamat malam mas?" jawab Marni membuat tari merona


"Ah ibu" tari menunduk malu


"Siapa? pacarmu ya?" tanya Marni menggoda putrinya


"Ibu apasih" tari berjalan menuju meja makan


"Kenapa? sudah terlihat wajahmu senang setelah menerima telepon itu" Marni semakin menggoda Tari


"Ibuuuu" tari merengek agar ibunya tak menggodanya lagi


"Hehehe kamu sudah besar,,ibu tak melarangmu untuk pacaran" kata Marni tersenyum


"Iya Bu,,tapi tadi memang bukan pacar tari kok" jawab tari


"Memangnya dia siapa?" tanya Marni penasaran dengan laki-laki yang menelepon putrinya malam-malam


"Dia mas Agim Bu" jawab tari


"Agim? laki-laki yang dulu kemari bersama nak Raka itu?" tanya Marni


"Iya Bu" jawab Tari


"Ya sudah kamu pergi tidur ya sudah malam" Marni menyuruh putrinya untuk tidur.


"Iya bu,,ibu juga istirahat ya" tari berjalan menuju kamarnya


Tari tidur dengan nyenyak,, begitu juga dengan agim yang sudah tertidur pulas.ia sejenak lupa dengan suara tadi sore yang menggangu pikirannya.Setelah telepon malam-malam membuat hati keduanya tenang.


happy reading 🤗

__ADS_1


sematkan like, komen,vote


terimakasih


__ADS_2